Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Bulan madu yang menyakitkan


__ADS_3

setelah, beberapa hari di kampung halaman, mereka semua kembali ke Belanda.


Sandi, Ari dan juga Rido masih tinggal di rumah milik Sania, mereka juga membawa Siti untuk ikut bekerja di restoran tersebut.


"Sayang, mulai besok kamu pindah ke Mension ku ya, di sini kan sudah banyak penghuni sekarang, dan aku sebagai suamimu aku wajib memberikan napkah pada mu"


kata Adryan.


"jangan sekarang,ya Yan karena aku ingin menyelesaikan semua misi ku dulu dan lagi aku belum, mendapatkan restu dari mommy mu, dia pasti tidak rela kalo aku tinggal di Mension, itu"


jawab Sania.


"Sayang itu Mension milik ku pribadi, aku sengaja membelinya untuk kita setelah kita menikah,dan sekarang ini lah waktu nya"


kata Adryan, lagi.


"Nanti saja Sayang aku pikir kan dulu!"


jawab Sania lagi.


"Baik lah tapi jangan lama-lama,ok aku harus segera kembali ke Amerika, maaf kalo semua sementara waktu akan menyulitkan mu, aku juga ingin kita bisa kuat menjalani semua tantangan hidup ini"


ucap Adryan, lagi, Sania langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi, setelah mendengar perkataan suaminya itu iya kecewa ternyata, semua baru saja Sania mendapatkan, sedikit kebahagiaan,dan sekarang,hal yang menyakitkan, kembali hadir mungkin sekarang akan lebih panjang dari tahun yang lalu, iya menangis di dalam kamar mandi, sambil menyalakan shower agar tangisnya tidak terdengar,namun Sania salah suaminya yang sudah bisa membaca hal itu akan terjadi, dia tidak mengetahui kalo Adryan tengah berdiri di belakang nya dan sekarang memeluk nya dari belakang.


"Sania, berapa kali aku bilang, jangan menyiksa diri sendiri, kalau kamu merasakan sakit hati atau kecewa, kamu bisa langsung bicara pada ku sayang aku ini suami mu!"


kata Adryan, yang kini membawa Sania kedalam pelukannya, Sania otomatis menangis sesenggukan, iya menumpahkan rasa sakit hati nya saat ini yang sudah lama di pendam nya sedari dulu iya melawan nya sendiri an.


"Yan sebaiknya kita berpisah saja, aku tidak akan kuat kalo harus begini sudah cukup selama ini aku bersabar menunggu mu tapi setelah aku memiliki mu juga masih tidak berubah,malah semakin sakit mending akhiri semua nya sekarang"


kata Sania, namun Adryan, seolah tutup kuping iya tidak menjawab juga tidak mengiyakan perkataan Sania iya malah pura-pura tidak mendengar.


"Sayang sudah yu lebih baik kita tidur saja, sekarang, sudah larut anak-anak yang lain juga sudah tidak ada yang bangun semua sudah tidur"


kata Adryan, yang mengalihkan, pembicaraan.


"Yan kamu dengar gak sih, aku ngomong apa!"


tanya Sania yang lumayan keras terdengar di kuping Adryan.


"Sayang, aku tidak tuli, aku bisa mendengar tapi jangan sekali-kali kamu ucapkan kata itu lagi aku tidak ingin mendengar nya lagi sudah cukup,aku tidak akan mau berdebat dengan mu sebaiknya kita istirahat saja sekarang"


Adryan, menggandeng Sania, masuk kembali kedalam kamar.

__ADS_1


Adryan, bahkan menuntun Sania yang terdiam tanpa kata untuk tidur.


"sayang tidur lah besok kita akan segera pindah ke Mension,dan setelah itu aku akan mengantarmu ke kampus sekalian mengurus kepindahan Yeslin lagi kemari, jadi kalau aku sedang pergi ke Amerika kamu tidak akan kesepian,ada Yeslin yang akan menemani mu di sana,kalau masih kurang juga kau bisa ajak mereka pindah ke Mension biar suasana nya rame"


kata Adryan, panjang lebar, tapi Sania tidak menyahut sedikit pun.


"sayang, apa kamu sudah tidur kata Adryan, yang melirik ke arah Sania, yang ternyata, sudah memejamkan mata, Sania sengaja memejamkan mata nya pura-pura tidur, hanya karena, ingin menghindar dari tatapan Adryan, yang sangat mampu meluluhkan hati nya yang sesakit dan SE kecewa apa pun. kalau iya menatap, wajah suaminya itu, selalu saja luluh, karena tatapan Adryan, begitu penuh cinta untuk nya, hanya satu yang jadi penghalang nya adalah, Restu ibu nya Adryan, yang sangat sulit di dapat.


Alasan kenapa ibunya Adryan, tidak merestui nya adalah karena,sang ibu mertua sangat terobsesi pada sang paman,ya itu Derry.


"Flashback on"


tiga puluh tahun lalu, saat Tias, berusia 20 tahun, iya adalah seorang maha siswi,disebuah universitas,di Indonesia iya dulunya tinggal di ibukota, dengan orang tua sebagai buruh pabrik, di sana.


iya adalah gadis pendiam, kebiasaan nya setelah selesai jam kuliah pertama di sela istirahat,Tias selalu pergi ke perpustakaan, karena di sana iya akan bisa bertemu Derry, seorang pemuda tampan, berwajah indo, anak dari Paramitha, Anderson, seorang wanita keturunan Jawa Belanda tersebut, sangat lah tampan dan Giat belajar dia adalah pangeran kampus waktu itu, Tias, sengaja mendekati Derry Anderson, untuk mendapatkan perhatian, dari nya tidak jarang, iya juga pura-pura, terpeleset, dan berkali kali juga Derry menolong nya,namun Derry, hanya bersikap biasa saja tidak ada nampak ketertarikan, pada Tias, hingga suatu hari Tias menyatakan cinta, dan cinta nya di tolak,tak berhenti di situ, berbagai cara iya lakukan, untuk mendapatkan Derry namun juga tidak berhasil, saat setelah lulus kuliah,Tias bekerja,di kantor milik Paramitha Anderson,,, yang di pimpin oleh Derry, lagi-lagi Tias melakukan segala cara untuk mendapatkan, pria idaman nya itu tapi, tetap tak bisa juga, hingga, suatu hari iya menjebak Derry . dengan obat perangsang,dan saat itu berhasil,Tias waktu itu menyerahkan, harta berharga satu-satunya, kepada pria, yang sangat iya cinta, bahkan di tengah rasa sakit nya itu dia malah menikmati nya, saking cintanya dia sama Derry.


tapi sayang, saat itu pun tidak berhasil memiliki Derry. dia hanya mendapatkan nya sesaat, hingga Akhirnya Tias gigit jari karena Derry, tidak lama setelah itu, dia menikahi Nadine, wanita yang kini menjadi istri nya itu,dan Tias pun Depresi, hingga nyaris bunuh diri namun dapat di selamat kan saat itu.


Tias pun menjalani perawatan,di rumah sakit jiwa, selama dua tahun, dan di nyatakan sembuh, saat itu, keluarga nya telah tiada, karena sakit keras yang mereka derita.kesediha Tias tidak berhenti di situ saja, iya bertemu teman lama nya dulu saat masih SMA, yang bekerja di sebuah klub malam, hingga menjerumuskan nya di kubangan dosa,dan saat itulah ia bertemu dengan ayahnya Adryan. dan mereka pun menikah, hidup nya kini bergelimang harta namun sayang iya tidak bahagia, karena Ayah Adryan sering main perempuan, hingga terakhir saat Adryan, berusia dua belas tahun, iya berpisah di karena kan sudah tidak tahan, dan iya pun menikah lagi dengan ayah Yeslin.


"flashback off"


🌹💖💖💖🌹


ke esokan hari nya, Sania di antar oleh teman-temannya,menuju Mension, untuk pindah,namun mereka berjanji akan sering menginap di sana kalau Adryan,ke Amerika, dan Adryan, bisa tenang jika sewaktu-waktu iya tidak ada di sana.


kata Adryan pada sandi,di sela obrolan nya sambil kumpul di ruang keluarga, yang begitu luas itu.


"Asiaappp bos ku"


jawab sandi.


"sayang, kamu baru bisa masuk kuliah besok sekarang kamu harus melanjutkan bulan madu yang tertunda bersama ku,!,,hmmm seperti nya indah, ayo kita ke kamar kita sayang biarkan mereka, menikmati waktu nya di sini"


Sania di tarik masuk kedalam kamar oleh Adryan, mereka melakukan sebagai, mana mestinya pengantin baru, bahkan melewatkan makan siang, karena kesibukan mereka di kamarnya.


pas jam makan malam mereka baru keluar untuk bergabung bersama mereka, yang sudah menunggu,di ruang makan, sesampainya di sana, Sania mendapatkan, gangguan dari teman-teman nya yang sengaja menggoda nya termasuk Yeslin, karena bekas pergumulan panas itu terlihat banyak meninggalkan bekas di mana-mana,


"Yeslin, kalau nanti kita berjodoh, ingat jangan ngegas ya ,pas saat bulan madu, nanti bekasnya susah hilang Hahahaha,,,,"


Sandi, tertawa lepas karena, menurut nya sangat lucu melihat pasangan Sania dan Adryan, yang memiliki bekas kemerahan di leher mereka.


"sandi, jangan gitu, nanti kalau itu terjadi pada mu pasti bakalan, kerasa saat yang sama di alami oleh Sania"

__ADS_1


ucap Yeslin,


langsung di balas deheman,oleh Adryan,


"hmmm,,, sudah kaya di pasar saja "


kata-kata Adryan, membuat mereka terdiam.


"Sayang, kamu mau makan pake lauk apa?,,,"


tanya Sania,pada suaminya itu.


"Apa saja Sayang, asalkan itu dari tangan mu semua, nya pasti lezat, sayang"


jawab Adryan, Sania pun langsung,mengambil kan nasi dan juga lauk pauk ala Indonesia, karena, semua sudah terbiasa dengan Indonesia food .


setelah mereka makan mereka pun pamit pulang kerumahnya Sania yang sekarang di tempatinya,


mereka, pun pergi dari Mension tersebut di antar sopir, yang akan bekerja untuk Sania nanti saat Adryan, sedang tak bersamanya lagi dalam waktu dekat ini karena dia memiliki dua tanggung jawab yang harus di penuhi kebutuhan nya,ya itu kedua istrinya sampai saat nya nanti Adryan bisa melepas salah satu rantai yang membelenggu diri nya yang pastinya Adryan, tidak pernah rela kehilangan Sania, walau pun tujuan, pertama nya adalah untuk,balas dendam, untuk kejadian yang menimpa sang ibu yang sampai kini selalu kumat, Depresi nya itu, tapi Adryan, salah pesona, Sania tidak seperti Sonya, Sania memiliki daya pikat yang cukup meluluh lantakkan, Adryan, seperti pesona paman nya dulu,pada ibunya.


"flashback on"


Adryan, yang satu kampus dengan Sonya, dia saling dekat,tapi kedekatan nya itu bukan tanpa alasan, Adryan, sudah mengincar, keluarga, Anderson, yang sudah membuat sang ibu Depresi, karena Adryan, mengira kalau Sonya adalah keluarga kandungan Derry, sampai akhir dia sendiri prustasi, karena salah sasaran,


iya sudah merusak anak orang yang tidak berdosa, sebenarnya, terjerumus nya Sonya,ke kehidupan malam sebenarnya tidak lepas dari, campur tangan nya Adryan, tadinya ingin menebus dosa terhadap Sonya, namun Sonya keburu menghilang,dan saat Sania hadir di kehidupan nya di Restoran,itu Adryan, sebenarnya mau melanjutkan,balas dendam nya,tapi Sania berhasil membuat nya luluh lantak, hati Adryan, tidak pernah bisa mengkhianati, cinta yang tumbuh saat pertama kali melihat nya , Adryan berusaha mati-matian


ingin menyakiti Sania tapi malah dia sendiri. yang terluka, sampai saat nya iya memutuskan untuk menikahi, Amelia, sebenarnya tekad nya kembali untuk balas dendam namun ternyata bukan hanya Sania, yang tersakiti, tapi dia juga sama, terluka nya bahkan yang lebih menderita itu dirinya, hingga iya sadar yang sebenarnya,salah itu adalah ibunya, semua tidak akan terjadi kalo sang ibu tidak menyia-nyiakan diri nya sendiri.


"flashback off"


Saat, Sania dan Adryan, tertidur sambil berpelukan, tiba-tiba dering telepon seluler milik Adryan, berbunyi Sania,bangun melihat nya,dan ternyata ada nama istri ku tercinta tertera di layar,deg,,, jantung Sania terasa nyeri yang teramat tapi iya mencoba bertahan dia langsung membangunkan Adryan.


"Yan bangun istri tercinta mu menelpon, buruan nanti keburu marah"


kata Sania, yang berusaha menahan tangisnya nya, Adryan, pun bangun dan langsung menerima telepon nya itu.


"hallo sayang,ada apa kenapa menelpon jam segini,ada apa hmmm ?,,,"


Adryan, berbicara dengan begitu mesra nya tanpa memperdulikan Sania yang tengah berdiri di pintu menuju balkon sambil menepuk dada nya yang terasa sangat sakti Sania menangis, tanpa suara, kalau tidak memikirkan keluarga yang sudah memberi nya semangat, untuk menjalani hidup nya mungkin Sania sudah melompat dari balkon kamar nya itu,


rasa sakit atas, perbincangan Adryan, yang bohong,kalo sekarang iya menyangkal,kalau iya tidak mencintai Amelia, dari tutur katanya, saja sudah jelas, tidak ada kepalsuan, Sania kini berjalan begitu cepat meninggalkan Adryan yang sedang fokus berbincang dengan istri tercinta nya itu dia, tidak menyadari,kalo Sania sudah menaiki mobil nya dan bergegas,tancap gas meninggalkan Mension tersebut.


Sania bingung harus kemana kalau ia sampai kembali ke rumah nya dia tidak ingin membuat orang-orang sedih dengan melihat keadaan nya Sania, terus melajukan mobilnya hingga, iya sampai di ujung jalan, yang sudah pasti jalan buntu, iya tidak tahu harus kemana namun malam sudah larut iya memutuskan untuk tidur dalam mobilnya, saat itu dengan berselimutkan jaket yang tadi sempat di raih nya.sania yang lelah pun tertidur.

__ADS_1


sementara di Mension semua orang kalang kabut, Adryan, yang putus asa mencari Sania,di sana tidak ada iya ingat sisi tv iya langsung keruangan rekaman sisi tipu, Adryan,memukul kan tangan nya ke tembok iya me rutuki kebodohan nya, karena sudah membuat istri tersayang nya menangis dan pergi meninggalkan dirinya,di Mension, sekarang sudah jam Dua dini hari waktu Belanda, Sania yang terbangun dari mimpi nya dia berpikir untuk pergi jauh dari Adryan, setelah ini semua iya memutuskan untuk pergi ke rumah lama nya di sana ia pindah ke Mension itu hanya membawa mobilnya, tidak membawa apa-apa karena Adryan melarangnya membawa apa pun kecuali buku-buku yang di perlukan oleh Sania,namun Sania juga belum sempat membawa semua itu karena hari malam ini rencananya, hanya untuk menginap dan pergi ini baru mau pergi mengambil barang-barang nya untuk di bawa ke Mension itu tapi Sania, hari ini akan pergi jauh, sejauh jauh nya dari Adryan, saat Sania sampai depan rumah nya iya melihat mobil Adryan di sana, Sania pun n pergi menjauhkan mobil nya dari situ,tapi iya masih bisa memperhatikan semua nya dari jauh, setelah melihat Adryan pergi Sania pun bergegas masuk ke rumah itu, iya di berondong pertanyaan oleh teman-teman nya saat itu juga namun Sania hanya menjawab, sedikit lalu ia meminta teman nya untuk menunggu nya mengirim tiket pesawat, untuk mereka mengikuti Sania pergi kesebuah negara yang tidak mungkin, di pikiran Adryan untuk mencarinya di sana ya Sania,memutuskan pindah ke Thailand, dengan semua barang dan paspor yang sudah di siapkan,oleh Rebecca,dan siang nanti Rebecca akan mengurus kepindahan Sania, dari kampus itu dan tidak ada siapapun yang tahu.


sesampainya di airport, Sania memeluk mereka semuanya, dan pergi boarding pass, lalu berlalu pergi tanpa melirik, mereka lagi Sania pergi membawa luka yang begitu dalam,di hati dan jiwa nya.


__ADS_2