Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Akan Seperti Adegan Film


__ADS_3

“Di rencanakan? Maksud kakak?”


“Yah di rencanakan, mungkin saja ada yang tidak suka sama tante Dania, makanya mereka berpura-pura mengadakan perjalanan bisnis palsu.”


“Iya, kamu benar Vid, dan yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, apakah Pak Jayadi terlibat?”


Mereka saling pandang satu sama lain.


“Ah, mungkin tidak kak, orangnya aja tadi bicaranya ramah begitu, masa ia sih dia kayak gitu, apa untungnya juga buat dia?” Sinta mencoba berpikir positif.


“Sinta kita tidak tahu bagaimana perjalanan hidup seseorang, siapa tahu saja ada rahasia besar di balik ini semua, dan...” Adnan memikirkan sesuatu.


“Oh, astagfirullah.” Adnan tersadar akan sesuatu, cowok itu memukul dahinya sendiri.


“Nan kenapa? Kamu bikin kaget saja.” Marah David.


“Tadi kalian dengar tidak, agak aneh kan kalau tiba-tiba Pak Jayadi menanyakan tentang anaknya tante Dania, Indah.”


“Apa anehnya kak kalau ia hanya bertanya alamat saja, kan memang mungkin dia bisa membantu.”


“Sin, mungkin kamu benar, tapi pertanyaan yang kedua bagaimana?”


“Kenapa dia bertanya soal bagaimana keadaan di rumah ini, benar kan?!” David juga mulai menyadari sesuatu.


Adnan mengangguk.


“Kalian berdua memikirkan apa sih, aku gak ngerti nih.” Sinta frustasi sendiri.


“Sin, jangan kamu mengira gemerlapnya kemewahan, memiliki pekerjaan yang baik bahkan perusahaan, itu membuat orang lantas puas mendapatkan kehidupan nyaman di rumah mereka. Dunia bisnis itu terkadang penuh dengan hal-hal yang kotor, melakukan segalanya demi bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, demi bisa menambah rekan bisnis dan meningkatkan popularitas perusahannya adalah hal yang utama bagi mereka. Aku khawatir jika Pak Jayadi terlibat dalam semua ini, kita harus melakukan sesuatu.” Adnan menjelaskan panjang lebar.


“Maksud kakak tante Dania di culik sama bosnya sendiri?”

__ADS_1


“Dugaan sementara kami seperti itu, memang tak baik untuk mencurigai seseorang. Tapi kita harus tetap hati-hati, dan jika itu benar, maka tidak menutup kemungkinan kalau mereka juga akan mengincar Indah.” Lanjut Adnan.


“Kamu benar nan, Sin kamu dan Indah tidak boleh berada di rumah ini malam ini, aku takut seseorang akan mencoba mencelakai Indah.”


Adnan mengangguk ke arah David.


“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang kak?”


“Kamu bawa Indah untuk menginap di rumah kamu, dan aku akan tetap di sini malam ini.” Ucap Adnan mantap.


“Kakak ngapain nginep di sini?”


“Aku perlu memastikan apakah benar mereka akan mengirim seseorang ke rumah ini atau tidak.”


“Kita akan tetap berada di sini, aku ikut denganmu.” David berkata yakin.


Dua cowok itu saling pandang penuh keyakinan.


“Wah… ini akan seperti adegan di film yang biasa ku tonton, apa aku bisa ikut kak? Pasti sangat seru, apalagi jika bisa memukul para penjahat. Ah, aku bersemangat sekali, aku boleh ikut yah?” Mata Sinta berbinar-binar.


Gadis itu mendadak cemberut, semangatnya yang berapi-api rasanya telah di siram oleh se ember air dingin.


“Tapi kenapa? Walaupun aku perempuan, aku bisa melindungi diriku sendiri, kakak jangan lupa yah, aku ini pemegang sabuk hitam karate.” Sinta membanggakan dirinya sekaligus membujuk kakaknya.


“Ck, anak ini. Kita tidak tahu musuh seperti apa yang akan kita hadapi, pokoknya kalau kakak bilang tidak ya tidak.” Marah David.


“Hhmm..” Adnan mengangguk menyetujui.


“Tapi…”


“Titik.” Tegas David.

__ADS_1


Mendengar itu, Sinta tidak memiliki harapan lagi, melihat wajah kakaknya yang sudah tampak serius membuatnya sedikit ngeri, gadis itu pun memilih diam, melipat kedua tangannya dan bersandar di sofa.


...***...


“Jayadi aku mohon jangan lakukan ini padaku, Aku janji, aku janji akan menemukan Dania secepatnya, aku mohon lepaskan aku.” Tonson terus memohon dari balik jeruji besi.


Sore itu, Jayadi memasukkannya ke penjara bawah tanah yang ada di villa tersebut sebagai hukuman karena dia gagal menemukan Dania.


Jayadi kini berdiri di luar kurungan itu, menatap marah pada Tonson. Bagaimana mungkin dia memaafkan pria itu, sementara gara-gara dia, ia pun akan mendapatkan hukuman dari Kuncoro.


“Tolong… tolong beri aku kesempatan sekali lagi.” Tonson memegang jeruji besi di depannya, ia tampak menyedihkan dengan wajah yang sudah babak belur.


“Aku sudah memberikan kesempatan padamu, tapi kamu gagal kan! Sekarang nikmatilah hidupmu di penjara bawah tanah ini.” Jayadi berkata dingin.


“Jayadi! Jayadi! Lepaskan aku Jayadi, sialan kau Jayadi kau penghianat. Aku akan membalas mu, lihat saja, aku akan membalas perlakuanmu ini, Jayadi!! Arrrgghh!!!” Teriak Tonson frustasi melihat Jayadi yang berjalan menjauh dari sana.


“Heh, ucapan aslinya keluar juga.” Pria itu tersenyum dingin.


“Bagaimana dengan wanita di kamar itu? Apa kau sudah melaksanakan apa yang aku perintahkan?” Jayadi bertanya kepada asistennya yang berjalan di sampingnya.


“Sudah Tuan, aku sudah memanggil dokter kepercayaan kita untuk mengobati semua luka-lukanya. Meski awalnya ia menolak, tapi dengan sedikit ancaman akhirnya ia bisa menurut.”


“Bagus, kamu harus memastikan dia baik-baik saja, dan terlihat cantik lagi seperti dulu. Aku ingin melihat berlianku tampak Indah kembali tanpa luka sedikit pun.”


Asisten Jayadi tampak terdiam…


“Apa kamu mendengarku?”


“I… iya tuan. Saya akan menjaga nona Sarah dengan baik.” Ucapnya.


...…...

__ADS_1


Malam kembali menyapa, sungguh hidup penuh dengan kejutan dan hal-hal yang tidak pernah kita duga. Keadaan baik maupun buruk yang kita alami sesungguhnya sudah menjadi ketetapan yang maha kuasa. Terkadang ketika kita di uji, ada saat-saat di mana kita merasa berada di titik yang terbawah. Merasa putus asa dengan semuanya, merasa tidak berarti. Namun yakinkan dalam diri bahwa apapun yang kita alami saat ini, cobaan seberat apapun yang kita terima saat ini, itu semua karena kita mampu menghadapinya, karena Allah tidak akan memberikan suatu cobaan kepada manusia diluar batas kemampuannya. Jadi yakinlah dan bersabarlah, Insya Allah buah manis dari kesabaran itu akan kita nikmati nantinya.


Gemerlapnya dunia terkadang membuat manusia lupa akan dirinya sendiri, Fana-nya dunia ini membuat terlena akan sesuatu yang ia pikir akan kekal. Ia rela melakukan apapun demi mendapatkan apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya, meski itu dengan menempuh jalan yang salah dan kejam, hatinya telah mati karena harta dunia yang terus berlari ia kejar, namun ia sendiri tak sadar bahwa apa yang ia kejar itu tak pernah menjadi miliknya. Ia lupa akan kasih sayang kepada sesama, bahkan lupa mengasihi keluarga sendiri.


__ADS_2