Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Perkara Tampan


__ADS_3

“Wah, kak Sinta hebat sekali bisa mengusirnya.” Puji Humairah menunjukkan jempolnya ke arah Sinta.


“Tentu saja, si pengganggu sepertinya jangan di kasi hati, karena ujung-ujungnya kita yang bakalan kerepotan sendiri.” Jawab Sinta hendak menyindir Adnan.


“Iya benar kak, Itu yang membuat Humairah kesal saat makan es krim dengan kak Adnan.” Ucap Humairah sembari menyendokkan es krim ke mulutnya.


“Maksudmu gadis tadi?” Sinta yang bertanya.


“Bukan hanya kakak yang tadi, tapi masih banyak kakak-kakak yang lain, beruntung kita tidak bertemu dengan kakak centil yang selalu ingin foto dengan kak Adnan.”


“Dulu saja Humairah hampir hilang gara-gara tertutupi kakak-kakak menyebalkan yang selalu menempel dengan kak Adnan. Akhirnya kak Adnan marah pada kakak-kakak itu, dan untung saja kak Adnan berhasil menemukan Humairah.” Sambung gadis kecil itu panjang.


“Benarkah?” Tanya Sinta.


Indah masih menunduk, mengaduk es krimnya malas.


“Iya kak, beneran.”


Sinta terkekeh.


“Tapi bukankah kamu memang harus terbiasa Humairah, kakak mu ini sangat tampan, tentu ia akan banyak perempuan kan yang menyukainya kan.”Jawab Sinta menatap Indah.


“Iya kak, kak Sinta benar sekali, kakakku memang sangat tampan.” Ucap Humairah membanggakan kakaknya.


Adnan tak menanggapi dan masih terus mencuri pandang ke arah Indah.


“Kamu terlalu berlebihan Sin, kakakmu ini juga sangatlah tampan, mengapa memuji orang yang bahkan tidak menanggapi kamu.” Sindir David.


“Huufftt…” Adnan menghembuskan nafasnya kasar.


“Kakak memang tampan, tapi kakakku jauh lebih tampan.”Humairah tak terima.


“Kamu melihatnya tampan karena dia adalah kakakmu, jadi kamu membelanya.”


“Tidak, Humairah tidak begitu, memang kenyataannya kakakku lebih tampan dari pada kakak, week.” Humairah menjulurkan lidahnya, mengejek David.


David menatap kesal Humairah.



“Humairah…. Tidak baik berbicara seperti itu dengan orang yang lebih tua, ingat?” Nasehat Adnan.


“Iya kak.” Humairah mengerucutkan bibirnya, ia kembali menatap David dan menjulurkan lidahnya lagi, Adnan yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala, sementara Indah menyunggingkan senyum tipis.


“Kakak cantik, kak Adnan sangat tampan kan?!” Tanya Humairah.


Reflek Adnan memandang Humairah dan Indah, sementara David membulatkan matanya.


'Ada apa dengan adik Adnan ini, masih kecil tapi sudah jadi biang masalah.’ Batin David kesal.


Indah menatap ke arah Adnan sebentar, lalu melihat wajah menggemaskan Humairah. Ia belum menjawab dan memilih untuk memakan sesendok terakhir es krimnya.

__ADS_1


“Kak….. kak Adnan sangat tampan kan?!” Ulang gadis kecil itu menggoyangkan tangan Indah.


Indah tersenyum ke arahnya dan menganggukkan kepala. Mau berbohong pun tak baik, meski kesal ia harus tetap mengatakan yang sejujurnya bukan.


“Yeeeaa… tuh kan kak, apa aku bilang kak Adnan ku yang paling tampan.” Lagi-lagi Humairah masih belum terima dengan pernyataan David tadi, sementara Adnan sudah tak dapat menyembunyikan senyumnya, dia terlihat semakin tampan dengan tawa yang memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


Melihat itu membuat David semakin marah, kenapa dirinya seakan di pojokkan oleh seorang anak kecil sekarang.


“Adnan ajarin tuh adik kamu supaya sopan sedikit, dan berhentilah tersenyum tak ada yang lucu di sini.” Sewot David.


Adnan tidak menanggapi, membuang mukanya dari David.


Setelah beberapa lama, mereka semua pun telah selesai, namun mereka masih berada di kafe tersebut, sekedar duduk bersantai dan melihat Humairah dan Indah yang sedang asyik mengobrol.


‘Mereka kok kayaknya nyambung banget yah….’ Batin Sinta melihat Indah tertawa setelah Humairah membisikkan sesuatu di telinganya.


‘Apa mereka sedang menggosipkan ku?’ Sambung Sinta.


Meski cukup penasaran, Sinta akhirnya berusaha untuk tidak mempedulikan dua gadis yang berbeda usia itu.


Tiba-tiba David memberi kode kepada Sinta dengan memperlihatkan jam tangannya. Sinta yang mengerti pun akhirnya membuka suara untuk mengajak Indah pergi dari tempat tersebut.


“Indah, sebaiknya kita pulang, ini udah jam 5 sore.” Ucap Sinta.


Indah melirik jam di tangannya.


“Oh iya, udah sore banget yah, ya udah kita pulang.”


Indah mengalihkan pandangannya ke Humairah, memegang kedua pipi gadis kecil itu.


“Yaahh….. kok cepat banget sih kak?” Humairah tampak sedih, ia memanyunkan bibirnya.


Indah tersenyum melihat tingkah menggemaskan anak itu.


“Insya Allah lain kali kan kita masih bisa bertemu lagi.” Ucapnya menghibur.


Humairah diam sejenak….


“Kita juga harus pulang dek, nanti mama khawatir kalau kita pulangnya lama.” Adnan menimpali.


Indah mencuri pandang Adnan sebentar. Sungguh ia pun masih ingin bersama Humairah dan juga lelaki yang kini ada dihadapannya.


“Ya udah deh, tapi kakak cantik janji yah, kita akan ketemu dan makan es krim bareng lagi.” Humairah mengangkat jari kelingkingnya pada Indah.


“Insya Allah, kakak janji.” Jawab Indah menyambut jari kelingking Humairah.


David tampak kesal mendengarnya.


‘Kamu memang licik Adnan, kamu menggunakan adik mu yang menyebalkan itu untuk bisa bersama Indah.’ Batin David, ia mensedekapkan kedua tangannya di dada.


Senyum terbit di bibir gadis kecil itu kala mendengar janji Indah.

__ADS_1


“Ayo dek.” Adnan terlebih dahulu mengajak Humairah keluar dari tempat itu.


Humairah menyambut tangan kakaknya.


“Humairah pulang yah kakak cantik, kak Sinta, dan… kakak kurang tampan, week.” Humairah melambaikan tangannya pada Indah dan Sinta sebelum akhirnya menjulurkan lidahnya pada David.


David mendengus melihatnya.


“Ayo kita juga pulang.” Ajak Indah.


Sampai di pintu mall, Sinta tiba-tiba menghentikan langkahnya, membuat David dan Indah melakukan hal yang sama.


“Ya ampun, aku melupakan sesuatu.” Katanya memegang kepalanya.


“Kamu melupakan apa?” Tanya Indah.


“Aku lupa membeli sesuatu tadi, kamu sama kak David duluan aja yah… nanti aku nyusul pakai taksi aja.”Ucap Sinta.


“Eh, kok gitu. Aku temenin kamu aja yah, atau kita nunggu kamu deh.” Indah menolak.


“Gak usah Ndah, kayaknya aku bakalan lama deh, kamu duluan aja.”


“Udah yah, aku masuk dulu, dahhh…” Sinta terburu-buru meninggalkan tempat itu dan melambaikan tangannya pada Indah.


“Eh, tapi…..” Ucapan Indah terhenti karena Sinta sudah menjauh.


“Udah ga usah khawatir, Sinta bisa pulang sendiri kok, dia juga udah biasa.” Ucap David yang sedari tadi hanya diam.


“Hhmm…” Indah bergumam.


“Ayo.” Ajak David.


Indah pun mengikuti langkah cowok itu.


Bukan hanya mengkhawatirkan Sinta, tapi sebenarnya ia pun merasa canggung jika harus berada di mobil hanya berdua dengan David.


Indah dan David sudah berada di dalam mobil, David fokus menyetir dan Indah terus saja mengarahkan pandangannya keluar jendela.


“Oh iya Indah, boleh aku minta waktu mu sebentar?” Tanya David membuka percakapan.


“Meminta waktu, maksudnya kak?” Indah tak mengerti.


“Aku ingin membawamu ke suatu tempat, tak lama dan tak jauh dari komplek kita kok.”


“Kita mau apa ke sana kak?”


Nanti kamu juga tahu sendiri, apa kamu mau?” Tanya David kembali.


Indah tampak berpikir, sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.


David lega, dengan perasaan bahagia ia mengemudikan mobilnya menuju tempat yang ia maksud.

__ADS_1


Hai readers dapat salam dari Humairah



__ADS_2