Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
kemesraan


__ADS_3

setelah selesai melakukan panggilan video, Rido kini sudah merasa tenang ia kini bahkan, kembali bekerja seperti biasa nya.


di satu sisi, saat ini sandi sedang terguncang, betapa tidak, Yeslin memutuskan untuk tinggal di Belanda, dengan Daddy nya yang tak pernah memberikan restu pernikahan, kepada mereka ya, sandi menikah di Maldives, hanya dengan izin dari Adryan, dan Tias saat sebelum Tias meninggal dunia. karena menurut Tias Edward, tidak berhak melarang atau merestui pernikahan, Yeslin dengan sandi karena mereka berbeda keyakinan, Yeslin yang baru sepuluh tahun,ini mengikuti kepercayaan,sang ibu kini ia kembali memeluk, kepercayaan dari sang ayah tanpa seijin sandi, dan tanpa alasan yang jelas, Yeslin kembali ke Belanda mengikuti ayah nya.


sandi, harus merelakan kepergian istrinya itu siap tidak siap kini mereka di ambang perceraian, padahal hampir saja mereka memilki anak, saat dua bulan yang lalu tapi sayang Yeslin diam-diam menggugurkan kandungan nya secara sepihak, tanpa sandi ketahui.


Adryan, bukan nya tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka, tapi ia pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena watak Yeslin sedari dulu mirip dengan ayah tiri nya.


Adryan, hanya bisa menguatkan sandi untuk bangkit, dan menyuruh nya melupakan Yeslin, yang sebenarnya Adryan juga kecewa dengan sikap adiknya itu.


sandi kini menjadi orang yang sangat tertutup tidak ada lagi, senyum atau pun keceriaan, yang dia miliki sekarang adalah sifat, dingin mungkin karena hatinya terluka dalam, dan sulit untuk melupakan, semua kejadian yang menimpa nya,iya menjadi sedikit bicara, gila bekerja .


surat,cerai pun jadi solusi terakhir nya, yang kini di kirim kan oleh nya ke, Belanda.


sandi hanya bisa meratapi nasibnya sendiri, dalam diam tanpa kata.


setahun berlalu, sandi memutuskan untuk pergi ke luar negeri bersama dengan Ari bukan tanpa alasan iya di tawarkan pekerjaan yang sangat lumayan, oleh Adryan, ya itu mengurusi bisnis nya di sana.


bukan tanpa alasan juga Adryan melakukan hal itu, karena ia ingin sandi memperbaiki hidup nya, yang telah di hancurkan oleh adiknya sendiri, iya lebih merasa bersalah lagi, saat melihat istrinya yang memikirkan, keadaan sandi, hidup nya jadi tidak punya semangat lagi dan selalu termenung, ya Sania sangat terpukul dengan apa yang menimpa sandi saudara angkatnya, jangan di kira karena sandi hanya teman nya Sania sedari kecil dia tidak akan pernah merasakan sakit, yang di derita oleh sandi, mereka sudah seperti, saudara kandung dimana jika ada yang terluka di antara mereka maka yang satunya, akan merasakan sakit yang sama.


Sania,sering kali termenung dan menangis kala ia melihat sandi yang tidak pernah merawat diri nya lagi, bahkan ia sering melupakan jam makan makan, dan membiarkan rambutnya gondrong, dan tumbuh brewok, pokonya mengenaskan.


Sania, sering bilang pada suaminya,ia tidak tega melihat sandi seperti itu dan Sania juga sering menangis di pelukan Adryan.


Adryan, mengirim sandi ke negara Hongkong, iya menyuruh, sandi menangani perusahaan, dia yang bergerak di bidang kuliner, karena sandi memiliki kemampuan untuk itu.


tak lupa juga Ari di ikuti serta kan karena,kini hanya Ari yang bisa dekat dengan nya saat ini.


saat ini, karena Rido memiliki kesibukan yang teramat sangat,sibuk hingga istrinya pun di rawat oleh keluarga angkat nya saat ini.


hari pertama berada di Hongkong, sandi memperbaiki tampilan nya, ya saat ini Ari mengajak nya jalan-jalan di temani pegawai Adryan, yang tahu seluk-beluk negara tersebut, dia adalah orang kepercayaan, Adryan.


sandi, mencukur rambut nya dengan, gaya yang lebih trendy, bahkan ia mengganti penampilan nya, kini.


sandi benar-benar berbeda, dalam satu hari, ini bahkan, Ari mengirim foto itu kepada Sania, foto yang ia ambil diam-diam.


sementara,di Indonesia, Sania yang menerima itu, iya melorot, dan langsung tersenyum lebar, saat ini, dan langsung memeluk suaminya.


"terimakasih, banyak sayang berkat kamu pangeran ku sudah kembali bangkit, kamu bisa lihat ini kan" Sania mencium bibir Adryan,kini sambil bergelayut manja, dan memperlihatkan, foto nya Sandi saat ini.

__ADS_1


"apa pun akan aku lakukan demi kamu sayang ku, hanya demi kamu" cup...satu kecupan mendarat di bibir Sania saat ini.


"sayang aku benar-benar bahagia, terimakasih atas, semua yang kamu lakukan saat ini, aku benar-benar mencintai kamu, sayang ku, muachh muachh muachh..."


Adryan,di berondong kecupan mesra oleh, Sania dan kini mereka pun pergi, tidur karena sudah larut malam.


hari-hari yang di lakukan oleh sandi kini pergike kantor dan sesekali mengecek, beberapa restoran milik Adryan, dengan di temani Ari, yang selalu mendampingi nya kemana pun.


sandi sudah seperti CEO perusahaan tersebut ya memang dia adalah wakil CEO Adryan juga beberapa tahun lalu memberikan pendidikan yang cukup mumpuni, kepada mereka berdua, saat ini.


saat ini sandi tengah berjalan, masuk kedalam pintu restoran, dan tidak sengaja iya bertemu gadis, Indonesia, iya menjatuhkan, paper bag yang di bawa gadis itu, yang isinya adalah beberapa porsi, makanan khas Indonesia, yang di bawahnya kini.


"maaf,Nona aku tidak sengaja" ucap sandi menggunakan bahasa, Inggris karena jujur saja hanya itu yang dia kuasai.


"tidak masalah, tuan aku bisa memaafkan tapi bagaimana dengan makanan yang sudah berantakan seperti ini, aku bahkan memesan ini sudah dari sejam yang lalu, dan baru dapat saat ini, saking padatnya pengunjung" ucap gadis yang bernama Yena, itu ternyata dia seorang mahasiswa jurusan seni, yang berkuliah atas beasiswa di sana gadis asal Jogja, itu adalah gadis yang sangat cerdas, dan sangat terampil, sandi jatuh cinta pada pandangan pertama.


saat itu juga iya membawa Yena,ke bagian kasir dan sandi langsung menyuruh mereka melayani,gadis itu terlebih dahulu sandi, yang membayar, semua makanan tersebut sebagai ganti rugi,atas makanan yang ia tumpahkan tadi, Yena tidak tahu Sandy adalah pemilik restoran tersebut, tepat nya pengelola.


"tuan terima kasih, lain kali, aku akan mengganti nya, saat nanti aku gajian" ucap Yena.


"Oya nama ku sandi aku berasal dari Indonesia" ucap sandi masih mengunakan bahasa Inggris.


"owh, begitu jadi sekarang kita teman, dan jika kamu membutuhkan bantuan ku, kamu bisa hubungi no ini" kata sandi menyodorkan kartu nama nya, saat ini.


🌹💖💖💖🌹 dua bulan berlalu kinerja sandi sudah tidak di ragukan lagi, perusahaan yang ia pegang saat ini menunjukkan kenaikan yang sangat pesat, dengan kemampuan yang sandi miliki, Adryan bangga bahkan, sandi di belikan sebuah apartemen mewah oleh sandi yang,kini ia tempati sendiri, sementara Ari masih tinggal di rumah milik Adryan di negara itu.


Adryan, adalah pengusaha sukses yang memiliki beberapa perusahaan,di berbagai bidang, dan semua itu murni hasil kerja kerasnya, bahkan ada di lima negara, namun, dia selalu menunjuk orang kepercayaan nya, yang memegang kendali perusahaan nya itu.


jadi dia lebih baik bekerja di belakang layar, hanya satu perusahaan yang ia pegang adalah perusahaan properti miliknya, yang kini di gabung dengan milik Sania, dan Sania sendiri lebih, banyak menemani suaminya bekerja, dia tidak bekerja, sendiri dia hanya jadi istri yang harus siap melayani kebutuhan suaminya saat ini.


"sayang,kalau kamu lelah sebaiknya jangan ikut,ke kantor, tidur lah, dan jangan lupa makan sarapan nya terlebih dahulu aku mencintaimu" kata Adryan,sambil mengecup kening istrinya ia pun bergegas pergi meninggalkan Sania, yang masih terkapar berbalut selimut di ranjang bagaimana tidak, Sania di gempur habis-habisan oleh Adryan semalam.


sampai jam sebelas malam, Sania masih, terlelap hingga, suara dering ponsel nya kini terdengar nyaring, ia pun meraih ponselnya yang berada di atas nakas ternyata Adryan, yang menghubunginya saat ini.


"📱 halo sayang kenapa lama sekali angkat telepon nya, apa kamu sudah makan siang, saat ini" tanya Adryan.


"📱aku masih lemes bahkan aku lupa untuk sarapan, untuk bangun saja rasanya tidak kuat, kamu itu benar-benar keterlaluan Daddy" ucap Sania sedikit kesal.


"📱hmmm... begitu ya Hanny suruh siapa tadi malam kau menggoda ku, begitu lah akibat nya tapi kamu suka kan dan sangat menikmati nya, kamu itu sexsi sayang,I Love you my wife, muachh, baik lah sekarang aku pulang kita makan siang bersama sekalian membantu mu membersihkan diri, tunggu aku ya Hanny" ucap Adryan telpon pun terputus.

__ADS_1


"hmmm... dasar kamu itu ya Daddy tidak punya perasaan" gumam Sania yang masih terbaring lemas.


tidak sampai tiga puluh menit Adryan sudah kembali dari kantor dan saat ini ia sudah memasuki, kamar nya.


"sayang, kenapa belum bangun juga, masih sulit bergerak ya, makanya jangan menggoda ku, hehehe,,,ayo aku bantu mandi biar aku siap kan airnya dulu,ok Hanny" ucap Adryan yang kini langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk menyimpan air kedalam bathtub.


"sayang, aku mandi air dingin saja biar badan ku terasa segar ya" Sania berteriak.


"jangan air hangat saja nanti kamu sakit gimana, udah air hangat saja lagian udara dingin tau akhir-akhir ini" jawab Adryan, ternyata dia juga sudah melepas kemeja yang di pakai nya menggunakan kimono mandi nya kini Adryan benar-benar berniat untuk membantu, Sania mandi.


"ayo sayang air nya sudah siap aku bantu kamu mandi ya" Adryan menggendong tubuh ramping istri nya itu, dan membawanya ke kamar mandi,lalu di masukkan nya tubuh Sania kedalam bathtub tersebut yang sudah di penuhi busa dan aroma terapi saat ini.


"sayang, kemari lah biar aku bantu menggosok punggung mu,biar mandi nya cepat jangan terlalu lama berendam tidak baik untuk kesehatan, apa lagi kamu belum sarapan apa pun dari pagi" kata Adryan mengingat kan.


"baiklah Daddy,terserah kamu saja, aku benar-benar lelah hari ini, aku mohon lain kali jangan ulang lagi ok sayang" ucap Sania.


"hmmm... tapi gak janji ya " jawab Adryan.


setelah selesai mandi Adryan membantu memakai kan baju dan mengeringkan rambut istrinya itu, setelah semua selesai dia mengajak istrinya turun untuk makan siang bersama.


"Daddy, apa tidak ada kerjaan di kantor, tumben nyempetin pulang, jam segini" tanya Sania kini.


"bukan nya tidak ada pekerjaan, hanya saja, aku mana tega ngebiarin istri ku, menderita karena sulit untuk bergerak,mulai besok mereka akan melayani mu, kalau seperti ini lagi" jawab Adryan.


"sayang jangan lagi, aku gak sanggup kalo harus kaya gini lagi, lebih baik aku bekerja dari pada harus seperti ini setiap hari gak enak tau Daddy" pinta Sania.


seminggu berlalu dari saat itu, Adryan mendengar kabar Yeslin telah menikah lagi dengan kekasih lama nya, ya Yeslin,memang menjadikan sandi sebagai pelarian dulu, dan orang-orang tidak pernah ada yang tau sandi menikahi Yeslin sudah tidak perawan lagi, namun demi cinta nya, terhadap wanita yang selama ini bersama nya, sandi tidak memper masalah kan itu, hanya sandi menyayangkan,sikap Yeslin yang tidak pernah berterus terang, kepadanya.


kini kabar itu telah sampai ke telinga, sandi dan sandi hanya bisa memendam rasa sakit itu sendirian, ya Yeslin, tidak pernah menghargai cinta yang sandi berikan selama ini, kalau di bandingkan antara Amara dan Yeslin jelas, Yeslin kalah dari segi mana pun, Amara memang baru Rido, kenal sebentar tapi kesetiaan dan citanya selama ini dia sangat lah menjaga itu, dia bahkan lebih mencintai Rido dari pada sanak keluarga nya.


hingga Amara menyusul Rido ke Indonesia, dan membuka perusahaan nya di situ, tanpa bantuan sang ayah yang sebenarnya kaya raya, Rido, yang kini tengah berbahagia pasca sang anak yang tengah belajar berjalan, setelah usia mereka,satu tahun lebih, iya membawa, mereka kembali ke Jakarta, karena tidak ingin berpisah lagi dari anak dan istri nya, yang selama satu tahun ini tinggal dengan Andara di kampung.


sebenarnya Andara masih khawatir kalau harus membiarkan Amara, tinggal bersama Rido yang super sibuk merintis karir nya itu, apa lagi Amara, baru belajar merawat anak pertama mereka yang terlahir kembali.


anak Rido adalah Karenina dan Armando, ya anak Rido dan Amara kembar tapi beda jenis kelamin.


Armando, mirip dengan sang ibu dan Karenina mirip dengan Rido, seperti nya anak ketiga mereka nanti baru perpaduan ayah dan ibu nya ya,Amara kini tengah hamil muda dengan usia kandungan,dua belas Minggu, dan Amara sudah tidak memberikan ASI lagi kepada mereka berdua.


Amara sengaja tidak memakai kontrasepsi, iya ingin saat masa tua nya nanti anak mereka sudah tumbuh besar dengan jarak yang cukup dekat ya itu selisih dua tahun minimal, Rido malah semakin giat dalam bekerja, bahkan saat ini, dia sudah memiliki cabang perusahaan, di luar kota,Amara tidak sia-sia mempercayakan, perusahaan besar milik nya di pegang oleh Rido.

__ADS_1


Amara dan Rido, mereka, adalah keluarga bahagia.


__ADS_2