Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Makin penasaran


__ADS_3

setelah selesai makan, bersama Adryan, Sania, langsung bergegas membereskan bekas makanan nya tersebut, iya pun pamit pada Adryan, untuk kembali bekerja.


"tuan saya pamit makasih untuk makan siang nya" sambil berdiri iya bersiap untuk mendorong meja troli tersebut,namun seketika tangannya,di tahanan Adryan, ia pun berkata.


"siapa yang sudah mengijinkan kamu pergi"


"maaf tuan saya salah"kata Sania


"sudah berapa kali saya ingat kan , jangan selalu minta maaf, bila sedang bersama ku karena aku tidak suka mendengar nya,dan satu lagi kau tak boleh selalu menundukkan kepala mu jika aku sedang bicara,apa kau mengerti" Adryan kembali bicara penuh penekanan.


"baik tuan saya akan mengingat nya"


Sania pun duduk kembali di depannya Adryan, iya menatap Adryan,dengan penuh kegugupan,


"sudah puas memandangi wajah ku yang teramat sempurna ini" Adryan berkata sambil tersenyum kearah Sania, yang sedari tadi memandangi wajah nya.


"hmmm Anda ternyata narsis juga....Oya ..maaf kalo saya lancang bisa kah anda tersenyum lagi karena Anda terlihat tampan, kalo tersenyum" Sania yang saat itu berkata seperti itu pada Adryan dia langsung menundukkan kepalanya, saking malunya karna jujur saja kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut nya itu, sontak Adryan tertawa lepas, saking lucunya exspresi dari lawan bicara nya itu.


"ha-ha-ha ... ternyata kau baru sadar bahwa selama ini Aku tampan, dan kau beruntung,karna ini kali kedua aku tersenyum untuk wanita yang baru ku kenal , selain ibuku, siapa sebenarnya dirimu,dan keluargamu di mana, aku saat pertama melihat mu mengingat kan aku pada seseorang, yang dulu pernah hadir dalam hidup ku" Adryan langsung bertanya ,asal usul Sania.


"semua data diri saya ,sudah saya berikan pada asisten bos kemarin"


"saya tidak bertanya apakah kau menyerahkan data dirimu atau tidak,saya hanya menanyakan siapa dirimu dan apa hubungan mu dengan Nya"


"maaf siapa yang anda maksud, saya tidak mengerti"

__ADS_1


"lihatlah baik-baik apa kau mengenal dia "


"kakak...hiks hiks hiks....kakak kau di mana, ibu dan ayah sudah sakit-sakitan karna terlalu lama menunggu mu kembali" tiba-tiba saja Sania, menangis setelah melihat foto Kaka nya tersebut,dan Adryan semakin penasaran,apa sebenarnya hubungan Sonya dengan Sania bukan nya kehidupan mereka berbeda dari masalah ekonomi,dan gaya hidupnya.


"tenang lah dulu aku tak berniat untuk membuat mu sedih,aku hanya ingin tahu apa kau saudaranya Sonya atau bukan karena wajah kalian benar-benar mirip" Adryan mencoba berbicara perlahan, supaya tidak membuat Sania menangis.


"dia Kaka ku kami satu ayah beda ibu dulu sebelum ayah ku menikah dengan ibuku dia,sudah lebih dulu menikahi ibunya KA Sonya,namun...


"Flashback on"


Ayah Sania dulu sebelumnya pernah menikah dengan wanita pujaannya tersebut, yang bernama Ayu setia Dewi...namun pernikahan nya tak mendapat kan Restu dari orang tua nya Ayu, dikarenakan ayah nya Sania hanya orang sedderhana dan tak berpendidikan tinggi, mereka pun akhirnya kawin lari..setelah dua tahun menikah dengan Ayu, begitu biasanya iya di panggil , mereka di karuniai seorang putri yang sangat cantik yang di beri nama Sonya Paramitha ,setelah usia Sonya, delapan bulan tiba-tiba keluarga Ayu, mengetahui dimana mereka selama ini tinggal, dampak nya adalah ayu di bawa pergi oleh keluarga nya dan mereka menolak untuk menerima cucu Nya tersebut karna bagi mereka anak keturunan dari Danang Setiaji adalah aib karna mengalir darah orang miskin didalam nya, Ayu pun tidak bisa berbuat apa-apa dia merelakan anak nya di tinggal kan bersama sang suami, yang saat itu langsung di gugat cerai oleh keluarga nya ayu.


Danang yang di paksa untuk menceraikan istrinya saat itu juga iya bagai di sambar petir di siang bolong, rasanya sakit tapi tak berdarah,dan iya tidak punya kuasa apa pun selain menuruti keinginan mereka, dengan perdebatan yang alot, dan permohonan untuk berbicara dengan sang istri pun di tolak mentah-mentah oleh keluarga Ayu saat itu tragis memang tapi Danang tak berdaya anak kecil yang meronta ronta ingin di gendong oleh ibu nya ,tapi nihil iya tak mendapat kan yang di inginkan nya, Danang menangis menjerit dalam hati nya memohon pada yang kuasa,agar rasa sakit hatinya atas penolakan dirinya dan anaknya, mendapat balasan yang setimpal bagi keluarga Ayu, iya pun memeluk tubuh mungil itu . dua bulan kemudian Danang datang kerumah kedua orang tuanya, iya membawa serta anak gadis nya tersebut beruntung nya dia masih memilikki keluarga yang sangat menyayangi dirinya dan mereka bersedia merawat sang cucu yang masih berusia sepuluh bulan,agar sang ayah bisa merantau ke kota untuk mencari nafkah bagi sang anak yang teramat iya cintai buah cintanya dengan Ayu, begitu pemaaf nya Danang yang biasa menerima keputusan sang istri untuk pergi meninggalkan nya walau rasa sakit hati yang mungkin lama untuk di sembuhkan, Danang mengerti posisi Ayu, yang berada dalam tekanan keluarga nya itu.


hingga satu tahun berlalu Danang yang bekerja di sebuah rumah mewah sebagai seorang sopir , untuk nona muda nya dia saat itu kembali mencintai seorang wanita cantik nan baik hati , yang tak lain adalah putri dari majikan nya tersebut ,namun berbeda kali ini keluarga dari Andara Paramitha ,sangat bijaksana, mereka merestui pernikahan nya ... mereka juga bisa menerima anak dari pernikahan pertama nya dengan Ayu, dahulu hingga memberikan nama belakangnya nya pada sang cucu tirinya tersebut ,lima tahun menikah Danang kembali di karuniai putri cantik, yang di beri nama Sania Paramitha, keluarga Andara adalah pengusaha restoran, secara turun temurun , hingga kehidupan nya berkecukupan ,namun Danang meminta pada keluarga besar mertua nya itu untuk membawa Andara, hidup di kampung dan iya ingin memberikan kehidupan yang sederhana sesuai kemampuan nya Danang yang sudah menabung selama satu tahun dia sudah bisa membeli sawah rumah dan juga ternak cukup lah buat menghidupi anak dan juga istri nya, karna gajih yang selama ini di berikan oleh keluarga Andara lebih dari cukup untuk menabung dan memenuhi kebutuhan keluarganya .


uang hasil usaha nya saat sudah menikah pun selama lima tahun itu iya juga tabung , untuk bekal hidup nya di kampung bersama keluarga kecil nya itu.


Andara adalah anak kedua dari nyonya Paramitha, Kaka nya adalah seorang laki-laki yang bernama Derry. dan yang memegang usaha keluarga nya kini adalah Derry Kaka Andara satu-satunya beruntung Derry, seorang kakak yang baik dan begitu perhatian istrinya pun sangat baik ,di hari itu Danang pamit bersama anak istri nya untuk pulang kampung, rasa sedih meninggalkan sang ibu, yang selama ini begitu menyayangi Nya sepenuh hati dan selalu memberikan perhatian lebih, walau ibu nya orang yang sangat sibuk iya selalu mengutamakan kebahagiaan anak-anak nya . seperti saat iya meminta izin untuk menikahi pria idaman nya yang jauh berbeda kasta tapi dengan kelembutan hati sang ibu, dengan mudah nya memberikan restu.


saat itu usia Sania ,baru menginjak satu tahun sementara sang kakak menginjak usia tujuh tahun,Andara tidak membedakan kasih sayang terhadap kedua Putri nya, walaupun Sonya adalah putri tirinya, mereka hidup berkecukupan dari hasil tani dan juga uang yang mengalir setiap bulan nya dari sang ibu, sudah dua belas tahun dari saat mereka memutuskan untuk tinggal di kampung , Andara sering menjenguk sang ibu yang sudah mulai sakit-sakitan iya meminta sang kakak, untuk bisa membawa sang ibu ke kampung nya namun Kaka nya,tak memberi izin bukan nya apa -apa dengan segala pertimbangan melihat kondisi sang ibu yang sudah tak memungkinkan untuk bepergian jauh.


Andara hanya merelakan di sisa hidup sang ibu harus berjauhan dengan nya walau sebenarnya Danang mengizinkan Andara untuk kembali ke kota tinggal bersama sang mertua untuk merawat di sisa akhir hidupnya nya, namun Andara juga merasa berat untuk meninggalkan keluarga kecil nya itu, walau untuk sementara, iya pun seperti biasa seminggu sekali, untuk menengok sang ibu, dan Minggu itu Minggu terakhir iya mengurus sang ibu, karena Tuhan lebih sayang pada sang ibu melebihi rasa sayang nya pada ibu nya tersebut, sesaat sebelum sang ibu menghembuskan nafas terakhir nya, iya berpesan, bahwa sesuai surat wasiatnya iya membagi rata harta peninggalan nya untuk kedua anaknya, tak ada yang di bedakan. duka mendalam di rasakan oleh kakak beradik, tersebut Danang pun selalu 'mendampingi sang istri di saat duka ,dan selalu memberikan semangat untuk sang istri dan tentang wasiatnya mending ibunya Andara menyerahkan harta nya untuk di kelola sang kakak, iya begitu percaya karena tak mungkin saudara kandung nya berhianat,dengan berat hati Derry menerima permintaan sang adik ,


Andara dan seluruh keluarga nya kembali ke kampung, mereka pun melanjutkan usaha nya di kampung di bidang pertanian yang selama ini merupakan penghidupan nya selama di kampung .saat Sonya, memutuskan untuk kuliah di ibukota.. kedua orang tuanya sebenarnya tak mengijinkan anak nya hidup sendiri di sana Sonya ,di titipkan pada sang paman, Agara bisa di pantau kegiatan nya selama jauh dari kedua orang tuanya yang berada di kampung ,Sonya menggunakan uang kuliah yang seharusnya di peruntukan untuk Sania , tapi demi rasa sayang nya sang ibu sambung iya memberikan nya pada Sonya .

__ADS_1


dengan harapan agar Sonya ,bisa menjalani keberhasilan di hidup nya namun harapan tinggal harapan,setelah lulus kuliah Sonya , hilang entah kemana, semua usaha telah di lakukan untuk mencari nya namun nihil tak ada petunjuk satu pun Sonya , hilang bak di telan bumi Andara dan Danang bahkan sering sakit-sakitan harapan terbesar nya adalah menemukan Sonya ,maka dari itu setelah lulus SMA Sania , berusaha meminta izin pada kedua orang tuanya , untuk bisa pergi ke ibu kota , mencari sang kakak ,iya sudah berusaha mati-matian untuk meyakinkan kedua orang tuanya untuk pergi , tentunya karna dia bilang akan mengunjungi paman nya yang berada di sana ,dan iya pun pergi ke ibu kota namun sayang sang paman sedang berada di luar negeri, dan rumah peninggalan sang nenek terkunci rapat, dan dia juga tak bisa klo harus kembali ke kampung karena sudah tak mungkin dapat izin untuk kedua kalinya dari orang tua nya , tekadnya sekarang sudah bulat, ya itu ingin mencari sang kakak dan membawanya kembali... walau niat nya untuk bisa mengenyam bangku kuliah harus iya kubur sampai sang paman kembali dan Kaka nya juga di temukan.


"Flashback off"


"owh jadi begitu ceritanya sekarang Aku paham, semoga kau cepat bertemu dia dan bisa berkumpul dengan nya lagi"


"ya semoga saja tuan, atau aku akan menyesal kalau sampai tak bisa menepati janji ku pada mereka"


"lalu untuk apa kau mau susah payah bekerja keras toh ibumu punya masih punya banyak warisan" tanya Adryan lagi.


"prinsip hidup ku ku dapat dari ayah ku, selagi masih mampu untuk mencari atau menghasilkan sesuatu pantang bagi kami untuk mengunakan pemberian, walau itu hak milik sang ibu , bukan berarti tidak menghargai yang memberi , tapi itu amanah yang harus di jaga oleh keturunan keluarga kami" ya kecuali kalo orang nya gak mau bekerja keras ya , Aku gak tau juga hehehe...


Sania, yang sudah sedikit merasa lega karena sudah menceritakan beban yang terasa berat untuk gadis belia seusianya,kini bisa tersenyum,


"ok aku suka dengan kegigihan mu semoga semua cita-cita mu segera terwujud dan selamat bekerja, maaf kalo di awal pertemuan kita ada sedikit ketidak enak kan" Adryan yang sebenarnya menyimpan sesuatu di hati nya iya berusaha menyembunyikan nya, untuk nanti menunggu hari yang tepat untuk bicara jujur, pada Sania,


"ok tuan apa saya sudah bisa kembali bekerja karna ini sudah telat dua jam dari jam kerja saya"


"siapa yang bilang kau tidak bekerja dari tadi kau bekerja untuk ku sama saja kan menemaniku bagian dari pekerjaan mu karna aku anak pemilik restoran ini" dengan bangganya dia memperlihatkan taring nya


"ok siap ya sudah aku kembali melayani tamu yang lain ya bos ku" Sania tersenyum manis sambil beranjak dari duduknya nya .


"tunggu aku minta nomor ponsel mu dulu siapa tau aku dapat petunjuk di mana Sonya berada "


"owh dengan senang hati ini tuan nomor nya terimakasih atas semua nya semoga kita bisa berteman" cicitnya Sania , Adryan pun tersenyum manis sambil berkata "lebih dari teman pun tak apa "

__ADS_1


"hehe anda bercanda? ..."setelah itu obrolan pun berakhir Sania kembali bekerja dan senyum ceria iya tunjukan di wajahnya semua orang suka dengan cara kerja nya tak jarang banyak yang memberi uang Tip padanya.


__ADS_2