
Sania, tertidur lelap setelah Adryan memaksa nya untuk bercinta, secara paksa itu di karena kan Adryan tidak mau kehilangan Sania Adryan, sedang minum saat ini di teras balkon ia terduduk sambil menangis Sania hanya pura-pura tidur karena ia tidak mau lagi berdebat dengan suami nya itu.
Sania terlalu kecewa dengan Adryan yang setiap kali menumpahkan kekesalan nya pada Sania, padahal Sania tidak pernah meminta Adryan untuk menikahi nya dulu Sania memang mencintai Adryan tapi rasa kecewanya lebih besar saat ini.
"Sania menangis dalam diam, saat ini ia bingung harus bagaimana menghadapi Adryan saat ini, dia itu bahkan mampu melukai hati Sania dengan kata-kata yang sangat menyakitkan Adryan selalu saja seperti ini.
Sania mencoba bangkit ke dalam kamar mandi walau sekujur tubuh nya terasa ngilu dan sulit untuk berjalan iya jalan sambil berpegangan kearah,dining walau pun sangat sulit dia akhirnya berhasil sampai.
Sania mengisi bathtub, dengan air hangat dan menuangkan sabun aroma terapi saat ini Adryan yang mendengar suara air gemericik dari dalam kamar mandi pun ia langsung bergegas ke dalam kamar mandi,di lihat nya Sania tengah duduk bersandar sambil menangis di sana Adryan hanya bisa diam memandangi wajah cantik Sania yang kini terlihat sembab.
Sania pun masuk perlahan den sengaja menenggelamkan wajahnya Adryan yang kaget langsung mengangkat tubuh Sania membawanya keluar dari dalam bathtub saat itu juga.
"apa yang kamu lakukan heuhhhhh,,, kamu tau itu sangat berbahaya apa kau ingin mengakhiri hidup mu, dengan cara itu, jangan sampai Sania, aku bahkan tidak akan pernah mengijinkan kamu untuk mati secepat itu Sania hanya terdiam tubuhnya melorot ke lantai saat ini, dan ia tertunduk di atas lutut nya Sania masih menangis dalam diam nya.
Adryan mengangkat tubuh Sania yang sudah terlanjur basah itu ka ruang shower Adryan membersihkan tubuh Sania dengan air hangat karena ini sudah larut malam, setelah itu ia membawa tubuh Sania yang sudah di pakai kan kimono mandi nya dan rambut nya terlilit handuk Sania seperti boneka yang tidak bergerak hanya bergerak jika di gerakkan sampai Adryan selesai memakai kan jubah tidurnya Sania kini tengah di baringkan di ranjang nya kembali.
istirahat lah ini sudah malam, besok jangan bekerja dulu biar aku yang mengurus perusahaan.
Sania tidak menjawab dia hanya diam dan tidak berkata sedikit pun saat ini Sania benar-benar merasakan sakit yang teramat saat ini.
"jika, kamu ingin kembali pada Amelia, kembali lah dia ada di Thailand saat ini, aku tidak akan melakukan apa pun terserah pada mu, aku hanya akan kembali ke desa mulai besok dan kau bisa bebas dengan nya sampai kapan pun" ucap Sania sambil memalingkan wajahnya, ke arah pintu.
"apa yang kamu inginkan, apa kau ingin pergi dari ku, begitu tidak akan Sania itu hanya ada dalam mimpi mu saja" jawab Adryan.
"kau menikah dengan ku karena dendam ibu mu pada keluarga ku, jadi tidak ada dasar lain nya Yan kamu bebas mulai saat ini, pergi lah cari kembali cinta pertama mu itu,maaf jika karena kehadiran ku rumah tangga kalian yang bahagia itu berantakan" kata Sania sambil mencoba bangkit, dan pergi mengambil koper juga beberapa pakaian dan kebutuhan dirinya nanti saat di kampung Sania tidak membawa baju banyak dia hanya mengambil beberapa saja.
"jangan macam-macam kamu, Sania kamu tidak akan bisa pergi kemana- mana sampai kapan pun sekali pun aku kembali pada Amelia"jawab Adryan.
"baik lah, agar kau puas sekarang bunuh saja aku,agar dendam mu terbalaskan bukan nya ibumu mati gara-gara Om ku pergi jadi sekarang kamu bunuh saja aku gampang bukan" ucap Sania sambil mengeluarkan pisau lipat dari dalam koper nya saat ini.
"apa-apaan ini kau kira karena aku ingin balas dendam, aku akan membunuh mu, itu hanya mimpi aku ingin kematian yang sama dengan ibu ku" ucap Adryan sangatlah lantang.
Deg...deg...deg.. jantung Sania begitu terasa sakit bahkan napasnya mulai tak beraturan Sania memegang dadanya saat ini yang begitu terasa sakit dan sesak tiba-tiba saja Sania terguling dari sofa itu.
" Sania,,,," Adryan berteriak kencang wajah Sania membiru seketika Adryan langsung menggendong nya berlari keluar dari kamar membawa Sania kearah mobil dan langsung tancap gas membawa ke rumah sakit saat itu juga, hanya sepuluh menit, dia langsung sampai di sana namun Sania tidak bisa tertolong Dokter mencatat tanggal kfan jam kematian Sania saat ini, Adryan menjerit histeris ia langsung menerobos, ruangan tempat Sania terbujur kaku saat ini.
"Sania Sayang bangun Sania maafkan aku aku menyesal karena telah mengucapkan kata yang tidak seharusnya aku ucapkan bangun sayang bangun, aku tidak ingin kau mati aku tidak akan mengijinkan nya sayang bangun apa kau tau sayang aku berkata seperti itu pada mu karena aku tidak ingin kehilanganmu sayang kembali lah sayang ku hiks... hiks..hiks bangun Sania jika kau pergi aku janji akan menghancurkan seluruh keluarga mu bahkan mereka akan menangis darah meminta kematian nya, aku janji akan melakukan itu.
namun Sania tidak juga bangun sampai Adryan mengangkat tubuh nya ia membangun kan Sania dengan sangat kasar dan tanpa sadar tiba-tiba Sania terbatuk dan membuka mata nya dokter pun kaget dan langsung membantu Sania yang sedang kesulitan bernapas ini benar-benar keajaiban, Adryan langsung terduduk lemas di lantai saat Sania di tangani oleh dokter spesialis jantung saat ini.
setelah Sania, setabil keadaan nya walau masih harus memasang beberapa alat di tubuh nya untuk mengontrol perkembangan nya saat ini seorang dokter memberikan tangan nya untuk Adryan agar dia segera bangkit, saat ini dan Adryan pun bangun.
"saya ingin bicara empat mata dengan anda saat ini tolong ikut saya tuan "ucap sang dokter.
"baik lah Dokter" kata Adryan.
Adryan melirik Sania ia meminta izin untuk pergi menemui dokter dulu saat ini.sania hanya menatap Adryan.
__ADS_1
sesampainya di ruangan dokter tersebut Adryan langsung di persilahkan duduk oleh dokter tersebut.
"tuan saya ingin bertanya, apa?? istri Anda pernah terkena serangan jantung mendadak sebelum nya!"
" dulu saat masih gadis saat tinggal di Belanda" jawab Adryan.
"apa dia punya riwayat jantung sebelum nya" tanya dokter lagi.
"tidak ada dokter, dan saat kejadian dua belas tahun yang lalu pun dia sedang dalam keadaan sehat, seperti tadi dia tidak pernah terkena itu lagi baru kali ini saat kami sedang adu argumen" jawab Adryan Jujur.
🌹💖💖💖🌹
dua hari sudah Sania di rawat tapi ia enggan bicara dengan Adryan yang sudah mati-matian minta maaf.
"sayang apa kamu ingin makan" kata Adryan.
" aku ingin racun agar aku cepat pergi" ucap Sania ketus lalu memunggungi Adryan, yang kini menatap sayu terhadap nya.
"sayang kamu sudah dua hari tidak makan ayolah makan sedikit saja agar obat nya bisa langsung di cerna oleh tubuh mu sayang" ucap Adryan.
"aku bilang tidak ya tidak kamu itu ngeyel banget c kenapa kamu bawa aku ke sini bukan nya kamu ingin aku mat eummm,,, eummm..." Adryan langsung membungkam bibir Sania dengan bibir nya Adryan ******* bibir Sania dengan sangat rakus bahkan Sania sampai, memukul-mukul dada bidang Adryan.
"kalau kau mau aku mati bukan begitu caranya" Sania kesal.
"sayang bukan kah kau sudah berjanji akan selalu sabar menghadapi ku menghadapi semua sikap buruk ku" kata Adryan.
"sayang, aku mau tanya tolong jawab dengan jujur, apa kamu mencintai ku" tanya Adryan.
"aku tidak tau, harus jawab apa yang jelas aku sakit hati karena mu, saat ini.aku ingin kita berpisah saja"kata Sania.
"tidak sayang sesakit apa pun itu aku mohon bertahan lah dan maafkan aku, sayang aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kita berpisah lagi"kata Adryan Jujur.
"baik lah aku akan bertahan tapi kau harus berobat aku yakin kau terkena gangguan mental seperti yang terjadi pada yeslin saat ini aku melihat itu di dirimu bahkan kau sudah tidak memperdulikan ku lagi selama ini" kata Sania yang sontak, mbuat Adryan melotot ke arah nya.
"apa kau pikir aku gila heuuhh kau pikir selama ini aku tidak waras begitu" kata Adryan yang kini mencengkeram rahang Sania sangat kuat
"kau bahkan tidak sadar tindakan mu saat ini " kata Sania, Adryan langsung melepaskan tangan nya ia menyesal namun Sania hanya terdiam sambil merasakan sakit di dua cabang, yaitu hati dan fisik nya saat ini.
"Sania, aku tidak ingin kau pergi dari ku" ucap Adryan,tegas.
"aku hanya minta kamu berobat Yan, bukan lah permintaan yang sulit, kecuali kau ingin aku mati perlahan karena menghadapi sifat mu yang gak menentu itu" ujar Sania.
"tapi, aku tidak gila Sania aku masih waras" jawab Adryan angkuh.
"baiklah kau tidak gila tapi coba kamu jelaskan sikapmu yang berubah ubah itu saat ini juga" tantang Sania.
Adryan menghela nafas panjang, rasanya ia sudah jengah dengan sikap Sania saat ini tapi ia tidak tahu harus bagaimana lagi,ia sebenarnya sadar dengan perubahan sikap nya saat ini, bahkan Adryan sudah melakukan pengobatan, saat ini selama beberapa hari ini tanpa sepengetahuan Sania atas permintaan Allan, dengan ancaman jika dia tidak mau berobat maka dia akan kehilangan Sania.
__ADS_1
dan Allan berhasil membuat Adryan berobat, gangguan mental yang di alami oleh Adryan saat ini termasuk golongan, lama awal nya karena tekanan lah jadi Adryan sendiri tidak bisa mengontrol emosi nya setiap kali.
Adryan. meninggalkan Sania saat ini dia tidak ingin berdebat lagi dengan Sania.
Sania kini tengah kembali ke rumah nya tanpa sepengetahuan Adryan asat ini karena Adryan. masih di perusahaan.
David, membantu nya, saat ini.
Sania pulang kampung langsung saja saat itu juga, Sania tidak mau berdebat dengan Adryan, sesampainya di kampung Sania langsung di sambut oleh Danang dan Andara juga kedua putrinya itu.
Sania langsung bergegas menuju kamar nya saat ini karena dia tidak ingin membuat yang lain khawatir.
Sania langsung merebahkan diri di atas ranjang setelah dia kangen-kangenan bersama anak Sania mengurung diri di kamar nya.
Danang, merasakan ada sesuatu yang janggal yang di hadapi oleh putrinya itu saat ini Sania pun terlelap dengan posisi telungkup saat ini.
Andara membantu memperbaiki posisi tidur putri nya itu.
"sayang ada apa sebenarnya dengan dirimu saat ini?" ucap Andara yang kini tengah mengelus puncak kepala Sania saat ini.
Danang yang juga merasakan hal yang aneh itu saat ini,ia langsung membicarakan itu pada istrinya itu, Andara bahkan tau anaknya saat ini sedang dalam keadaan gelisah.
perlahan tapi pasti Andara membisiki telinga Sania, yang kini tengah memejamkan mata nya.
"sayang bunda dan ayah tau kamu sedang punya masalah saat ini, dan Bunda harap kau tidak memendam nya sendirian Sayang " ucap Andara.
Sania tiba-tiba menangis dalam tidurnya, saat ini, Danang menyeka air mata anak nya itu.
saat ini, semua orang sedang di buat ketakutan oleh Adryan yang mengamuk karena sang ratu pergi tanpa sepengetahuan nya saat ini, Adryan memarahi para pelayan di rumah Sania itu.
sementara Adryan sedang marah-marah Yeslin kini tengah memuaskan diri dengan dua laki-laki bayaran nya saat ini.
Yeslin masih berada di Hongkong menunggu sandi yang tidak akan pernah kembali lagi saat ini, sandi memutuskan untuk tinggal bersama keluarga kecil nya saat ini.
Yendra yang sudah lama tidak bertemu dengan Daddy nya,satu Minggu ini dia tidak pernah mau jauh dari nya, sandi tau betapa anaknya sangat menderita karena dirinya.
"Yendra sayang, Daddy janji Daddy tidak akan pernah, meninggalkan mu dan mommy lagi sayang Daddy janji" ucap sandi sambil mengelus puncak kepala putra nya itu.
"janji Daddy, aku sangat sayang pada mu saat ini nanti dan selamanya" ucap Yendra yang langsung membuat sandi menangis sejadinya di hadapan mereka saat ini.
"sudah lah kak, yang lalu biarlah berlalu, kita mulai perjalanan hidup kita yang baru" ucap Yena tulus.
Joe, ikut terharu dengan semua yang ada di hadapannya saat ini ia merangkul sandi memberikan semangat hidup pada sandi yang akan berjuang dari nol saat nanti.
Joe,sangat terharu karena melihat cinta mereka yang begitu besar saat ini.
"sandi, kamu bisa memulai karir mu besok dengan begitu tetap lah bersama dengan ku, disini buktikan jika kau mampu melewati ujian demi ujian berat yang harus kamu lewati" nasehat Joe.
__ADS_1
"aku tau Joe terimakasih atas semua kebaikan mu saat ini, aku terlalu banyak hutang Budi ku padamu" ucap sandi lirih.