Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Pengkhianatan seorang sahabat


__ADS_3

Jangan lupa vote, like dan sarannya yah. karena masukan kalian sangat penting buat aku.


Silakan tinggalkan jejak, supaya aku makin semangat update ceritanya.


Terima kasih sudah mampir


Happy reading 😊😘


...***...


Indah terus memanggil, namun tak ada jawaban. Batinnya berkali-kali bertanya, kemana Sinta? Apa Sinta sedang mengerjainya? Tidak mungkin, mengapa Sinta melakukan semua ini?


Akhirnya Indah menyerah, ia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Namun saat berbalik, ia begitu terkejut karena di hadapannya kini ada Ayu dan teman-temannya, Widia dan Dewi. Mereka berdiri menghadang Indah, Ayu berada di tengah antara Widia dan Dewi. Menatap Indah dengan penuh amarah, dan senyum licik, karena berhasil membawa Indah ke tempat itu.


"Kak Ayu?" Ucap Indah kaget.


"Yah, Indah. Kita ketemu lagi." Ayu berjalan perlahan menuju ke arah Indah. Sementara Indah melangkah mundur, ia merasa dirinya tidak aman.


"Kak Ayu sedang apa di sini?"


"Kenapa? Memangnya kenapa kalau gue ada di sini?" Ayu menghentikan langkahnya.


"Maaf kak, aku mau pergi." Ucap Indah hendak melangkah meninggalkan tempatnya itu. Namun Ayu menahannya. Ayu memegang tangan Indah. Ia mencengkeramnya kuat.


"Kak Ayu, sakit. Lepasin aku kak." Indah meringis


"Widia, Dewi, pegang dia." Perintah Ayu.


"Ada apa ini kak? Lepasin aku?" Indah memberontak, namun ia kalah karena Dewi dan Widia memegang kedua tangannya erat.


"Kak Ayu lepasin aku. Kenapa kalian melakukan semua ini? Aku ke sini cuma ingin ketemu Sinta." Indah terus memohon.


"Sinta?*


"Maksud lo, musuh lo dalam selimut? Hahaha..." Ayu tertawa keras.

__ADS_1


"Lo emang bodoh Indah, lo terlalu naif tau gak." Ayu menunjuk-nunjuk Indah.


"Lo mau aja dibohongin sama dia." Sambung Ayu.


"Bohong? Apa maksud kakak? Sinta adalah sahabatku, dia tidak mungkin berbohong padaku."


"Sahabat? Hahaha....." Ayu kembali tertawa di ikuti oleh Widia dan Dewi.


"Maksud lo sahabat itu, orang yang sudah menjebak lo buat datang ke sini atas perintah gue?"


Indah tak percaya mendengar kata-kata kak Ayu tentang Sinta.


"Apa maksud kak Ayu?" Indah mulai menitikkan air mata.


"Yah Indah, gue yang suruh Sinta buat bawa lo ke sini. Dan lihat dia berhasil ngelakuin itu. Lumayan, dan lo bilang dia sahabat lo, hahahaha..... maaf yah, gue gak bisa tahan kelucuan ini."


Indah terus menangis, begitu banyak pertanyaan yang kini muncul di benaknya. antara percaya dan tidak sahabatnya tega melakukan ini kepadanya. Rasa sedih menyelimuti hati Indah, mengetahui bila orang yang paling ia percaya mengkhianati dirinya.


"Sinta! Kami di mana Sin? Aku gak percaya kamu ngelakuin ini, Sinta!" Indah berteriak.


"Teriak! Teriak aja sekencang yang lo mau, gak akan ada yang dengerin lo, karena di sini cuma ada kita ber empat." Ayu membentak.


"Kenapa? Lo masih bisa bertanya kenapa?" Ayu memegang jilbab Indah erat, menjabaknya bersama dengan rambut Indah, Indah pasrah, dia tidak bisa bergerak.


"Karena lo sudah berusaha untuk merebut cinta gue, lo tau itu." Ayu kembali berteriak.


"Aku tidak mengerti maksud kakak, aku tidak pernah ingin merebut siapa-siapa." Indah semakin terisak, menahan sakit karena Ayu semakin menarik jilbab dan rambutnya.


"Lo gak usah bertingkah lugu di depan gue, gue udah liat semuanya. Pertama lo buat Adnan terluka, kedua lo buat dia bersimpati sama lo, waktu gue labrak lo di kantin dengan air mata palsu lo itu. dan ketiga lo bersikap sok manis di depan dia sampai dia ngasih lo surat cinta. Gue liat semuanya Indah, iya kan?!"


"Tidak seperti itu kak...."


"Dan yang paling buat gue marah, Adnan selalu ngebelain lo. Dia sendiri yang bilang ke gue kalau lo spesial buat dia. Lo masih mau bohong? Ha! Kali ini gue gak bakal lepasin lo Indah." Ayu menampar pipi Indah keras.


"Aku mohon kak, ini semua tidak seperti yang kakak duga. Aku dan kak Adnan tidak punya hubungan apa-apa."

__ADS_1


"Yah, Kalian mungkin tidak punya hubungan apa-apa,tapi karena sikap lo yang sok manis dan lugu di depan Adnan, Adnan jad tertarik sama lo. Dan itu kan yang lo mau! Asal lo tau sja Indah, Adnan itu milik gue dan tidak ada yang bisa merebut dia dari gue, ngerti lo!"


"Aku mohon kak, lepasin aku." Indah semakin terisak, Ia sangat takut dengan semua situasi ini.


"Dewi, Widia, kalian tau kan harus apa?"


"Iya, Ayu." Dewi dan Widia menjawab bersamaan.


"Dewi pegang dia." Widia melepaskan tangan Indah, membiarkan Dewi yang menggantikannya. Dewi lalu melipat kedua tangan Indah ke belakang, sementara Widia mengeluarkan handphone dari kantong celananya, mengambil posisi di dekat Ayu, siap untuk mengambil sebuah video.


"Ka... kalian mau apa? Aku mohon jangan lakukan ini padaku, aku mohon kak." Indah terus memohon, tetapi Ayu tidak ingin mendengarkan. Hatinya telah tertutup akan amarah dan cinta butanya. Indah pasrah, dia hanya berharap Allah selalu melindunginya.


"Lo tau gue udah lama mau ngelakuin ini ke lo."Ucap Ayu seraya ingin membuka jilbab Indah. Namun ketika jilbab itu hampir terlepas, tiba-tiba seseorang datang memegang erat tangan Ayu, menghentikan gerakannya yang menarik jilbab Indah. Sementara tangannya yang lain menahan jilbab Indah yang hampir telepas.


"A... Ad... Adnan." Ayu terbata, matanya terbelalak. Ia begitu terkejut melihat Adnan yang kini berdiri di depannya. Adnan menatap Ayu penuh amarah.


"Apa yang sudah kamu lakukan Ayu? Apa kamu sudah gila?" Adnan membentak Ayu, menghempaskan tangannya kuat.


Ayu meringis, memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit setelah Adnan mencengkeramnya kuat.


"Indah." Adnan membetulkan jilbab Indah yang hampir terlepas, lalu melihat tajam ke arah Dewi.


Dewi melepaskan tangan Indah, dalam tangisnya Indah kembali merapikan jilbabnya, lalu menatap seseorang yang kini berada di hadapannya.


Adnan menatap iba Indah, ia tidak tega melihat gadis itu menangis.


"Kak Adnan....kak Adnan di sini." Ketakutan Indah mulai berkurang melihat Adnan, hatinya sedikit merasa lega.


"Sudah tidak perlu menangis lagi, kamu jangan takut aku ada di sini." Adnan menenangkan Indah yang masih terisak.


"Kamu kenapa sih selalu belain dia? Aku gak suka sama dia, dia sudah merebut kamu dari aku Adnan." Ayu berteriak.


"Diam Ayu, sudah cukup. Aku sama sekali tidak menyangka kamu bisa melakukan ini semua. Indah tidak pernah melakukan semua yang kamu tuduhkan padanya. Dan yah, dia tidak pernah merebutku darimu. Perlu aku ingatkan padamu, aku dan kamu tidak punya hubungan apa-apa. Lalu apa hak kamu mengatakan kalau Indah telah merebut aku darimu?"


Indah terkejut mendengar semua kata-kata Adnan, apa yang ia sangka selama ini ternyata salah, kalau ia mengira Adnan dan Ayu adalah sepasang kekasih.

__ADS_1


"Tapi kita sudah lama dekat Adnan, dan aku sangat mencintaimu.


"Cinta tidak bisa dipaksakan Ayu, dan kenyatannya adalah aku tidak pernah mencintaimu."


__ADS_2