
"Hai Indah." Sapa Sinta sembari duduk di bangku.
"Hai, assalamualaikum." Indah berbalik menyapa dengan salam.
"Iya, iya. Waalaikumsalam Indah." Sinta mengerti dengan tatapan Indah yang mencoba mengingatkannya.
"Hei, dari mana saja kamu? Kenapa baru datang ke sekolah?" Suara Adit bertanya.
"Kenapa? Apa kamu merindukanku?" Sinta bercanda dengan mencoba menggodanya.
"Eh, apaan sih? Siapa juga yang rindu sama cewek kayak kamu, kegeeran banget." Adit sedikit gugup.
"Tapi itu benar loh, aku dan Adit memang merindukan kamu " Timpal Radit.
Adit menatap temannya itu heran, sementara Sinta hanya menatap dengan wajah datar.
"Rindu untuk bertengkar dan mengejek kamu, Haha..." Radit tertawa keras.
Sinta menatap kesal, sembari memanyunkan bibirnya. Sementara Adit hanya tersenyum kaku mendengar candaan Radit.
Adit menatap Sinta sebentar lalu berjalan keluar kelas.
"Hei Adit, kamu mau ke mana?" Radit bertanya melihat temannya itu tiba-tiba beranjak dari tempatnya duduk dan berjalan keluar.
"Keluar sebentar." Jawabnya datar.
Indah dan Sinta hanya menatap bingung.
"Ada apa dengan dia?" Sinta berucap datar.
__ADS_1
Hari-hari Indah kini berjalan normal kembali. Memiliki sahabat yang selalu ada untuknya, teman-teman yang agak jahil namun seru. Ia juga masih sering berpapasan dengan Adnan di Sekolah, terutama saat berada di Perpustakaan. Dan lagi beberapa kali juga ia masih sering melihat Adnan di Masjid, meskipun mereka jarang sekali bertegur sapa. Namun perasaan yang tumbuh di hati Indah dan Adnan semakin besar. Yah, untuk saat ini mereka masih merasa nyaman untuk meyakini rasa ini sebagai rasa kagum, atau mungkin rasa cinta dalam diam.
"Aku sangat senang melihatmu datang hari ini." Indah memulai percakapan.
"Aku juga sangat senang Indah. Seminggu lebih tidak datang ke Sekolah... rasanya kangen banget sama suasana di sini."
Indah membalas dengan dengan senyuman.
Kriinnggg......
Bel sekolah berbunyi nyaring, seluruh siswa segera bersiap-siap untuk pelajaran pertama pagi ini.
...***...
Pelajaran kedua hari ini adalah Pendidikan Jasmani dan Olahraga.
sudah menjadi tradisi di kelas Indah jika pelajaran PENJAS masuk, semua laki-laki di kelas itu akan di usir dari kelas dengan baju ganti olahraga di tangan mereka (hehe). Lalu semua perempuan di kelas itu akan menguasai kelas. Yah, rata-rata dari mereka akan mengganti pakaian di kelas.
Setelah berganti pakaian, para siswi segera berangsur menuju ke lapangan, begitu pun dengan Indah dan Sinta. Terlihat semua teman laki-laki mereka sudah ada di sana sejak tadi.
Guru olahraga Pak Angga, dengan postur badan yang tinggi dan atletis mampu membuat para siswi jadi salah fokus. Apalagi dia salah satu guru yang bisa di bilang masih cukup muda, plus (sini aku bisikin), dia belum menikah (wkwk). Yah, guru-guru bahkan sampai siswanya sendiri pun banyak yang terpesona dengan ketampanannya.
Oke kembali fokus, Pak Angga mulai memberikan arahan untuk berbaris, mereka akan melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Semua Siswi pun melakukan pemanasan secara bersamaan dengan di tuntun Pak Angga. Terlihat di barisan depan gerakan yang kompak dan teratur sesuai dengan aba-aba. Tetapi kekacauan terlihat di barisan paling belakang yang di dominasi oleh laki-laki. Mereka mengikuti dengan berbagai macam versi gerakan mereka. Ada yang ogah-ogahan, mager dan memilih untuk jongkok saja, dan ada pula yang mulai bermain dengan teman yang ada di sampingnya dengan saling mendorong, atau memukul tangan (hehe). Dan jangan lupakan gerakan yang terlalu over dari murid yang mau caper alias cari perhatian sama Pak Angga.
Untuk kesekian kalinya Pak Angga kembali menegur. Siswa yang tadinya gaduh kembali tertib. Tetapi 5 menit kemudian, kegaduhan mereka kembali berlanjut. Yah, begitulah seterusnya hingga pemanasan itu selesai.
Setelah pemanasan selesai, Pak Angga kembali memberikan aba-aba dengan meniup peluit yang dikalungkan dilehernya. Semua siswa kembali berbaris dengan rapi.
__ADS_1
"Baiklah anak-anak karena kita sudah melakukan pemanasan, seperti yang bapak sudah sampaikan pekan lalu hari ini kita akan praktek bermain bola volley. Dan pada saat kalian bermain, bapak akan menilai bagaimana keaktifan kalian, dan menilai teknik-teknik yang kalian lakukan pada saat praktek seperti apa, bagaimana menservis bola, passing, smash, dan blocking. Jadi apa kalian sudah mengerti atau ada yang ingin bertanya?"
Semua siswa spontan menengok ke kanan dan kiri, lalu bersamaan menjawab.
"Tidak ada Pak."
Terlihat dari wajah-wajah mereka ada yang nampak sangat bersemangat dan tidak sabaran ingin segera memasuki lapangan volly. Namun ada juga yang tampak ragu-ragu karena bingung biasalah... beberapa murid memang masih ada yang belum begitu mahir memainkannya, apalagi saat mereka akan melakukan servis. Maka akan ada bola yang melayang bukan ke arah depan, melainkan ke samping , kebelakang, atau mungkin malah mendarat pada pintu ruang guru yang berada cukup dekat dari lapangan itu.
"Kalau begitu, langsung saja kita mulai prakteknya, nama-nama yang bapak sebutkan langsung mengambil posisi di lapangan. Andi Nur Asnani, Fitri Wulandari, Sinta Ramadhani, Fikri Agung, Ade Agus Setiawan, dan Sri lestari." Pak Angga berhenti sejenak, memastikan nama-nama yang sudah disebutkan telah berada pada posisi yang telah ditentukan.
"Selanjutnya, Dwi Reskiani, Nur Wahida Rahman, Renaldi, Muh. Yusuf, Miftahur Chaer, dan Yurandi."
Setelah menyebutkan semua nama, Permainan pun di mulai.
"Semangat Sin." Teriak Indah kepada Sinta yang bermain lebih dulu.
"Pastilah." jawab Sinta bertolak pinggang, merasa ini permainan yang sangat mudah baginya.
Permainan bola volley itu berlangsung beberapa menit, Pak Angga memperhatikan mereka dengan sesekali mencatat sesuatu di kertas. Sinta menjadi siswa yang sangat aktif salam kelompok tersebut.
"Baiklah, cukup cukup. Bapak sudah mengambil nilai kalian, selanjutnya kalian akan bergantian dengan yang lain."
"Baik Pak." Jawab mereka serentak.
"Selanjutnya... Indah Nur Aisyah, Fatimah, Reza, ......" Pak Angga kembali memanggil satu persatu siswa yang akan praktek selanjutnya.
"Semangat Indah." Ucap Sinta.
"Siap." Indah mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Indah juga sangat bersemangat untuk praktek kali ini. Karena sebenarnya ia juga sangat menyukai bermain bola volly. Awal ia menyukainya ketika ia duduk di bangku SMP. Setiap hari Jumat murid-murid tidak akan belajar seperti biasanya, karena hari Jumat adalah program pengembangan diri. Di mana siswa akan memasuki pengembangan diri yang telah ia pilih sebelumnya. Ada berbagai macam jenis pengembangan diri tersebut, mulai dari kelas tari, bernyanyi, bermain musik, cerdas cermat, dan begitupun di bidang olahraga, ada bulu tangkis, sepak bola, bola tenis, dan bola volly. Dan Indah adalah salah satu siswa yang mengikuti pengembangan diri tersebut, bermain bola volly.
(maaf yah, sambungannya nyusul di episode ini nanti. lagi sibuk dl kerja skripsi🙏😅)