Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Keberuntungan


__ADS_3

Jangan lupa vote, like dan sarannya yah. karena masukan kalian sangat penting buat aku.


Silakan tinggalkan jejak, supaya aku makin semangat update ceritanya.


Terima kasih sudah mampir


Happy reading 😊😘


...***...


"Iya itu Indah, memangnya kamu kira siapa?” Siska terkekeh melihat ekspresi David. Ia tahu kalau putranya itu menyukai gadis lucu di depannya ini.


“Eh, en…enggak Bu, aku kira tadi aku hanya menghayal melihat Indah ada di sini.” Ucap David malu-malu.


“Ini beneran Indah kok kak, kakak gak menghayal.” Indah menjawab saat makanan yang ia kunyah di mulutnya sudah habis.


Dia tidak tahu saja kalau sedari tadi, David sedang mengkhayalkan dia, jadilah ia tidak percaya jika gadis manis yang duduk di depannya sekarang itu adalah benar dirinya.


Dengan senyum yang terus mengembang, David mulai mengambil makanan yang tersaji di meja. Ia makan dengan lahap, sesekali mencuri pandang pada Indah. Sinta yang melihat kelakuan kakaknya memutar bola matanya, jengah.


Setelah selesai makan, Indah dan Sinta menaiki anak tangga, hendak kembali ke kamar Sinta.


David menyusul.


“Indah.” Panggilnya.


“Ada apa kak?” Indah berbalik, begitu pun dengan Sinta yang ada di sampingnya.


Saat telah sejajar dengan langkah gadis itu, mereka kembali berjalan menaiki anak tangga.


“Kamu kok bisa ada di sini? Lagi mau ngerjain tugas yah sama Sinta?” Tanya cowok itu.


“Enggak kak, Sinta ngajak aku buat nginep di sini, soalnya mama lagi keluar kota selama 2 hari.” Jawab Indah apa adanya.


Sinta hanya mendengarkan.


“Jadi kamu bakalan nginep di sini selama 2 hari?” David tak percaya.


“Iya kak, kenapa kak? Gak boleh yah?” Tanyanya tampak sedih.


“Eehhh… bukan, bukan gitu. Patinya boleh banget dong. Aku malah senang kamu bisa ada di sini.” David tersenyum.


Senyuman kembali di wajah Indah, ia kira David tidak suka kalau ia menginap di rumahnya.


“Terima kasih kak.”


Mereka kembali melempar senyum.


Sinta yang sedari tadi hanya mendengarkan akhirnya mengangkat suara.

__ADS_1


“Ee.. eee… eee… ngapain terima kasih sama kak David, orang aku loh yang bawa kamu ke sini.” Sinta malas melihat kebucinan kakaknya yang terus saja mengejar Indah.


“Iya juga yah, terima kasihnya gak jadi kak.” Jawab indah polos.


Setelah mengucapkan hal itu, Sinta langsung menarik Indah masuk ke kamarnya.


David memandang tak percaya, cepat sekali dia berubahnya saat Sinta menyuruhnya.


“Huh! Adikku sendiri tak bisa mendukung kakaknya, menyebalkan.” Kesal David yang juga segera masuk ke kamar.


Ia berbaring di atas ranjangnya, merasa bahagia karena mendapat sebuah keberuntungan hari ini.


“Aku rasa Indah memang akan memilih diriku. Lihat saja, baru saja aku mengatakan perasaanku yang sebenarnya tentang Indah pada Adnan, dan Indah sudah ada di sini, berada dekat denganku. Bukankah, alam seakan mendukungku.” Senyum kemenangan nampak tersungging di bibirnya.



“Aku senang karena kamu bisa ikut denganku Dania, kalau tidak aku akan merasa sangat canggung kalau hanya pergi berdua dengan Pak Jayadi.” Ucap Sarah saat mereka sedang berada di dalam pesawat yang akan menuju ke kota M, ia duduk berdua dengan Dania, Sementara Pak Jayadi berada di ruangan lain pesawat pribadi miliknya itu.


“Aku juga senang bisa menemani kamu, awalnya aku hanya mengkhawatirkan Indah saja, tapi sekarang dia sudah bersama dengan Sinta di rumahnya, jadi aku bisa cukup tenang.


Sarah tersenyum menanggapi.


Tiba-tiba Sarah melihat sekeliling, setelah ia merasa situasi aman ia pun berbisik.


“Sebenarnya aku merasa sedikit heran, kenapa harus aku yang ditunjuk Pak Jayadi untuk mengikuti perjalanan bisniskali ini.” Bisik Sarah.


“Memangnya kamu belum pernah pergi sebelumnya?”


Dania tampak berpikir,


“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, mungkin memang benar kali ini kemampuan kamu dibutuhkan Pak Jayadi, makanya dia memilihmu. Lagi pula kan ada aku, kamu tidak pergi sendiri.” Dania menenangkan.


Sarah tersenyum,


“Iya.”



Beberapa jam kemudian, akhirnya Sarah dan Dania tiba di kota M.


Dua mobil mewah langsung menyambut kedatangan mereka.


“Itu dia mobilnya Tuan, mari!” Jordan, asisten Pak Jayadi, mempersilahkan Tuannya untuk masuk ke dalam mobil.


“Mari nona sarah, silakan masuk.” Asisten Jo mempersilakan Sarah untuk duduk di samping Pak Jayadi.


“Apa tidak apa-apa saya duduk bersama Presdir Tuan.” Sarah ragu.


“Tentu saja nona, ini perintah langsung dari Presdir.”

__ADS_1


Dengan rasa tak enak hati dan canggung akhirnya Sarah masuk dan duduk di samping pria itu.


“Dania, ayo sini.” Sarah yang belum menutup pintu mobilnya itu memanggil Dania untuk duduk di sampingnya.


“Maaf nona, ibu Dania akan ikut denganku di mobil belakang.” Asisten Jo langsung menutup pintu mobil yang ditumpangi Sarah.


Sarah dan Dania merasa aneh, kenapa mereka berdua harus di pisahkan di mobil yang berbeda seperti ini.


“Mari Bu Dania.”


“I… iya.” Meski enggan, akhirnya Dania mengikuti langkah Jordan untuk masuk ke mobil yang satunya.


Jordan duduk di kursi depan, di samping pengemudi. Sedang Dania duduk sendiri di kursi belakang.


Sarah tampak gelisah di tempatnya.


‘Ayolah Sarah, profesional lah dalam bekerja. Kenapa kamu seperti ini? Jangan berpikiran buruk pada bos mu.’ Sarah berusaha menenangkan dirinya sendiri, menyadari Pak Jayadi yang terus saja melihat ke arahnya, membuat pikiran buruk memenuhi otaknya. Ia terus melihat ke arah belakang, memastikan bahwa mobil yang ditumpangi Dania ada di sana.


“Anda kenapa nona Sarah, apakah anda merasa kurang nyaman dengan mobil ini?” Tanya Pak Jayadi, yang sedari tadi terus memperhatikan Sarah. Ia memperhatikan penampilan gadis itu, begitu cantik dan sexy, pikirnya.


“Ti… tidak Pak, mobil ini sangat nyaman.” Sarah tersenyum canggung.


“Anda tenang saja, teman anda itu akan baik-baik saja. Kita semua akan menginap di hotel yang sama.” Ucap Pak jayadi yang melihat Sarah terus memperhatikan mobil di belakang mereka.


Lagi-lagi Sarah hanya membalasnya dengan senyum canggung.


“Oh iya, nona Sarah, anda terlihat sangat cantik hari ini.” Ucap Jayadi dengan senyum evilnya.


“Te… terima kasih Pak.”


“Mengapa wanita secantik kamu sampai sekarang masih belum menikah?” Tanya Jayadi sembari mengelus dagunya sendiri.


"Kenapa bapak bisa tahu kalau saya belum menikah?"


"Anda kan salah satu karyawan saya, tentu saya harus tahu seluk beluk karyawan saya kan." Jawab Jayadi enteng.


“Hhmm... iya Pak, saya hanya ingin fokus pada karir saya dulu.”


Pak Jayadi manggut-manggut.


“Lalu bagaimana jika ada seorang bos kaya raya yang ingin menikahi mu, apa kamu mau?"


“Haha… tidak mungkin Pak.”Sarah tertawa canggung.


‘Mengapa Pak Jayadi terus membahas masalah pribadiku.’ Batin Sarah tak suka.


“Tentu saja mungkin, kamu adalah perempuan yang sangat cantik, berbakat, dan sexy. Aku pun mau menjadikanmu sebagai istriku jika kamu bersedia.”


Sarah membulatkan matanya, ia begitu terkejut dengan ucapan Jayadi, ia menatap tak suka pada pria di sampingnya itu. Semua orang pastinya sudah tahu jika pria tersebut sudah memiliki seorang anak dan istri, tapi mengapa dia mengatakan hal itu? Apa ia sedang menawarkan Sarah untuk menjadi istri kedua atau seorang simpanan?

__ADS_1


“Maksud bapak apa?”Sarah meninggikan suaranya.


“Maaf Pak, tapi saya bukan wanita yang akan tega merebut suami orang lain, saya bukan wanita gampangan Pak.”


__ADS_2