
Beberapa bulan kemudian ...
Nick perlahan membuka kedua matanya sambil memegang kepalanya yang begitu pening terasa. Ia langsung duduk dan merasakan angin dingin dari AC di kamarnya begitu menusuk kulitnya.
Nick menatap tubuhnya yang polos tanpa memakai satu helai pakaian. Ia membuak selimut dan memandang pusakanya yang tak lagi tertutup oleh celana ketat. Nick menoleh ke arah samping dan menatap Arsista yang sdenag tertidur pulas dan gadis itu juga sama sekali tak memakai satu helai benang di tubuhnya.
"Sista!! Apa yang terjadi?" tanya Nick lantang. Nick sama sekali tak mengingat apapun yang terjadi tadi malam.
"Eummmmm ... Kamu sudah bangun sayang? Selamat pagi, suamiku. Terima kasih soal semalam, aku sangat emnikmatinya," ucap Arsista denagn senyum lebar.
Beberapa bulan hidup bersama Nick ternyata membuat Arsista jatuh hati pada Nick. Nick yang sebenarnya adalah lelaki baik dan bertanggung jawab itu sudah membuat Arsista berpaling dan melupakan cintanya terhadap Duta.
Nick menyipitkan kedua matanay dan melihat Arsista dengan lekat.
"Apa ini bagian dari rencana kamu?" tanay Nick kembali denagn wajah serius.
"Gak. Sama sekali gak, Nick. Aku sadar, aku adalah wanita buruk. Wanita yang tak tahu malu. Tapi percayalah, Aku sudah berubah Nick," ucap Arsista memeluk tubuh kekar Nick.
__ADS_1
"Kamu tidak sedang membohongiku kan?" tanay Nick serius.
Nick sendiri lama -lama juga memiliki rasa yang berbeda pada Arsista. Perlahan Nick bisa melupaka Yumna atas permintaan Yumna agar Nick mulai membuka hati untuk Arsista, istrinya.
***
"Kak ... Bagus ya dekorasi kamar untuk bayi kita? Semoga saja, bayinya suka," ucap Yumna tertawa senang.
"Sudah pasti senang. Bayi kita bangga punya Mama hebat seperti kamu, Na," puji Duta pada istrinya.
"Punya Papah yang keren dan tampan seperti kamu, kak," ucap Yumna memeluk tubuh Duta.
Duta dan Yumna telah menjalani rumah tangganya secara mandiri. Keduanya memilih membeli rumah kecil di dekat kantor Duta.
"Arghhh ... Kak Duta. Perut Yumna rasanya sakit sekali ada yang mau keluar dari bawah," teriak Yumna tiba -tiba saat bersantai sambil melihat kamar bayi yang telah siap menyongsong kelahiran anak pertama mereka.
"Mau lahiran mungkin? Kakak gendong ya," ucap Duta kemudian yang bersiap mengangkat Yumna. Tapi sepertinya tak mungkin. Tubuh Yumna tak smeungil dulu sewaktu gadis. Semenjak hamil, tubuh yUmna mengalami kenaikan berat bada hingga dua puluh kilo.
__ADS_1
***
Bunda Sinta, Bunda Gita, Ayah Duta, Kak Jone, Kak Dafa dan Yuri sudah berada di rumah sakit menunggu proses lahiran Yumna yang melahirkan secara normal.
Oekkk ... oekkk ....
"Itu suara bayinya. Bayinya sudah keluar," ucap Bunda Sinta bahagia mendengar cucu pertamanya telah lahir dan menangis.
Duta mencium kening Yumna setelah Yumna berhasil mengejan dan mengeluarkan bayi tampan.
"Anak kita Kak?" ucap Yumna begitu lega sekali.
"Anak kita sudah lahir sayang. Dia tampan seperti keinginan kamu yang ingin tetap cantik di rumah," goda Duta pada Yumna.
Yumna hanya bisa tersenyum lebar. ubuhnya tak lemas. Ia benar -benar bahagia sekali.
"Kakak mau adzanin dulu. mau di bisikin juga. Mama Yumna hebat," puji Duta melepas genggaman tangan di tangan Yumna.
__ADS_1
Hari ini terasa lengkap sudah kebahagiaan mereka. Anak yang di nati sudah lahir denagn selamat.