Duta & Yumna

Duta & Yumna
136


__ADS_3

Tepat pukul sembilan pagi, pasangan muda ini baru turun ke bawah untuk sarapan. Kebetulan kedua kakak Yumnaa sudah berangkat pagi -pagi benar karena ada meeting. Bunda Sinta juga pergi denagn asistennya untuk belanja bulanan.


Semua orang yang ada di rumah ini sengaja peri lebih awal dan membiarkan pasangan muda ini lebih bebas mengekspresikan keromantisan hubungannya.


Karena cuaca pagi menjelang siang ini sudah sangat panas. Setelah mandi Yumna hanya memakai celana pendek dengan karet celana yang tak menyakiti perut besarnya dan tank top yang tipis.


Duta sudah membuatkan sandwich dengan keju mozarela yang banyak sesuai permintaan istrinya. Tidak lupa susu hamil rasa strawberry yang masih panas juga sudah tersedia di atas meja.


Diam -diam selama ini, Duta memperthatikan makanan yang Yumna makan, dan membelikan apa yang Yumna inginkan lewat Yuri, sahabat Yumna.


"Wahhhh ... Sandwich ... Kok tahu sih, Kak?" tanya Yumna penasaran sambil menyipitkan kedua matanya.


"Itu tadi anak kita bilang ke Papahnya gini. Papah aku mau sandwich yang banyak keju mozarelanya. Buatin ya Pah. Sama susu strawberry," ucap Duta terkekeh.


"Dasar ... Mana ada gitu. Ngeles aja. Yumna makan ya Kak," ucap Yumna dengan lidah sudah berair ingin segera menyantap sandwich itu.

__ADS_1


"Gak mau Kakak suapin? Gak rindu di suapin?" tanay Duta yang duduk di samping Yumna.


"Hemmm ... Rindu sih. Cuma malu ... Malah ngerepotin Kak Duta terus," ucap Yumna sambil mengiris sandwich itu.


"Kenapa harus malu? Kakak kan suami kamu. Tugas suami itu bertanggung jawab atas istrinya. Apapun yang di butuhkan istrinya harus di penuhi oleh suaminya. Gak usah bilang malu, keki atau apapun. Kita harus saling melengkapi, sayang," ucap Duta yang mengambil alih pisau itu dan mengiris sandwich lalu menyuapkan ke mulut Yumna.


Yumna tanpa malu -malu dan tanpa ragu langsung menerima suapan itu dan mengunyah dengan sangat nikmat.


"Enak?" tanya Duta pada Yumna.


"Enak banget. Kakak selalu tahu apa yang Yumna suka," ucap Yumna singkat dengan senyum manisnya.


"Tahu dari mana? Dari Bunda ya? Apa dari Kak Dafa atau Kak Jone?" tanya Yumna penasaran.


"Salah ...," ucap Duta sambil menyuapkan suapan sandwich lagi ke mulut Yumna.

__ADS_1


"Ekhemmm ... Pasti Yuri ini," ucap Yumna menuduh.


Seketika Duta tertawa keras mendengarnya.


"Tuh kan bener. Yuri kan pelakunya. Emang tuh anak comel amat sih," ucap Yumna kesal.


"Sssttt ... Calon kakak ipar," ucap Duta meluruskan.


"Gak akan di kasih restu kalau begitu sih," jawab Yumna kesal.


"Sayang ... Udah ya. Kita udah janji gak bahas apapun kan? Kita bakal jalanin lembaran baru lagi. Mulai sekarang hanya ada Kakak, kamu dan calon anak kita," tegas Duta pada Yumna.


Duta menunjukkan jari kelingkingnya sebagai tanda janji mereka. Yumna pun mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingking Duta.


"Maafin Yumna ya Kak. Yumna udah salah ucap dan berkata tidak baik dalam emngambil keputusan," ucap Yumna mengakui kesalahannya.

__ADS_1


"Sudah Na. Jangan di bahas lagi ya. Kita sudah tutup semua permasalahn kemarin. Mulai hari ini kita jalani hidup yang baru dengan kebahagiaan baru," tegas Duta pada Yumna.


Duta memeluk Yumna erat. Keduanya saling menatap bahagia. Permasalahan yang muncul dalam rumah tangganya selalu selesai tanpa masalah baru. Sekarang Duta dan Yumna sudah benar -benar bahagia. Memiliki pasangan yang selalu mengerti satu sama lain, memiliki kehidupan rumah tangga yang harmonis dan mesra.


__ADS_2