Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Rencana


__ADS_3

**HAY HAY KAKAK-KAKAK YANG CANTIK, YANG MANIS, YG GANTENG KALAU ADA. HARI INI AKU TUNGGU LIKE, VOTE DAN KOMEN KALIAN YAH.


KALAU ADA YG NINGGALIN JEJAK, JANJI DEH AKU BAKAL UPDATE SATU BAB LAGI, OKE!


SELAMAT MEMBACA 😘**


...***...


Benarkah?” Tanya Dania.


“Aku serius Dania,.”


“Mungkin kamu benar tapi...” Ucapan Dania menggantung.


Sarah manggut-manggut.


“Tapi kita juga jangan langsung menilai seseorang karena prasangka saja, bisa saja kamu salah paham.


“Salah paham bagaimana, bahkan tadi dia menggodaku, apa itu salah paham juga?!”


Dania tampak berpikir.


“Kamu bener juga sih. Tapi mau bertindak bagaimana dia kan bos kita, dan lagi kita sedang dalam perjalanan bisnis dengan dia. Mau gak mau kita cuma bisa hati-hati saja ” Dania bingung.


“Hhhmm… ia sih, semoga Pak Jayadi tidak seperti yang kita pikirkan yah… dan Ingat kamu jangan jauh-jauh loh sama aku nanti. Jangan pernah tinggalin aku sendiri.” Sarah berlaga mengancam.


“Iya Insya Allah, kamu juga yah.”


“Iya.”



Seorang pria yang mengenakan kemeja biru kotak-kotak itu tampak tengah menunggu ponselnya terhubung dengan seseorang di seberang sana. Ia duduk dengan santai di sofa, menyesap sebatang rokok, asapnya mengepul ke udara.


Telepon tersambung…


“Ada apa? Apa semuanya sudah beres?” Suara di seberang sana bertanya.


“Belum, tapi akan. Aku sudah berhasil membawa dia dan temannya ke kota M, sekarang kami sudah ada di tempat yang telah kita rencanakan. Dan lihat saja besok semuanya pasti beres. Dia dan suaminya akan berada di tempat yang sama, dan aku bisa bersenang-senang dengan temannya yang cantik itu hahhh…” Tawanya memecah keheningan di kamar VVIP itu, Jayadi tersenyum licik.


“Lakukan saja apa yang kamu mau, yang penting wanita itu hilang dari muka bumi ini. Aku tidak mau dia menjadi masalah dalam kehidupanku ke depannya.” Suara pria itu tampak geram.


“Kau tenang saja, dia mungkin bisa lari ke kota J, tapi nyatanya kita bisa menemukannya kembali, dan akan aku pastikan dia tidak akan lolos kali ini.” Jayadi kembali menyesap nikotin itu.


“Yah, aku tunggu kabar baik darimu, hahh.”


“Tentu.”


Telepon tertutup di akhiri suara tawa dari keduanya.

__ADS_1



Flashback.


Setelah kembali dari restoran dengan tergesa-gesa Jayadi menekan nomor seseorang di ponselnya. Ia terus berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya itu. Tak lama kemudian telepon terhubung.


“Halo Kuncoro.” Ucap Jayadi begitu telepon terhubung.


“Yah, ada apa kamu meneleponku? Aku sedang sibuk sekarang.” Sedikit terganggu.


“Gawat Kun, Gawat.” Panik Jayadi.


“Kamu kenapa? Kenapa panik begitu? Kayak sudah lihat hantu saja.” Kuncoro mengejek.


“Ini lebih gawat dari itu, aku menemukan istrinya …..”


“Apa!” Pria di seberang sana tampak terkejut.


“Yah, aku baru saja bertemu Dania di restoran tadi, tanpa sengaja dia menabrakku dan aku marah-marah padanya, awalnya aku tidak tahu kalau itu adalah dia karena wanita itu terus saja menunduk. Tapi setelah melihat wajahnya, huuuffttt…. dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata dia adalah salah satu karyawan di kantorku.”


Tak ada jawaban….


“Kuncoro, kamu masih di situ kan?”


Masih tak ada jawaban.


“Kuncoro kamu masih mendengar ku kan?”


“Ada apa denganmu, kenapa kamu malah tertawa? Kita sedang dalam masalah dan kamu?” Jayadi tampak kesal.


“Oh ayolah Jayadi, memangnya apalagi yang akan aku lakukan. Ini adalah sebuah keberuntungan karena wanita itu datang sendiri ke kandang macan tanpa perlu kita memancingnya.”


“Maksudmu? Apa kamu tidak takut kalau Dania mengetahui semua ini? Beruntung hari itu aku memakai kumis dan rambut palsu, jadi sewaktu aku bertemu dengannya di restoran tadi dia tidak mengenaliku. Tapi aku tidak menjamin semua itu, siapa tahu saja karena sering melihatku dia jadi lebih memperhatikan dan jadi mengingat siapa diriku. Aku tidak ingin masuk penjara Kuncoro.” Panik Jayadi.


“Kenapa kamu panik sekali, itu kejadian 2 tahun yang lalu, dan polisi sudah menutup kasusnya, justru ini adalah kesempatan kita mendapatkan apa yang selama ini kita inginkan bukan, lagipula kamu sendiri yang bilang kalau dia tidak mengenalimu jadi kenapa kamu harus takut. Justru ini adalah kesempatan untuk kita agar bisa benar-benar menyingkirkannya. Wanita itu sungguh bodoh, melarikan diri dari kita di kota P, namun siapa yang sangka justru dia masuk sendiri ke wilayah kita. Hahahh… ini sangat lucu.” Lelaki di seberang telepon itu kembali tertawa jahat.


“Yah kamu benar, kenapa aku harus khawatir. Kita akan memaksanya untuk melakukan apa yang kita inginkan, setelah itu kita singkirkan dia, seperti kita menyingkirkan suaminya dulu, hahhh.” Jayadi tertawa, kekalutan yang tadi sempat melanda hatinya mendadak menghilang.


“Jadi apa rencana mu?” Sambung Jayadi.


“Aku ada ide, kamu harus…..” Kuncoro mulai menjelaskan rencana mereka, Jayadi mendengarkan dengan serius, dan tersenyum penuh kemenangan. Dia akan menembak 2 burung dengan satu anak panah.



“Ide kamu memang bagus Kuncoro, yah aku memang tidak pernah meragukan otak licik mu itu.” Jayadi membuang puntung rokok yang di pegangnya itu ke tempat sampah, lalu berjalan menuju kasur king size nya. Merebahkan diri di sana, ia perlu beristirahat sebelum melakukan rencananya besok.



Tok tok tok

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuyarkan konsentrasi Adnan yang sedang berada di meja belajar, dengan beberapa buku-buku yang ada di depannya, juga jarinya yang terus bergerak di atas kertas putih. Beberapa hari ini ia belajar semakin giat, karena akan mendekati UN.


“Kak Adnan” Suara seorang gadis kecil terdengar.


“Masuk aja dek, pintunya tidak di kunci.”


Humairah membuka pintu kamar kakaknya, gadis itu tersenyum memperlihatkan gigi susunya yang tampak putih. Ia berjalan mendekat ke meja Adnan.


“Lagi belajar yah kak?” Tanyanya polos.


“Iya dek, kamu gak belajar?”


“Hhmm… tidak, Humairah malas.” Humairah yang berdiri itu menyandarkan dagunya di meja. Adnan tersenyum lucu melihat wajah adiknya yang terlihat menggemaskan itu.


“Kamu kenapa cariin kakak?” Tanya Adnan tanpa menoleh, ia masih sibuk menulis.


“Oh iya, Humairah sampai lupa, mama suruh panggilin kakak buat makan malam.”


“Hhmm… iya tunggu sebentar.”


Humairah berjalan menuju kasur Adnan menunggu kakaknya itu di sana. Ia duduk sambil mengayunkan kakinya.


“Kamu makan duluan aja sama mama nanti kakak nyusul.”


“Mama lagi di kamar kak, Humairah tungguin kakak aja supaya Humairah punya teman makan.”


“Mama kenapa gak makan?”


“Katanya mama masih kenyang, Kak Adnan tahu gak? Mama tadi jatuh, dan dahinya berdarah.” Ucap Humairah setelah beberapa saat terdiam.


Adnan yang terkejut segera membalik kursinya ke arah Humairah.


“Dahi mama berdarah?” Adnan tampak khawatir.


“Iya, katanya mama jatuh di kamar mandi, bahkan pipinya juga merah. Humairah tadi membantu mama memasangkan plester di dahinya.”


Adnan terdiam.


“Tadi Humairah sempat suruh papa sih yang obatin mama, tapi papa langsung pergi katanya sibuk mau kerja dulu.” Humairah menjelaskan dengan polos.


Adnan tampak mengeraskan rahangnya, ia meremas kuat jari-jari tangannya. Tampak kilatan kemarahan di mata cowok itu.


Sekali lagi ia berusaha untuk mengendalikan amarahnya.


“Ya udah sekarang kita makan yuk! Kamu pasti udah laper kan?”


“Iya kak.”


**HAY HAY KAKAK-KAKAK YANG CANTIK, YANG MANIS, YG GANTENG KALAU ADA. HARI INI AKU TUNGGU LIKE, VOTE DAN KOMEN KALIAN YAH.

__ADS_1


KALAU ADA YG NINGGALIN JEJAK, JANJI DEH AKU BAKAL UPDATE SATU BAB LAGI, OKE!**


__ADS_2