Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Kembali pulang#


__ADS_3

Gibran, saat ini sedang menggendong kedua anak sambung nya dari Piter.


Gibran ingin mengubah nama kedua putrinya nya itu, menjadi nama Miki Stevano Piter Anderson dan mike Stevano Piter Anderson.


Michael tak keberatan untuk itu, asal nama ayah mereka tidak di hilangkan.


Gibran, memeluk mencium keduanya, seperti putra nya sendiri, bukan karena rasa bersalah dan rasa cinta terhadap ibunya, tapi rasa sayang yang tumbuh seiring berjalannya waktu, Gibran, sangat menyayangi ke empat nya.


sementara Michael, dia minta izin untuk menetap di Jakarta , awal nya Jason, tidak mengizinkan karena Michael, adalah wanita yang sangat di cintai oleh Piter, dia harus ekstra menjaga Michael dan ke empat anak nya itu.


"Aku sebenarnya, tidak ingin kamu pergi bersama nya, tapi takdir hidup tidak bisa di cegah, yang asalkan kalian bahagia, aku akan pun ikut bahagia"ucap Jason.


"Ya terimakasih kak, kamu memang yang terbaik, aku juga akan membawa serta putri pertama ku dan kakak, tidak bisa melarang nya, karena dia tidak bisa jauh dari ku"ucap Michael.


"kau tega memisahkan aku dan ke empat anak ku"ucap Jason sedih.


"kakak, bisa mengunjungi kami kapan pun"ucap Michael.


"ya baiklah pergilah tapi ingat jika kalian meneteskan air mata sedikit saja,aku tidak akan mengampuni suamimu biar pun aku harus mengorbankan nyawa ku seperti Piter.


"kakak, tenang saja kami akan baik-baik saja"ujar Michael.


"satu lagi,kabari aku setelah kamu bisa berjalan nanti, dan ingat kamu harus tetap semangat"ucap Jason.


Michael, pun kembali ke Mension Piter, setelah dari kantor Jason, tadi di antar oleh sopir.


sesampainya di sana, dia langsung di sambut oleh Gibran, yang sudah menidurkan kedua bayi tersebut, mereka masih berusia delapan bulan lebih, tapi sudah sangat aktif, membuat Gibran, sedikit kelelahan.


"Hay, honey, apa hari mu menyenangkan"Ucap Gibran yang langsung mengecup bibir Michael.


"Ya, lumayan"ucap Michael.


"Syukur lah,kalau begitu"ucap Gibran lagi.


"Aku sedikit lelah , ingin istirahat"ucap Michael sambil pergi menuju kamar"Gibran hanya mengekor dari belakang, sesampainya di dalam kamar, Michael, langsung di gendong oleh Gibran,menuju ranjang.


"Sayang istirahat lah aku akan mengecek pekerjaan ku, besok kita berangkat ke Indonesia, apa kamu sudah siap"ucap Gibran.


"jujur, aku belum siap untuk kembali ke sana, apa lagi aku harus meninggalkan semua kenangan bersama keluarga ku dan dia, tapi demi kehidupan yang lebih baik, aku akan mengikuti mu kemana pun kamu pergi, asalkan satu hal berjanjilah, bahwa kamu akan tetap bersama dengan ku, untuk selamanya, jika kamu berani mengecewakan ku sedikit saja kamu akan menanggung akibatnya nya"ucap Michael.


"Aku berjanji sayang , dan ingat hanya kamu cinta ku"ujar Gibran.


Michael pun mulai berbaring dengan bantuan Gibran, dia pun kini terlelap,ke alam mimpi nya, Michael, bermimpi, melihat Piter, yang sedang berada di pantai, dia hanya bisu dan tak ingin melihat ke arah Michael, lagi tapi saat Michael di temani kedua anak nya dia langsung tersenyum dan mau memeluk Michael dan kedua putranya itu.


"Mereka sudah tumbuh besar, saat ini, kamu tidak usah khawatir, nama mereka seperti nama yang kamu mau saat memiliki anak kembar, aku selipkan nama mu , tapi mereka juga diwariskan nama oleh Gibran dia menyayangi putra kita"ucap Michael"Aku mencintai mu, Piter, hingga saat ini mungkin selama nya, tapi aku butuh dia dalam hidup ku, dia yang akan menjaga putra kita dari bahaya"ucap nya lagi, awal nya Piter hanya diam tapi kemudian dia tersenyum manis sambil berlalu pergi setelah mengecup puncak kepala Michael.


ke esokan pagi nya Michael, sudah siap dan begitu juga ke empat anak nya, saat ini mereka bahkan sudah berada di dalam mobil sedari tadi mereka tidak ingin terlambat bangun karena ingin tau Indonesia itu seperti apa, terutama Merry yang sangat antusias, saat ini dia berada di pangkuan Daddy nya.


mobil Limosin,milik Jason, yang mengatakan mereka hingga tiba di bandara, saat ini.


sesampainya di sana Gibran dan semua nya langsung memasuki jet pribadi milik nya, mereka bahkan tidak lama setelah itu langsung pergi menuju ke Indonesia.


di dalam pesawat, tersebut, kedua putranya yang kini sedang terlelap , Michael hanya bisa menatap mereka saat ini, mereka tidak pernah rewel, mungkin karena mereka tau mommy nya selama ini tidak berdaya, pikir Michael.

__ADS_1


"mommy, akan berusaha untuk sembuh demi kalian sayang"ucap Michael, lirih.


sementara itu Gibran, saat ini tengah menatap istrinya itu penuh cinta, bagaimana pun keadaan Michael, cinta nya tidak pernah bisa berkurang malah semakin bertambah, baginya Michael adalah ratu di hatinya, Gibran sejak kecil dulu, saat mereka tumbuh bersama walaupun Michael dua tahun lebih tua dari nya.


"Sayang aku sangat mencintaimu"ucap Gibran lembut.


"Ya... aku sangat tau itu, kamu memang laki-laki keras kepala, masih seperti dulu Gibran, kecil yang selalu posesif"ucap Michael.


"ingat sayang usia ku lebih tua dari mu, dan kamu harus menghormati ku, sebagai suami mu"ucap Gibran, yang mengulang memory,masa kecil nya dulu saat mereka bermain pengantin.


"Kamu memang masih seperti itu"ucap Michael.


mereka begitu larut dalam kenangan terindah saat mereka bersama dulu, Gibran pun tersenyum"kakak, Michael sudah tau bukan kemampuan ku, sudah tidak diragukan lagi sebagai suami mu aku bisa membuat mu mengandung"ujar Gibran, bangga.


"kau hanya bisa membuat satu sedang kan aku tiga sekaligus, bahkan empat"ujar Michael, Sambil tersenyum mengejek.


"Aku akan buktikan pada mu, nanti anak kita akan bertambah banyak, karena mereka sudah di tunggu oleh kerajaan bisnis"ucap Gibran.


"kau pikir aku kelinci peternak, aku juga masih seperti ini, dan kamu tidak akan bisa menyentuh ku"ucap Michael, Sambil menatap sebal pada Gibran.


"Aku akan buktikan itu, saat kamu sembuh, tidak butuh waktu lama lagi, dan ingat satu hal, menurut dokter itu bisa mempercepat proses kesembuhan"ucap Gibran.


"Aku malas bicara dengan mu adik Gibran"ledek Michael.


"Aku suamimu, kakak, Michael jadi usia mu dibawah ku panggil aku kakak, Gibran ingat itu"ujar Gibran bercanda.


sontak keduanya tertawa ceria entah kemana jarak di antara mereka selama ini.


sementara itu ke empat anak mereka masih terlelap bersama dengan para suster nya.


🌹💖💖💖🌹


Indonesian tepat pada sore hari, Michael,tiba di Jakarta, dia langsung di jemput menggunakan dua mobil, dan tak lupa para bodyguard yang selalu mengikuti Gibran kemana pun.


sepanjang perjalanan, Merry,asik berceloteh membicarakan pemandangan kota Jakarta pada Alice, tapi gadis itu terlihat sangat murung saat ini tidak semangat saat akan pergi.


"Ada apa Alice, mommy perhatikan kamu melamun terus ada apa heumm"ucap Michael.


"Aku rindu Daddy, Piter,dulu kita ke Indonesia bareng dia dan Daddy, Jason"ucap Alice.


Michael yang mendengar itu pun langsung menitikkan air mata, sementara itu Gibran, langsung terdiam seribu bahasa.


"mommy, apa Daddy ada di sini"ucap Merry, yang begitu rindu dengan ayah sambung nya itu.


"Tidak sayang, Daddy,ada di surga"ucap Michael.


"Mom... apa surga itu jauh, dan bagaimana kota di sana apa orang-orang nya ramah"ucap Merry,polos.


"Sayang suatu saat nanti kamu akan mengerti"ucap Michael.


"mom... maafkan aku"ucap Alice, yang merasa sangat bersalah.


"Tidak, apa-apa sayang kamu tidak salah"ucap Michael.

__ADS_1


Tak terasa perjalanan mereka pun usai, saat ini mereka sudah memasuki halaman rumah besar tersebut, sesampainya di sana Alice,sama sekali tidak kaget dengan kemewahan rumah itu, karena tempat tinggal Jason, lebih mewah dari ini, ya Alice, adalah anak sultan, sedari kecil.


berbeda dengan Merry, yang belum sepenuhnya mengerti dia kembali bertanya sesaat setelah dia di gendong oleh seorang bodyguard yang sudah akrab dengan nya.


"mommy, apa ini surga, apa Daddy ada di dalam"ujar Merry, Gibran hanya tersenyum pahit, sejak kehadiran nya,di hadapan Merry, putri nya itu sama sekali tidak pernah mengakuinya sebagai Daddy kandung nya, Merry, justru menganggap nya sama seperti Jason.


"Sayang, sekarang ini rumah kalian semua, Daddy, ingin kita mencoba membuka lembaran baru, kita akan bahagia di sini"ucap Gibran, tiba-tiba saja dari dalam Sania muncul dan menghambur memeluk Michael, dia begitu sedih melihat putri angkat nya itu.


"Nak kenapa kamu jadi seperti ini"ucap Sania, yang kini berurai air mata.


"Aku kecelakaan setahun yang lalu momm... semua karena adik Gibran, yang ninggalin aku gitu aja"ucap Michael.


"Sania, sedikit terhibur, saat ini saat mendengar panggilan ejekan dari Michael untuk Gibran yang menolak jadi adik dia ingin jadi kakak Michael.


"Sayang, kamu masih seperti dulu tidak ada yang berubah hanya dia yang berubah menjadi tua sendiri"ucap Sania.


yang kini menunjuk ke arah Gibran, yang memang pria tampan itu, usia nya baru menginjak 31tahun tapi postur tubuh nya yang tinggi dan gagah dengan badan nya yang tegap dan gagah saat ini lebih terlihat tua dua tahun dari Michael, meski usia Michael, lebih tua dua tahun dari Gibran, dia malah terlihat lebih cantik dan awet muda meski pun, saat ini dia masih duduk di kursi roda.


mereka semua pun masuk, semua Sania,kini tengah menggendong Merry, yang begitu mirip dengan Gibran, putra nya itu, mungkin karena saking cintanya mereka berdua selama ini.


sementara itu, Alice, yang sudah duduk di sofa ruang keluarga itu dia memilih menghubungi Jason, lewat sambungan video call.


Jason langsung mengangkat panggilan dari putri nya itu, saat ini karena sudah di tunggu ya sedari kemarin.


mereka pun mengobrol bersama kedua adiknya yang lain hanya Merry, yang tidak bergabung karena saat ini dia tertidur pulas di pangkuan neneknya.


gadis kecil itu yang sebentar lagi, berulang tahun yang kelima tahun, dia merasa sudah sangat akrab dengan neneknya itu.


Gibran, membawa Michael, menuju ke kamar milik mereka, Michael, langsung di bantu untuk berbaring di atas ranjang dan di selimuti oleh Gibran, Michael menolak untuk makan malam saat ini, dia merasa belum lapar, sementara mereka semua, sudah makan sedari tadi .


Gibran, tidak ingin makan sebelum istrinya makan terlebih dahulu, dia bahkan rela tidak makan, jika istri seperti saat ini,ya Michael, sedang sangat putus asa, dia harus berada di lingkungan baru lagi, saat ini bahkan dia tidak bisa melakukan semua kegiatan nya sendiri karena di sini pelayan rumah nya baru semu kecuali bibi Debora, dan dua orang suster, yang mengurus Miki dan Mike.


sementara itu di Indonesia Michael, hanya sendirian disini dia hanya ikut dengan Gibran, kemanapun pria itu pergi karena, dia adalah suaminya, sementara ibu angkat nya meninggal dunia dua tahun lalu, Michael bahkan tidak bisa menghadiri pemakaman wanita yang sangat berharga bagi hidup nya, dia adalah wanita yang menyelamatkan Michael, saat kecelakaan itu di alami oleh keluarga nya.


"Honey, kamu kenapa heumm... kenapa tidak ingin makan, padahal dari kemarin kamu terus menerus menolak untuk makan, apa ada masalah dengan pencernaan mu, atau kah kau marah pada ku"ucap Gibran.


"Aku tidak apa-apa, kamu tidak usah khawatir aku hanya sedang tidak ingin melihat makan itu"ucap Michael.


"apa kamu ingin makan, makanan seperti di Jerman"ucap Gibran.


"Aku benar-benar sedang tidak berselera "ujar Michael.


"baiklah kalau begitu sayang"ucap Gibran sambil tersenyum manis dia pun ikut berbaring di atas ranjang sambil memeluk Michael.


mereka pun terlelap di kamar nya, masing-masing saat ini hanya Sania, yang masih berada di teras belakang tepat di depan kolam renang, dia tengah mengingat kembali masalalu nya, bersama ke tiga saudara angkat nya, terutama sandi yang sangat menyayangi nya sedari kecil, perempuan berusia enam puluh lima tahun itu masih terlihat awet muda, hingga saat ini.


tetesan air mata, membasahi wajah, Sania, tatkala teringat dengan mendiang ayah bundanya saat ini, dia sangat merindukan mereka Sania tidak berhenti berdoa semoga mereka masuk surga.


Gibran, yang turun ke lantai bawah, dia bisa melihat keberadaan Sania, saat ini karena tangga itu di samping dinding kaca taman belakang rumah besar tersebut.


Gibran, menghampiri nya dan memeluk nya dari belakang Gibran, memberikan kecupan di pipi mommy nya itu.


"Hay mom... jangan menangis nanti cantik nya hilang"ucap Gibran, yang melihat sisa air mata di pipi ibunya saat ini.

__ADS_1


"mommy, hanya teringat semua kenangan yang berada di rumah ini, mommy teringat kakek dan nenek mu"ucap Sania.


__ADS_2