Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Cowok Aneh


__ADS_3

Jangan lupa vote, like dan sarannya yah. karena masukan kalian sangat penting buat aku.


Silakan tinggalkan jejak, supaya aku makin semangat update ceritanya.


Terima kasih sudah mampir


Happy reading 😊😘


...***...


Sementara pria yang menabraknya hanya menatapnya sekilas, lalu kembali melangkah pergi dengan santainya sembari meminum kembali minuman yang tersisa di tangannya.


"Hei! Kamu!" Teriak Indah. Laki-laki itu lalu berbalik ke arahnya. Dia pria dengan tinggi rata-rata, memiliki kulit yang sawo matang dan hidung yang mancung. Rahang yang maskulin dan penampilan yang rapi. Dari wajahnya terlihat ia seumuran dengan Indah.


"Siapa? Aku?" Bertanya dengan santainya, meletakkan telunjuknya ke dada.


"Iya, kamu. Memangnya ada orang lain di sini?" Indah menatapnya tajam, dengan wajah yang kesal.


"Tentu saja ada, lihat itu... itu... itu juga." Tunjuk pria itu ke arah tukang parkir, seorang pria di seberang jalan, dan seorang ibu penjual kebab di depan supermarket itu.


"Iihhh..." Indah bertambah kesal, mengepalkan kedua tangannya. Tapi memang benar sih, kelihatannya Indah salah memberi pertanyaan.


"Maksud aku, tapi cuma kamu kan yang tidak sopan. menabrak seseorang dan langsung pergi begitu saja. Lihat jilbab dan bajuku jadi kotor. Setidaknya minta maaflah karena kamu sudah salah." Indah sekali lagi mencoba membersihkan pakaiannya.


"Hei Nona, dengar yah yang salah itu kamu. kamu yang menabrak ku, kenapa harus aku yang minta maaf."


"Oh yah, kamu bilang aku yang salah, jelas-jelas kamu gak lihat jalan karena matamu itu kamu taro di hp. Dasar cowok aneh." Indah menghilangkan tangannya di depan dada.


"Kamu tuh yang aneh." Ucap pria itu sembari berbalik melangkah meninggalkan Indah yang masih tampak sangat kesal, masuk ke mobilnya.


Sementara Indah masih melihatnya dengan tatapan yang kesal, heran dan merasa aneh. Baru kali ini dia bertemu dengan pria yang begitu arogan, dan sama sekali tidak sopan.


Dengan langkah kesal, Indah masuk ke supermarket menemui ibunya.


"Maaf yah Ma, Indah lama." Kata Indah saat berada di dekat Bu Dania.


"Tidak apa-apa sayang, Ehh... jilbab dan bajumu kenapa kotor begini? Tanya Bu Dania saat melihat pakaian Indah yang kotor. Yah, nodanya memang cukup terlihat karena pria tadi memegang sejenis minuman kopi.

__ADS_1


"Ia Ma, tadi ada cowok rese yang nabrak aku, dan pergi gitu aja minta maaf, dan malah dia bilang Indah yang salah." Indah kembali menggerutu.


Bu Dania tersenyum melihat wajah anaknya yang cemberut.


"Sudah, tidak apa-apa. Yang penting kamu baik-baik saja. Mungkin dia terburu-buru tadi." Bu Dania menghibur.


"Apapun itu, yang pasti dia ngeselin, dasar..... cowok sombong."


"Ehh,, gak boleh bilang begitu nak. Sudah, jangan marah lagi. Lihat tuh, mukamu jadi jelek kalau cemberut seperti itu." Bu Dania menggoda anaknya, sembari mencubit pelan pipi Indah.


"Iih...Mama."


Bu Dania tersenyum.


" Kamu mau bersihin dulu pakaian kamu di toilet?"


"Tidak usah Ma, biar di rumah saja."


"Ya udah, ayo bantuin mama gih!"


"Ia, Ma." Indah meraih keranjang belanjaan dari tangan Bu Dania.


Pukul 11: 10 mereka sudah sampai di rumah, Indah dan Bu Dania langsung menuju dapur. Meletakkan belanjaan mereka di atas sebuah meja.


"Indah ganti baju dulu yah Ma."


"Iya sayang, kamu juga istirahat saja dulu. Pasti capek bantuin mama bawa banyak belanjaan."


"Iya Ma, Indah masuk dulu yah..." Ucap Indah sembari berjalan menuju kamarnya.


"Iya sayang."


Di Kamar


Indah segera mengganti pakaiannya yang kotor, lalu bersandar di atas tempat tidurnya. Hari ini cukup melelahkan baginya. Pandangannya tertuju pada sebuah kertas buru muda di atas meja, membuatnya mengingat tentang surat Adnan. Meninggalkan senyum manis di bibir indah.


" Yah, aku bisa mengatakan bahwa dia adalah laki-laki yang sangat baik, cerdas, sopan, meskipun memang kadang bersikap begitu dingin. Tapi itu semua menjadikan dia pria yang menawan." Ucap Indah kembali tersenyum.

__ADS_1


Namun, baru saja ia menyunggingkan senyum, ia kembali teringat tentang kejadian tadi. Wajah kesalnya kembali terlihat.


"Dasar cowok aneh, kenapa sih aku harus ketemu sama orang seperti itu. Menyebalkan sekali." Gerutu Indah saat ia teringat dengan pria yang menabraknya di depan supermarket.


"Kalau dipikir-pikir dia dan Adnan berbeda sekali. Yang satu sangat manis, baik hati, suka menolong, dan memiliki sikap yang sangat sopan. Yah, aku selalu melihatnya. Bagaimana saat dia berbicara dengan orang yang lebih tua saat berada di Masjid ataupun saat di jalan pulang setelah sholat. Sedangkan Pria tadi, Hhm! sangat arogan, dan tidak memiliki sopan santun sama sekali. Menyebalkan." Ucap Indah sambil merebahkan tubuhnya.


"Sudahlah Indah, jangan merusak harimu dengan memikirkan pria seperti tadi. Itu hanya akan membuatmu kesal saja. Lagi pula, mana mungkin dia dibandingkan dengan Adnan. Tentu sangat berbeda."


Perlahan mata Indah tertutup, dan masuk dalam dunia mimpi.


...***...


Ayudya menghampiri Adnan Yang sedang duduk sendiri di taman sekolah. Bersandar pada salah satu tempat duduk di di pojok taman dengan sebuah buku di tangannya. Sedang asyik dengan dunianya sendiri.


Ada beberapa siswa lain di sana, yang sekedar duduk santai sembari bercakap-cakap.


" Adnan, aku mau bicara." Ucap Ayu yang duduk di sampingnya. Namun Adnan segera berdiri dari tempatnya dan hendak meninggalkan Ayu.


"Adnan! Dengerin aku dulu." Ayu berdiri menahannya pergi dengan memegang tangan Adnan.


"Lepasin aku, berapa kali aku harus bilang, aku tidak suka jika kau memegangku seperti ini." Adnan menepis tangan Ayu.


"Kamu tidak suka aku memegang tanganmu, sementara kamu memegang tangan cewek norak itu. Memangnya siapa dia untuk kamu? Seistimewa itukah dia sampai kamu memegang tangannya?" Ayu mulai marah.


"Mengapa aku harus menjawab setiap pertanyaanmu? Siapa dia untukku? Apakah dia istimewa atau tidak, kenapa aku harus menjawabmu?"


"Yah, kamu harus menjawabku." Ucap Ayu dengan nada yang tinggi.


"Baiklah, bagiku Indah memang sangat istimewa, berbudi luhur, baik hati, dan tidak egois seperti dirimu. Kamu puas." Ucap Adnan yang sekali lagi ingin melangkah pergi.


"Adnan, kamu tahu kan aku sudah lama menyukaimu. Sejak kita masuk ke SMA ini, sejak kita menjadi sahabat. Mengapa kamu melupakan semua itu? Adnan, Aku tidak mau ada orang lain yang dekat dengan kamu?"


Adnan menghentikan langkahnya.


"Aku sudah katakan kepadamu Ayu, aku tidak punya perasaan apapun untukmu. Mengapa kamu tidak pernah mengerti. Dan aku pun tidak pernah melupakan semua itu, kamulah yang sudah merusak persahabatan kita. Dengarkan aku Ayu, aku menyukaimu tetapi tidak lebih dari seorang sahabat."


"Tapi Adnan...."

__ADS_1


"Cukup, aku mohon. Kita sedang ada di lingkungan sekolah. Sangat tidak baik jika kau membahas hal-hal seperti ini." Setelah mengatakan itu, Adnan melangkah pergi meninggalkan Ayu.


"Dua tahun lalu aku bertemu denganmu di sekolah ini, kita menjalin pertemanan bahkan persahabatan, benih cinta tumbuh di hatiku. Tapi mengapa kamu tidak merasakan hal yang sama untukku, Adnan? Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja Adnan, jangan panggil aku Ayu jika aku tidak bisa mendapatkan cintamu." Ayu menatap Adnan sedih.


__ADS_2