Duta & Yumna

Duta & Yumna
92


__ADS_3

Acara makan menjelang santai itu mulai terasa santai. Nick sudah bisa mnegontrol suasana hatinya untuk tidak gugup, dan terlihat kecewa dengan status teman SMA -nya. Bisa sedekat ini saja, Nick sudah senang sekali.


"Hmmm ... Ini enak banget. Minumannya juga seger banget, kalau di indonesia kayak es susu di campur sirup merah," ucap Yumna tertawa renyah.


"Itu sih, minuman andalan di kantin dulu. Es susu stroberi ala teh euis," ucap Nick ikut tertawa. Sedikit mengenang masa lalu saat mereka masih duduk di bangku SMA.


Rasanya seperti baru kemarin masih duduk di bangku SMA, tapi hari ini mereka berada di negeri orang untuk mengenyam pendidikan demi sebuah kesuksesan dan tergapainya cita -cita demi masa depan yang lebih baik.


"Iya bener. Masih inget kamu. Ehhh ... Tadi ini namanya apa?" tanya Yumna masih melahap potongan daging sapi yang terasa lembut dan menyatu bumbu yang pas saat di kunyah di dalam mulutnya.


"Ini namanya Beef bourguignon. Enak kan? Ini memang paling spesial di kafe ini," ucap Nick tersenyum lebar.


"Ohh ya? Ini enak banget. Tapi, Yumna gak boleh terlalu banyak makan daging setengah matang seperti ini kalau sedang hamil muda, katanya bahaya," ucap Yumna menjelaskan.

__ADS_1


"Benarkah? Bahaya gimana?" tanya Nick panik.


"Tapi kamu gak apa -apa kan? Gak ada yang berasa aneh sama perut kamu? Seharusnya kmau bilang, Na. Biar pelayang lebih mematangkan dagingnya agar layak di konsumsi untuk ibu hamil. Maafkan aku, Na. Aku tidak tahu soal itu," ucap Nick lirih dan di wajahnya terlihat sebuah penyesalan erta rasa bersalah.


"Heiii ... Gak apa -apa. Lagi pula makan ini kan sesekali gak setiap hari. Yumna suka Nick, tapi mungkin lain kali kalau makan bakal bilang dagingnya di masak dengan kematangan sempurna," ucap Yumna menjelaskan.


"Udah ahh ... Gak apa -apa kok beneran. Oh ya ... Kmau tinggal dimana? Terus orang tuamu?" tanya Yumna basa basi. Yumna tidak pernah tahu tentang Nick. Yumna hanya sebatas kenal saja. Memang waktu kelas satu, Yumna dan Yuri pernah mengerjakan tugas prakrya bersama di rumah Nick. Rumahnya besar dan sanagt mewah.


"Mamaku baru saja meninggal sekitar bulan lalu. Aku memang tidak tinggal bersama Mama," ucap Nick pelan. Ceritanya hanya sebatas pernyataan saja tanpa penjelasan yang rinci. Nick memnag tidak mau Yumna tahu tentang dirinya yang sedang berduka dan berkabung.


"Gak apa -apa, Na. Sudah selesai? Mau aku antar pulang? Siapa tahu kita satu arah? Kasihan juga, kamu lagi hamil," ucap Nick menawarkan.


"Ekhemmm ... Kayaknya gak deh, Nick. Maaf ya. Yumna mau jalan aja, biar kandungannya sehat dan seklaian mau cari kue buat pemilik rumah yang Yumna sewa buat perkenalan aja. Gak enak kan," ucap Yumna beralasan.

__ADS_1


"Iya Na. Gak apa -apa. Seharusnya memang kamu tolak aku, dari pada rumah tangga kamau hancur karena salah paham," ucap Nick memahami situasi yang Yumna hadapai saat ini. Yumna bukan lagi gadis single yang bisa bermain bebas. Yumna sudah punya suami dan tengah mengandung.


"Yumna duluan ya. Sekalian ke kasir mau bayar," ucap Yumna pelan.


"Na ... Biar aku yang bayar ya. Kamu belum faseh bahasa sini kan? Nanti salah bicara lho," ucap Nick mengejek.


"Ahhh ... Sialan kamu Nick. Okelah. Terima kasih atas traktirannya, tapi lain kali biar aku yang traktir kamu," ucap Yumna pada Nick.


"Siap!!" jawab Nick tersenyum dan emnatap Yumna yang pulang terlebih dahulu.


Nick bergegas berdiri dan ikut pergi meninggalkan kafe tersebut dan membuntuti Yumna. Nick mengambil mobil dan melajukan mobilnya dengan sangat pelan. Ia melihat Yumna sedang asyik bertelepon dan etntunya Yumna sedang menelepon Duta, sang suami.


Tanpa sengaja, tatapan Nick tertuju pada sepasang paruh baya yang seperti sedang memadu kasih. Keduanya saling menyuapi makanan yang sepertinya di beli di pinggiran jalan tanpa ada rasa berdosa sedikit pun.

__ADS_1


Tak lama, pasangan itu juga pergi dan menghilang dari pandangan Nick. Tapi, Nick hapal betul dengan mobil yang di pakai pasangan itu walaupun warna mobilnya sudah di cat berbeda dan sudah di modifikasi.


__ADS_2