Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Berita duka


__ADS_3

setelah seminggu berlalu , Allan kembali ke Italia, bersama dengan Gavin, yang kini tengah duduk bareng dengan sang kakek, yang sedari tadi merenung entah apa yang ia pikirkan saat ini, yang pasti Allan sedang memikirkan masa depan sang cucu yang sekarang ini ikut bersama dengan nya, Allan ingin menjadikan Gavin, pemimpin tahta nya kini setelah iya meninggal dunia nantinya, karena jika iya turun kan kepada Adryan,tentu itu tidak akan mungkin seberapa pun siap Adryan nantinya, akan ada banyak ancaman, untuk banyak orang-orang,di sekeliling nya termasuk anak dan istrinya.


"kakek, kenapa kakek melamun, apa ada masalah, yang sedang Kakek pikirkan saat ini?"


ucap,Gavin.


"tidak sayang, kakek hanya sedang memikirkan apa Gavin bersedia jika kelak menggantikan posisi kakek saat ini?"


tanya Allan.


"Gavin sih terserah kakek saja, tapi kenapa kake berbicara begitu,memang nya kake mau kemana?"


tanya Gavin lagi.


'tidak ke mana-mana sayang hanya,kakek sudah merasa lelah, dan sebentar lagi kakek bakal pensiun, dari dunia yang kita geluti saat ini,Gavin tau kan pekerjaan kake apa?"


tanya Allan.


"sudah pasti tahu kalau aku melihat dari begitu banyak, orang-orang, kakek, yang setiap hari hilir mudik bisa di pastikan kake adalah ketua Mapia, yang sangat penting.


jawab Gavin.


sementara itu di Maldives, Yeslin yang kini sudah menikah dengan sandi mereka berdua sedang menjalani bulan madu, dan saat ini ia selalu ingin menempel terus dengan pasangan nya begitu juga dengan Ari dan Siti mereka tidak pernah keluar kamar, saat semua sibuk dengan urusan pribadi nya tiba-tiba datang berita mengejutkan.


Tias, meninggal dunia, saat melakukan penerbangan menuju Amerika, ia kesana karena ingin menyusul sang suami Derry yang tidak pernah ada kabar beberapa Minggu ini, setelah Derry pergi menemui sang istri dan untuk mengecek perusahaan, yang bisa di pastikan Derry lupa dengan Tias, begitu lah pemikiran Tias.


kabar duka itu kini sudah sampai kepada Adryan, yang kini menangis di pelukan,sang istri, dan semua orang yang ada di rumah itu sedang panik, karena Yeslin juga tiba-tiba menghilang dari Resort,milik Adryan, saat ia mengetahui sang mommy meninggal dunia, sandi sedang kebingungan mencari istrinya saat ini di bantu oleh Ari.


"Mommy, kenapa begitu cepat, semua itu terjadi kepada mu aku harus bagaimana nanti menjelaskan pada Yeslin, kalau mommy tidak ada lagi dan bagai mana cara nya, aku hidup tanpa mommy lagi di sisi ku,hiks,,, hiks hiks,,


mommy, tolong jangan pergi"


ucap Adryan, yang kini sedang menangis sesenggukan,jenajah Tias, di bawa ke Indonesia, oleh anak buah Allan, yang sengaja Allan perintah kan langsung, atas permintaan Adryan,biar bagaimanapun,Tias adalah wanita yang pernah singgah di hati nya dan hanya dia lah satu-satunya cinta pertama nya.


sesampainya di Indonesia jenajah di semayamkan, di rumah duka menunggu pihak keluarga, yang masih di perjalanan, termasuk Yeslin, dan Derry, yang sangat terpukul, karena berita duka tersebut.


"sayang, minum lah dulu, dari pagi kamu bahkan tidak menyentuh sarapan mu aku tahu kamu,sedih tapi saat ini kamu juga butuh tenaga, untuk menghadapi kenyataan, dan bagaimana kau bisa menjaga Yeslin jika kau sendiri seperti ini"


ucap Sania


"Aku tidak mau sayang kamu tahu sediri, aku selalu melakukan apa pun untuk mommy, aku sangat menyayangi nya sampai aku meninggalkan mu, untuk menikahi Amelia, saat itu juga aku lakukan demi mommy, karena kebahagiaan nya adalah harga yang harus aku bayar dengan kehilangan dirimu, aku sangat menyayangi nya, tapi kenapa dia tega meninggalkan aku yang masih membutuhkan nya kenapa, kenapa ini semua terjadi"


ucap Adryan,lirih.


"Aku tau itu Sayang maaf jika gara-gara aku kamu jadi menentang mommy, mu aku mang tidak pernah berguna "


kata Sania, yang kini sedang,memangku sandrina.


"Bukan begitu maksud ku sayang, aku tak pernah menyalahkan mu justru aku lah yang sangat menginginkan mu, aku lah yang sangat mencintai mu, kamu tidak bersalah dalam hal ini dan cinta kita tak pernah salah"


ucap Adryan, yang kini memeluk sang istri, Sania merasa, Adryan menyalahkan nya atas sikap nya yang kurang memperhatikan ibu kandung nya itu.


"Aku akan kekamar dulu untuk menidurkan sandrina" ucap Sania tidak menghiraukan Adryan yang menatap kearah nya Sania sebenarnya sudah tidak kuat menahan rasa sakit,atas kata-kata yang Adryan ucap kan Sania tau Adryan berkata begitu karena ia telah menyesal karena melawan sang ibu.


sesampainya di kamar anak-anak nya Sania langsung menangis merutuki diri nya sendiri seandainya dia tidak pernah menerima Adryan saat itu mungkin penyesalan Adryan Takan pernah, terdengar sesakit ini di hati nya, sekarang semua nya sudah terlambat, Sania bahkan sudah memiliki, tiga buah hati dari Adryan sendiri, jadi tidak mungkin sania, pergi menjauh begitu saja dari Adryan.


"Kaka, mommy,hiks,,, hiks,,, hiks,,, hiks, mommy jangan tinggal kan aku kenapa momm, kenapa hiks,, hiks,, hiks, mommy bangun momm, bangun kalo mommy tidak ada aku dengan siapa nanti,kakak bilang sama mommy cepat bangun" Yeslin, pun akhirnya pingsan dan orang yang ada di situ semua nya panik membawa Yeslin ke dalam kamar, tidak lama setelahnya.


Derry, pun tiba di rumah duka,kini ia langsung memeluk jenajah istrinya itu, sambil menangis meminta maaf, karena ia sudah meninggalkan nya, selama dua Minggu lalu.bahkan tanpa kabar berita.


"Sayang, bangun aku sudah datang kenapa kau marah padaku begitu saja hingga kau tega meninggalkan ku , Tias aku tau kamu begitu mencintai ku tapi kenapa cinta mu hanya bisa bertahan sampai saat ini saja kenapa,Tias kenapa ayo bangun,bangun Tias sayang ku,hiks,,, hiks,,, hiks,,, Tias bangun aku tidak mau hidup tanpa cintamu, aku tidak mau"

__ADS_1


berkali-kali,pun Derry, teriak percuma saja, dia tidak akan pernah kembali Bangun lagi.


saat pemakaman pun tiba Adryan Derry, dan Yeslin masing-masing,di dampingi oleh orang-orang terkasih nya ya itu Sandi , Sania dan Andara, lagi-lagi Derry bersimpuh di pusara sang istri, berakhir sudah perjalanan cinta mereka,kini hanya sisa kenangan saja,di antara mereka semua Adryan, yang kini masih berjongkok di depan makam sang mommy, iya menitikkan air mata nya, dan tak sedikit pun iya berkata hanya linangan air mata nya kini yang mampu, menunjukkan rasa sakit akibat kehilangan sosok ibu yang selama ini di hormati nya.


begitu juga dengan Yeslin.


πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ


dua tahun berlalu dari saat itu kini Adryan, dan Sania, menjalani rumah tangga dengan ketidak harmonisan, karena sikap Adryan yang berubah,cuek seperti tidak punya rasa cinta. lagi dengan Sania, dan Sania hanya pasrah menerima semua itu kini Sania kembali mengurusi, perusahaan, dan tak seperti biasanya, iya selalu berbagi tugas, dengan Adryan, untuk mengawasi anaknya yang kembar itu, sekarang semua nya Sania yang mengurus, dari mulai mengasuh, anak dan bekerja tak jarang sikembar protes karena bosan dengan suasana kantor yang selalu di lihat nya.


"momm,,,mau jalan...."rengekan si kembar yang sudah lama, di dalam ruangan nya kini.


"sebentar, ya sayang mommy, masih harus mengerjakan ini dulu anak mommy yang sangat cantik, pasti mengerti ia kan"


ucap Sania dengan sabar.


Sania, pun mengirim pesan terhadap Adryan memintanya untuk datang kekantor, karena anaknya,ingin jalan-jalan ke luar, namun tidak mendapatkan jawaban sama sekali.


Sania tidak ke habisan akal iya menelpon Adryan.


"πŸ“±halo...mas bisa gak tolong aku untuk jaga anak-anak mereka protes ingin jalan-jalan di luar aku masih ada mithing siang ini"


"πŸ“± aku sibuk, sebaiknya kamu batalin saja semua mithing hari ini karena aku tidak akan datang saat ini aku sedang sibuk banget"


"πŸ“± tapi mas, aku juga sibuk,ini mithing penting dan gak bisa di batalin kamu tahu sendiri bukan ini untuk kepentingan perusahaan tolong lah hari ini saja"


"πŸ“± Sania kamu ngerti enggak sih, aku bilang apa, barusan"


Tut,,,tu,ttttt,,,,,,


Adryan, memutuskan telpon nya saat itu juga, Sania hanya bisa berurai air mata, entah harus bagaimana lagi ia memperbaiki,sikap dingin Adryan, terhadap nya dan kedua anak nya, Sania tidak mau semua terulang kembali, seperti dulu kalau ia harus berpisah dari Adryan, anak-anak nya lah yang akan menjadi korban.


sesampainya di tempat mithing, Sania langsung bergegas naik ke lantai dua yang sudah di pesan untuk mereka mithing hari ini.ternyata sudah ada kliennya yang menunggu nya sedari tadi dia adalah Bryan, dari perusahaan elang jaya group.


seorang pria yang gagah dan sangat berkarisma, Sania sepat terkagum di buatnya, begitu pula dengan Bryan Adam.


"maaf, saya terlambat,ada sedikit gangguan"


ucap Sania membuyarkan kecanggungan.


"Owh,,, tidak apa-apa, saya juga baru sampai ko saat ini,belum lima menit, hehehe, jadi santai saja"


Bryan berbohong, padahal dia sudah menunggu dari setengah jam yang lalu.


"Begini sesuai kesepakatan tentang kerjasama yang, kita sepakati, Minggu lalu saya ingin, meninjau ulang, tentang proyek, pembangunan hotel, yang sebentar lagi akan segera di mulai, apa anda bisa menunjukkan berkas-berkas yang sudah di siapkan Minggu lalu itu,agar saya bisa pelajari kembali"


ucap Sania.


"Baik lah sebenarnya saya juga mau menunjukkan, beberapa pengajuan, soal kontrak kerja sama kita ulang, saat ini, semua berkas yang ada minta sudah di siapkan sedari tadi tinggal di periksa ulang apa semua nya sudah bisa kita mulai"


ucap Bryan yang kini menunjukkan, hasil, rekapan,berkas yang akan di tinjau ulang oleh Sania begitu pun dengan Sania yang sudah mempersiapkan berkas kerjasama nya dengan, klien tersebut, setelah semua sepakat, mereka pun bergantian, menandatangani berkas tersebut, setelah selesai Sania, berniat pamit pulang, karena teringat dengan kedua buah hatinya.


"Semua sudah selesai silahkan anda, nikmati hidangan, yang saya sudah pesan, saya permisi mohon undur diri soal nya masih banyak pekerjaan yang harus di urus"


ucap Sania, yang kini hampir beranjak dari duduknya.


"maaf, apa bisa sebentar saja saya minta di temani makan, sebenarnya saya merasa tidak enak mengganggu waktu anda tapi mau bagaimana lagi, saya sedang tidak ingin makan sendiri" ucap, Bryan.


"baik lah kalau begitu, aku temani"


ucap Sania, Bryan pun tersenyum manis di hadapan Sania,hal itu membuat jantung Sania berdetak kencang, entah ada rasanya aneh.

__ADS_1


"Nona, silahkan di makan hidangan nya"


ucap Bryan, lagi yang kini tengah menatap kearah Sania.


Sania langsung menunduk ia tidak ingin ada yang salah paham, iya pun makan makanan yang sudah terhidang di piring tersebut dengan,penuh ketenangan bahkan suara sendok dan garpu saja hampir tak terdengar.


"Nona, Sania apa boleh aku bertanya sesuatu, kepada mu?"


tanya Bryan.


"Boleh tuan Bryan mau tanya tentang apa"


jawab Sania.


"Apa, anda tidak mengingat saya, atau apa anda ingat dengan teman kuliah anda di Thailand saat itu"ucap Sania.


"hmmm maaf, aku tidak punya teman cowok saat itu kecuali Erick, maaf apa Anda, mengenal saya?" tanya Sania balik.


"hmmmm saya memang tidak kuliah di sana tapi saya pernah bertemu anda saat anda, sedang muntah, di pinggir jalan, dan saat itu saya memberikan botol air mineral kepada anda, lupa kan, mungkin saya salah orang"


ucap Bryan.


"maaf saya tidak mengingat nya tapi, terimakasih untuk bantuan yang anda berikan, jika saya lupa"


ucap. Sania.


"Oya, sudah berapa tahun usia anak anda saat ini, maaf yang saya tahu saat itu anda sedang mengandung"


tanya Bryan lagi.


"owh,,, Gavin sekarang sudah berusia tujuh tahun, tapi sayang dia tidak tinggal di sini, dia bersama. dengan kakek dari Daddy nya, sejak usia tiga tahun"


jawab Sania.


"owh, jadi namanya Gavin ya"


ucap Bryan Adam.


"maaf silahkan di lanjut makan nya nanti keburu dingin"


ucap Sania.


"ya sorry jadi tanya-tanya kayak wartawan saja hehehe"


ucap Bryan, sambil tersenyum.


makan siang pun usai Sania buru-buru pamit, tapi pas di depan pintu masuk ia berpapasan dengan Adryan betapa terkejutnya Sania melihat Adryan, menggandeng mesra seorang wanita cantik, yang sama sekali tidak ia kenal.


"owh jadi begini ya kesibukan mu selama ini, tega kamu Yan aku salah apa selama ini sama kamu, aku kurang apa hingga kau tega selingkuh di depan ku!!"""


teriak Sania semua pengunjung menatap ke arah nya.


Bryan, yang kini tepat ada di belakang nya, namun Adryan tidak menjawab dia hanya bersikap acuh, seolah tak mengenal Sania.


"owh Ok,,, jadi ini yang kamu inginkan baik-baik,,,sekeras apapun aku bertahan untuk orang yang tidak punya hati semua takkan pernah bisa merubah keadaan tapi ingat jangan pernah menyesal jika mulai saat ini kita akan bercerai"


ucap Sania, sambil pergi meninggalkan, suaminya itu, dan langsung tancap gas saat itu juga.sania membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak menghiraukan keadaan sekitar nya, yang ia rasakan saat ini adalah rasa sakit yang teramat dalam, hingga akhirnya kecelakaan pun terjadi Sania menabrak pembatas jalan dan mobil terbalik ia kini tek sadarkan diri, Adryan yang mengikuti nya dari belakang begitu kaget nya dia langsung bergegas keluar dari mobil nya.


"Sania,......!!!!""""tidak,,,,,,!"Sania maafkan aku semua orang kini menolong, Sania berhasil di keluarkan dari mobil saat itu juga, dan langsung di bawa ke rumah sakit, dengan mobil ambulans, yang kini di ikuti oleh mobil Bryan dan Adryan, ikut di dalam mobil ambulans, Adryan,kini menyesal dengan perbuatan nya selama ini,ia kini hanya bisa menangis melihat sang istri berjuang antara hidup dan mati.


sesampainya di rumah sakit Sania langsung di bawa ke ruang operasi karena pendarahan hebat di kepala, dan seluruh tubuh nya mengalami luka-luka,Sania yang malang, semua hanya bisa berdoa, semua keluarga berkumpul menunggui nya di luar ruangan operasi, dengan Isak tangis Andara,Danang dan Sonya, yang begitu terpukul dengan keadaan ini.

__ADS_1


__ADS_2