Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Indah Curiga


__ADS_3

Jangan lupa vote, like dan sarannya yah. karena masukan kalian sangat penting buat aku.


Silakan tinggalkan jejak, supaya aku makin semangat update ceritanya.


Terima kasih sudah mampir


Happy reading 😊😘


Adit menatap Sinta yang berjalan keluar kelas bersama Indah, Adnan dan David. Sedari tadi cowok itu begitu mengkhawatirkan Sinta. Karena kecerobohannya yang terus saja mengobrol bersama Indah, jadilah ia harus menerima hukuman dari Bu Dinda. Seandainya saja bisa, Adit pasti rela jika dia saja yang menggantikan posisi Sinta untuk dihukum, asalkan gadis itu tidak. Ingin membelanya, tapi dia sendiri belum memiliki cukup keberanian untuk menampakkan rasa sukanya pada gadis itu secara terang-terangan di depan teman-temannya. Dia masih memiliki sedikit gengsi dalam hatinya. Lalu mengapa ingin membonceng Sinta ke sekolah? Bukankah itu sama saja yah dengan mengundang teman-teman kelasnya tahu kalau dia menyukai Sinta? Aneh.


...


Indah dan Sinta merapikan buku-buku mereka. Memasukannya kembali ke dalam tas saat bel tanda pulang berbunyi dengan nyaring.


Wajah-wajah bahagia nampak dari siswa-siswi yang sedari tadi menunggu bunyi nyaring bel tersebut. Dan, akhirnya... hufftt... mungkin kata itu yang paling tepat menggambarkan isi hati mereka.


"Indah, hari ini kita pesan driver online aja buat pulang." Ucap Sinta saat mereka berjalan keluar dari kelas.


"Hah? Gimana mau pesan driver online, kita kan gak bawa hp." Indah bingung.


"Tenang aku bawa kok." Sinta berbisik.


"Kok bisa? Bukannya kita dilarang yah buat bawa hp ke sekolah?" Indah terkejut setengah berteriak.


Dengan cepat Sinta menutup mulut Indah, gadis ini tidak tahu situasi sekali sih.


"Iihh, kamu kok berisik banget sih? Ntar kalau ada guru yang lewat gimana? Hp aku bisa disita nanti." Kesal Sinta.


Indah melepaskan tangan Sinta yang masih menempel di mulutnya.


"Maaf-maaf, aku kelepasan." Indah cengengesan.


"Ck."


"Lagian kamu ngapain bawa hp, kalau tadi kamu ketahuan, gimana?" Kali ini Indah berbisik.


"Sekali doang, supaya kita bisa pesan driver online."


"Ohh." Indah ber o ria


Sementara Seseorang yang ada di belakang mereka hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua gadis di depannya itu. Yah, sedari tadi ia mengikuti langkah kedua gadis itu diam-diam.


"Tapi kalau kita naik driver online, aku..."


"Udh tenang, aku yang bayarin."


"Hehe, ok lah." Indah langsung girang, dengan semangat menaikkan jempolnya tanda setuju. Kan lumayan gak capek jalan dan kepanasan lagi.


Sinta merasa lucu melihat tingkah sahabatnya itu.


Setelah memesan driver online, mereka menunggu di depan gerbang.


5 menit menunggu...


"Nah, itu dia mobilnya " Tunjuk Sinta pada sebuah mobil yang mendekat ke arah mereka.


Pengemudi menurunkan kaca jendela mobilnya saat ia telah berhenti tepat di depan Indah dan Sinta.


"Non Sinta yah?" Tanya pengemudi mobilnya.


"Iya, Pak." Sinta mengangguk mengiyakan.


"Ya udah, silakan naik non."


Sinta lalu membuka pintu mobil dan membiarkan Indah untuk masuk terlebih dahulu. Setelah itu ia pun ikut masuk ke mobil tapi...


Eh...

__ADS_1


Baru saja bokongnya menyentuh kursi mobil, seseorang tiba-tiba masuk dan membuat ia dan Indah harus menggeser posisinya duduk, lagi.


"Adit! Kamu ngapain di sini?" Sinta kesal karena terkejut dengan kedatangan cowok itu yang meringsek masuk ke mobil tanpa permisi.


"Ya mau pulang lah, emang mau ngapain lagi?" Jawabnya santai.


"Ck, maksud aku kalau kamu mau pulang ya pulang sendiri sana, ngapain ikut aku sama Indah." Sinta sewot.


"Kamu lupa yah kalau motor aku ada di rumah kamu."


Sinta berpikir sejenak. Oh iya, dia baru ingat.


"Y... ya tapi kan kamu bisa pulang sendiri sana, keluar sekarang!" Sinta mendorong tubuh Adit.


Adit segera merebahkan tubuhnya di sandaran kursi dan menutup matanya.


Mencoba untuk tidak peduli agar Sinta tidak mengusirnya keluar, enak saja... dia kan mau pulang bersama dengan gadisnya.


"Ih kok malah tidur, Adit keluar gak?!" Sinta memukul bahu Adit. Namun cowok itu tidak bergeming dari posisinya.


'Duh sakit juga.' Adit mengeluh dalam hati.


"Tunggu-tunggu, kok motor Adit bisa ada di rumah kamu Sin?" Tanya Indah bingung, namun dengan nada yang terkesan menyelidik, ia benar-benar curiga dengan Sinta.


Sinta mengalihkan pandangannya ke arah Indah,.


'Ck, anak ini, jiwa detektifnya kambuh lagi.' Batin Sinta.


Namun belum sempat Sinta menjawab Pengemudi driver online itu sudah lebih dulu berbicara.


"Non, ini jadi jalan apa enggak?" Ia sudah mulai kesal melihat pertengkaran para remaja itu.


"Jalan aja Pak." Adit yang menjawab, namun dengan masih menutup matanya dan dengan kedua tangan yang ia lipat di depan dada.


"Baik, den."


Sinta menatap kesal ke arah cowok di sampingnya itu.


Ia benar-benar di buat bingung, tak habis pikir dengan tingkah Adit hari ini.


"Sin." Indah mengguncang tangan Sinta.


"Kenapa Indah?"


"Kamu belum jawab pertanyaan aku loh tadi."


"Ck, nanti aja aku jelasin." Jawabnya malas.


"Beneran yah..." Indah mendekatkan telunjuknya ke wajah Sinta.


"Isstt... iya iya, lagian kamu kepo banget." Menyingkirkan tangan Indah.


"Hehe, harus dong kalau sama sahabat sendiri."


Sinta memutar bola matanya, jengah.


"Pak nanti ke rumah teman saya dulu yah, baru ke titik yang ada di aplikasi, nanti saya tunjukin arahnya." Ucap Sinta.


"Loh, gak sesuai aplikasi dong non."


"Nanti saya tambahi ongkosnya Pak."


"Baik non."


Mobil pun melaju ke rumah Indah.


...

__ADS_1


Di rumah Sinta.


Sinta membuka dompetnya saat akan membayar ongkos mobil, namun dengan cepat Adit mendahuluinya.


"Ini Pak." Ucapnya memberikan uang pecahan 100-an.


"Ambil aja kembaliannya Pak " Kata Adit saat melihat pengemudi itu akan mengambilkan uang kembalian.


"Wah, terima kasih yah den."


"Iya, sama-sama."


Sinta menatap cowok itu


Ingin tersanjung, namun ia segera berpikir bukankah seharusnya memang cowok yang membayar.


Sinta yang hendak melangkah masuk mendadak berhenti saat Adit memanggilnya. Ia berusaha untuk bersikap acuh.


"Sin!" Panggil Adit.


Sinta berbalik.


"Ada apa lagi?"


"Hhmm... gak ada,cuma mau bilang, aku pulang yah." Ucapnya menatap lekat manik mata gadis itu dengan senyuman yang begitu manis.


Untuk sesaat Sinta tertegun, ada sesuatu yang berdesir dalam dirinya saat mendengar ucapan lembut dari cowok itu.


"Y... ya ya udah pulang aja sana." Kembali jutek.


"Sampai jumpa besok."


Adit segera memakai helm nya dan dan naik ke motor.


"Bye."


Sementara Sinta masih tertegun di tempatnya, tepatnya di depan gerbang rumahnya.


...


Allahu Akbar Allahu Akbar


Terdengar azan Maghrib berkumandang.


"Alhamdulillah." Ucap Indah.


Ia segera bersiap-siap untuk berangkat sholat di Masjid. Yah, setelah beberapa lama tidak pernah sholat Maghrib ke Masjid lagi, akhirnya hari ini ia akan kembali ke sana, bukan karena ingin bertemu Adnan, namun ia memang sedang rindu dengan suasana Masjid kompleknya itu.


"Kamu mau ke Masjid Indah?" Tanya Bu Dania yang melihat putrinya itu sudah siap dengan memakai mukenah dan sajadah yang ada di tangannya.


Indah ikut duduk di sofa tempat Ibunya sedang membaca sebuah majalah.


"Iya Bu, udah lama gak ke Masjid, jadi kangen suasananya."


"Ya udah hati-hati yah nak."


"Iya Bu, indah jalan yah. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam warahmatullah."


Setelah mencium tangan ibunya Indah berjalan keluar rumah, menuju Masjid.


...****************...


Hy guys jangan lupa mampir juga di chat story' aku yang terbaru yah...


Aku tunggu di sana 😁❤️

__ADS_1



__ADS_2