Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Penenang di saat luka#


__ADS_3

Sandra, sampai saat ini dia belum juga sadar padahal sudah hampir lima bulan dia koma, hari-hari Steven habiskan untuk menjaga nya bahkan kini ruangan tersebut sudah seperti rumah bagi nya, bagaimana tidak Steven, bahkan bekerja di sana untuk mengurus perusahaan nya, dibantu oleh asisten pribadi nya saat ini.


"sayang, apa kamu tidak pernah ingin melihat ku lagi?? hingga kau tak pernah membuka mata, sampai saat ini, aku sangat merindukan senyuman mu tingkah laku mu dan semua nya yang ada pada diri mu, apa kamu tidak ingin memberikan aku kesempatan lagi"ujar Steven, saat malam tiba dia selalu menggenggam tangan Sandra, dan berbicara padanya.


tidak ada respon apapun saat ini.


sementara itu, di lain tempat Gilang,kini tengah bersiap untuk pergi menjenguk saudara nya itu dia tidak sengaja menabrak, seorang wanita yang tengah hamil muda, yang kini tengah duduk berjalan hendak menuju pintu keluar rumah sakit tersebut.


"ahhhh...." pekik perempuan tersebut.


"maaf mbak, maaf saya tidak fokus"ujar Gilang.


"iya gak apa-apa, hanya boleh saya minta tolong,tolong bantu saya menemukan barang-barang saya"ujar wanita tersebut.


Gilang terbengong untuk sesaat, dia tidak menyadari bahwa wanita yang ia tabrak adalah wanita buta.


"MMM... baik-baik mbak , tidak usah khawatir saya akan mengambil kannya." ujar Galang ,sambil memunguti barang bawaan wanita itu yang sempat terjatuh.


"maaf,mas pasti heran, saya tidak bisa melihat maka dari itu saya tidak sengaja menabrak mas nya, saya juga tidak kenal daerah ini, saya bingung harus pulang ke mana saya di sini sebatang kara orang tua saya berada di luar negeri, saya kemari bersama sahabat saya untuk berlibur tapi sesuatu telah terjadi"ujar wanita itu , sambil berlinang air mata.


Gilang, semakin bingung dibuatnya,Gilang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, untuk sesaat Gilang terdiam dia berpikir langkah apa yang harus ia ambil, dan seketika ide itu muncul.


"Mbak, boleh duduk dulu ini barang-barang nya, dan mbak, jangan takut saya bukan orang jahat bagaimana kalo kita duduk dulu biar ngobrol nya enak"ujar Gilang.


"baiklah"ujar wanita tersebut,sambil merentangkan tangan, hendak berjalan.


"maaf,saya bukan bermaksud kurang ajar,mari saya bantu"ujar Gilang.


"terimakasih"ucap wanita asing tersebut.


setelah sampai di kursi taman rumah sakit, Gilang, dan wanita itu mulai obrolan nya, mulai dari kejadian naas, yang menimpa wanita yang bernama Anya, tersebut.


Anya, datang ke Indonesia, bersama tiga sahabat nya, dia adalah wanita cantik dan baik hati, selalu perduli pada sesama, dan karena kepedulian nya,itu saat ini dia menderita kebutaan dan harus hamil diluar nikah, hasil dari pemerkosaan, Anya, sempat dilarikan ke rumah sakit, oleh seseorang yang sampai saat ini tidak pernah di ketahui namanya, bahkan biyaya rumah sakit pun, pria itu yang menanggung tapi saat Anya,sadar dia tidak bisa melihat, dan parahnya lagi dia hamil satu bulan, tepat sejak kedatangan nya ke rumah sakit tersebut.


"Mbak, Anya, di negara mana keluarga mu berada saat ini??"ujar Gilang, bertanya.


"Amerika, tapi aku tidak ingin pulang, aku takut mereka kecewa dengan keadaan ku, saat ini tidak ada lagi Anya, yang selalu mereka banggakan bahkan aku hanya akan membuat mereka malu"ujar Anya.


"jangan pernah bilang begitu,biar bagaimanapun orang tua pasti sangat menginginkan kehadiran anak nya, apa lagi Mbak,Anya sudah tidak pulang selama tiga bulan lamanya, saya akan membantu mbak, sebisa saya, dan untuk saat ini mbak bisa tinggal sementara di keluarga saya, jangan takut mereka semua orang baik"ujar Gilang panjang lebar.


awalnya, Anya, menolak tapi kemudian,ia menyerah karena tidak tahu harus pergi ke mana, sementara matanya buta, bahkan barang yang tersisa hanya tinggal koper dan identitas diri nya itupun, sudah hampir hilang gara-gara tabrakan tadi.


akhirnya, Gilang tidak jadi pergi menjenguk Sandra, dia membawa Anya,ke Mension, milik Adryan yang kini di huni oleh nya karena menunggu Sandra,sadar dari koma.


setelah sampai di Mension, Anya, dipersilahkan untuk istirahat, saat itu juga,di antar oleh asisten rumah tangga perempuan, saat itu juga ke kamar tamu dia bahkan menujukan seluruh ruangan kamar tersebut, pada Anya,agar mempermudah Anya, untuk bergerak.


setelah selesai asisten nya itu kembali ke belakang sementara Gilang sedang sibuk berpikir bagaimana cara nya membantu Anya, untuk kembali ke rumah nya.


sementara itu Riko, yang baru kembali dari luar, entah dari mana, semenjak tinggal di Jakarta, dia selalu suka berpergian entah kemana yang pasti, saat ini dia sedang ingin melakukan itu.


"kak,lo, ngelamun "ujar Riko.


"ehh Lo, dari mana saja??"ujar Gilang.

__ADS_1


"dari luar cari angin"jawab Riko.


"heumm kebiasaan"kata Gilang.


"ehh...ngelamun in apaan??"ujar Riko lagi penasaran.


"gue, nemuin wanita malang, sekarang lagi istirahat di kamar tamu"ujar Gilang.


"serius, Kak, cantik gak ??"ujar Riko.


"cantik hanya saja, nasibnya malang"ujar Gilang.


"maksud nya,malang??""ucap Riko, penasaran.


"sudah tidak bisa melihat kini dia hamil pula"ujar Gilang, Riko seketika tersedak karena dia sedang minum saat mendengar penjelasan dari Gilang.


"ya ampun hek hek h"Riko terdesak.


"yah minuman gue"ujar Gilang.


"sorry, tidak sengaja"ujar Riko.


"asem..."ujar Gilang,sambil berdiri


perdebatan mereka belum selesai, sementara itu di rumah sakit, tanpa sepengetahuan Steven, yang kini tengah tertidur Sandra, membuka mata nya, dia bahkan melihat sekeliling ruangan ia tampak kebingungan, Sandra, bertanya kepada diri nya sendiri.


"siapa aku, dan ini dimana"ucap nya.


sementara itu Steven yang merasa ada pergerakan di tangan nya, dia langsung membuka mata.


"siapa kamu dan aku ada dimana, siapa aku"ujar Sandra, yang langsung memegang kepala nya karena terasa pusing.


"sayang aku suami kamu Steven,kamu Sandra Stevano, istri ku"ujar Steven.


"aku tidak ingat apa-apa, siapa aku"ujar Sandra lagi.


Steven pun langsung memencet tombol darurat di samping ranjang pasien dan tidak lama dokter pun datang ke ruangan tersebut.


"dokter apa yang terjadi, pada istri saya, dia tidak mengenal ku, dan dirinya sendiri"ujar Steven, tidak sabar.


"tuan sebaiknya anda menunggu di luar saya akan jelaskan setelah ini"ujar sang dokter yang meminta Steven keluar dari ruangan tersebut, dengan langkah gontai Steven, pun keluar dari ruangan tersebut.


sementara itu di dalam ruangan, Sandra, dan dokter, tengah berbincang sambil memeriksa keseluruhan dari kondisi Sandra, Sandra, tidak kehilangan ingatan, hanya saja dia ingin menguji Steven, saat ia sadar dan membuka mata, tadi, Steven, adalah pria yang sangat ia cintai, tapi saat ini Sandra, hanya ingin meyakinkan, dokter pun memberikan dukungan penuh, dokter yang sudah berusia paruh baya tersebut,tak lain adalah sahabat Adryan, saat kuliah dulu, walaupun tidak satu jurusan.


"uncle, aku mohon jangan katakan yang sebenarnya"ujar Sandra.


"baiklah sayang uncle,tau itu, dan uncle turut bahagia kau sudah sadar , Daddy,mu hampir saja mengasingkan uncle jika sampai satu Minggu lagi kau tidak siuman juga"ujar sang dokter.


🌹💖💖💖🌹


dua hari sudah,kini Sandra, tinggal di rumah Steven, pria itu sangat memanjakan Sandra, yang ia tau kini sedang kena amnesia, Steven, setiap pagi memberikan morning kiss, sesaat setelah Sandra membuka mata.


bahkan Steven, tidak pergi ke kantor, dia melayani Sandra, sepenuh hati nya, dan Sandra, tersenyum dalam hati, karena bisa mengetahui seberapa besar cinta Steven, untuk nya, saat ini, bahkan Steven, setiap hari menyatakan cinta pada nya.

__ADS_1


"selamat pagi sayang ku, muachh... bagaimana kabarmu pagi ini apa ada yang sakit ayo katakan di bagian mana"ujar Steven.


"saya baik-baik saja"jawab Sandra, sambil menahan tawa dalam hati nya.


"syukur lah sayang, Oya hari ini mau makan apa cinta ku, aku akan buatkan apa pun itu"ujar Steven.


"muachh, maaf karena telah mengerjai mu, aku percaya kamu memang satu-satunya pria yang ku pilih sejak dulu, dan aku mencintaimu happy birthday"ujar Sandra, sambil memeluk erat Steven, dan mencium nya, bertubi-tubi, seketika itu Steven, mematung.


"kenapa???... bingung ya,tuan Steven yang tampan yang aku cintai, aku tidak pernah hilang ingatan, aku baik-baik saja dan aku sengaja melakukan itu agar aku tau seberapa besar dan tulus nya cinta mu pada ku"ujar Sandra, sambil tersenyum.


Steven, terdiam dia menatap lekat wajah cantik yang kini ada di hadapannya, perlahan dia bangkit, tidak ada satu katapun yang keluar dari bibir nya itu, Sandra, yang melihat itu dia bangkit dan bertanya, saat melihat Steven, hendak pergi ke luar kamar.


"sayang kamu marah,hey maaf kan aku"ujar Sandra, Steven, tetap tidak menggubris nya,"baiklah jika kamu marah gara-gara ini aku lebih baik mati saja"ujar Sandra, yang langsung di respon oleh Steven.


"Sandra, jaga ucapan mu, aku tau selama ini aku begitu berengsek, aku bukan pria baik, bahkan aku sering menyakiti hati mu, aku sadar itu tapi apa menurutmu itu lucu, Sandra,asal kamu tahu, betapa hancur nya hati ini mendapati kenyataan bahwa kamu amnesia, bahkan dunia ini terasa sangat kejam saat itu terjadi, aku sangat mencintaimu Sandra, tapi kurasa itu semua sia-sia rasa cinta ku, selama ini tidak pernah bisa kamu rasakan sama sekali, sekarang terserah kamu keputusan ada di kamu lanjut atau berhenti, aku pasrah"ujar Steven, sambil kembali berjalan, tanpa menoleh Steven bercucuran air mata.


"kita pisah saja, jika kamu tidak pernah mau bersama ku"ucap Sandra lirih, Steven langsung berbalik.


"itu yang selama ini kamu mau, aku tau ada yang lain, yang siap menggantikan posisi ku, selama ini"ucap Steven, sambil mengusap wajah nya kasar.


"kamu yang sudah dapat pengganti ku "ujar Sandra, sambil berjalan menuju pintu keluar tepat di samping Steven.


"maaf kan aku, bila selama bersama dengan ku, kamu tidak pernah bahagia, semoga dengan nya, kamu bisa dapat kan apa yang kamu mau"ujar Steven, yang kini mematung.


Sandra, tidak bicara lagi dia langsung memeluk Steven, dengan erat,ia menangis sesenggukan.


"aku harap setelah ini kamu akan lebih bahagia bersama dengan nya"ujar Sandra.


"aku hanya ingin pergi jauh hingga siapapun tidak ada yang akan terluka lagi oleh ku, cukup hanya kamu wanita yang sangat kucintai selama ini tidak ada yang lain lagi"jawab Steven.


Sandra, berlari pergi meninggalkan Steven, saat itu juga hati nya hancur, saat ini dia kira semua itu tidak akan berakhir seperti ini, Sandra merasa semua telah berakhir, cinta nya membuang dirinya saat ini, Sandra, tidak kembali ke rumah mana pun, dia menaiki bis,menuju pedesaan dimana tempat ia dibesarkan dulu sementara itu Steven, hanya minum-minum dan menangis keduanya sama-sama terluka.


di dalam bis, Sandra, hanya diam berurai air mata, dia terkenang semua perlakuan Steven terhadap nya dua hari ini walaupun kata rujuk belum sempat terucap, tapi mereka tinggal bersama selayaknya suami istri, walaupun tidak berhubungan intim.


"Steven, aku sangat mencintaimu, tapi jika kamu menganggap ku,salah baiklah aku terima semoga, setelah ini kamu dapat kan pengganti ku yang lebih baik lagi"ujar Sandra.


pagi itu, Adryan, sengaja berkunjung ke rumah Steven, untuk melihat keadaan Sandra, tapi dia menemukan Steven, dalam keadaan mabuk parah bahkan hanya tangis dan nama Sandra, yang kini keluar dari mulut nya.


Adryan, pun menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Sandra, tidak butuh waktu lama, Sandra, sudah di ketahui keberadaan nya, sementara kini lelaki, paruh baya tersebut, sedang mengurus menantunya itu di bantu oleh asisten pribadi nya.


"kau mencintai, putri ku tapi apa yang kamu lakukan saat ini lihat lah, bahkan kau tidak perduli dengan diri mu sendiri"ucap Adryan, bukan tanpa alasan dia berkata demikian, karena saat ini dokter tengah menjahit luka di tangan Steven yang hendak bunuh diri, tapi sayang digagalkan oleh Adryan, yang saat itu baru datang.


"aku mencintai nya Daddy, tapi dia meragukan cinta ku selama ini, bahkan dia berpura-pura hilang ingatan hanya untuk menguji ketulusan ku, aku tidak ingin dia tertekan menjalani hidup bersama dengan ku, jika aku tau dia meragukan ku, biarlah dia hidup dengan pengganti ku selama ini"ujar Steven, yang mulai sadar.


"jika dia bisa melupakan mu, mungkin sejak satu tahun yang lalu dia akan memilih pria lain, tapi kamu bisa lihat sendiri"ujar Adryan, menjelaskan.


"Daddy, maaf kan aku, tolong bawa dia kembali pada ku saat ini juga, aku menyesal telah membiarkan dia pergi"ujar Steven memohon.


"bangkit lah kejar dia kembali, saat ini dia mungkin sudah sampai di tempat kelahiran ibunya"ujar Adryan.


"maksud Daddy,desa ??"kata Steven.


"disana adalah tempat yang tenang untuk menyembuhkan luka"ujar Adryan.

__ADS_1


Steven, bangkit dan menelpon asisten nya untuk menyiapkan segala nya dia akan pergi menyusul mantan istri nya saat itu juga.


sementara Adryan, langsung kembali ke pulau as, dengan helikopter nya saat itu juga.


__ADS_2