Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
prahara rumah tangga


__ADS_3

Amelia, bergelayut manja pada Adryan, saat ini padahal Adryan sudah, menepis tangan nya berkali-kali, namun Amelia seperti perangko semakin erat dekapan nya.


saat Sania pergi dari situ karena telah memergoki keadaan di dalam kantor Adryan Sania pergi ke Mension Adryan yang kini di jaga oleh orang kepercayaan Adryan, Sania masuk ke dalam ia membereskan barang-barang, nya dan bergegas pergi lagi rasa sesak yang berulang kali lipat,ia kembali rasakan itu, seperti saat pertama kali Adryan memilih untuk hidup bersama dengan nya.


dua hari berlalu kini Sania tinggal di rumah,eyang nya agar Adryan tidak bisa masuk ke sana Sania hanya tidur dan melamun saat ini itu terus tanpa mau makan,para pelayan pun heran tapi dia tidak berrani bertanya.


Sania termenung di balkon kamar nya saat ini ponsel nya sengaja di matikan saat dia pergi.


"harus kah lagi-lagi seperti ini, aku cape, Yan kenapa tidak akuin saja semua saat ini bahwa kau mencintai dia" gumam Sania.


Sania kini tengah, meminta di bawa kan makanan oleh seorang pelayan rumah tersebut.


Sania makan dengan lahap nya saat ini, sudah dua hari tidak menyentuh makanan dia hanya minum jus saat ini.


di saat seperti ini dia kangen dengan seluruh keluarga nya, Sania merasa sangat sedih ia bahkan tidak ada teman untuk mengobrol saat ini, Sania mencoba membuka akun media sosial nya, iya saat ini tengah melihat lihat akun Instagram milik sandi,sandi memposting, seluruh kegiatan nya di kampung sana.


Sania tersenyrum lalu ia mengirimkan pesan,tolong aku, aku sendirian di rumah eyang saat ini, aku tidak ingin Adryan tau, dia sudah kembali bersama dengan Amelia.


itu adalah pesan yang di kirim ke akun Instagram, sandi kebetulan sedang aktif saat ini.


Sania,ini kamu bersabar lah aku akan menjemputmu sebentar lagi kebetulan aku sedang mengurus penjualan sparepart ku saat ini, jangan sedih aku akan selalu ada untuk mu tuan putri ku.


itu adalah balasan dari sandi setelah itu Sania buru-buru mematikan laptop nya, saat ini.


sementara itu Adryan tengah mencari ke beradaan Sania di mana-mana,lewat anak buahnya namun nihil tidak ada satu pun yang berhasil, Adryan kehilangan jejak Sania karena Sania tidak mengenakan kalung pemberian nya dulu, Adryan sangatlah menyesal dia tidak pernah bisa menjelaskan kepada Sania saat itu.


"dimana kau sayang kembali lah, aku bisa gila tanpamu, apa kau tahu itu" gumam Adryan.


sementara itu di kantor nya saat ini, Amelia, tengah berbuat onar saat ini, karena Adryan menolak kedatangan nya saat ini.


Adryan menelpon Nanda, dia minta Nanda untuk menjemput Amelia, yang kini tengah berbuat gaduh di kantor nya, Nanda pu meminta maaf, ya dia kini telah berubah berkat dukungan dari Sonya Nanda sudah jadi manusia lebih baik.


"maafkan kesalahan adikku,biar aku menyuruh orang ku untuk menjemput, dia sekarang juga" jawab Nanda di sebrang telpon.


sementara sandi kini telah sampai di rumah almarhum nyonya Paramitha, dia langsung menempel kan telunjuk nya di depan gerbang yang berarti dia adalah keluarga dari Sania tidak lama gerbang pun terbuka seorang pria berwajah garang membuka gerbang dari dalam.


"masuklah, nona menunggu Anda" ujar pria tersebut.


ya, laki-laki ini adalah penjaga rumah di rumah tersebut.


"benar saja Sania kini tengah berada di teras rumah untuk menyambut nya.


"tuan putri apa kau baik-baik saja" ucap sandi sambil memeluk nya.


"keadaan ku tak sebaik yang terlihat ka, aku ingin pulang berkumpul bersama dengan kalian, tapi Adryan pasti men cari keberadaan ku saat ini" kata Sania.


"pulang lah dengan ku sekarang setidaknya, Adryan bisa menghadapi ayah nanti kalau dia kesana" kata sandi.


"baiklah tolong bawakan, semua barang-barang saya pak"ucap Sania dan penjaga itu pun langsung bergegas masuk membawakan semua barang-barang Sania,Sania sengaja membawa mobil milik Derry sementara miliknya di tinggal di rumah tersebut, sandi yang kini menyetir mobilnya,keluar gerbang tersebut, mereka melaju, dengan kecepatan sedang menuju kampung halaman nya.


selama di perjalanan, Sania berbicara banyak dengan sandi saat ini, termasuk perbuatan Yeslin yang membuat dia berpisah dengan Yena istrinya.


sandi tau semuanya saat ini ternyata Adryan punya kelainan sama seperti Yeslin, hanya saja tidak separah mereka, bahkan Adryan kini tengah berobat jalan semua yang terjadi pada Adryan adalah buah dari tekanan sang ibu yang kini telah tiada.


setelah melakukan perjalanan selama dua jam lebih Akhirnya Sania sampai di kampung halaman nya, dia begitu merasa lega beban di hati nya,kini tengah terlepas entah kemana.


Sania, saat ini turun dari mobil di sambut oleh Joe, yang tengah mengajak kedua putrinya bermain, Joe sempat terkesima dengan kecantikan Sania yang sangat paripurna.


"mommy... mommy kembali"ucap mereka, memeluk ibunya dengan kompak.

__ADS_1


"momm...mana Daddy, Sandra kangen" Deg.. mendengar kata dari anak bungsu nya itu dia langsung, menatap sandi.


"Daddy mu sibuk bekerja Sandra tadi dia titip ciuman buat kalian berdua" kata sandi.


" yah ciuman doank... kenapa tidak titip mainan baru atau baju baru untuk aku, ucap sandrina yang memang memiliki sifat materialistis.


"mommy bawa,ko buat kalian berdua tuh masih dalam koper sayang " tunjuk Sania pada koper yang di turunkan oleh sandi saat ini.


"thanks,,momm ...I love you so much" ucap sandrina dan Sandra.


Sania pun masuk dia langsung di peluk sang ayah yang baru mau ke teras rumah.


"sayang, kamu kembali, owh ayah sangat rindu padamu nak tuan putri ayah" kata-kata itu berhasil membuat Joe mengerti Sania adalah putri mereka dan kedua gadis kecil itu adalah anak nya lalu di mana suaminya, gumam Joe.


"Ayah,baru juga satu Minggu lalu Sania pergi sudah rindu" ucap Sania sambil memeluk dan mencium laki-laki yang sangat ia cintai seumur hidup nya.


"Ayah Sania lapar mau di suapin" kata Sania yang kini berjalan bersama dengan Danang kedalam rumah dan duduk di sofa mewah pemberian Adryan tersebut.


"baik lah sayang tunggu ayah ambilkan" ucap Danang, kebetulan rumah sedang sepi Andara sedang ke pasar rame-rame bersama anak cucunya yang dua itu dari sandi dan Ari sementara kedua anak Sania seperti ibunya yang tidak jauh dari kakeknya.


Joe tersenyum kala melihat Sania yang sangat manja dan sang ayah yang sangat memanjakan nya, seperti sekarang ini dia tengah di suapin oleh Danang, dan kedua anak nya tidak satu pun ada yang protes.


🌹💖💖💖🌹


dua jam kemudian Sania kini tengah menonton televisi, di sana hanya berdua dengan sang ayah, Joe duduk di kursi tengah dan ia bisa melihat Sania yang sedang malas ngapa-ngapain dan Danang, sedang membujuk nya untuk mandi.


"sayang, kamu mandi dulu ya,masa tuan putri ayah bau acem nanti apa kata mereka" ucap Danang yang kini mengelus puncak kepala putri nya dengan sayang.


"pangeran tolong bilang ke ayah aku sudah mandi kemaren jadi masih wangi iya kan" Sania berteriak.


"hmm... tuan putri yang sedang malas mandi jadi mau terus seperti ini,hmm" kata sandi sambil mengangkat tubuh Sania yang ramping itu.


"baiklah bawa saja ke kamar Bunda, dia pasti mau mandi di sana" ucap Danang yang mengikuti sandi,menuju kamar Andara.


Joe, hanya geleng-geleng kepala melihat itu semua.


"hmm.. wanita cantik yang sangat manja bahkan hidup nya sudah melebihi putri keraton" gumam Joe yang sangat mengagumi nya.


setelah sampai di kamar Bunda nya Sania pun mandi sendiri itu adalah kebiasaan nya sedari kecil biasanya Danang yang menggendong Sania, hanya saja saat ini sandi ada di sana.


"sandi, kenapa dengan wanita itu" ucap Joe yang sangat penasaran.


"owh dia adik kecil ku tersayang, selama ini dia lah yang jadi penyemangat hidup ku, dan dia juga yang mengantar kan aku dalam kesuksesan, Sayang nya nasib rumah tangga nya selalu terombang-ambing hingga ayah membawa kedua anak nya, hidup bersama dengan nya, dulu saat baru menikah Sania pergi dari kami menghindari suaminya yang selalu menyakiti nya" ujar sandi.


"siapa laki-laki itu?" tanya Joe.


"Adryan Stevano anak dari Daddy Allan" ucap sandi , Joe langsung manggut-manggut.


"owh jadi dia yang kamu ceritakan waktu itu" ucap Joe.


"iya, Joe, aku sangat menyayangi nya, karena dia adalah adik ku, tuan putri nya ibuku sayangi semasa hidupnya, dia lah putri yang sangat di sayangi nya walau tidak terlahir dari rahim nya"ucap sandi.


"lalu, dimana suaminya" ucap Joe


"dia ada di Jakarta, sudah dua hari Sania pergi dari suaminya karena suaminya tengah ke pergok bersama dengan mantan istri nya, yang mana dia adalah adik ipar Sonya Kaka Sania" ucap sandi.


"owh, jadi Sania punya kakak perempuan juga" tanya Joe.


"kau tidak lihat foto keluarga kami di sana" ucap sandi yang menunjukkan foto mereka bertujuh.

__ADS_1


foto keluarga yang baru enam tahun di buat itu terdiri dari Danang, Andara, Sonya, Sania, sandi, Rido, dan Ari.


"waww... cantik nya Sania melebihi siapa pun" ucap Joe .


"apa kau tahu aku adalah bodyguard nya di sekolah, saat ada yang menyatakan cinta pada nya, aku adalah kakak kelas nya, Sania dia adalah gadis yang tangguh di balik sifat manjanya, apa kau tahu dia adalah wanita terhebat yang selalu membanggakan kita semua, dia pintar manjat tebing, dia juga Croser terbaik, dan satu lagi dia seorang CEO yang sangat hebat, siapa yang tidak pernah tertarik pada nya, awal nya aku adalah jodoh yang sudah di pastikan dalam hidup nya, Namun Karena Adryan hadir dalam hidup nya memaksa dia untuk bersama nya lama-lama adiku jatuh cinta pada nya, dan dia rela menderita demi cinta nya walau sudah berkali-kali, tersakiti"kata sandi.


"pangeran, besok ada ajang motor cross di sini kan ayo kita ikut lomba aku kangen dengan jagoan ku yang sudah lama tersimpan" kata Sania sambil duduk di pangkuan sandi.


"tapi tuan putri apa kau baik-baik saja, bagaimana dengan kesehatan jantung mu?" tanya sandi.


"aku baik ko pangeran, ayolah besok kita pergi" ucap Sania, tiba-tiba Sania baru sadar.


"pangeran siapa pria ini?" tanya Sania.


"hadeuh ku kira kau sudah kenal tuan putri dia adalah kakak Yena.


"owh maaf selamat datang di sini semoga kamu betah" ucap Sania yang kini mengukur tangan.


"Joe,kakak Yena" ucap Joe yang masih menatap wajah cantik nan alami milik Sania.


"owh, ia, pangeran dimana keponakan ku yang dua itu bersama istri mu, aku tidak melihat mereka dari tadi" tanya Sania yang sedang celingukan.


"mereka ikut Bunda ke pasar tadi kata ayah, mungkin melihat pameran kuda ronggeng saat ini itu kebiasaan, dari keponakan mu saat ini" ucap sandi.


"owh gimana besok apa kau sudah siap" ucap Sania.


"jagoan ku baru saja di perbaiki di bengkel soalnya, Shandra yang menguntungkan itu Minggu lalu sampai hampir merenggut nyawa nya" jawab sandi.


"ya ampun.." bukan nya dia sekarang sudah jago ya,ko bisa" ucap Sania kaget.


"dia tertimpa motor orang lain untung saja ada lobang yang melindungi seluruh tubuh nya, hingga dia selamat hanya saja motor ku yang naas" kata sandi.


"tidak apa-apa kamu kan tau ada motor hadiah ku yang satu nya lagi, pakai saja itu, lagian itu lebih bagus dari punya mu pangeran" ucap Sania sambil nyengir kuda.


" ya ampun, kamu kapan jadi sombong begini" ucap sandi sambil menggigiti pipi Sania.


"AW ... sakit tau pangeran aku tidak sombong memang itu kenyataan nya,mau apa hayo" Joe tersenyum, kearah Sania dia melihat pipi Sania yang merah bekas gigitan sandi.


"ayah pangeran gigitin aku sakit"ucap Sania yang kini berpindah ke pangkuan sang ayah yang baru saja duduk di sofa depan mereka.


"cup.. cup.. jangan sedih nanti ayah hukum dia" kata Danang sambil mengelus pipi Sania yang merah.


"habis suruh siapa sombong" ucap sandi.


"yeyyy.. siapa juga yang sombong itu kenyataan nya, motor punya ku lebih bagus ia kan ayah?" tanya Sania pada ayah nya.


" hmmm... ayah bingung,mau jawab apa, tapi intinya, kalian harus baikan ok ayah tidak mau tau" pinta Danang saat ini.


"baik lah, tuan putri aku ngalah maaf ya" ucap sandi.


"gitu dong, kan lebih bagus ngalah sama adik sendiri" jawab Sania.


"iya Ade ngeselin" ucap sandi lagi.


"ayah dia ngejekin aku" ucap Sania mengadu.


"sandi, jangan begitu!" ucap sang ayah yang harus mengelus dada memikirkan kedua anak nya yang kini tengah berantem seperti kebiasaan Nya saat masih bocah.


Joe, hanya tersenyum tanpa berkata apapun hanya bergumam dalam hati, nya saat ini.

__ADS_1


"andai kau adalah wanita pertama ku, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan wanita sebaik dan semanja diri mu" gumam Joe yang masih menatap kagum.


__ADS_2