Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
sandi dan Ari kembali


__ADS_3

dua hari kemudian, Ari dan sandi memutuskan untuk pulang membawa serta anak dan istri nya,ke kampung halaman nya saat ini kedatangan mereka di sambut haru oleh Andara dan juga, Sania Rido dan Danang.


sandi di peluk Sania dengan sangat erat lagi-lagi Sania nangis di pelukan sandi saat ini, dan sandi berusaha tegar saat ini.


Adryan, pun saat ini tengah menyambut keduanya, sandi pun bersikap profesional, dia tidak menunjukkan rasa kecewanya saat ini.


" kalian,patuh juga ternyata tadi nya aku akan, mengirim orang ku untuk menyeret kalian pulang" ucap Adryan.


"kami memang berniat untuk pindah lagi kemari, untuk kembali tinggal di kampung, saat ini,kami akan membuka usaha di sini" ucap Ari.


"itu lebih baik anak ku"ucap Danang.


" iya ayah, aku tidak akan pergi jauh lagi lebih baik di sini rumah kita sendiri, dan semua nya akan terasa lebih mudah kalo kita bisa kumpul bareng" kata sandi, yang saat ini langsung memeluk Danang.


"kau adalah anak laki-laki pertama ku, sudah seharusnya kamu tinggal di sini bersama ayah dan bunda mu,di sini juga tidak akan kekurangan, kamu bahkan sudah seharusnya mengurus semua yang ayah punya terutama kau dan Ari ayah sudah tua sementara kedua putri ayah tengah bersama dengan suami nya,sibuk mengurus perusahaan, dan keluarga nya, ayah ingin kumpul dengan kalian di sini"kata Danang.


"iya ayah selain itu aku dan Yena akan membuka restoran di sini,agar Desa ini semakin maju, Yena juga akan membuka butik, seperti di Australia saat dua bulan ini" kata sandi.


"itu lebih bagus anak ku,ok sekarang ayo kita makan,ayah tadi pagi pergi mancing bersama menantu ku yang paling tampan itu dan Rido mereka sudah mulai jago sekarang" kata Danang, yang langsung mengajak mereka makan padahal baru saja tiba, dan saat ini Untung, belum makan saat ini.


mereka pun makan dengan nikmat nya, bisa berkumpul bareng dengan seluruh kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat membahagiakan bagi Andara dan Danang.


setelah selesai makan mereka langsung berkumpul di ruang santai dan anak-anak mereka pun bermain bersama Yendra bercerita tentang Daddy Joe yang akan datang ke kampung nanti setelah selesai bekerja.


ya,, Joe sudah janji akan berkunjung ke, rumah Sania, untuk menemui sandi di desa.


semua orang tengah membahas rencana yang akan di lakukan oleh Rido dan Ari, nanti sandi berencana akan membangun restoran dengan uang yang di berikan oleh Joe, saat ini kepada Yena sementara Yena akan membuat butik.


aset yang di miliki sandi di ibukota tersebut dia ingin menjual nya dan akan di bangun kan rumah baru untuk tempat tinggal nya di sini nanti dan begitu juga dengan Ari, Ari akan bergabung bersama dengan sandi di restoran nanti, dan saat ini Ari juga akan membangun.


rumah baru di samping rumah sandi nanti nya agar mereka tidak berjauhan.


Danang sangatlah setuju' dengan semua itu,ia bahkan akan ikut andil mendanai restoran milik sandi nanti nya, sebagai warisan yang berhak di berikan semasa Danang hidup, karena sandi Ari dan Rido adalah anak angkat mereka berdua jadi ketiga nya mendapatkan warisan yang sama tidak di bedakan kecuali Sania dan Sonya.


Sania mewarisi, kekayaan Eyang nya sementara Sonya mewarisi kekayaan Danang yang sudah ia bagi dua dengan Sania, Sonya tidak mempermasalahkan itu karena hidup nya pun sudah sangat berkecukupan, karena Nanda. adalah orang yang sangat kaya raya.tidak jauh dari Adryan saat ini.


saat mereka berada di dalam kamar sandi dan Yena mengobrol setelah Yendra tidur.


"sayang, apa kamu akan betah tinggal di kampung bersama dengan ku,kalau kamu bisa betah tinggal di sini aku ingin ibu kita rawat di rumah kita, kasihan paman dan bibi takut nya mereka kelelahan" ucap sandi.


" aku akan sangat senang sayang jika kita hidup dalam kedamaian, seperti ayah dan bunda, aku ingin seperti mereka, walau pun Bunda adalah orang kaya tapi dia selalu hidup dalam kesederhanaan selama menikah dengan ayah"Jawab Yena sandi pun akhirnya, memutuskan mulai besok ia akan mengurus semua nya mulai dari membangun rumah dan juga Restoran dan butik.


di kamar Sania.


"Daddy, aku sangat bahagia keluarga ku bisa berkumpul kembali terimakasih sayang" kata Sania sambil bersandar di dada bidang milik suami nya itu.


"tentu saja Sayang apa pun, itu aku akan lakukan untuk kebahagiaan mu saat ini" jawab Adryan.


"Daddy,kalau kamu ingin kembali ke Jakarta besok ayo kita kembali, aku tidak akan mempersulit mu lagi, kemana pun kamu membawaku aku akan ikut asal kamu janji, tidak akan pernah berubah, kamu akan tetap menyayangi ku sampai kapan pun" ujar Sania.


"kamu tau sayang kamu adalah kebahagiaan ku, dan selamanya akan tetap begitu, aku mohon kamu tetap bersabar hidup dengan menerima kekurangan ku yang sedang berusaha, untuk sembuh" kata, Adryan.


"tentu saja Sayang, untuk yang satu itu akan aku lakukan" kata Sania.


Adryan tadinya ingin membawa serta kedua putri nya tapi Danang tak mengizinkan, dan kedua anak nya juga menolak untuk ikut karena, saat ini ada saudara mereka yaitu Yendra dan anak dari siti dan Ari.

__ADS_1


" tidur lah sayang ini sudah larut besok kamu akan kelelahan di jalan yang lumayan jauh ini rasanya aku ingin segera membuat landasan helikopter,agar aku bisa menggunakan itu untuk kemari" ucap Adryan.


"sayang kamu tau sendiri Bunda tidak suka dengan sikap mu yang sangat glamor, saat ini, Bunda adalah orang yang sangat sederhana, karena itu adalah kebahagiaan bagi nya" kata Sania.


"ya sudah kita juga tinggal bangun rumah seperti mereka,di sini dan di atap nya aku ingin membuat tempat mendaratnya helikopter milik ku" kata Adryan yang masih bersikukuh.


"baik lah terserah kamu saja" jawab Sania.


mereka pun akhirnya tertidur saat ini saling berpelukan, hingga watu pagi tiba, Adryan kini sudah bangun lebih awal dan iya berbicara pada Danang kalau dia juga ingin membangun rumah yang sangat megah di Desa juga akan membuat, landasan untuk menaruh helikopter nya agar memudahkan dia bolak-balik ke Desa dan juga ke kota.


Danang pun menyetujui nya ia masih punya tanah yang sangat luas walau pun tempat nya agak jauh dari sana, Namun Adryan mau tempat yang dekat dari rumah Danang meski harus membayar mahal.


Danang pun memberikan, petunjuk tanah kosong yang cukup luas yaitu di samping miliknya memang ada tanah yang masih berupa kebun tapi pemiliknya siap menjual nya tergantung kesanggupan nya berapa , soalnya sudah mahal banget itu yang punya kebun nawarinya.


🌹💖💖💖🌹


Jakarta, saat ini tepat nya di Mension Adryan, mereka kini tengah berada di kamar untuk mereka berdua seperti biasa nya, Adryan dan Sania kini tengah berada di dalam kamar nya mereka.untuk merebahkan diri karena perjalanan jauh nya.


berbeda dengan sandi saat ini,ia telah di, dia sedang sibuk dengan mengurus pembangunan tersebut yang langsung di kerjakan hari itu juga.


Yena kini tengah mempersiapkan makan siang untuk semua nya di bantu oleh Andara dan Amara, saat ini sementara Siti sedang menemani anak-anak bermain di halaman belakang, saat ini tiba-tiba,ada seseorang mengetuk pintu ia datang ia memakai mobil mewah yang sudah terparkir di halaman depan.


semua orang langsung bergegas keluar hingga saat ini mereka tengah melongo melihat pria tampan nan gagah mengenakan stelan jas mahal dan kacamata hitam pokonya sempurna kalo kata Demian Aditya.


"kak, Joe kau datang juga akhirnya, selamat datang di rumah Bunda Andara dan ayah Danang" teriak Yena.


"owh terimakasih adikku, aku sangat senang bisa langsung bertemu dengan mu" ucap Joe sambil mencium puncak kepala Yena.


sementara Yeng lain masih menatap heran.


"saya Joe,Hay semua salam kenal" ucap Joe


"hai...nak Joe selamat datang di rumah kami semoga kamu betah tinggal di sini" ucap Andara.


"terimakasih nyonya"jawab Joe.


"jangan panggil nyonya pangil saja bunda seperti mereka" kata Andara lagi.


"owh ok Bunda dengan senang hati"jawab Joe.


"Yendra sini sayang Daddy datang" panggil Yena terhadap anak nya.


"Daddy..." Yendra berlari memeluk Joe.


"owh anak Daddy, kenapa kau tidak menelpon Daddy,kau sudah lupa pada Daddy mu ini sayang"kata Joe.


"Daddy di sini aki melarang kita main ponsel hanya boleh main mainan saja" jawab Yendra jujur.


ya,,, Danang memang melarang anak cucunya bermain Gadget di karenakan mereka akan kehilangan fokus nya untuk bermain layaknya anak seusianya, karena terlalu fokus pada ponsel dan semacamnya.


Joe pun di persilahkan masuk mereka meneruskan masak nya dan joe di temani Yendra saat ini, Joe yang tengah sibuk dengan laptop di pangkuan nya mengerjakan pekerjaan nya sambil menunggu Yena selesai memasak tiba-tiba ada seseorang gadis cantik seusia Yena datang untuk mengantarkan kue pesanan Andara.


"asalamualaikum, permisi Bunda,ini aku datang mengantarkan pesanan kue Bunda" panggil Shandra.


sementara itu Joe fokus nya teralihkan melihat gadis Desa yang memakai setelan motor lengkap hanya helmet nya saja yang tidak terpakai, karena dia baru mau berangkat ke tempat lomba.

__ADS_1


"ehh..na Shandra sudah datang mari masuk nak berapa semua nya" tanya Andara.


"tiga ratus ribu Bunda, tapi uangnya nanti saja ya Bunda, soalnya aku mau main dulu" ucap Shandra,sambil tersenyum manis.


"walah anak gadis ku kau sama saja dengan Sania dan Siti, yang selalu suka beraksi dengan motor kalian, ya sudah buruan pergi nanti terlambat lagi dan Bunda tidak mau Siti juga ikutan kumat" ucap Andara tiba-tiba Siti datang.


"Hey... Shandra, kapan kamu kesini" tanya Siti.


"aku baru saja datang Kakak, apa kabar Shandra kangen main bareng sama kakak, ikut aku yu kak, siapa tau kita menang hadiah nya mobil mewah Lo kak... lumayan kan" ajak Shandra.


"hmm gimana ya tapi,anak ku bagaimana" tanya Siti.


"bukan anak mu saja sayang aku juga"ucap Ari yang baru sampai di belakang Shandra.


"ehh..yank, kamu sudah kembali Shandra maafkan aku tidak bisa ikut" keluh Siti sedih tiba-tiba sandi datang menepuk bahu Shandra.


"hey... bocah gak ada ahlak bukan nya Salim dengan kakak mu kau malah sibuk, ngomong soal lomba" ujar sandi.


"ya ampun kakak, kapan kamu datang kenapa tidak kerumah ayah rindu padamu" ucap Shandra sambil memeluk kakak nya itu.


"aku baru datang kemarin dan sekarang lagi sibuk, ngurusin bangunan rencana nya sore ini kakak ke tempat ayah, oya kamu mau kemana hmm udah siap pakai baju dinas begini" ujar sandi candain adiknya itu.


"hmmm... hari ini aku mau lomba hadiah nya mobil mewah Lo kak do'a in aku menang lagi ya soalnya sudah bosan kalau terus motor hadiahnya di rumah sudah ada tiga buat nanti kakak main bersama kakak ipar dan keponakan ku, aku masih pakai punya kakak tuh" tunjuk Siti di ke arah depan.


"heuhh... motor mu kamu simpan sementara jagoan ku kamu pakai awas saja kalau sampai rusak, aku tidak akan ijinkan kau main lagi,ya sudah sana semoga kamu berhasil dan ingat jangan sampai lecet"kata sandi sambil mengelus puncak kepala adiknya tersebut sementara Joe, langsung berdiri menemui sandi.


"sandi, kamu baru pulang" ucap Joe yang terdengar oleh Shandra yang tiba-tiba berbalik menoleh ke arah Joe.


Joe juga menatap kearah Shandra yang tersenyum manis saat ini Joe langsung terpesona dengan kecantikan Shandra yang alami bahkan tidak memakai mekup apa pun bahkan lipstik sekalipun.


Shandra mengenakan helm nya saat ini dan pergi membawa motor nya tancap gas walau di jalan aspal tidak bisa ngebut tapi lumayan kencang juga.


"woy...bang bengong aja naksir ya,itu yang aku ceritain waktu itu, dia adik satu ayah beda ibu, dengan ku" kata sandi sambil mendekat ke arah Joe.


"antar aku ke tempat dia lomba sekarang juga" ucap, Joe, yang kini menatap sandi.


"hmm tidak Sabaran banget sih, kenapa gak besok saja" kata sandi.


"sekarang atau aku batalin modal tambahan nya" ancam Joe.


"iya,,,, iya ayo aku antar" ucap sandi dan kini Joe langsung menghidupkan mobil Yendra di tinggal gitu saja dengan laptop nya yang masih menyala Yena yang saat ini tengah melewati ruang tamu melihat Joe tidak ada ia langsung menutup laptopnya Jo dan membawa Yendra ke ruang TV.


sesampainya di tempat lomba, kebetulan Shandra sedang memulai perlombaan, dia terbang melayang di udara setelah tancap gas, dan mendarat sempurna di atas bukit kecil tantangan demi tantangan ia selesai kan dengan baik saat atraksi terakhir tiba-tiba sandi berteriak awas Shandra,,,, Brukkk... Shandra tertimpa motor saingan nya sandi sempat menangis histeris karena dia pikir adiknya meninggal saking kerasnya benturan itu ternyata Sandra masuk kedalam lubang, yang entah kapan ada di sana hingga ia terlindungi oleh motor nya saat ini semua Tim evakuasi langsung berlari kearah Shandra begitu pula dengan sandi yang sangat ketakutan di susul oleh Joe.


sesampainya di sana sandi langsung memeluk sang adik yang selamat sambil menangis histeris.


"ya ampun Shandra kakak kira kau ya ampun hiks hiks hiks ahhhhhh, syukur lah kau selamat adik ku kakak tidak tahu harus apa kalau kamu sampai terluka" ucap sandi.


"hmm...kakak, sudah jangan menangis lagi malu di lihatin orang lain" ucap Shandra yang mencoba untuk berjalan, tapi tiba-tiba ia terjatuh.


"awww..." teriak Sandra sambil memegangi kaki nya, ternyata dia mengalami cedera karena sepat terperosok ke dalam lubang saat ia tidak sadar sebelum nya tertimpa motor nya.


"kamu, tidak apa-apa,mana yang sakit biar aku lihat ucap Joe yang sepontan megang pundak Shandra, dan Shandra yang kesakitan kini menatap Joe, mereka saling bertemu pandang sebelum akhirnya Joe refleks mengangkat tubuh Shandra, ala bridal style menuju ke mobil nya saat ini sandi hanya geleng-geleng kepala.


"hmm... benar-benar" ucap sandi yang kini bisa bernafas lega.

__ADS_1


__ADS_2