Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Semoga Kamu Adalah Jodohku


__ADS_3

Jangan lupa vote, like dan sarannya yah. karena masukan kalian sangat penting buat aku.


Silakan tinggalkan jejak, supaya aku makin semangat update ceritanya.


Terima kasih sudah mampir


Happy reading 😊😘


"Aku merindukan suasana ini." Ucap Indah tersenyum hangat.


Tidak terasa sudah lebih dari sebulan ia tidak ke Masjid ini lagi. Yah, bukannya tidak ingin. Hanya saja beberapa waktu lalu ia yang tidak sengaja menonton sebuah acara ceramah di televisi yang menjelaskan bila lebih utama bagi seorang perempuan untuk sholat di rumah daripada di Masjid, meskipun tidak ada larangan untuk melarang perempuan sholat di Masjid.


Setelah menonton acara tersebut, Indah segera mencari penjelasan lebih lanjut mengenai hal yang baru saja ia dapatkan.


Ditekannya mesin pencari di ponselnya, google. Dan ia pun membaca sebuah hadis di benda pipih itu.


"Sebaik-baik Masjid bagi kaum perempuan adalah rumah mereka." (HR. Ahmad dari Ummu Salamah Ra).


Karena itu ia yang biasanya setiap hari menghabiskan waktunya untuk sholat magrib dan isya di Masjid, kini hanya beberapa kali saja.


Dan ia sangat memahami tentang hal itu, ia dengan senang hati akan mengaplikasikan ilmu yang telah ia dapat dalam kehidupan sehari-harinya.


Setelah selesai sholat Maghrib dan isya, Indah yang hendak beranjak dari tempatnya duduk tak sengaja melihat sosok Adnan yang ada di barisan laki-laki. Gadis itu tersenyum, entah kenapa setiap kali melihat cowok dengan wajah syahdu itu ia merasa tenang.


Adnan tidak sendiri, ada beberapa orang yang duduk bersamanya di sana, seperti seorang pengurus Masjid.


"Melihatmu dari jauh seperti ini saja, hatiku sudah merasa lega kak Adnan."


"Aku mencintai pria sederhana sepertimu, memiliki hati yang baik, perkataan yang lembut, dan akhlak yang yah... sungguh, perempuan mana yang akan menolak pesona mu."


"Tapi, aku juga tahu diri kak. Aku hanya gadis biasa, gadis yatim yang jatuh cinta pada seorang pangeran tampan nan rupawan. Pangeran kaya raya, dan jenius. Aku hanya butiran debu jika harus bersanding denganmu." Indah tersenyum kecut.


Ia lalu beranjak dari tempatnya duduk


Ia harus segera pulang sebelum Adnan menyadari kehadirannya. Bisa saja cowok itu akan kembali mengejar dan berjalan pulang bersamanya, dan Indah akan semakin jatuh cinta, oh tidak! Jangan!


Namun tanpa diketahui gadis itu, Adnan sedari tadi sudah menyadari kehadiran Indah. Andai bisa mengatakannya, Adnan pasti akan mengungkapkan perasaannya pada gadis itu.


Namun tidak, ada prinsip yang harus ia pegang teguh. Ia hanya ingin menjadikan Indah pasangan halalnya. Adnan tidak ingin terikat pada hubungan yang hanya membuat ia dan Indah berada dalam ikatan yang tidak di ridhoi Allah.


Biarlah ia memendam perasaannya. Memastikan gadis itu selalu baik-baik saja sudah cukup untuknya.


Tidak dipungkiri bahwa ia pun juga sangat takut kehilangan Indah. Melihat David yang begitu gencar mendekati gadis itu membuatnya merasa khawatir. Bagaimana jika Indah jatuh cinta pada David? Akankah cintanya yang terpendam bertepuk sebelah tangan?


Yah, bagi beberapa orang mungkin ini terdengar sedikit berlebihan. Namun hei, bukankah perasaan seseorang berbeda-beda? Bagaimana seseorang mengekspresikan rasa cintanya pun tentu akan berbeda.


Dan lagi, si empunya lah yang akan membuat kisah cintanya sendiri. Dia lah yang akan memilih jalan apa yang akan ia tempuh. Apakah sesuai dengan yang diridhoi Allah, atau mungkin melanggar larangan-Nya dengan mengatasnamakan perasaan suci yang disebut cinta?

__ADS_1


"Huufftt..." Adnan menghembuskan nafas pelan melihat Indah yang berjalan keluar Masjid.


'Semoga kamu adalah jodohku Indah, yang akan menemani hidupku kelak.' Doa Adnan dalam hati.


...***...


Pukul 21:20 di kamar Indah.


Indah yang tengah sibuk membalik lembaran demi lembaran buku yang ada ditangannya itu mendadak menghentikan aktivitas membacanya saat ia teringat sesuatu.


Diraihnya ponsel yang tidak jauh dari jangkauan tangannya, lalu menyandarkan kepalanya pada headboard tempat tidur.


Indah mencari kontak Sinta di aplikasi WA, ingin mengirimi sahabatnya itu pesan.


Gadis lugu: Assalamualaikum, Sin!


Beberapa menit kemudian...


Cewek emosian: Waalaikumsalam, iya kenapa Indah?


Gadis lugu: Kamu lama banget sih jawabnya 😑


Cewek emosian: Ck, baru juga lima menit.


Gadis lugu: Iya, tapi karena rasa penasaran ku yah sudah di ubun-ubun ini lima menit rasanya seperti lima belas menit.


Jiwa kepo Indah kembali berkoar.


Sinta yang melihat pesan Indah mencebikkan bibirnya, dia sudah tahu arah pembahasan gadis itu.


"Nih anak yah, masih ingat aja deh." Kesal Sinta.


Cewek emosian: Kamu penasaran kenapa?


Berpura-pura tak tahu.


Gadis lugu: Itu loh soal kamu sama Adit.


Cewek emosian: Aku sama Adit, biasa aja.


Gadis lugu: Terus kenapa motornya bisa ada sama kamu? Hari ini juga dia sikapnya aneh banget, pakai duduk di belakang bangku kita tadi. Aku perhatikan dia juga selalu melihat ke arahmu. Dan lagi, kalian tadi berangkat dengan taksi yang sama.


Cewek emosian: Kalau itu aku juga gak tau kenapa dia bersiap seperti itu tadi. Kalau masalah motor dia yang ada di rumah aku, itu karena tadi padi dia ingin menjemputmu.


Jawab Sinta jujur.


Indah menutup mulutnya sendiri dengan satu tangannya. Ia shock, yah tentu saja. Ia yang sehari-hari menjadi saksi pertengkaran Adit dan Sinta yang sudah seperti kucing dan tikus yang tidak bisa akur itu merasa sangat penasaran . Mengapa sikap Adit mendadak berubah pada Sinta?

__ADS_1


Gadis lugu: Dia beneran mau jemput kamu?


Cewek emosian: Iya katanya.


Gadis lugu: Kenapa?


Cewek emosian: Apanya?


Gadis lugu: iya, kenapa dia mau jemput kamu?


Cewek emosian: Mana aku tahu, tanya aja sendiri sama dia.


Gadis lugu: Isst... dasar.


Gadis lugu: Tapi... tidakkah kamu berpikir kalau Adit itu... yah, itu... hhmm...kamu tahu lah.


Indah menggantung kalimatnya.


Cewek emosian: Yah, aku juga berpikir seperti itu.


Gadis lugu: Nah, bener kan!


Indah semangat, ternyata sahabatnya ini bisa peka juga.


Cewek emosian: Kalau begitu kita harus secepatnya menyusun rencana.


Indah mengernyitkan dahinya.


Gadis lugu: Rencana? buat apa?


Cewek emosian: Ya, buat jebak Adit balik, dia melakukan semua ini kan pasti untuk menjebak dan mempermalukan aku lagi.


"Hah! Memangnya kapan aku bilang seperti i..." Indah menghentikan kalimatnya yang tengah mengoceh sendiri.


"Oh, astagfirullah... ck, anak ini. walaupun sikapnya dia kayak laki-laki dan bar-bar tapi ku pikir dia akan memahami maksudku, ternyata aku salah. Dipikirannya cuma tentang pertengkaran saja, bagaimana aku bisa berharap lebih." Indah menepuk dahinya sendiri, benar-benar merasa gemas dengan sikap Sinta yang tidak peka itu.


Gadis lugu: Sinta bukan itu maksudku. Kamu ini, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu?


Cewek emosian: Terus apaan?


Gadis lugu: Aku berpikir jangan-jangan Adit suka sama kamu.


Cewek emosian: What!!!


...****************...


Hy guys jangan lupa mampir juga di chat story' aku yang terbaru yah...

__ADS_1


Aku tunggu di sana 😁❤️



__ADS_2