Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Makan Es Krim


__ADS_3

Terima kasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah gaes 😊❤️


...***...


Indah berbalik mencari sumber suara, sampai kemudian netranya bertemu dengan sosok gadis kecil yang pernah ia temui beberapa bulan yang lalu di Masjid.


Humairah berlari mendekat ke arah Indah.


“Humairah, pelan-pelan!” Pandangan Indah beralih pada pemilik suara itu, Adnan.


“Hai kakak cantik, akhirnya kita bertemu lagi.” Humairah langsung memeluk setengah tubuh Indah.


Indah memandang gadis kecil yang kini menatapnya dengan mata berbinar.


“Hai juga sayang, bagaimana kabarmu? Kamu terlihat semakin menggemaskan.” Indah mensejajarkan tubuhnya dengan Humairah, mencubit pelan pipi gadis kecil itu.


“Humairah baik kak, Humairah ke sini bareng kak Adnan. Kak Adnan dan Humairah akan makan es krim bersama.” Ucapnya.


Adnan sudah berdiri di dekat mereka semua, David memandang tak suka.


“Humairah ayo, kita beli es krimnya sekarang dan segera pulang.” Ajak Adnan memegang tangan adiknya, hendak membawanya pergi.


Humairah melepas tangan Adnan dari tangannya, lalu memeluk tangan Indah dengan erat.


“Tidak mau kak, Humairah mau makan es krim bareng kakak cantik.”


“Ck.” David berdecak, tentu saja tidak ada yang mendengarnya. Sinta hanya menjadi penonton, menyaksikan kejadian apa lagi yang akan terjadi antara kakaknya dan kakak kelasnya.


“Humairah, jangan menganggu kak Indah, ayo cepat ikut dengan kakak.” Lagi-lagi Adnan membujuk, namun Humairah tetap tidak bergeming.


Walau merasa tak enak dengan David dan Sinta, Indah akhirnya merasa tak tega dengan gadis kecil itu.


Ia mengelus pelan puncak kepala Humairah.


“Oh yah kak David, Sinta, kita kan tadinya tidak tahu akan ke mana lagi, bagaimana kalau kita makan es krim aja bareng Humairah.” Indah memberi usul. Meski ia masih sedikit kesal pada Adnan, tapi mana tega ia melihat Humairah menangis.


“Tidak perlu Indah, aku tidak mau mengganggu kalian.” Ucap Adnan sedikit menyindir.


“Sama sekali tidak mengganggu kak, lagi pula aku tidak mau melihat Humairah menangis.” Jawab Indah datar.


Yah, Adnan merasakan itu, meski Indah hanya menjawabnya seperti biasa, namun cara gadis itu memandang dan intonasi suaranya, ia bisa merasakan kalau ada kekesalan di sana.


“Yeeaa… kakak cantik memang sangat baik. Ayo kak, kita beli es krim.” Humairah menarik tangan Indah.


Adnan, David dan Sinta pun mengikuti langkah Indah dan Humairah yang bergandengan tangan. Humairah tampak bahagia, ia beberapa kali melompat dan mengayunkan tangannya dan Indah. Adnan tersenyum tipis melihat keakraban kedua gadis itu.

__ADS_1


Sementara David hanya diam, ia begitu kesal karena Adnan tiba-tiba datang dan merusak kesenangannya.


“Semoga gadis kecil itu tidak merusak rencanaku hari ini.” Gumam David pelan.


Sebenarnya Adnan memang sudah melihat Indah sewaktu ia dan Humairah baru sampai ke Mall itu, tapi karena melihat gadis itu tak sendiri ia memutuskan untuk menghindarinya. Bagaimanapun di lubuk hatinya yang terdalam, ia merasa cemburu pada David karena temannya itu bisa menghabiskan waktu bersama Indah.


Ingin menjaga hatinya agar tetap baik-baik saja, ia pun memilih untuk membawa Humairah ke arah yang berlawanan dengan Indah, namun siapa yang sangka, meski sudah mencoba menjauh dan menghindar tetap saja mereka di pertemukan dengan Humairah yang melihatnya kembali terlebih dahulu.



...***...


Mereka makan es krim di salah satu cafe di mall tersebut, Humairah yang duduk di samping Indah terus memperhatikan Indah, mereka begitu asyik mengobrol. Sementara David dan Adnan, duduk berdampingan namun masing-masing dari mereka masih terlihat cuek dan tidak ingin bertegur satu sama lain.


“Enak yah kak es krimnya…” Kata Humairah yang memakan es krim vanilla.


“Iya, sangat enak.” Indah juga memakan es krim cokelatnya.


Sinta memesan es krim stroberi, Adnan dan David tentu memesan es krim yang sama dengan Indah, rasa cokelat.


“Untuk apa kamu ke sini? Apa kamu mengikuti ku dan Indah?” Tanya David setengah berbisik.


“Aku masih punya kerjaan lain daripada menjadi penguntit.” Jawab Adnan sengit.


“Oh, yah… lalu sekarang? Kenyataannya kamu ada di tempat ini kan!”


“Habiskan lah es krim mu dengan cepat, dan pergilah dari sini!” David tak mau kalah.


“Siapa kau yang bisa mengusirku?”


Sebelum menjawab pertanyaan Adnan kembali Sinta terlebih dahulu menghentikan perdebatan mereka.


“Tidak baik menunjukkan sikap seperti itu di depan anak kecil.” Ucap Sinta datar.


Indah yang mendengar ucapan Sinta juga ikut memandang Adnan dan David bergantian.


“Kak David kenapa? Kalian bertengkar?” Tanya Indah.


David tampak senang karena Indah bertanya padanya dan bukan Adnan.


“Ah, tidak Indah. Kami hanya sedang membahas suatu hal.” Jawab David berbohong.


“Hhmm…” Indah bergumam. Pandangannya tak sengaja bertemu dengan Adnan, namun gadis itu buru-buru memutusnya.


Adnan memasang wajah datar.

__ADS_1


“Kakak cantik juga sering makan es krim di sini?” Tanya Humairah.


Indah menggelengkan kepalanya.


“Kakak memang suka es krim, tapi baru pertama kali makan di sini.” Jawab Indah.


“Hhmm… kalau Humairah sering ke sini bersama kak Adnan.”


Indah tersenyum menanggapi, kelihatannya adik dan kakak itu sangat dekat, pikirnya.


“Tapi, setiap pergi dengan kakak, Humairah juga pasti kesal.” Kali ini gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya.


“Kenapa?” Indah mengerutkan dahinya.


“Karena setiap kali Humairah dan kak Adnan makan es krim selalu saja ada pengganggu.”


“Pengganggu, siapa?” Sinta yang tampak penasaran pun ikut menyela.


“Itu kak si…” Belum selesai Humairah menjawab seorang gadis sudah lebih dulu menyapa Adnan.


“Hai Adnan.” Sapa gadis cantik berambut panjang seumuran mereka.


Adnan berbalik dan melihat gadis itu.


“Hai.” Jawabnya singkat di akhiri senyum tipis di bibirnya.


“ Aku tak melihatmu datang ke sini hampir seminggu, aku kira kamu tidak akan datang lagi. Senang bisa melihatmu, boleh aku bergabung.” Tanyanya penuh harap.


Adnan melihat ke arah Indah yang tampak menundukkan kepalanya, ingin menolak tapi bagaimana mengatakannya, ia takut Indah akan semakin marah.


“Tentu saja boleh.” Jawab David cepat, ia tidak mungkin menghilangkan kesempatan ini untuk membuat Indah lebih membenci Adnan bukan.


Saat gadis itu akan beranjak mengambil kursi yang lain Sinta lebih dulu mencegahnya.


“Maaf, tapi aku rasa kamu pun bisa melihat kalau di meja ini sudah sangat full, akan sangat merepotkan jika menambah satu orang lagi.” Jawab Sinta ketus.


“Iya, di sini sudah sempit kak.” Jawab Humairah polos.


Adnan tersenyum mendengarnya, sementara David menatap tajam pada Sinta yang lagi-lagi berpihak pada Adnan.


Gadis itu tampak kecewa dan kesal, ia menatap tak suka pada Sinta.


“Baiklah, tapi lain kali aku harap bisa duduk dan makan bersamamu Adnan.” Ucapnya yang ditanggapi senyum tipis lagi dari Adnan.


“Kalau begitu aku pergi dulu, bye.” Gadis itu melambaikan tangannya pada Adnan dan berlalu dari sana.

__ADS_1


Adnan menghembuskan nafasnya lega, beruntung Sinta bisa mengusir gadis itu secara halus. Eh, maksudnya sedikit kasar. Tapi biarkan sajalah, ia tidak peduli, yang ia pedulikan hanyalah gadis manis yang kini tampak semakin kesal padanya.


__ADS_2