
Jangan lupa vote, like dan sarannya yah. karena masukan kalian sangat penting buat aku.
Silakan tinggalkan jejak, supaya aku makin semangat update ceritanya.
Terima kasih sudah mampir
Happy reading 😊😘
...***...
Silakan tuan putri.” Kata David mempersilakan Indah dengan berlebihan. Tentu saja Adnan melihat semua itu.
“Terima kasih kak.”Jawabnya datar
David tersenyum menanggapi, ia melirik ke arah Adnan, Adnan memasang wajah dingin.
Indah yang baru turun dari mobil David itu mengucapkan terima kasih saat David membukakan pintu untuknya.
Sedetik kemudian ekor matanya menangkap seseorang yang begitu ia kenal. Senyum mengembang di bibir gadis itu. Ia berjalan beberapa langkah mendekat ke arah Adnan yang saat itu masih berdiri di sana, berniat untuk menyapanya.
“Kak Adna….n” Sapaan Indah terputus saat Adnan berlalu dari sana tanpa mempedulikan dirinya.
Tak tahu, mengapa cowok itu kembali bersikap cuek hari ini. Apa dia melakukan kesalahan yang membuat Adnan tidak suka? Ada apa dengannya? Mungkin dia hanya sedang ada masalah, dan tidak ingin diganggu. Indah berusaha berpikir positif.
Sinta yang sedari tadi juga sudah keluar dari mobil itu hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Tercium bau-bau persaingan di sana, pikirnya.
Tapi oh ayolah, sahabatnya Indah yang jadi menerima getahnya. Gadis polos itu malah jadi sedih sekarang.
Sinta melihat pada kakaknya yang sudah berjalan mendekati Indah.
“Indah, ayo masuk.” Ajaknya.
Indah menyunggingkan senyum tipis, namun wajah sendu itu masih belum hilang di sana. Indah berbalik dan memanggil Sinta. Mereka bertiga pun berjalan beriringan ke kelas. David mengantar Indah dan Sinta sampai ke kelas. Eh, lebih tepatnya sih ia mengantar Indah. Siapa tahu saja Adnan tak sengaja melihatnya lagi, dia kan bisa pamer. Setelah mengantar Indah dan Sinta sampai di kelas, barulah ia sendiri berjalan masuk ke kelasnya.
Pelajaran berlangsung seperti biasanya. Guru menjelaskan, memberi contoh, lalu kemudian memberi tugas.
Dengan pikiran yang terbagi dua Indah berusaha tetap fokus mengerjakan soal yang ada di depannya. Tapi tetap saja walau ia memaksa, tatapan Adnan yang melihatnya datar dan acuh itu selalu saja menghancurkan konsentrasinya.
‘Ada apa dengan kak Adnan? Apa dia tidak ingin berteman denganku lagi?’ Ia sungguh kalut, terserah mau dibilang lebay apa enggak, tapi hatinya merasa begitu sakit melihat Adnan mengacuhkannya.
__ADS_1
…
Jam istirahat…
Adnan membereskan buku-bukunya saat pelajaran telah usai. Namun baru saja ia beranjak, ucapan David sudah menghentikannya.
“Indah sekarang ada di rumah aku.” Ucap David tiba-tiba.
Adnan mengerutkan keningnya.
“Lalu?” Ucap cowok itu dingin.
“Sinta membawanya ke rumah buat nginep di sana karena mamanya sedang keluar kota.” David menjelaskan lagi.
“Aku tidak peduli.” Jawab cowok itu dan berlalu meninggalkan David.
“Katamu tidak peduli, tapi wajahmu tidak bisa berbohong kalau kamu sedang cemburu padaku.” Gumam David tersenyum licik.
…
Adnan berjalan cepat keluar kelas, pikirannya panas, ia butuh tempat untuk mendinginkan perasaannya.
Jadilah cowok tampan itu menuju perpustakaan, mengabaikan tatapan kagum dari cewek-cewek yang berpapasan dengannya.
Adnan tahu ini salah, mengapa dia merasa cemburu meski ia sudah mengatakan kalau Indah akan tetap kembali padanya jika memang gadis itu adalah miliknya. Ia mengatakan hal itu dengan tegas kepada David, tapi sekarang… ia malah ragu dengan hatinya sendiri.
Namun, bukankah normal jika merasa sakit hati atau pun cemburu kalau melihat orang yang kita sayang sedang bersama dengan orang lain yang kamu sendiri tahu kalau orang tersebut mencintai perempuan yang kamu sayang juga? Oh, ayolah, ia tidak marah pada Indah, hanya saja egonya mengatakan bahwa gadis itu salah karena telah membuat hatinya sakit.
Adnan membuka lembaran pertama pada buku yang ia pegang, berusaha mengalihkan perhatiannya yang terus tertuju pada Indah. Namun baru saja ia membaca setengah halaman dari buku itu ia kembali teringat dengan ucapan David yang mengatakan kalau Indah saat ini tinggal di rumahnya. Bukankah itu berarti David akan selalu dekat dengan Indah selama dua hari ini?
Adnan mengepalkan tangannya kuat, hatinya menjadi semakin panas. Jadilah ia tanpa sadar membanting buku yang ia pegang itu, lalu berjalan menuju toilet. Ia perlu menyiram kepalanya dengan air sekarang.
Penjaga perpustakaan dan 2 orang siswa yang sempat terkejut karena suara bantingan benda itu, berusaha tak peduli.
…
Sinta yang sedari tadi terus membujuk Indah agar mau ikut dengannya ke kantin itu akhirnya menyerah. Sepertinya sahabatnya itu memang benar-benar sedih saat ini. Dan itu semua karena kakaknya sendiri. David sudah membuat Indah 2 kali bersedih hari ini. Pertama karena David sudah membahas masa lalu yang Indah ingin lupakan, kedua karena tingkahnya yang sudah ingin membuat Adnan cemburu, jadilah kakak kelas super gantengnya itu merajuk pada Indah. Eh, merajuk gak sih?
Akhirnya di sinilah ia sekarang, makan sendiri di kantin ditemani semangkok bakso kesukaannya. Ia sih sebenarnya gak tega yah kalau harus ninggalin Indah yang lagi sedih kaya gitu, namun mau gimana lagi perutnya juga tidak bisa di ajak kompromi. Nantilah, ia akan membelikan makanan dan minuman untuk Indah saat kembali ke kelas.
__ADS_1
Saat enak-enaknya lagi makan, (eh, sebenarnya kurang enak sih karena gak ada Indah yang nemenin) seseorang datang mengagetkannya. Mana pas banget lagi momennya, saat sebuah bakso baru saja masuk ke mulutnya.
Doorr…
Seseorang menepuk kedua pundaknya cukup keras. Sinta terkejut setengah mati, untung saja bakso yang akan ia telan itu tidak nyangkut di tenggorokannya. Jadilah perempuan itu terbatuk-batuk.
Melihat orang yang ia keget kan itu terus saja batuk. Cowok itu dengan cepat duduk, dan memberikannya air mineral. Sinta menyambar air itu di tangan… eh,
“Kak David!” Sinta menatap tajam pada David yang cengengesan di depannya.
Setelah minum, Sinta kembali melanjutkan makannya. Kesel sih, malah kesel banget, tapi ia berusaha menahan dirinya agar tidak marah. Ia tidak ingin semakin merusak suasana hatinya yang sedang menikmati makanan.
“Indah mana?” pertanyaan pertama yang keluar dari mulut cowok itu.
“Ck, udah datengnya hampir bikin aku keselek, malah nanyain orang lain lagi. Kakak udah gak peduli yah sama aku.” Sinta dramatis.
“Kamu nih, peduli lah kan kamu adik kakak yang paling kakak sayang.” David mengusap kepala Sinta.
“Ihhh… gak usah lebay deh.” Sinta menyingkirkan tangan kakaknya itu, David terkekeh.
“Kamu belum jawab pertanyaan kakak loh.”
“Pertanyaan apa?” Sinta pura-pura lupa.
“Ck.” David berdecak.
“Indah mana, kok gak sama kamu?” Ulang cowok itu.
“Dia di kelas, malas ke kantin, lagi sedih.” Ucapnya sewot.
“Sedih! Sedih kenapa?” Tanya David sedikit kaget.
“Pakai nanya lagi, kakak tuh gak sadar apa kalau udah lakuin 2x kesalahan hari ini.” Jawab Sinta kesal.
“Kesalahan apa sih Sin? Maksud kamu aku yang udah buat Indah sedih?” David tidak mengerti.
Sinta berdecak, ia pun menceritakan tentang kehidupan Indah, dan memarahi kakaknya itu karena sudah membuat Adnan cemburu. Sampai sebuah pertanyaan pun dilontarkan David dengan kesal.
“Kamu itu adik kakak apa adik Adnan sih? Kok malah belain dia? Kesal David.
__ADS_1
Visual David Aryabhata