
ke esokan hari nya Sania,di temani sopir keluarga, pergi ke Desa untuk menjemput sang ayah, di perjalanan mobil yang di kendarai sopir tersebut,di hadang sebuah mobil mewah, yang berplatform unik, Sania yang kala itu sedang melamun dia di kaget kan oleh hal tersebut.
"ada apa mas,ko ngeremnya mendadak gitu"
"itu nona ada mobil yang menghalangi mobil kita"
ucap sang sopir.
"owh kalau begitu biar aku yang turun, melihat nya siapa orang itu berani mencegat kita"
"jangan non itu bahaya lebih baik kita , mundur dan pergi belok arah"
"tiba-tiba,kaca jendela mobil di ketuk seseorang yang tidak asing, iya adalah Adryan.
"Adryan, kukira siapa, ngapain kamu di sini bukan nya kamu ngantor hari ini"
"ayo turun, biar aku yang antar kamu ke kampung hari ini"
"tidak bisa begitu dong Yan ... nanti Om ku marah, gimana"
"aku sudah izin ko tadi, lagian kau pergi tanpa pengawalan, bahaya kalau terjadi apa-apa gimana" kata Adryan, lagi.
"Baik lah ya sudah mas kamu pulang saja,biar Aku sama Adryan yang pergi jemput ayah"
"baik non .." jawab sang supir singkat, iya langsung menghidupkan mesin mobil nya dan berbalik arah.
Sania,masuk kedalam mobil,sang kekasih setelah sebelumnya Adryan membuka kan pintu masuk untuk Sania .
"sayang, kenapa, kamu tidak memberitahu ku kalau kau akan ke Desa hari ini"
tanya Adryan, sesaat setelah mobil melaju.
"Aku tidak mau membuat mu repot Yan..."
jawab Sania.
"repot , apa maksud mu aku ini calon suami mu sayang,dan Aku gak akan pernah merasa di repot kan ,ingat itu"
"Yan, sekarang Kaka, sudah, kembali, seperti keinginan mu, sebaiknya kamu fokus dengan nya"
"apa maksudnya kata-kata mu itu, Sania"
Adryan, bertanya ada nada kesal di dalam nya dia kecewa dengan kata-kata Sania yang seakan, meragukan cinta nya.
"bukan kah kalian saling mencintai, dan aku masih melihat itu, kamu juga memperlakukannya dengan penuh kasih saat kau membantu mengobati Kaka ku"
jawab Sania, dengan cueknya.
"owh.. jadi kamu meragukan aku Sania."
Adryan, membentak Sania,saking kesalnya dia dengan ucapan nya itu.
Sania, langsung memalingkan wajahnya nya dia berusaha menahan, airmata yang sedikit lagi akan terjatuh.
"tatap aku Sania aku sedang bicara dengan mu"
Adryan, makin marah iya langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan dengan tiba-tiba membuat Sania, terkejut.
"Sania,aku bilang tatap aku, apa kau tidak mendengar ku"
Adryan, memegang tengkuk Sania iya memaksa Sania untuk membalikkan wajah nya, kearah nya, dia kaget melihat Sania sedang menangis,
"sayang, aku minta maaf jika aku kasar tadi, aku hanya sedikit kesal, dengan semua yang kau katakan"
ucap Adryan, sambil membawa Sania dalam pelukan nya.
"tapi, aku hanya berkata, kenyataan"
"tapi itu dulu, sayang, tidak saat ini kau harus tahu itu" jawab Adryan,tegas.
"Yan, sebaiknya, kamu pulang, aku akan menemui ayah sendirian saja"
"Sania, please, jangan bicara seperti itu"
potong, Adryan.
"itu ada mobil umum yang menuju kesana,aku turun di sini saja,"
Sania melepaskan sabuk pengaman nya.
"tetap duduk, di mobil atau kita putus"
Deg... sesaat dada Sania seperti di timpuk batu besar.
"baik lah jika kau memang ingin kita putus, tidak perlu alasan, dengan semua ini, aku akan pergi menjauh darimu"
Sania pun turun, sambil membawa tas kecil nya, Sania berlari menuju bis yang bisa ia tumpangi, Adryan, mengamuk, iya memukul setirnya,me rutuki kebodohan nya , iya menghidupkan mobil nya kembali, mengejar bis yang tadi di tumpangi Sania, iya mengelaksoni mobil, yang berada di depan nya,namun sang sopir bis tidak mau berhenti, tiba-tiba Adryan memotong jalan bis yang sedang melaju itu, sontak,sang sopir, mendadak me ngeremnya.
"apa kau sudah gila, kenapa menghalangi jalan ku" bentak sang sopir, yang langsung turun.
"Aku sudah memperingatkan mu tadi, tapi kau tak mau mendengar nya"
bentak Adryan balik, tiba-tiba,mobil bodyguard, yang sedari tadi mengikuti Adryan,sang bos ikut berhenti,
"maaf bos kami telat ada apa ini bos tidak apa-apa"
tanya seorang bodyguard nya itu.
"Aku tidak apa-apa, awasi sopir ini aku mau menjemput istri ku di dalam"
Adryan, berlari memasuki bis tersebut, iya mencari Sania,dan begitu marah nya iya melihat Sania yang sedang tidur bersandar di dada bidang seorang lelaki yang kelihatan nya akrab itu.
"Sania, bangun",... bentak Adryan, yang sedang cemburu.
"Anda siapa nya Paramitha, ?..."
tanya,sang pemuda yang bernama sadi tersebut.
"kau mengenal istriku ,ayo minggir aku tidak punya banyak waktu, untuk meladeni pertanyaan mu"
kata Adryan, lagi.
"dia juga,teman dekat ku saat sekolah dulu"
__ADS_1
kata sandi yang berusaha melindungi, Sania yang kini sedang tidur tanpa mau menghiraukan, yang sedang cekcok adu mulut itu, tapi Adryan yang di kuasai emosi, dia langsung memberikan bogem mentah kepada,sandi yang kekeh tidak mau menjauh dari Sania,
"apa kau mau mati"
Adryan berteriak, seketika semua penumpang kaget, mendengar suara Adryan, yang begitu lantang di tambah lagi,ada empat orang bodyguard, yang masuk kedalam bis.
"ada apa bos" tanya sang bodyguard, itu
"bawa dia,ke mobil kalian, Aku mau mengurus istri ku"
saat para bodyguard,ingin membawa sandi tiba-tiba Sania, berteriak.
"jangan coba-coba kamu bawa dia,"
"kalau begitu ayo ikut aku istriku, jika kau tidak mau dia terluka atau bahkan mati"
potong Adryan, cepat.
"baiklah, aku ikut kamu tapi biarkan dia di sini "
Sania,pun ikut Adryan, yang kini memegang erat tangan Sania.
"lepas sakit tau"
"diam dan cepat masuk, kalau kamu tidak mau aku kasar sama kamu"
Sania pun ikuti perintah sang kekasih yang tadi sempat bilang putus tapi tidak tulus.
"kau bawa mobil nya aku ingin istirahat,"
perintah Adryan pada sang anak buah.
"baik tuan" mobil kedua nya pun melaju Sania hanya terdiam,di duduk di belakang bersama sang mantan kekasih,
"sayang, aku cape boleh gak aku bersandar di bahu mu"
tanya Adryan, yang langsung menyandarkan kepalanya di bahu sang kekasih.
"kau minta izin atau lagi maksa "
"terserah, pokonya,aku mau begini"
"hmmm... kita sudah putus bukan "
"KA.. kata siapa, orang aku hanya tidak sengaja bercanda"
Adryan, menjawab sedikit gelagapan.
"sok ...so an ingin putus,di tinggalin beneran baru tau rasa Lo..."
tiba-tiba,
"eummm, eummm...."
Adryan, membungkam, mulut Sania dengan ciuman yang sangat rakus, Sania sudah tidak bisa mengelak lagi tapi dia hanya diam, dan seketika Adryan, menggigit bibir bawahnya Sania hingga iya membuka mulut nya dan Adryan, langsung memasukkan lidahnya membelit Belit kan pada lidah Sania, ciuman itu berlangsung lama, karena Sania juga ikut terhanyut di dalam nya, walau merasa sedikit perih di bibir nya.
🌹💖💖💖🌹
sesampainya di Desa sudah hampir malam maklum perjalanan yang sungguh sangat melelahkan, bagi mereka, mobil yang terparkir di halaman, depan gerbang rumah Sania, Adryan, turun duluan iya membuka kan pintu untuk sang kekasih,
"iya memang nya kenapa"
jawab Sania yang juga balik bertanya,
"rumah nya lumayan besar juga, dan sangat nyaman"
"Eyang ku yang tidak bisa membiarkan Bunda hidup kesulitan, iya membangun rumah ini untuk kami, padahal ayah juga sudah bangun rumah, yang berdekatan dengan rumah nenek yang di sebelah kampung situ"
"owh begitu ya"
Sania langsung masuk, membuka gerbang,dan mempersilahkan, Adryan, masuk, sang ayah yang sedang tertidur langsung terbangun dan, pergi ke pintu masuk untuk membuka kan pintu padahal di rumah itu ada pembantu.
"ayah, Sania pulang"
teriak Sania lantang .
tiba-tiba,pintu terbuka, seorang pria paruh baya, langsung, memeluk,sang tuan putri yang beberapa Minggu ini iya rindukan.
"tuan putri ku kamu baru ingat ayah,kamu ini jahat sekali sayang ku,"
Tania di angkat sambil di peluk berputar-putar oleh sang ayah, iya di perlukan,bak putri kecil , tapi memang betul bagi semua orang tua anak itu tidak akan pernah dewasa, karna saking sayangnya mereka,
"ayah turun kan aku aku malu,di sini ada banyak orang" pinta Sania pada sang ayah.
"baik lah tuan putri ku,Oya ini siapa?..."
tanya sang ayah.
"owh ini kenalin dia, Adryan,dan itu orang-orang nya"
Sania memperkenalkan Adryan,dan juga bodyguard, nya yang langsung,menyalami sang ayah, kekasih nya itu.
"saya Adryan Om...dan ini orang saya"
Adryan, memperkenalkan diri...
"ayo masuk semua nya ,di sini udaranya dingin"
"Terimakasih"
jawab semua serentak,
mereka pun masuk dan semua duduk di sofa ruang tamu itu, rumah mewah yang sangat nyaman,berada di sebuah tanah luas , yang lumayan agak jauh dari tetangga nya.
"Ayah aku , lelah mau langsung istirahat, Aku titip mereka ya " Sania, melenggang pergi tanpa menghiraukan, orang,di samping nya yang begitu, kesal karena di tinggal kan menaiki tangga menuju kamar nya.
"Oya,nak Adryan,kalo kamu mau istirahat di atas masih ada tiga kamar kosong kamu bisa pilih, sendiri dan kalian juga,
"Iya terima kasih banyak Om...biar mereka tidur di bawah saja untuk berjaga"
"apa yang perlu di jaga nak di sini aman ko,"
sahut ayah Sania.
__ADS_1
"baik lah kalo begitu kalian tidur di belakang
saja" kata,ayah Sania lagi yang mengerti, cara Adryan, memperlakukan anak buah nya.
Adryan, bergegas keatas seperti kata sang calon mertua, begitu pikir nya Adrian
Adryan, masuk kedalam kamar Sania, diam-diam.
"sayang, kamu tega ninggalin aku sendiri di bawah tega banget sih"
Adryan, membaringkan tubuhnya di ranjang yang di tiduri Sania.
"apa sih, kamu kan tadi bareng ayah, gak sendirian,ya udah sana kamu mandi dulu,di sana kamar mandi nya"...
tunjuk Sania ke arah kanan samping ranjang nya.
"mandiin,ya"
Adryan menggoda, Sania.
"mandi, sendiri atau kamu pilih kamar di luar hmmm.."
Sania sedikit mengancam
"baik lah tuan putri, tapi tolong ambilkan koper ku di bawah aku lupa membawa nya"
"iya nanti ku suruh bibi ngambil koper nya dan bawa kemari"
"jangan dong sayang,nanti mereka tahu aku ada di kamar kita"
"hmm kalo begitu apa gunanya anak buah mu"
Sania bertanya sedikit galak
"iya baik lah, sayang aku suruh mereka saja "
Adryan, pun mengalah dia menelpon bodyguard, nya membawa koper milik nya yang masih di dalam mobilnya.
"ya sudah sekarang,kamu mandi dulu aku mau buat susu untuk mu"
"makasih sayang ku, muachh..."
Adryan mengecup, bibir Sania, sekilas lalu pergi menuju kamar mandi ,
tok tok tok...suara pintu di ketuk sang bodyguard, yang bermaksud memberikan koper tersebut.
"tuan ini koper nya,"
"sebentar"
Sania membuka pintu.
"nona tuan mana, ko gak ada?.."
tanya sang bodyguard, yang takut salah kamar.
dia sedang mandi, sini biar aku bawa koper nya ,sang bodyguard,pun menyerahkan koper tersebut,lalu Sania membawanya ke arah ranjang nya, iya lupa kalau, didepan pintu nya, masih ada ,sang bodyguard.
"maaf nona apa ada lagi yang nona butuhkan"
"owh iya Aku lupa tolong bilang ke bibi buatkan segelas susu untuk ku"
"baik nona saya permisi dulu"
"ya silahkan"
jawab Sania.
sepuluh menit sudah Adryan pun keluar dari kamar mandi, iya menggunakan kimono mandi nya yang tadi sempat Sania berikan.
"Sayang, bajuku ko belum di siapin,..."
"iya tunggu sebentar,ya aku buka dulu kopernya"
Sania pun membuka koper yang lumayan agak besar itu, yang selalu Adryan,bawa jika bepergian, setelah terbuka Sania terkejut di dalam nya ada kotak perhiasan, yang lumayan agak besar.
"Ini apa sayang,ko ada di koper,mu"
" itu untuk mu bukanlah,aku sengaja memesan nya khusus, untuk mu "
"ya makasih,ini baju nya,"
Sania memberikan baju itu pada pemiliknya.
"bentar deh sayang, kamu tau kan cara berterimakasih yang baik kaya gimana"
Sania, menatap bingung pada kekasih nya itu sambil meletakkan kotak perhiasan nya itu.
"sini mendekat lah,aku kasih tau cara berterimakasih yang baik dan benar"
tiba-tiba Adryan menarik tengkuk Sania dan mencium bibir ranum itu.. perlahan tapi pasti iya terbuai di dalam nya.
"eummm , sayang lepas ,ha..ha...hah.."
Sania hampir kehabisan nafas nya, Adryan membawa Sania, dalam dekapan nya sambil mengelus, punggung Sania,iya berbisik di samping telinga nya, Sania.
"kau, begitu memabukkan sayang ku"
blush... seketika,pipi Sania memerah saking malunya, mendengar ucapan, Adryan.
tok tok tok... seketika,pintu di ketuk dari luar mereka pun melepas kan pelukan nya,dan Sania bergegas membuka pintu setengah nya karena, takut sang bibi, mengetahui nya.
"sini bi makasih ya "
kata Sania pada sang bibi...iya pun menutup kembali pintu nya, lalu,menaruh susu itu di meja kecil depan sofa di kamar nya.
"sayang ini, susu nya,aku tidur dulu ya..!"
Sania, langsung membaringkan tubuhnya,di kasur,..
saat, itu Adryan, baru selesai pakai baju dan keluar dari kamar ganti milik Sania.
"hmm kamu sudah, ngantuk ya ya sudah tidur lah, selamat MLM sayang..."
__ADS_1
tapi tidak ada jawaban,Sania, sudah terlelap, padahal baru, saja dia ngomong, Adryan, geleng-geleng kepala,sambil tersenyum, iya pun meminum susu nya dan bergegas pergi keluar kamar menuju kamar sebelah tepat di samping kamar Sania, Adryan, yang sangat, menghormati,adat istiadat, keluarga sang, kekasih, yang begitu, menjunjung martabat, keluarga, nya itu yang memberikan aturan, tidak boleh melewati batasan, karena iya sayang sama kekasihnya itu dan iya tidak mau berbuat, yang tidak seharusnya iya lakukan sebelum, menghalalkan nya, soal ciuman, itu lumrah,buat di jaman sekarang, anak muda, berpacaran, bahkan di keluarga, Adryan, tidak ada larangan, untuk berhubungan, bebas itu perbedaan dari mereka.
.