Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
piknik di pantai


__ADS_3

setelah, semua masalah rumit terselesaikan.


kini Sania mengajak seluruh keluarga. nya berlibur di Bali, semua tidak ada yang terlewat, mulai dari keluarga di kampung dan juga yang di ibukota, semua kini sudah ada di. bandara menunggu, waktu penerbangan kurang lebih Lima belas menit lagi.


"sayang, kamu gak lelah dari tadi mondar-mandir Mulu kaya lagi bimbang gitu ada apa hmmm,,, ?" tanya Adryan, yang melihat istrinya, itu mondar-mandir di hadapan nya sambil memegang ponsel nya.


"Aku lagi mikirin, sesuatu, yang sudah terlewat kan hari ini aku sangat ingin mengikuti nya tapi aku harus, menepati janji ku, pergi dengan kalian semua!"


jawab Sania.


"iya tapi apa itu?" tanya Adryan lagi Sania langsung memperlihatkan undangan,resmi Event cross,, yang di adakan besok pagi di ibukota, lewat grup chat nya.


"ya ampun sayang kamu masih saja, memikirkan hobi mu itu apa itu lebih penting dari permintaan ku saat itu?"


tanya Adryan, Sania bukan tidak mengingat nya hanya saja dia tidak mau kehilangan, hobi yang selama bertahun-tahun ia jalani.


"Tapi sayang, aku bingung kamu juga prioritas ku tapi aku juga tidak mungkin meninggalkan hobi ku begitu saja"


ucap Sania lirih yang kini sudah duduk di samping Adryan, sambil mengelus,pipi Gembul anak nya yang kini tidur di pangkuan suaminya, Adryan,kini sangat oper protektif terhadap sang buah hati, iya ingin menebus, beberapa tahun yang sudah terlewat, begitu saja tanpa pernah memperhatikan nya.


"Sayang, kamu sedang mimpi apa saat ini anteng banget sih, Bobonya nyaman ya tidur di pangkuan Daddy, mommy juga suka gitu jadi tau, rasanya Hehehehe!" Sania sengaja bicara begitu agar Adryan tidak terfokuskan dengan pembicaraan nya tadi.


"sayang, kamu suka mancing-mancing di saat yang tidak tepat deh awas saja kalau nanti kita sudah sampai di sana, akan ku beri pelajaran!"


bisik Adryan,di telinga Sania yang sengaja, mendekat ke arah nya.


"hmmm aku suka itu pelajaran yang sangat memuaskan, Hehehehe!" ucap Sania tanpa beban padahal iya sengaja ingin mengerjai suaminya itu karena Sania tau Adryan, tidak bisa tahan kalo sedikit saja di goda oleh istrinya yang cantik ini dan tiada duanya bagi Adryan.


"Baik lah sayang, siap-siap saja sebentar lagi aku buat kamu tidak bisa berjalan, karena kenakalan mu kali ini ayo bangun tuh udah mau berangkat, semua keluarga dan sahabat Sania, langsung bergegas menuju pesawat yang akan menerbangkan mereka ke Bali, setelah beberapa jam mereka kini sudah sampai di tempat yang di tuju,ya itu pantai Kuta Bali.


Adryan yang masih mengurus, Gavin dengan telaten sebelum di berikan kepada sang pengasuh,kini dia tengah memakai kan baju ke tubuh bocah ganteng tersebut, yang ketampanan nya menuruni wajah sang ayah bagaikan pinang di belah dua, Sania bahkan sangat mencintai Adryan, saat ini karena kasih sayang Adryan, tidak pernah berkurang, seiring berjalannya waktu Adryan,malah semakin mencintai istrinya itu yang sangat sempurna bagi nya juga multi talenta.


nikmat yang mana lagi yang Adryan akan cari jika hidup nya kini sudah merasa sempurna, bersama istri dan kedua anak nya kini.


"sayang, sekarang kamu sudah siap Daddy titipkan kamu ya sama suster,nanti kalo Daddy sudah menghukum mommy Daddy ambil kamu balik"


Adryan berbisik di telinga sang anak yang kini, tengah,berada di pangkuan nya .


"Daddy jangan hukum mommy kasihan dia mommy, pasti nangis kalo di hukum"


ucap nya polos dengan cadel nya di usia nya yang menginjak 4 tahun kini dia masih cadel dalam berbicara.


"Gak akan Sayang, yang ada mommy, sangat suka menerima hukuman dari Daddy, kamu lihat saja nanti!"


ucap Adryan menyeringai,sambil melirik kearah istrinya yang sedang mengeringkan rambut nya saat ini.


"kalian, berbisik-bisik gituh pasti lagi gosip ya ngomongin mommy,ya hayo ngaku?"


tanya Sania yang di iringi senyum mengejek pada anak dan suami nya itu.


"Eh ko mommy tahu ya Daddy,kaya peramal yang lagi booming itu hahahaha!"


Gavin, tiba-tiba berbicara seperti orang dewasa.


"ehh Sayang kamu ko bicara nya seperti orang dewasa, siapa yang ngajarin ayo bilang ke mommy, siapa orang nya?"


tanya Sania lagi.


"yang ngajarin, aku Om Ari!"


ucap Gavin, Jujur.

__ADS_1


"Ari,awas ya lo udah ngajarin anak gue gak bener!!!"""


Sania berteriak, dan langsung ingin keluar mencari Ari tapi Adryan, menghadangnya karena dia tau itu hanya akal-akalan Sania untuk kabur dari hukuman yang sudah di janjikan nya tadi.


"sayang, kamu mau kemana heuhhhhh, jangan cari alasan deh, Udah duduk sana tunggu aku!"


ucap Adryan yang kini menghadangnya sambil tersenyum manis di hadapan Sania.


"Aku mau cari Ari sayang dia harus di kasih pelajaran karena sudah mengajari putra kita gak bener!"


ucap Sania lantang Sabil berusaha menyembunyikan rasa ingin tertawa nya karena ketahuan ingin kabur dari suaminya itu.


"sayang, kamu ikut suster dulu ya Daddy mau ngasih tau mommy, kalo bohong itu dosa besar Ok!!"""


kata Adryan, yang kini keluar dari kamar dan mengunci pintu nya dari luar agar Sania tidak kabur.


saat setelah Adryan, menitipkan Gavin pada suster nya, Adryan langsung menuju ke kamar nya, iya masuk kedalam dan saat, itu dia tersenyum, melihat istrinya, yang sudah tidur padahal bukan waktu nya ia tidur Adryan,tau istrinya itu pura-pura merem dan Adryan pura-pura berkata .


"yang sudah tidur berarti tidak ikut ke pantai,hmm aku bebas melihat cewek, cantik yang ada di sana hmmm lega nya bisa cuci mata!"""


seru Adryan, yang kini pura-pura membelakangi, Sania yang kini merem melek.


terlihat dari kaca yang ada di sana


"Aku pergi saja sekarang ah mencari, cewek cantik !"


ucap Adryan yang kini mengambil kacamata dan dompet nya,sambil pura-pura tidak melihat.


"tunggu di situ jangan berani, melangkah barang sekali saja, atau kau akan menyesal!"


kata Sania lantang.


"sayang, kamu sudah bangun dan kukira kamu bakalan tidur, jadi aku mau cari angin segar di luar!"


"memang nya di sini tidak segar heuhhhh!"


tanya Sania dengan nada penuh penekanan.


"hmmm siapa suruh, pura-pura tidur untuk menghindari hukuman!"


Sania langsung membulat kan mata nya saat dia ketahuan berbohong,sambil mengedipkan mata nya ke atas dia pura-pura tidak ngeuh dengan perkataan Pertempuran panas pun segera di mulai, Sania tidak bisa menghindar lagi dari Adryan, yang sudah tidak sabar dari pagi tadi saat sedang di bandara,,, dengan mode on, dia menghukum istri nya itu hingga Sania, sudah tidak sanggup lagi untuk bergerak tubuh nya lemas tak ada tenaga sedikit pun.


saking lamanya waktu bertempur


🌹💖💖💖🌹


Dua hari sudah mereka berada di Bali, Sania dan seluruh keluarga kini sedang berada di tepi pantai, dia bahkan sudah bersiap-siap untuk main Air di temani sang suami dan anaknya juga ke empat sahabat nya,yaitu sandi,Ari,Rido, dan Siti sementara Sonya hanya duduk menyendiri di kursi pantai yang tersedia di sana, Sania. yang kini memakai hotpants,dan tengtop yang di balut dengan kardigan selutut karena Adryan, melarang nya menggunakan bikini, iya tidak mau orang-orang melirik tubuh mulus istri nya yang sangat sempurna baginya itu. dengan berdebat sangat panjang akhirnya Sania mengalah dan menggunakan itu.


"Sonya, sebenarnya ingin bergabung dengan mereka hanya saja ia malu dengan adik nya yang telah ia kecewakan itu jujur dari lubuk hati yang paling dalam Sonya,sangat menyayangi Adiknya itu, tapi berhubung, dia malu dan tidak sanggup untuk meminta maaf.jadi Sonya hanya bisa meminta maaf dalam hati.


"Sayang, kamu masih di sini kenapa tidak bergabung saja dengan yang lain, atau kakak mau ikut bunda jalan, mencari barang yang bagus untuk di bawah pulang mau ya"


ajak Andara,pada putri sambungnya itu sambil mengelus puncak kepala dengan begitu sayang, Sonya pun mendongak ke arah bunda nya itu, iya langsung mencium pipi sang Buddha dan bergelayut manja di leher Andara.


"Bun,, aku sayang banget dengan bunda muachh!"


kata Sonya yang kini bergelayut manja di leher sang Bunda, yang terduduk di pinggir kursi sebelah Sonya.


"Bunda, bahkan lebih sayang,dan sangat mencintai mu jadi lah anak Bunda yang tersayang, semoga kelak kau akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari kemarin, kamu anak Bunda yang paling besar, dan Bunda juga berharap agar kau selalu bahagia, ayo bermain lah dengan adik mu!"


ucap Andara, yang kini tengah memeluk anaknya itu.

__ADS_1


"tidak bunda aku malu. dengan Ade dia itu sudah aku kecewakan apa bisa dia memaafkan aku.?"


ucap Sonya.


"kakak tau Ade begitu menyayangi Kaka bahkan saat kau menghilang iya rela menderita di perantauan, untuk mencari kakak karena dia sangat menyayangimu, terlebih lagi Bunda, dan ayah sering sakit-sakitan, karena kehilangan putri Bunda, yang tersayang ini.


jadi jangan ragukan kasih sayang Ade mu saat ini!"


ucap Andara meyakinkan Sonya.


tapi tetap saja Sonya tidak berani untuk meminta maaf.


Bunda, aku ingin bermain istana pasir bareng Bunda boleh?"


pinta Sania.


"tentunya Sayang ku ayo kamu mau buat Segede apa istananya Bunda juga bisa buat kan untuk princess Bunda"


Sonya bermain pasir beserta sang Bunda, yang kini di recokin oleh Gavin, dan sang Kakek yang membawanya kesana, sementara Sania dan yang lainnya sedang bermain game, siapa yang bisa lari cepat sambil menggendong teman nya dia akan di telaktir oleh yang kalah terakhir nya boleh apa saja sesuai rikwes pemenang, sementara Sania,dan Adryan,di pisah menjadi lawan Tim Adryan, adalah Siti dan Ari sementara,tim Sania adalah Rido,sandi.


yang pertama berlari adalah, Adryan lawan sandi, Dan yang di gendong adalah Sania.


sementara Adryan, menggendong Siti tentunya dengan izin dari Sania.


"Yang,,, beneran nih kamu gak sayang kalo aku gendong Siti, nanti kalo aku jatuh cinta sama dia gimana.


saat, ini Adryan memamerkan yang ada di gendongan nya.agar Tim Sania kalah,dan dia yang jadi pemenang, karena Adryan mau minta hadiah bulan madu dengan Sania.dasar curang Adryan, itu.


"Aku tidak keberatan, asal kalau aku nanti menang kamu harus belikan aku sebuah resort di Maldives, bagaimana heuhhhhh?" kata Sania yang merasa Adryan tidak akan mampu, Adryan hanya tersenyum,


"baik lah tapi setelah itu kita berbulan madu dua bulan lamanya di sana bagaimana?"


ucap Adryan.


"hey kalian mau lari atau mau lomba debat sih aku sudah pegal ni berdiri di sini?"tanya Yeslin yang kini sedang, berdiri bersiap menjadi juri .


"tenang saja Sayang, sebentar lagi aku pasti menang dan kita Akan menikah di Maldives,di resort,milik Sania nanti haha!"


ujar sandi yang mendapat kan tatapan tajam dari Adryan.


"hmmm coba saja kalo bisa!"


kata Adryan yang memang sudah pegal menggendong Siti dari tadi secara Siti itu tumbuh nya lumayan berisi.


"sudah sekarang sebaiknya, kita mulai Ok!,,,siap hati-hati mulai.


ucap Yeslin, Adryan, pun berlari sangat kencang jauh meninggalkan sandi dan Sania.


"pangeran santai saja ikuti aba-aba dari ku setelah mereka berbisik tiba-tiba.


"Aduh ,,aduh pangeran perut aku sakit!"


otomatis, Adryan, berhenti,saat akan berbalik kini sandi sudah melewati nya dan dengan cepat sandi berbalik menuju finis dan akhirnya, Sania dan sandi jadi pemenang nya, Adryan yang merasa dicurangi dia protes tapi tidak ada yang mau mendengar protes nya tersebut, dan Adryan hanya bisa pasrah, bergantung pada Ari yang kini telah bersiap, Adryan bahkan tidak tahu kalau semua itu sudah di rencanakan mereka, Ari adalah pelari yang handal di antara teman-teman nya namun lagi-lagi mereka sengaja bekerja sama untuk membuat Adryan kesal di hari ulang tahun nya kini, bahkan Adryan tidak sadar kalo ini hari jadi nya.


Yeslin, pun mengikuti, kakak ipar nya untuk berbuat curang karena mereka tahu sesuai keterangan dari Yeslin, Adryan, adalah laki-laki, yang tangkas dan kuat hanya saja dia menyembunyikan semua itu dari orang-orang Adryan, sudah di latih oleh sang ayah, untuk menjadi pemimpin tahta seorang Allan, yang tidak pernah terkalahkan, mafia yang cerdik dan sangat berbakat di bidang apapun, Sania langsung, bergegas pergi karena dia harus melanjutkan, sandiwara nya Sania pura-pura ngambek sama Adryan,lalu ia pergi kesebuah tempat dimana tidak ada satu pun orang di sana karena sudah di sewa oleh Sania dari sore kemarin, persiapan pesta sudah rampung Adryan, terus mengikuti langkah, dari Sania iya tidak sadar bahwa di hadapan nya adalah tempat dimana pesta ulang tahun nya.


"sayang, tunggu aku kenapa seharusnya aku yang marah, karena aku yakin dicurigai tapi kenapa kamu yang ngambek sih?"


tanya Adryan, tiba-tiba Sania yang sudah mendekati meja dia berbalik sambil menarik sebuah kain yang menutupi kue ulang tahun "dari. Sania untuk suamiku tersayang selamat ulang tahun !"


Adryan membaca itu lalu langsung memeluk dan mencium bibir istrinya itu.

__ADS_1


"terimakasih sayang, ku sungguh aku bahagia, muachh,,, Adriyan mengangkat tubuh Sania tinggi, tinggi dia benar-benar bahagia, saat ini di susul ucap selamat dari seluruh keluarga dan teman-teman nya yang datang dari luar negeri Adri, Ferro dan Morgan.lengkap sudah kebahagiaan, nya kini karena Allan, di telpon oleh Sania untuk datang ke sana, sebenarnya Sania tidak tahu sosok mertua nya itu tapi dia, memberanikan diri mengambil no di ponsel Adryan,dan Allan, yang jarang mendatangi undangan yang hadir kepadanya, bahkan selalu perwakilan nya yang hadir karena ini undangan dari sang menantu tersayang dia pun datang sambil menengok cucu pertama nya itu wajah nya yang begitu mirip dengan sang kakek, dan juga Adryan Stevano,dan Allan Stevano Gavin Stevano Anderson, mereka bak pinang di belah rata.


__ADS_2