
Gibran, turun dari mobil dia langsung kaget, saat melihat seluruh Dekorasi, acara pesta pernikahan yang entah pernikahan siapa yang saat ini akan digelar Gibran, langsung masuk mengikuti, asisten Daddy nya itu, tapi sesampainya di sana Gibran, semakin terkejut, karena Serry, saat ini tengah berjalan menuju kearah nya menggunakan gaun pengantin yang begitu elegan, Gibran, hendak pergi tapi beberapa orang mencegah langkah nya saat ini.
"Gibran, sayang, sebaiknya kamu menurut, jika kamu tidak ingin kehilangan Michael"ujar Adryan, yang saat ini memperlihatkan video yang memperlihatkan keadaan Michael, yang kini tengah terikat di kursi di gedung tua, entah dimana lokasi nya.
"Daddy, mengancam ku"ujar Gibran.
"Terserah kamu mau bilang apa yang pasti jika kamu tidak sayang dengan nyawa, Michael silahkan pergi sekarang juga, tapi jika kamu menurut , untuk menikah dengan Serry,maka dia selamat dan kamu bisa menjadikan dia yang kedua atau pemuas nafsu mu"bisik Adryan,di kuping Gibran, sungguh Adryan, yang sangat kejam saat ini bahkan Gibran, tidak melihat darah Allan Stevano Anderson, saat ini di sana.
Allan sangat bijak, beda jauh dengan Adryan, saat ini.
Adryan Stevano Anderson,memang tidak mengikuti gen Allan Stevano Anderson, tapi dia menuruni sifat mommy nya Tias.
"lepaskan dia , aku akan melakukan apa yang kamu inginkan, dan biarkan aku menghubungi nya, saat ini juga"ujar Gibran.
"heumm... baik'lah"ujar Adryan, yang langsung membiarkan putra nya itu melakukan panggilan Vidio,memang saat ini Michael, terikat di sebuah gudang kosong, sudut bibirnya berdarah dan pipinya lebam Gibran, menangis tanpa suara melihat Michael, tertunduk lemah setelah seorang pria bertubuh besar menjambak rambut nya untuk memperlihatkan keadaan Michael.
"jangan sakiti dia, aku akan menikah dengan nya"ujar Gibran, yang kini mengusap air mata nya, dia bersumpah dalam hati nya, akan membalas dendam,atas apa yang mereka lakukan pada Michael, saat ini.
"Gibran, jangan khawatir aku baik-baik saja"ujar Michael, sambil tersenyum di paksakan Michael, menahan sakit di sekujur tubuh nya saat ini.
"Bersabar lah sayang, sebentar lagi aku akan pulang"ujar Gibran.
"Tidak Gibran, aku mohon , lakukan apa yang mereka inginkan, aku akan baik-baik saja, dan satu lagi kamu harus bahagia, selamanya Gibran"ujar Michael, yang saat ini tersenyum pada Gibran.
panggilan terputus, saat itu juga, dan Gibran langsung masuk ke dalam untuk melakukan ijab Kabul, saat itu juga, Serry, adalah wanita yang patuh, sebenarnya dia adalah wanita yang baik, tapi karena kedua orang tua nya, memaksa nya untuk menikah dengan calon pewaris tahta, akhirnya Serry, pun menurut begitu saja.
kata sah itu terucap dari bibir semua orang yang hadir saat ini, Gibran, langsung bangkit dan hendak pergi, namun lagi-lagi semua di gagalkan dengan Vidio lanjutan tentang Michael yang kini masih berada di sebuah ruangan kali ini dia seperti basah kuyup, karena siraman air, untuk membangunkan dirinya yang sempat pingsan.
Gibran, pun memasangkan cincin di tangan Serry, yang kini tengah duduk di hadapan nya saat ini wanita itu sudah sah menjadi istri nya.
sementara itu, Michael, yang sudah di lepaskan, saat ini dia berjalan dengan gontai, dan pergi setelah menghentikan taksi yang lewat, sopir taksi yang merasa kasihan, dia menawarkan Michael, untuk ke rumah sakit, tapi Michael, menolak dia hanya minta di antar ke rumah nya.
sesampainya di sana, Michael, langsung masuk ke dalam kamar nya yang selama ini, ditempati oleh dia dan Gibran, Michael menyeret langkah nya, saat itu, dia duduk di depan meja rias, ia mengambil sebuah buku, milik nya,buku harian Michael,di sana dia menulis sesuatu untuk Gibran, sebelum dia membereskan barang-barang nya kedalam koper nya, Michael membersihkan tubuh nya yang semakin lemah itu.
Michael menggunakan mantel nya, saat itu juga dia pergi sambil menyeret koper nya, langkah gontai mata melihat ke sekeliling rumah itu,ada tawa Air mata, hingga kasih sayang yang begitu besar dari, pria yang sangat dicintainya, tapi sayang nya, saat ini semua sudah berakhir, kini Gibran, sudah memiliki nya .
Michael, pergi saat itu juga dia hendak pergi ke Jerman, saat ini Michael, mendapatkan informasi, bahwa dirinya berasal dari negara tersebut, walaupun kabarnya, kedua orang tua nya, saat ini telah tiada.
"selamat tinggal, bahagia, selamat datang hidup baru"ujar Michael.
wanita cantik keturunan bule,itu kini tengah berada di dalam pesawat, dia mencoba memejamkan mata nya, saat ini.
Michael, berharap takdir tidak, mempertemukan mereka lagi nanti, cukup sudah rasanya begitu perih luka yang ia rasakan saat ini tidak se perih hati nya saat ini.
Michael, pun tertidur, sementara itu di kamar hotel, Gibran, tengah melepas masa lajangnya hanya karena pengaruh obat perangsang saat ini.
Michael, meneteskan air mata, saat seseorang mengirim pesan pada nya, yang berisi Vidio , malam pertama yang saat ini tengah berlangsung.
Michael, membuang benda tersebut, setelah dia turun dari pesawat nya, saat ini, Michael, tidak ingin lagi melihat semuanya semu kepedihan yang selama ini menyelimuti nya.
Michael,membeli ponsel baru walaupun tidak semahal yang Gibran, belikan untuk nya saat itu, yang baru saja dia buang, Michael mencari alamat rumah keluarga nya, hingga larut malam, waktu Jerman, Michael, pun memutuskan untuk menginap di hotel, termurah saat ini karena dia harus menghemat uang nya, hasil dari menabung selama ini saat dia berada di Taiwan.
Michael, memesan makanan, nya lewat aplikasi, dia juga menikmati makanan tersebut sendirian, mulai saat ini dia harus terbiasa sendiri, walaupun rasanya berat, dan mulai besok dia akan melamar pekerjaan, sesuai jurusan yang ia ambil saat kuliah dulu manajemen keuangan.
setelah seharian melakukan interview akhirnya ia kembali ke hotel tempat ia menginap saat ini Michael membersihkan diri dan setelah nya,ia menyantap makanan nya, yang sempat ia beli saat perjalanan pulang.
Michael, pun membaringkan tubuhnya saat ini, sekelebat bayangan, tentang nya, kembali hadir, tapi Michael, meneteskan air mata nya.
__ADS_1
"Tolong, menghilang lah dari otak dan kehidupan ku"ujar Michael, sambil menangis sesenggukan.
Michael, menangis hingga terlelap dalam mimpi nya, sampai pagi menjelang, saat ini Michael, sedang kembali bersiap untuk pergi interview lagi di perusahaan lain nya, dia berharap perusahaan raksasa itu, bisa menerima nya, saat ini karena Michael, sudah hampir kehabisan uang.
sesampainya di kantor tersebut, Michael langsung mendapat giliran, saat itu namanya di panggil, Michael menarik nafas terlebih dahulu sebelum ia masuk kedalam ruangan tersebut.
"Bismillah"ujar Michael, sesuai agama yang ia pelajari dari Sania, saat dia kecil.
Michael, pun masuk,di sana sudah ada beberapa orang pria yang cukup gagah dengan berbagai usia, dan juga tiga orang wanita cantik tapi ada satu tempat kosong, tepat di tengah ruangan tersebut.
🌹💖💖💖🌹
Di sini lah Michael saat ini, dia langsung di terima bekerja, di bagian keuangan, Michael, bekerja dengan sangat cepat dan tanggap, kepintaran nya selama ini sudah tidak diragukan lagi Michael bekerja dengan serius.
beruntung pihak perusahaan menyediakan apartemen yang bisa dibayar, dengan cicilan, Michael mengambil salah satunya.
selama dia bekerja, di perusahaan tersebut, dia tidak terlalu sering berinteraksi, hanya seorang pria dan dan satu wanita, yang selalu menemani nya menghabiskan makan siang nya setelah itu mereka kembali berpisah saat jam istirahat usai karena berbeda devisit dengan nya.
Jordan dan Megan, adalah teman yang baru ia kenal di kantin, mereka adalah sepasang kekasih, yang bekerja di kantor tersebut .
saat ini Michael, sedang mengikuti rapat yang di adakan devisit bagian keuangan tersebut, untuk memperoleh kekompakan tim nya.
Michael, tetap fokus pada pembahasan saat ini tidak hanya di bagian keuangan, saat ini setiap devisit, melakukan rapat penting, sebenarnya mereka sedang mengadakan perlombaan yang selalu di adakan oleh pemilik perusahaan tersebut, siapa yang terbaik di setiap kelompok nya, akan diberikan hadiah yang cukup besar bagi mereka yang memenangkan perlombaan itu, tapi Michael, tidak mau berpartisipasi, apa lagi, saat ini dia belum tau apa saja yang biasa nya dilakukan.
Michael, selalu fokus dengan pekerjaan nya, hingga ia seakan sulit untuk di ajak bicara oleh teman satu tim nya, Michael, berkata seperlunya dan bergerak sesuai instruksi dari bos di ruangan itu,rasa kecewanya dalam kehidupan nya saat ini membuat dia menjadi wanita yang pendiam dan selalu membatasi diri.
Sementara itu di Taiwan, saat ini setelah satu bulan berlalu dari hari pernikahan, Gibran,baru bisa kembali ke rumah Michael,ya, rumah yang ia beli atas nama wanita yang sangat di cintai nya itu, bukan Gibran, lupa karena dia sudah menikah tapi keadaan yang tidak memungkinkan saat ini, setelah mereka menikah Adryan, meminta nya untuk tinggal di kediaman nya, Gibran, tidak bisa bergerak bebas karena Adryan, selalu mengancam dirinya, dengan Michael.
"Michael, sayang kamu dimana!!!'""teriak Gibran, Serry, yang melihat itu dia hanya menundukkan kepalanya karena, merasa bersalah, saat ini Gibran , mengamuk semua anak buah nya di pukuli nya, bahkan hampir seisi rumah tersebut porak poranda, Gibran, murka hingga dia langsung menodongkan pistol di pelipis kiri Serry.
"Aku tidak tau mas , aku tidak tau kemana dia pergi, aku mohon jangan lakukan itu"ujar Serry.
"Aku istri mu mas, aku istrimu satu-satunya jika kamu lupa itu"ujar Serry, tanpa takut.
"Diam, sampai kapan pun, hanya dia yang akan menjadi istri ku"ujar Gibran lagi.
saat mereka berdebat akhirnya, Serry muntah-muntah, iya muntah kan seluruh isi perut nya saat ini, Gibran, hanya bisa menatap dari kejauhan, sementara seorang pelayan wanita membantu Serry,di sana.
setelah muntah-muntah, akhirnya Serry, pun terkulai lemas, saat itu mau tidak mau Gibran harus membawa nya menuju kamar mereka,ya kamar utama yang selalu di tempati nya, bersama dengan Michael.
saat masuk di sana, tidak ada lagi foto atau pun barang milik Michael, saat ini semua raib entah kemana.
Gibran, semakin, sakit, saat ini dia merasa dirinya tidak berguna lagi, karena tidak bisa melindungi wanita yang sangat di cintai nya itu.
seorang dokter tiba, dia langsung memeriksa kondisi Serry, saat ini , setelah beberapa menit kemudian dia bertanya kepada Serry, kapan, Serry, terakhir kali menstruasi, Gibran yang saat ini tengah mendampingi Serry dia langsung terbengong saat tau istrinya itu kini tengah mengandung anak nya , Gibran hanya terdiam lagi-lagi,ada hal yang tidak bisa ia atasi saat ini Gibran, semakin tersiksa, dengan keadaan ini bukan dia tidak menginginkan anak nya itu, tapi lagi-lagi dia harus terikat dengan wanita yang sangat di benci nya saat ini.
"Maafkan aku, sayang aku telah berdosa pada mu, aku sudah menghianati cinta kita, sudah sepantasnya kamu menghukum ku, sayang, maafkan aku, aku harap kamu bisa memaafkan semu kesalahan ku"gumam nya lirih.
Gibran, berdiri lalu pergi dari kamar itu karena saat ini dunia terasa menghimpit nya.
di Jerman, tepat nya di sebuah taman, yang indah seorang gadis cilik, tengah menangis sendiri di samping kolam air mancur, Michael, yang melihat hal itu, dia benar-benar, tidak tega dia langsung menghampiri nya,lalu berjongkok mensejajarkan diri nya dengan gadis berusia lima tahun tersebut.
"Hay, anak manis, boleh aunty, duduk di sini"ujar Michael, pada anak tersebut.
tapi gadis itu tidak menjawab nya hanya ada anggukkan kepala saat ini, pertanda dia setuju.
"boleh, aunty, tanya lagi"ujar Michael, minta persetujuan.
__ADS_1
gadis itu pun kembali mengangguk pelan.
"kenapa kamu menangis sendirian di sini"ujar Michael, lagi.
"mommy, Sharon jahat aku tidak boleh ikut bersamanya, dia selalu berkata jahat saat Daddy,di kantor tapi saat Daddy, kembali dia selalu baik, andaikan saja mommy masih hidup aku ingin bersama dengan nya"ujar gadis yang bernama Alice, tersebut.
"Sayang,sini duduk di sini"ujar Michael, yang kini menyuruh anak tersebut, duduk di pangkuan nya.
"Aunty bidadari surga bukan ya,kata orang kalau mereka, memiliki ibu lalu ibuku,meningal maka Tuhan akan mengirimkan bidadari surga.ucap anak itu.
Michael hanya bisa berdoa, semoga semua semua akan baik-baik saja, "apa kau tahu, kehidupan mu masih jauh lebih baik dari aunty,dulu aunty, sudah tidak punya siapa-siapa saat itu aunty, dan kedua orang tua aunty, sudah meninggal dunia, aunty,di adopsi oleh seorang pelayan di sebuah rumah besar, dan saat itu, tuan muda nya, menjadi teman hidup aunty, hingga akhir nya dia menikah dan hidup bahagia bersama dengan anak istrinya saat ini"ujar Michael, dengan tatapan lurus kedepan .
Michael hanya bisa membayangkan, apa yang terjadi pada mereka saat ini.
"Aunty, bidadari maukah aunty, menjadi mommy, angkat ku, aunty, adopsi aku mau ya aunty aku mohon"ujar Alice.
"Tapi sayang aunty, tidak punya banyak uang untuk menghidupi mu, dan aunty juga masih baru tinggal di sini, bagaimana kalau saat ini kita berteman saja dulu, nanti setelah aunty, dapat gaji aunty, telaktir kamu Ok"ujar Michael, sambil tersenyum manis kearah Alice.
"Baiklah, aunty, jika nanti aku ingin bertemu dengan aunty bagaimana cara nya"ujar Alice.
"aunty, akan kesini saat pulang bekerja, mungkin lebih baik kita bertemu saat weekend, kita akan datang lebih pagi"ujar Michael, pada teman kecil nya itu.
Michael, tidak sadar jika sedari tadi,ada sepasang mata, yang memperhatikan interaksi nya saat ini, dia adalah orang kepercayaan dari keluarga gadis kecil itu, dia bernama Piter.
"Nona, muda saat nya kita pulang"ujar, Piter pada Alice.
"maaf tuan, anda siapa nya , gadis kecil ini.
"Tenang, aunty, dia bukan orang jahat dia paman Piter, asisten Daddy"ujar Alice.
"Baiklah jika begitu, aunty pulang duluan, hati-hati di jalan "ujar Michael, pada Alice.
"terimakasih aunty"ujar Alice.
Alice, berjalan menuju mobilnya, di sana sudah ada, Daddy, nya tengah menunggu nya dari setengah jam yang lalu, dia sengaja menyuruh asisten pribadi nya itu mengawasi putri nya, saat ini dan ingin tau siapa yang di temui putri kesayangan nya itu.
"Alice, sayang siapa dia"ujar Jason Smit.
"Dia,itu bidadari surga yang baik hati Daddy, dia sama seperti ku , sudah tidak memiliki ibu dia hidup sebatang kara, disini, aku meminta dia mengadopsi ku, tapi dia bilang dia tidak bisa, karena tidak punya uang untuk menghidupi ku, dan satu lagi mulai saat ini kita berteman dan setelah dia gajian nanti, dia berjanji akan telaktir aku makan, dan kita janjian di sini"jawab gadis itu jujur.
hari-hari berlalu, Michael,lalui kini dia memiliki teman sepi, setiap weekend, Alice, adalah teman bertukar cerita, nya saat ini dia tidak ingin mengingat masalalu lagi, saat ini dia bisa melupakan semua nya termasuk melupakan cinta nya.
Michael, bahkan sering berjalan-jalan bersama dengan Alice, dan kadang, setelah dia gajian dia akan memberikan sesuatu, untuk gadis kecil itu, meski bukan barang berharga mahal, tapi itu cukup membuat nya riang gembira.
mungkin bukan, seberapa mahal nya, harga sebuah barang yang saat ini dia butuhkan tapi seberapa besar perhatian orang tua nya pada dirinya, saat ini.
Michael, menyuapi anak kecil yang selalu berceloteh riang itu dengan semangkuk sup kesukaan nya, dan dia memakan nya, hingga tandas.
seseorang memperhatikan semua apa yang dilakukan oleh Michael, terhadap putri kesayangannya itu,ada senyuman yang terlihat dari pria tampan yang kini berusia empat puluh tahun tersebut.
"pantas saja, putri ku,itu nyaman bersama dengan wanita itu, dia memperlakukan Alice, seperti putri nya sendiri"ujar Jason.
"Anda betul tuan , Nona, Michael memang sangat baik"ujar Piter.
sementara itu Michael, saat ini sedang menyuapi es krim rasa strawberry, kesukaan Alice, Gadis kecil itu begitu riang gembira, Michael, sesekali mengusap puncak kepala Alice, dengan sayang.
satu tahun berlalu, persahabatan beda generasi itu, berjalan mulus hingga saat ini, bahkan Jason, diam-diam memberikan kompensasi untuk semua uang yang ia keluarkan untuk putri nya itu.
__ADS_1
entah dengan cara bonus, atau pun lewat transfer gajih yang ia terima, Michael sempat kebingungan selama ini tapi setelah Jason, menemui nya secara pribadi, dia mulai mengerti apa yang di maksud pria yang menitipkan putri nya itu pada nya.