
sesampainya di Jakarta tidak sampai Mension Adryan, Joe mengantar kan Sania hanya sampai halte bus karena memang tujuan mereka berdua berbeda Joe akan berangkat ke bandara saat itu juga.
sebelum, turun dari mobil Joe mencium bibir Sania sampai hampir kehabisan nafas kebetulan ketiga anaknya Sania tengah tertidur pulas di belakang.
"Joe,,,mau sampai kapan kamu perlukan aku begini ini dosa Joe" ucap Sania yang anehnya tidak bisa menolak perlakuan Joe.
"maaf kan aku Hanny aku yang salah tidak pernah sadar akan perbuatan ku saat aku dekat dengan mu, aku minta maaf, dan mungkin ini bisa jadi yang terakhir aku menemui mu semoga kamu bahagia untuk selamanya" ucap Joe dengan tatapan sendu.
"maaf kan aku Joe,,, maaf semua ini bukan ingin ku" ucap Sania yang berhambur memeluk Joe, Joe pun memeluk Sania dengan erat.
"aku tau Hanny aku lah yang bersalah karena aku hadir di saat yang tidak tepat" ucap Joe mengecup kening Sania.
"terimakasih Joe" ucap Sania.
"mulai sekarang hidup lah lebih baik lagi, dan aku hanya ingin melihat dan mendengar kau bahagia, tanpa adanya pertengkaran-pertengkaran lain nya dan jangan sampai berujung seperti satu tahun lalu aku sangat takut, kehilangan mu sayang, aku pergi jaga diri baik-baik dan berhati-hati lah saat menyetir aku pergi Hanny selamat tinggal" ucap Joe yang keluar tanpa menoleh lagi ke arah Sania iya masuk kedalam mobilnya yang di bawa oleh asisten nya saat ini.
"Joe,,, semoga kamu mendapatkan ke bahagian mu dan segera bisa melupakan aku secepatnya" gumam Sania lirih setelah itu ia melajukan mobilnya hingga di Mension Adryan ada di sana menyambutnya.
"Hanny kamu sudah kembali"Adryan memeluk Sania dengan erat nya, saat ini.
"aku tadi pulang di antar Joe hingga halte dia langsung pergi ke Australia, saat ini juga" ucap Sania jujur.
"hmm,,, pantas saja kamu bisa kembali ke sini bawa mobil rupanya ada sopir gelap ucap Adryan sambil berjalan duluan Adryan cemburu.
anak Sania di bawa oleh ketiga pengasuh nya saat ini.
"sayang,,, kamu cemburu" ucap Sania.
"tentu saja, siapa yang rela istri cantik nya bersama dengan orang lain" ucap Adryan jujur.
Sania langsung memeluk Adryan, saat ini juga lalu, mencium bibir suaminya dengan sangat lembut, hingga bayangan Joe melitas di benak nya.
"ya ampun, apa yang telah aku lakukan saat ini" gumam Sania dalam hati.
"Hanny, aku tidak mau dengar itu lagi. kau harus tetap bersama dengan ku sampai kapan pun" ucap Adryan.
"tentu saja Sayang, aku sangat mencintaimu dan aku juga sangat rindu padamu, aku merindukan mu suamiku" ucap Sania berkata sensual di telinga Adryan.
semu tidak ter elakkan lagi Adryan langsung memeluk dan mencium bibir Sania tiada henti dan langsung bergegas menuju kamar tanpa melepaskan ciuman tersebut, mereka melepaskan rindu mereka sampai berulang kali, sampai Sania menyerah dan tertidur pulas di atas ranjang empuk tersebut.
"kamu adalah sumber kebahagiaan ku sayang sampai kapan pun, aku tak akan pernah rela siapa pun mendekati dirimu"ucap Adryan.
sampai saat malam datang Sania bahkan melewatkan, makan siang dan makan malam nya iya yang begitu kelelahan, tidur seperti orang mati, tidak mendengkur sama sekali.
"kau pasti sangat lelah sayang, aku sangat senang sampai saat ini kau selalu menjaga nya untuk ku" ucap Adryan sambil mengecup bibir Sania.
ke esokan pagi nya Sania, sudah terbangun dengan tubuh yang segar dan di tambah dengan kesegaran nya setelah mandi seperti biasa ia melayani suami nya sebelum mengantar kan anak nya ke sekolah.
"Hanny, ikut aku ke kantor hari ini biar anak-anak di jaga orang ku, dan Emily ikut kita ke sana" ucap Adryan tidak terbantahkan, Adryan masih sangat rindu dengan istri nya itu.
"baik lah terserah kamu saja Sayang" ucap Sania.
"setelah, memastikan anak nya berangkat lebih dulu ke sekolah, Sania dan Adryan mengikuti mobil mereka dari belakang, Adryan yang selalu menggenggam tangan istrinya itu dan sesekali mencium punggung tangan istrinya sambil menyetir.
__ADS_1
"sayang, fokus ke jalan, kita masih bisa berdekatan, sampai kapan pun" ucap Sania menggoda suami nya itu.
"Emily,,, Daddy dan mommy akan bekerja, nanti Emily,main dulu sama,embak nya di bawah kantor Daddy ada tempat bermain yang pasti kamu suka Hanny" ucap Adryan,sambil memegang tangan Sania tidak pernah lepas.
"Hanny,,, jangan di kantor, aku tidak nyaman"ucap Sania, yang tau maksud perkataan Adryan.
"di sana ada kamar kita yang sangat nyaman sofa juga tidak kalah nyaman dan satu lagi Hanny, seluruh ruangan kedap suara" ucap Adryan berbisik sensual.
"terserah lah tapi aku tidak bawa baju ganti sayang" alasan Sania lagi.
"semua sudah tersedia di sana Hanny, bukan nya kamu sudah sering kesana" ucap Adryan.
"aku memang sering kesana tapi hanya sampai di meja kerja mu dan melihat kau yang selalu berselingkuh" ucap Sania ketos.
"sayang itu tidak akan, pernah terjadi" ucap Adryan.
"owh berarti yang dulu itu beneran" membuat Adryan terbatuk-batuk,ia sangat kaget dengan ucapan istrinya itu.
"Hanny, aku tidak pernah selingkuh dengan wanita manapun" ucap Adryan tegas membela diri.
Sania tidak ingin berdebat lagi karena semua tidak akan menguntungkan nya, sesampainya di kantor tepat di ruang Adryan, Sania menjatuhkan bokong nya di sofa dengan Emily yang asik dengan mainan nya, saat ini.
"aku kerja dulu ya sayang, jika kamu bosan bisa duduk di sini bersama dengan ku" ucap Adryan menggoda Sania.
"sayang boleh aku pinjam laptop mu yang satu lagi, aku juga ingin bekerja,sambil menunggu mu selesai" ucap Sania.
"ambilah Hanny ada di rak buku itu" ucap Adryan sambil menunjuk ke arah rak bukunya.
tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Adryan.
"masuk" ucap Adryan, terlihat sekertaris nya kini berdiri dengan seorang wanita paruh baya di samping nya.
"tuan ada yang mencari Anda katanya Nenek dari nona kecil Emily" ucap nya sopan.
"biarkan nyonya itu masuk" ucap Adryan.
"silahkan masuk nyonya, ucap Adryan" sopan.
"terimakasih, Emily, eyang sangat merindukan mu sayang,hiks hiks hiks hiks" wanita itu langsung memeluk Emily yang duduk, di samping Sania.
"eyang, kapan eyang datang" ucap Emily yang baru sadar ada nenek nya di sana karena sedari tadi fokus mengobrol dengan sang kakek.
"baru saja Sayang eyang sangat rindu padamu" ucap nyonya Kalista.
"Emily juga eyang Emily sangat merindukan eyang" ucap nya sambil memeluk erat eyang nya itu, Adryan dan Sania menghentikan aktivitas nya,lalu mendekat ke arah sofa.
"nyonya silahkan di minum Sania memberikan segelas teh yang langsung di sajikan dari teko kecil yang sudah tersedia di meja itu, yang di berikan oleh sekertaris baru Adryan.
"terimakasih" ucap Kalista sambil mengambil gelas tersebut.
🌹💖💖💖🌹
mereka pun mengobrol layak nya orang yang sudah lama kenal, Adryan bahkan mengijinkan Kalista, untuk, menemui Emily kapan pun dia mau, dan Adryan juga berbicara dengan bijak nya.
__ADS_1
"nyonya, dia juga cucu anda kami tidak akan menghalangi anda untuk bertemu dengan nya, kapan pun anda mau, dan kita bisa bersama sama menjaga dan membesarkan nya, karena aku dan istriku adalah orang tua nya saat ini, dan selamanya kami akan memberikan yang terbaik bahkan mungkin hingga Emily menemukan jodoh nya dan dia akan selalu jadi anak bungsu kami,itu adalah janji kami pada max,,, dan kami juga bahagia bisa memiliki anak lagi" ucap Adryan.
"saya percaya pada kalian, kalian adalah orang baik, dan maka dari itu aku mengucapkan terimakasih sebanyak-banyak nya sebagai penebusan dosa ku pada putri ku aku akan merawat cucuku, dengan atau tanpa dia di sisiku, aku hanya ingin bisa melihat nya tersenyrum, dan siapa pun jodoh nya nanti aku akan menerima Nya, dengan ikhlas, aku tidak mau menyesal untuk kedua kalinya, putri ku mengorbankan cinta nya terhadap laki-laki pilihan ku, saat itu dia bahkan harus tersenyum, dengan terpaksa selama pernikahan nya walau dia tahu Maxim,sangat menyayangi nya, hingga saat Emily lahir, saat itu, dia mengalami kecelakaan dan koma selama dua tahun, hingga menginjak tahun ketiga ia pun menyerah dengan hidup nya, cinta sejati nya, adalah seorang pria tampan asal Australia, tapi aku menolak nya, karena aku lebih dulu mengenal Maxim, laki-laki yang sangat baik dan tulus, hingga putri ku menikah dengan nya, aku tidak tahu lagi kabar nya, sampai sekarang" ucap Kalista bicara panjang lebar.
"tidak mengapa nyonya saya yakin,kak,, Eren, pasti sudah memaafkan mu" ucap Sania sambil mengelus punggung tangan Kalista.
"aku yakin, kau adalah ibu terbaik untuk cucuku aku, akan menyerahkan cucuku pada mu sepenuhnya, aku sangat percaya takdir, Allah mengambil putri ku satu-satunya, dan mengganti kan nya dengan kehadiran mu, dalam hidup kami"ucap Kalista yang menggenggam tangan Sania penuh kasih dan tatapan penuh harapan pada Sania.
"nyonya tidak perlu khawatir, semua akan baik-baik saja"ucap Adryan.
Kalista pun pamit pulang, setelah berkali-kali mencium pipi Emily,cucu satu-satunya yang ia miliki ia menyerahkan cucunya pada orang pilihan Maxim, karena ia tau menantunya itu, adalah, orang yang sangat cerdas.
sementara itu di Colorado, Maxim yang baru selesai meninjau dan mengawasi proyek pengeboran minyak,ia kini kembali ke new York.
Maxim sedang berada di dalam rumah nya tepat nya bersantai di halaman belakang, dengan secangkir kopi latte, miliknya tiba-tiba seorang pelayan wanita memberikan sepotong cheese cake, yang ia bawa. di atas nampan kecil yang di taruh nya di meja depan Maxim.
"tuan, silahkan di coba itu adalah cake terenak yang pernah saya buat dengan tangan saya sendiri" ucap, Natalie, yang baru bekerja di rumah itu.
"kau, pelayan baru di rumah ini?" tanya Maxim.
"ya tuan sudah dua Minggu saya di sini, ucap Natalie.
"owh, baik lah, Natalie seperti biasa duduk lah, aku akan bertanya banyak pada orang baru di rumah ku ini" ucap Maxim.
"ya, tuan silahkan" ucap Natalie.
"apa kau sudah menikah" tanya Maxim langsung.
"saya masih kuliah tuan dan tidak mau berpacaran,saya akan bekerja keras untuk membahagiakan orang tua saya" jawab Natalie
"baik, itu cukup bagus, apa pengalaman kerja mu sebelum nya" tanya Maxim yang selalu menghargai, kerja keras orang lain.
"saya, hanya bekerja paruh waktu, di toko kue,itu pun dengan gaji yang cuma cukup buat tranportasi,maka saat saya membaca lowongan kerja,di sini saya memberanikan diri untuk melamar pekerjaan di sini" jawab Natalie.
"apa alasan nya" tanya Maxim lagi.
"aku tertarik dengan gaji yang lumayan besar, dan, dengan perjanjian aku masih bisa kuliah dengan baik" jawab Sarah lagi.
"apa kau mau menjadi wanita ku" ucap Maxim, sengaja menguji Natalie.
"tidak tuan, saya tidak ingin jadi wanita seperti itu, cita-cita saya adalah bisa menikah dengan orang yang menerima saya apa ada nya itu sudah, cukup" jawab Natalie.
"baiklah, itu memang jawaban yang ingin aku dengar, dari situ aku tau kamu adalah gadis baik-baik, dan aku suka itu, sekarang lanjutkan pekerjaan mu, dan satu lagi jangan sampai kuliah mu terbengkalai" ucap Maxim tegas.
dalam kamus Maxim, wanita adalah makhluk yang harus ia lindungi, dan Maxim selalu melakukan itu, dia masih merasa bersalah dengan kejadian di masalalu nya, orang yang ia cintai mati bunuh diri akibat ulah teman nya yang memperkosa,gadis tersebut beramai-ramai.
Maxim, yang sedang tidak ada di tempat kejadian saat itu terjadi dia begy terpukul dengan kematian, kekasih nya itu, hingga kejadian itu terungkap jelas Maxim menjebloskan mereka ke penjara, dia bukan tidak ingin, membalas kan rasa sakit yang teramat di hati nya tapi ia adalah manusia yang percaya akan adanya tuhan, hingga keyakinan nya terbukti, balasan yang Tuhan berikan pada mereka sangat lah setimpal, kekasih dan istri mereka, mengalami hal yang sama dengan yang di alami nya, padahal Maxim tidak pernah berharap itu terjadi, tapi itu lah hukum alam.
Maxim, bahkan menikah dengan Eren, dengan tujuan ingin melindungi nya, karena Kalista akan menyerahkan nya pada bandot tua yang kebetulan adalah seorang rentenir, Maxim tau kelemahan Joe adalah uang tapi Joe tidak mau
menerima bantuan Maxim, tidak ada satu pun yang tau kalo Joe dan Maxim adalah teman dekat.
Eren, pun menikah dengan Maxim dengan keterpaksaan, namun Maxim masih berusaha untuk menyayangi Eren, dengan cinta tulus yang ia berikan lambat laun Eren pun mulai membuka diri, hingga pernikahan nya, selama tiga tahun,baru kali itu, Maxim menyentuh Eren karena Eren baru menerima nya, dan Eren pun hamil.
__ADS_1