Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja
Taman Bunga


__ADS_3

Indah turun dari mobil setelah berpamitan pada Farid, mencium punggung tangan kakaknya itu. Melangkah yakin menuju gerbang sekolah dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya, walau tak ada yang bisa menyaksikan senyum menawan itu dari balik cadar hitam yang kini ia kenakan.


TK Islamiyah Pertiwi, di sanalah Indah akan mengisi hari-harinya. Ia begitu menyukai anak kecil hingga memutuskan untuk menjadi guru TK. Wajah polos dan keingintahuan anak-anak itu telah mencuri hatinya, baginya pekerjaan itu sangat menyenangkan. Yah, meskipun tak ayal jika ia seringkali kelelahan, namun senyum polos dari anak-anak yang sering memanggilnya ibu guru itu telah meredam lelahnya.


Dengan langkah ceria Indah segera menuju ruang guru.


...***...


Adnan menatap langit-langit kamarnya. Di mantion sebesar itu ia merasa sangat kesepian. Hanya ada dia dan para pelayan yang bekerja di sana. Oh, yah... Kita hampir melupakan seseorang. Jangan lupa dengan si Daniel yang masih setia bersama tuannya. Sekarang ia masih mendengkur di kamar sebelah. Adnan memberikannya waktu untuk berlibur barang sehari. Walau cuma sehari, ingin protes pun sepertinya tidak. Mungkin ia akan menyampaikan keinginannya untuk berlibur lebih lama nanti, hari ini ia masih sangat lelah hingga belum bangun dari tempat tidur sejak mereka tiba di mantion kemarin. (Bangun sih makan doang terus lanjut tidur lagi). Mungkin ia akan menemui keluarganya setelah bangun dari tidur nyenyak-nya nanti memberi mereka kejutan karena tidak memberitahu kepulangannya ke Indonesia.


Adnan kembali mengecek ponsel di sampingnya, namun apa yang ia tunggu-tunggu sejak tadi belum juga ia dapatkan dari benda pipih itu, menghembuskan nafas kasar.


Pria itu semakin menawan saja di balik wajah resah-nya. Memilih untuk beranjak dari sana, duduk di sofa yang menghadap pada jendela kaca yang berukuran cukup besar di depannya.


Pemandangan taman bunga yang nampak kini di hadapannya, sialnya kenangan tentang gadis itu kembali menguasai dirinya, yah.... gadis manis itu, Indah.


Dengan tujuan membuat Adnan cemburu David pernah mengatakan kalau Indah sangat menyukai taman bunga yang ada di rumahnya. Meski menanggapi David dengan acuh saat itu, sejujurnya Adnan tak bisa mengabaikannya. Karena itu ia berjanji jika ia sudah mapan nanti, dan memiliki rumahnya sendiri, ia akan membuat taman bunga yang sangat Indah untuk perempuan pujaan hatinya itu.


"Maafkan aku yang baru mencari kamu sekarang Indah, aku memang pria yang tidak bisa menepati janjiku sendiri."



Sejak masuk ke dunia kerja, Adnan benar-benar melakukan semuanya dengan kemampuannya sendiri, memulai dari titik terendah dalam hidupnya. Ia sudah bekerja paruh waktu saat masih kuliah, menjadi pegawai honorer di sebuah perusahaan kecil yang mau menerima mahasiswa sepertinya. Bekerja keras untuk membiayai pendidikannya sendiri, tak ada niat sedikitpun untuk meminta bantuan dari ayahnya, ia ingin memulai semuanya dengan bersih. Namun setelah sampai pada puncak seperti sekarang ini, nyatanya masih saja hatinya kosong. Bukan... bukan hanya tentang cintanya pada Indah, melainkan tentang ibu dan adiknya Humairah.


Setelah memiliki tempat tinggal sendiri Adnan langsung mengajak Ibu dan adiknya itu untuk tinggal bersamanya, namun dengan lembut Bu Yana menolak, ia tidak ingin meninggalkan suaminya seorang diri, wanita itu masih berharap suatu hari nanti pria yang ia cintai itu kembali membuka hatinya seperti dulu lagi, memandangnya dengan tatapan kasih seperti dulu. Wanita itu belum sanggup untuk meninggalkan rumah yang memiliki banyak sekali kenangan untuknya tentang suaminya, anak-anaknya, keluarga mereka yang bahagia.


Melihat ibunya yang tetap kekeh pada pendiriannya, Humairah pun akhirnya memutuskan untuk menemaninya, tidak mungkin membiarkan ibunya hanya seorang diri menghadapi pria yang setiap hari hanya bisa membentak dan berteriak. Ia ingin selalu bersama wanita yang melahirkannya itu, meskipun sejujurnya Humairah pun tak ingin kalau harus berpisah tempat tinggal dari Adnan, setelah kakaknya merantau beberapa tahun di negeri orang, saat dia kembali pia itu malah tetap tidak bisa ikut dengannya.


Adnan yang gagal membujuk ibu dan adiknya dengan berat hati kembali ke London. Namun meskipun jauh dari keluarganya pria itu tidak pernah melepas tanggung jawabnya untuk selalu melindungi mereka, ia selalu mengawasi ibu dan adiknya baik-baik saja.


...


Drrtt... Drrrtt...

__ADS_1


Suara getar ponsel dari tempat tidur seketika mengalihkan perhatian Adnan, ia segera beranjak dan meraih ponsel itu dengan tidak sabar.


"Halo, bagaimana? Apa kalian sudah dapat informasinya?" Tanyanya segera.


"Ia tuan kami sudah mendapatkannya ,tapi belum sepenuhnya." Suara seseorang di seberang telepon menjawab.


"Maksudnya?"


"Kami sudah mendapatkan alamat nona Indah, namun 2 hari yang lalu nona Indah kembali berpindah alamat tuan, dia tidak lagi menetap di sana, menurut informasi yang kami dapatkan mereka pindah keluar kota, tapi kami belum tahu di mana. Di rumah sebelumnya sekarang hanya ada tukang kebun dan seorang istrinya yang merawat rumah itu."


"Dua hari yang lalu..." Adnan bergumam.


"Baiklah kerja yang bagus, sekarang kembali perintahkan anak buahmu untuk mencari alamat Indah yang sekarang, aku mau secepatnya." Meskipun kecewa, namun setidaknya Adnan sudah mendapat titik terang dari pencariannya.


"Baik tuan, secepatnya akan kami temukan." Berkata mantap.


"Hm..." Menutup telepon.


Setelah mendapat kabar dari anak buahnya, Adnan memutuskan untuk berkunjung ke rumah sekaligus memberi kejutan pada ibu dan adiknya. Sama seperti Daniel ia pun tidak mengabari kepulangannya.


Yah... Hanya rumah... Bukan lagi rumah miliknya, bangunan itu... Meski memiliki banyak kenangan manis bersama ibu, ayah dan adiknya Humairah, kenyataannya luka dan duka yang ia rasakan mengubur semua cerita manis itu.


...***...


Hari pertamanya di tempat kerja yang baru cukup menyenangkan untuk Indah. Bertemu dengan orang-orang baru, yah... Walau cukup sulit di awalnya namun ia bisa melalui semua itu. Meski memiliki kepribadian introvert nyatanya ia sangat menyukai pekerjaannya sekarang. Misinya berhasil, tak ada rekan kerja yang tahu menahu tentang dia dan kakaknya yang jadi incaran para gadis dan kolega pebisnis itu. Untuk sekarang, ia bisa bekerja dengan tenang tanpa adanya gangguan CCM-an dan CCP-an yang kata orang alias Cari-Cari Muka dan Cari-Cari perhatian.


Indah merapikan buku-buku dan tasnya, bersiap untuk pulang. Setelah itu menelpon supir pribadi untuk menjemput, namun dengan catatan jarak ia menjemput Indah sama dengan jarak sewaktu tadi pagi mengantarnya dan Farid.


...


Indah berjalan santai keluar dari ruang guru, sampai kemudian ponselnya berdering, menandakan panggilan masuk.


Mengambil ponsel di tas.

__ADS_1


"Halo, assalamualaikum kak." Sapanya.


"Wa'alaikumsalam warahmatullah, kamu sudah pulang?" Tanya Farid.


"Iya, baru aja, ini lagi jalan ke depan."


"Sudah telepon mas Rinto untuk jemput kamu?"


"Iya kak sudah, Mas Rinto katanya sudah ada di depan." Indah tersenyum, diperlakukan seperti anak kecil oleh Farid, dia sudah sangat terbiasa.


"Ya sudah, Kamu hati-hati yah, kabarin kakak kalau sudah sampai rumah."


"Iya kak Farid...." Penuh penekanan.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam warahmatullah."


Indah menggelengkan kepala, kalau saja ia tidak meminta Farid berjanji untuk tidak menjemputnya semalam, kakaknya itu pasti sudah ada di depan gerbang sekolah sekarang, bersandar pada pintu mobil dengan tangan bersilang, khas cowok-cowok cool. Dia tidak tahu saja kalau caranya itu malah akan semakin membuat dia menjadi pusat perhatian para gadis dan orang-orang di sekitarnya.


Indah memasukkan kembali ponselnya di tas, namun saat ia kembali akan fokus ke depan....


Bruk!


"Astaghfirullah." Kagetnya.


Seseorang malah bertabrakan dengannya.


...----------------...


TERIMA KASIH UNTUK YANG MASIH SETIA MENUNGGU CERITA INI, LOPE-LOPE❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ YANG BANYAK BUAT KALIAN SEMUA, JANGAN LUPA BUAT TINGGALIN JEJAK YAH.


INSYA ALLAH, SEE YOU DI EPISODE BERIKUTNYA. 😊

__ADS_1


__ADS_2