
pagi hari pun telah tiba matahari pagi telah menampakkan sinarnya, saat semua penghuni rumah besar di desa tersebut sedang memulai melakukan kegiatan nya masing-masing tapi seorang gadis cantik, masih bergumul, di dalam selimut nya.
"Sania, bangun nak ini sudah pagi sayang"
sang ayah mencoba membangunkan tuan putri yang masih, tidak mau membuka mata nya itu
"Sania, ayah sudah hampir terlambat, mau pergi ,ke kota, hari ini bukan, nanti Bunda mu kelamaan menunggu ayah"
"iya ayah sebentar lagi ,,, aku masih ngantuk ayah, aku kelelahan saat perjalanan jauh kemaren"
"Tuan putri ayah sudah rindu dengan Kaka mu, kamu tahu itu kan, tapi kamu tidak memberitahu kan kepada ayah bagaimana kabar Kaka mu saat ini"
kata sang ayah yang, seperti nya sedang menunggu,sang putri untuk memberikan penjelasan.
"Ayah, saat ini aku ngantuk nanti saja ya ayah lihat sendiri keadaan Kaka di sana, kalau aku cerita duluan,aku takut salah"
Jawab Sania yang masih memejamkan mata nya.
"Baik lah kalau begitu tuan putri, tidur saja tidak usah pedulikan ayah,mu ini walaupun ayah mu ini sedang sedih karena tuan putri tidak merindukan nya"
sang ayah sengaja menggoda sang anak yang tidak juga bangun yang biasa nya kalau sang ayah membangun kan nya iya akan langsung melompat,memeluk sang ayah.
"Ayah, kesayangan tuan putri,tentu saja tuan putri sangat menyayangi mu muach,,,,,"
Sania, langsung memeluk sang ayah yang kini menggendongnya menuju lantai bawah
"ayah, aku belum cuci muka dan masih bau asem nanti kalau ada yang melihat bagaimana,aku kan malu"
Sania merengek minta di turunkan dari pangkuan sang ayah.
"siapa yang membuat tuan putri ku ini malu ayo bilang sama ayah mu ini"
tiba-tiba, saja ada seseorang, deheman nya itu mengagetkan, Sania yang masih memejamkan mata nya di pangkuan sang ayah .
"ayah, siapa yang ada di sini ,ko kaya nya banyak orang"
tanya Sania yang merasa heran.
"makanya tuan putri harus bangun,dan segera mempercantik diri sebelum banyak orang yang melihat wajah tuan putri yang sedang kusut"
jawab sang ayah yang langsung membuat Sania membuka mata nya.
"Ayah,,,, kenapa ayah membawaku ke bawah sih bukan nya ke kamar mandi, Aku kan belum mandi malu tau Lom cuci muka juga, ahhhhhh... ayah parah ni tuan putri kan jadi malu"
sontak yang ada di sana menertawakan, Sania termasuk,para pembantu rumah besar tersebut kecuali Adryan, yang masih bingung dengan kelakuan,sang kekasih yang teramat manja pada sang ayah.
"hmmm,,, tuan putri,biasa juga selalu menyuruh ayah membawamu ke kamar Bunda mu kalau mau cuci muka,kau yang selalu penasaran dengan, sabun aroma milik Bunda mu jadi ya ayah bawa kamu turun ko sekarang kamu protes sih apa jangan-jangan ada yang kamu sembunyikan dari ayah,,,!hmmm"
sang ayah pura-pura bingung,dan menatap sang anak yang masih di pangkuan nya seperti bayi Kuala itu.
"turun ayah aku mau turun, aku pergi sendiri saja, aku sekarang sudah besar, jadi bisa ngelakuin itu sendiri, hehehe,,,,"
Sania, melirik Adryan, dengan perasaan malu karena ketahuan begitu manja pada sang ayah Sania langsung turun,dan berlari ke kamar utama milik sang Bunda, seperti kebiasaan Nya itu.
"Sania, itu memang manja sejak kecil dia menyebut dirinya, adalah tuan putri, sebenarnya itu, adalah kebiasaan nya saat bermain raja, dan ratu, dengan teman nya dan juga Sonya, setiap hari selalu begitu, jadi kebawa sampai sekarang,apa lagi kami selalu memanjakan nya tapi beruntung anak itu anak yang penuh pengertian, dia tidak seperti anak yang lain, dia itu anak nya pekerja keras dan tidak mau mengandalkan,uang orang tua nya, tadi nya kami ingin dia kuliah,di luar negeri, sesuai wasiatnya sang Eyang,agar Sania mengikuti jejak sang ibu, tapi uang tabungan, nya Bunda nya berikan,pada kakak nya Sonya, hingga Sonya menghilang,kami semua terpuruk dalam kesedihan, termasuk Bunda nya Sania"
panjang lebar laki-laki paruh baya itu menjelaskan,atas rasa penasaran yang Adryan, tampakkan, dari tatapan nya itu.
"Om,,,,,kalo boleh tau Sania sudah pernah pacaran sebelum ini"
Adryan, bertanya, karena penasaran sama teman sang kekasih yang ia jumpai,di bis kemarin.
"jangan kan punya pacar, kelakuan nya yang manja dan cuek kalo di luar, banyak teman sebaya nya yang mengeluh karena sering di hajar,oleh nya setiap ada cowok yang mendekati nya apa lagi yang macam-macam sudah habis,deh sama dia,tapi kalo di dalam rumah, dia akan menjadi tuan putri yang manja lagi"
"lalu sandi, Om tahu dia kan?..."
"owh,,, nak sandi iya saya kenal dia sahabat dekat Sania, dia yang selalu jadi sandaran Sania kalau lagi punya masalah,di luar yang kami tidak tahu, sebenarnya dia Kaka kelas Sania, dia orangnya cukup baik dan disiplin, maklum calon TNI, dia bahkan sebelum pergi ke kota mencari Sania kemari katanya mau pamit takut tuan putri nya marah,kalo tidak izin dulu, hehe saking dekatnya mereka"
Adryan, mangut-mangut karena sudah mengerti kenapa kemaren sandi melindungi Sania.
"hemmm aku lagi di gosip pin nih kayaknya"
"tidak tuan putri ayah hanya, mengobrol saja mana ada yang berani menggosipkan tuan putri ku ini hmmm"
sahut sang ayah.
"Oya, karena tuan putri sudah wangi ayah mau pamit, pergi sekarang menemu Kaka boleh,"
sang ayah meminta izin, karena, seperti kebiasaan, kalau tidak minta izin atau pergi sebelum Sania bangun dari tidur nya iya suka ngambek dan susah untuk di bujuk.
__ADS_1
"boleh, tapi Sania izin, tinggal di sini ya ayah karena sudah lama tidak pulang rasanya kangen kampung halaman"
"baik lah sayang ku, tapi ingat hati-hati kalo pergi kepuncak jangan sendirian ok ayah gak mau kamu kenapa-kenapa lagi seperti, waktu itu,ok janji sama ayah, tuan putri"
sang ayah, mewanti-wanti agar Sania berhati-hati, takut kejadian dulu terulang lagi sampai meninggal kan bekas luka di paha kiri nya.
"Ayah tenang saja jangan kuatir, Sania sudah besar,dan lagi di sini sudah ada sandi yang akan menjaga ku"
Sania,bicara tanpa memperdulikan, orang yang sedang menatap nya kini dengan tatapan cemburu,
"ya sudah, hati-hati ya sayang kami berangkat dulu"
"iya ayah, ayah juga hati-hati di jalan, jangan lupa kabari Sania ok"
pinta Sania pada sang ayah,tapi tiba-tiba Adryan, menolak pergi untuk berangkat bersama sang calon mertua nya yang belum di kasih tahu itu.
"Adryan, izin tinggal di sini ya Om,,, dan Om bisa berangkat bersama orang nya Adryan, mereka bertiga ikut Om ke kota dan satu tinggal di sini ikut menjaga Sania gimana"
"baik lah Om, titip Sania Oya,kalo butuh apa-apa jangan sungkan minta pada orang di rumah ini ya,dan Sania tuan putri ayah, ingat jangan nakal ok,nurut sama yang lebih tua,ayah pergi dulu muachh,,,"
ayah Sania pun berangkat bersama tiga bodyguard, Adryan yang sengaja di tugaskan nya untuk mengawal sang calon mertua,
🌹💖💖💖🌹
siang itu di rumah Sania Adryan,sedang ngambek pada Sania, karena dia di tinggal Sania pergi ke kampung sebelah, mengunakan motor nya, tanpa meminta izin pada nya.
"Sania, kamu di mana,ko dari tadi aku panggil tidak menyahut"
Adryan, mondar-mandir mencari Sania iya berkeliling rumah besar itu sendiri,tanpa minta bantuan orang rumah.
"Den Adryan,cari Neng Sania ya,,! neng Sania pergi ke kampung sebelah, katanya mau mencari, nak sandi"
tiba-tiba seseorang di belakang memberitahu nya, otomatis Adryan,marah dia langsung bertanya di mana pasti nya letak kampung itu dan,di mana rumah sandi
"Aku akan menyusul, Sania dimana tempat nya rumah dan kampung si sandi itu"
"di sebelah sana tuan yang ada gang kecil sebelum lewat kesini di sana lah kampung nya ,dan kalo rumah nak sandi tanya saja sama warga di sana pasti tahu semua secara nama sandi di situ hanya ada satu"
jawab, asisten rumah besar tersebut, Adryan langsung keluar tepat nya ke garasi mobil nya yang terdapat mobilnya di sana ia langsung menggunakan kacamata dan jaket nya lalu meminta sang bodyguard mengantar nya ke kampung tersebut.
"Sania, kenapa kau pergi tanpa pamit dulu pada ku"
"maaf, saya mau tanya apa anda tau di mana sandi berada?,,,"
tanya Adryan,pada seorang anak muda, yang baru bersiap dengan motor nya.
"owh,,, sandi sedang bermain cross di bukit, yang tadi terlewati sebelum anda menuju kemari.
"owh,,bisa antar saya pada nya?,,"
pinta sandi,
"baik lah saya juga mau menuju kesana, anda bisa mengikuti saya dari belakang, atau mau naik motor bersama"
"Aku ikut dengan mobil saja," kata sandi sambil menyuruh sang bodyguard, menjalankan mobil mengikuti pemuda tersebut.
sesampainya di sana Adryan, langsung memarkir mobil dan iya bergegas turun, mencari sandi, tapi betapa terkejutnya dia saat melihat sosok wanita yang sedang di eluh-eluhkan semua anak muda di sana sedang melakukan motor nya di atas bukit melayang salto, di udara hingga mendarat dengan sempurna,di samping kaki bukit itu semua orang bertepuk tangan, soalnya Sania, memenangkan hadiah sebuah sepeda taruhan anak-anak desa sebelah, Sania pun turun, dari motor nya dan melepaskan helmet nya , iya di sambut, tepukan dari anak-anak motor tersebut dan Sadi langsung, berdiri di samping nya sambil tersenyum lebar mengangkat sang juara keatas pundak nya Sania tersenyum,sambil melirik ke sebelah kiri penonton, iya kaget melihat Adryan, bersedekap dada .
"sandi turunin aku, suamiku datang mencari ku nanti dia bisa mukul kamu lagi "
"yang bener mana dia,,,?"
tanya sandi,agak kaget.
"itu samping kanan,kamu bisa bedain kan penduduk asli sama yang dari luar"
kata Sania menjelaskan, Sania pun langsung turun dia langsung menemui Adryan, yang masih berdiri di tempat nya.
"kenapa,kemari,,,?,,,, lanjut lagi aja beraksi di atas sana bukan nya fans, kamu belum puas melihat aksi mu itu"
Adryan,sengaja berkata seperti itu pada Sania, iya ingin tahu apa Sania peka dengan,sikap yang ia tunjukkan, itu bahwa dia sedang marah besar.
"Aku sudah selesai ko,ini rencananya mau balik ke rumah, hehehe jadi please jangan marah ya"
Sania mengatupkan kedua tangannya di depan, iya minta maaf pada sang kekasih.
"kamu tau kan caranya minta maaf dengan baik dan benar,"
"iya Aku tahu tapi tak di sini juga yang,ini tempat umum,dan mereka sedang memperhatikan kita"
__ADS_1
sahut Sania lagi.
"owh malu ya terus duduk di atas pundak laki-laki lain gak malu ya,benar begitu"
Sania yang merasa di pojokan, dengan kata, Adryan, iya langsung pergi dari situ menggunakan motor nya.
"Sania,aku belum selesai ngomong,kamu mau kemana, tunggu di situ, berhenti"
Adryan, berteriak memanggil Sania tapi tidak di hiraukan nya, Sania bergegas pulang kerumahnya, sesampainya di sana iya langsung naik ke kamar nya di atas dan memberikan diri di kamar mandi setelah selesai, Sania keluar, dari kamar iya duduk di meja makan,dan minta sang asisten, menyiapkan makan siang Nya, tak lama Adryan pun datang iya tak bicara sedikit pun, langsung bergegas masuk ke dalam kamar nya di atas dan tak lama ia kembali mebawa koper nya turun, Sania kaget lalu iya berdiri, mencegah Adryan, tepat di hadapan nya,
"yang ,kamu mau kemana?,,, ngapain bawa koper segala"
"Aku mau pulang, percuma tinggal di sini juga kalo tak pernah di hargai"
Adryan, melangkah pergi tapi tiba-tiba Sania menghentikan langkahnya dengan perkataan yang menusuk hati nya.
"owh jadi kamu sudah tak sayang lagi,sama aku hingga tega meninggalkan aku, baik lah kalau memang itu keputusan mu aku juga tidak akan memberat kan mu kalau kau mau kembali bersama kakak ku "
Sania, pun langsung, bergegas pergi menaiki anak tangga menuju ke kamar nya itu, sesampainya di sana iya masuk dan membanting pintu dengan sangat keras
Adryan, yang melihat itu ia merasakan sakit di dadanya, Adryan, menunda kepergian nya iya langsung naik menuju kamar Sania, iya langsung masuk kedalam kamar yang tidak terkunci itu.
"sayang, kamu kenapa hari ini ko kaya gini sih aku ngerasa kalo kamu itu tidak menganggap ku sama sekali,ada apa hmm,bisa bicarakan baik-baik ke aku kan kalau ada masalah"
Sania, hanya duduk diam,sambil berderai air mata, iya sama sekali tidak mau bicara atau menjelaskan, apa yang sebenarnya terjadi hari ini sehingga membuat mood nya rusak.
"baik lah sayang kalo memang kau tidak mau bicara aku akan pulang saja"
"pulang,sana kamu memang masih mencintainya,dan selamanya takkan berubah, semoga saja kali ini, tidak ada yang akan memisahkan kalian lagi"
Sania, bangkit iya membuka pintu balkon,dan langsung, bergegas kesana, iya berdiri di depan pembatas balkon tersebut, sambil sesekali menyeka air matanya.
"Sania, kita harus bicara,biar bagaimanapun, keadaan nya kini sudah tidak ada hubungannya dengan Kaka mu,ini masalah kita kamu mau nya bagaimana"
Adryan, berkata dengan tegas nya tanpa embel-embel sayang, yang biasa ia katakan.
"sudah jelas semua nya Yan, kamu memilih Kaka, ketimbang aku, makanya setelah mendapat kan telpon dari nya kau langsung ingin kembali, saat ini juga , udah lah yan jangan cari alasan, untuk pergi padahal alasan yang sesungguhnya adalah kakak ku iya kan"
Sania, berusaha tegar saat ini di hadapan Adryan, walau sebenarnya hati nya sakit.
"Sania, cukup,,,!Aku ingin kembali karena kamu tidak menghargai aku lagi,kamu pergi tanpa pamit atau sekedar meninggalkan pesan buat ku, padahal kamu tau aku sedari tadi ada di kamar ku, jangan kaitkan masalah kita dengan masa lalu"
"owh,,,masa lalu yah yang katanya, tidak ada kata terlambat, untuk memperbaiki, kita bisa mulai dari awal, sudah lah Yan, jangan cari kesalahan ku jika kau mau kita putus, bilang saja baik-baik gak usah cari-kesalhan ku yang tidak seberapa itu"
Sania kini berurai air mata, lagi dan lagi air mata nya jatuh tanpa izin dari nya, Adryan, yang melihat itu, dia langsung mendekat, namun teriakan Sania langsung menghentikan nya.
"stop di situ jangan mendekat,kalo kau memang mau pergi ,,,! pergilah, Aku tidak akan menahan orang yang sama sekali tidak pernah menginginkan ku"
"sayang, kamu salah paham, aku minta kamu dengerin aku please,kali ini saja, kau mendengar pembicaraan ku dengan Sonya,tapi tidak semua nya kau mendengar kan hanya setengah dari percakapan kita tadi,aku berani bersumpah, aku sudah tidak punya hubungan apa pun, dengan nya, aku mohon kau mau mendengar kan ku please..."
Sania, langsung bergegas melewati Adryan, iya bahkan sedikit, menabrak bagian samping tubuh Adryan, dan Adryan,pun kembali bertanya.
"sayang kamu mau kemana lagi,?..."
"jangan berisik aku lapar, mau makan, kalau kau mau makan, tinggal ikut saja"
Sania, pergi meninggalkan Adryan, begitu saja , Adryan, yang mulai mengerti sifat manja sang kekasih iya tersenyum,dan langsung mengikuti Sania, turun ke bawah tepat nya di meja makan.
sesampainya di meja makan.
"sayang, kamu belajar motor trail sejak kapan, aksi mu sangat keren proposional banget pasti belajar nya lama ya?,,,
"Gak juga baru satu tahun, lalu itu pun langsung sekali nyoba langsung bisa, kenapa emng?,,,
Sania balik bertanya.
"aku gak mau kamu melakukan itu lagi, itu bahaya tau, aku tak mau kamu kenapa-napa jadi nya mulai besok jangan lagi,ok,,, ingat itu apa lagi, kamu sampai duduk di pundak si sandi"
Adryan, yang kesel melihat kejadian tadi, iya menyuapkan makanan nya dengan kasar, tiba-tiba,ada orang manggil-manggil Sania.
"Mitha,,,, Mitha ,,,kamu di mana Mitha aku datang mengantarkan hadiah mu ini loh ..."
"masuk saja aku lagi makan sandi "
sahut Sania.
"panjang umur tuh bocah , baru juga di omongin, Gin, urus dia"
"jangan, Om Gin dia itu teman ku"
__ADS_1
sahut Sania langsung, berlari menuju teras depan, sementara, Adryan, meneguk minum nya dengan cepat Karena ingin menyusul Sania,terang aja dia nyusul karna dia cemburu pada sandi, yang lebih dekat dengan Sania,sore itu Sania bersepeda berboncengan dengan Adryan, seperti pasangan, lagi berbulan madu mereka, menyusuri, jalan di perkampungan dengan, keindahan nya menikmati waktu bersepeda berdua di ikuti mobil nya yang di kendarai sang bodyguard,dan sandi yang di hukum oleh, Adryan untuk mengantarkan mereka jalan jalan menikmati waktu,,,di sore hari