Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Celine Marah


__ADS_3

...


Pagi tadi.


"Jadi, bagaimana hasil pemeriksaan mamaku?" Adnan bertanya pada David, lelaki itu berharap tidak ada hal yang serius.


Kedua pria itu kini duduk berhadap-hadapan.


"Tidak ada luka yang begitu serius di tubuh tante, hanya aku melihat beberapa luka lebam dan memar di kaki dan tangannya, juga ada di punggung tante Ratih. Apa yang terjadi?" Hati-hati David bertanya, hanya takut jika pertanyaannya itu menyinggung perasaan Adnan, ia menebak bahwa hubungan antara ayah dan ibu Adnan masih sama seperti dulu, kurang harmonis.


Beberapa kali saat berkunjung ke rumah Adnan, tanpa sengaja ia mendapati ayah dan ibu temannya itu sedang bertengkar, bahkan melihat ayah Adnan yang mendorong Ratih. Saat mendapati situasi seperti itu, David hanya bisa menutup mata dan telinga, seolah tidak terjadi sesuatu, langsung bergegas menuju kamar Adnan yang sepertinya tidak tahu apa yang sedang terjadi di ruang tengahnya.


Adnan mengepalkan tangannya kuat, raut wajahnya tampak tegang, menggertakkan gigi gerahamnya, terlihat ia sedang berusaha untuk menahan amarahnya, dugaannya pada ayahnya yang sudah menyakiti mamanya itu begitu kuat.


"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan meresepkan obat untuk mengobati memar di tubuh tante, ku rasa tante Ratih sedikit mengalami penekanan batin, kamu harus selalu ada di sampingnya, selalu hibur dia, jangan sampai dia merasa stres berlebih."


Adnan mengangguk, sekarang di kepalanya di penuhi dengan pikiran, bagaimana ia bisa membujuk ibunya untuk tinggal bersamanya, bagaimana ia membuat ibunya selalu bahagia, membuat ibunya selalu tersenyum.


"Kamu harus ingat pulang nan, kasihan mamamu kalau kamu tinggal terus." Mencari topik lain.


Adnan kembali mengangguk, tersenyum kemudian, berusaha menenangkan dirinya.


Kalau soal pasien, sikap dingin dokter tampan itu akan seketika menguap.


"Aku juga berusaha untuk menetap di sini, terima kasih sarannya pak dokter." Menggoda.

__ADS_1


"Tentu." David tersenyum, menuliskan resep obat untuk Bu Ratih.


...


Celine tak henti-hentinya menatap layar ponsel yang ada di tangannya, tersenyum. Beberapa menit yang lalu ia baru saja memesan tiket pesawat ke Indonesia, tak sabar ingin menyusul pria yang ia sebut calon suaminya.


2 hari yang lalu, ia berkunjung ke perusahaan Adnan hendak menemui pria itu, namun gadis itu malah mengamuk pada sekertaris Adnan saat dia mengatakan kalau pimpinannya sedang tidak berada di tempat, pria itu sudah pulang ke Indonesia kemarin pagi.


Sekertaris wanita itu hanya menunduk dan mengucapkan maaf saat Celine tak henti-hentinya memarahinya di depan karyawan yang lain karena tidak memberitahunya akan hal tersebut ,mengucapkan sumpah serapah dan mengancam akan memecatnya nanti.


Puas meluapkan amarahnya, wanita itu mengibaskan rambut blondenya dengan sombong lalu berbalik meninggalkan tempat tersebut.


Di rumah...


Celine dengan wajah kesalnya masuk ke rumah, berjalan dengan menghentakkan kakinya, tak melihat seorang pria paruh baya sedang menunggunya di ruang tengah, gadis itu langsung menuju kamar.


Laki-laki itu yang tak lain adalah pemilik rumah megah tersebut. Seorang pengusaha yang sukses di Indonesia hingga ke luar negeri, ia adalah ayah Celine, Danendra dewandaru. Seorang ayah yang sangat mencintai putrinya, hingga akan melakukan apapun yang putrinya inginkan, mengabulkan semuanya.


Danendra melihat putrinya yang duduk di tepi ranjang, Celine sepertinya lupa untuk menutup pintu kamarnya, gadis itu masih tampak kesal, saat akan kembali melempar ponsel yang ada di tangannya dengan cepat pria itu menghentikan.


Gerakan tangan Celine terhenti oleh seseorang yang menggenggam tangannya. Menatap orang yang kini berdiri di sampingnya.


"Daddy..." Ucapnya manja.


Denendra mengambil ponsel tersebut dan meletakkannya di tempat tidur lalu duduk di samping putrinya.

__ADS_1


"Ada apa sayang? Kenapa marah-marah?" Tanyanya lembut.


Celine seketika menghambur ke pelukan sang ayah, gadis itu malah menangis sekarang. Denendra marah, ia ingin tahu siapa yang sudah membuat putri yang ia cintai itu sampai menangis.


Sang ayah bertanya ada apa? Celine menceritakan jika Adnan sudah kembali ke Indonesia tanpa memberitahu dirinya, sebagai calon istrinya, ia merasa tak di anggap oleh pria itu


"Sudah jangan menangis, nanti daddy akan menelpon ayah Adnan supaya menegur anaknya itu." Menghapus air mata Celine.


"Yeah dad, Adnan must know that he has made a mistake."


"Sure honey." Menghibur.


Meski jarang menghabiskan waktu bersama putrinya karena di sibukkan oleh pekerjaannya, ia tetap sangat menyayangi Celine. Ia tidak ingin melihat putri tercintanya bersedih, apalagi sampai menangis seperti ini. Sementara Celine, walaupun memiliki kekesalan tersendiri pada ayahnya karena jarang memiliki waktu untuknya, namun ia tak bisa menolak kasih sayang yang diberikan ayahnya itu. Beberapa waktu yang lalu hubungan antara ayah dan anak itu kembali membaik saat Denendra berhasil membuat ayah Adnan setuju untuk menjodohkan putra-putri mereka. Celine begitu senang, memang inilah yang ia harapkan sejak dulu.


Celine menganggukkan kepala, ia kini memikirkan akan menyusul Adnan pulang ke Indonesia.


...


Celine memanggil seorang asisten rumah tangga untuk mengemas barang-barang yang akan ia bawa. Ia akan pergi tanpa memberitahu ayahnya, bukan tanpa alasan, ayahnya pasti akan menahannya untuk pergi, jadilah ia mengunci kamarnya saat ini takut-takut jika tiba-tiba ketahuan.


"finish it quickly, you are too slow, hurry up!" Membentak.


Asisten rumah tangga itu hanya bisa mengangguk, mengiyakan perintah tuannya.


Setelah beberapa menit ia pun selesai dengan pekerjaannya. Celine memintanya untuk segera keluar dari kamarnya, sekali lagi membentak dan mengancam untuk tidak memberitahu ayahnya atas apa yang ia lakukan tadi.

__ADS_1


Tak berani bertanya ataupun membantah asisten rumah tangga itu kembali hanya mengangguk, ia juga tidak tahu mengapa Celine menyuruhnya untuk mengemas baju-bajunya ke dalam koper, yang jelas gadis itu ingin pergi dari sini, tapi kemana? Tanyanya pada diri sendiri.


Jangan lupa like dan komennya yah teman-teman, terima kasih sudah mampir. ❤️


__ADS_2