
Adryan, yang sedang di tangani dokter kini iya sedang kritis saat ini walau operasi nya berhasil, iya terlalu banyak kehilangan darah, saat ini ia sudah di bawa keruang ICU rumah sakit tersebut, Sania, yang menangis sedari tadi di pelukan sandi, akhirnya Sania pingsan,iya bahkan benar-benar ketakutan gara-gara dia menolak nya semua itu terjadi,itu yang di pikirkan oleh Sania, saat ini hingga dia tidak sadar kan diri.
satu jam Sania pingsan iya kini sudah sadar dia langsung bangun dari ranjang rumah sakit tersebut lalu, bergegas menemui Adryan yang masih tertidur.
"Yan maafkan aku aku tidak bermaksud, menyakiti hati mu, aku tahu kamu tidak salah dan aku yang egois, dalam hal ini tapi aku juga tidak mau terluka terus menerus aku punya anak yang harus aku urus,dan menjaga Nya sepenuh hati, anak kita butuh kasih sayang yang lengkap sebagai orang tua, tapi aku tidak mau kalau sampai dia tahu kau punya yang lain selain kami.aku takut perkembangan nya terganggu aku harap kamu bisa mengerti itu!"
Sania berbicara sambil menggenggam tangan. Adryan, yang kini masih belum sadar juga.
"Sania sebaiknya, kamu makan dulu, kamu belum makan dari sore kemarin, karena terlalu sibuk menghindar dari Adryan!"
ucap sandi.
"baik lah aku makan dulu di kantin rumah sakit sekarang, kamu tolong jagain dia di sini takut nya pas buka mata dia tidak ada orang di sini!"
kata Sania.
Adryan sadar saat Sania pergi ke kantin dia melihat sandi di sana .
"mana istri ku?"
tanya Adryan.
"Dia pergi makan di kantin"
jawab sandi.
"Owh baik lah , siapa yang menjaga anak ku di sana ?"
tanya Adryan lagi.
"Ada nenek angkat nya yang sudah satu tahun ini menjaga nya eh bukan satu tahun tapi dari semenjak masih di dalam kandungan dan saat lahir dia orang yang pertama menggendong nya!"
jawab sandi, Sania yang baru saja, kembali setelah makan iya pun masuk, iya melihat Adryan sudah sadar dan mengobrol pelan dengan sandi.
"kamu sudah bangun Yan syukurlah,aku hampir kena serrangan jantung lagi gara-gara kamu hiks hiks hiks,,,!"
kata Sania yang kini sedang memegang tangan Adryan, sandi bergegas ke luar, iya memberikan ruang buat mereka mengobrol.
"sayang, jangan menangis maaf kan aku, aku kemarin putus asa" aku bingung harus apa jika aku tidak bisa bersama mu lagi lebih baik aku mati saja"
kata Adryan yang kini menatap sendu pada Sania.
satu Minggu sudah Adryan di rawat luka nya kini sudah kering, dan bekas nya sudah mulai memudar, Sania membawa Adryan kerumahnya, iya merawat Adryan siang dan malam memperhatikan asupan gizi untuk suaminya itu, Sania sebelum berangkat ke kantor selalu, memberikan Adryan sarapan di kamar nya sementara, saat pulang jam kantor Sania kembali lagi mengurus Adryan.
"Sayang, jangan lupa istirahat, kamu sudah cape bekerja biar aku sendiri yang melakukan nya sebaiknya kamu istirahat,kemari lah tidur di sini aku kangen ingin mengelus kepala mu!"
kata Adryan, yang langsung mendapat respon dari Sania, rebahan iya meletakkan kepalanya di pangkuan suaminya yang kini mengusap rambut Sania penuh cinta,
"sayang, kamu tau aku sebetulnya ingin tinggal di Desa tapi aku harus mengurus perusahaan di sini belum lagi, Gavin, sebentar lagi akan masuk play group di kampung, pada jauh akses nya kasihan dia Aku juga dulu di bawa pindah bunda setelah keluar dari taman kanak-kanak.jadi aku mikir nya, lebih ke pendidikan anak kita!"
ucap Sania.
"itu lebih baik sayang kita kan bisa piknik ke kampung nanti kalau ada libur panjang, pasti seru deh"
sahut Adryan.
Setelah lama Adryan,dan Sania mengobrol tak terasa Sania tertidur lelap posisi kepala masih di pangkuan suaminya.
"Sayang, seharusnya dari dulu kita begini andai saja waktu itu bisa ku putar kembali, aku ingin terus seperti ini bersama dengan mu"
Adryan berkata pelan sekali karena takut mengganggu Sania yang saat ini terlelap mungkin karena cape, setelah seharian bekerja tapi itu tidak masalah secapek apa pun Sania asalkan ada kebahagiaan yang menyambutnya, dia akan mendapatkan kan energi baru untuk esok, ber aktivitas lagi.
sementara itu di Belanda, Amelia yang tengah mengandung, iya kini merasa sangat kelelahan,pasal nya harus bolak balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya karena rasa mual yang berlebih.
"mommy, kapan Adryan bakal kembali kemari, aku kelelahan sendiri dengan kehamilan ini"
ucap Amelia, padahal jelas-jelas dia tahu Adryan bukan ayah kandung dari, anak tersebut melainkan anak, dari ayah mertua nya sendiri yang sering dia goda semenjak tinggal bersama di Belanda.
"flashback on"
hari ketiga di Belanda saat semua orang pergi kecuali Amelia dan Natan, yang ada di Mension tersebut, Amelia memperhatikan ketampanan pria berusia 65 tahun itu yang masih sangat gagah dan berkarisma, tubuh nya yang tegap garis wajah yang tegas membuat Amelia menelan Saliva nya susah payah, dia pun mendekati Natan berpura-pura menyenggol nya hingga,kopi itu tumpah ke kemeja dan mengenai sedikit celana nya itu. Amelia langsung membantu sang mertua dengan gaya centil nya memperlihatkan bagian yang menonjol di tubuh nya hingga Natan yang pria normal tergoda, tanpa memikirkan, apa"mereka pun terhanyut dalam hal tidak seharusnya.tidak pantas mereka lakukan tapi itu terjadi berulang ulang kali tanpa siapapun yang tahu.
"Flashback off"
"mommy tidak tahu, memang sebaiknya, dia fokus mengurus, bisnis dari pada istri yang tidak setia seperti mu!"
ucap Tias.
Tias sebenarnya,tau bahkan sampai mendetil setiap sudut tembok itu berbicara pada nya karena saat itu Tias tidak jadi pergi entah kenapa, hati nya selalu menolak saat akan pergi dari Mension itu padahal dulu tidak seperti itu.
Tias yang mendengar suara aneh dari dalam kamar tamu itu ia bergegas memasuki kamar tersebut, tanpa mereka sadari Tias mengambil Vidio panas itu dengan kamera handphone nya itu, dengan rasa jijik yang menjalar di tubuh nya itu tas menyaksikan itu hingga selesai.
lalu Tias buru-buru keluar dengan tubuh gontai pikiran nya kalut dia menyesal mengikuti saran Yeslin untuk kembali pada suaminya itu.
__ADS_1
"Apa maksudnya momm apa mommy pikir aku main gila"
tanya Amelia,
"ya bisa saja siapa yang tahu kalau selama kami pergi kamu melakukan apa?"
jawab Tias lgi.
"mommy keterlaluan, mommy berani mempitnah ku,main gila memang nya mommy punya bukti gituh?"
kata Amelia lagi.
"owh kamu mau bukti, baiklah ini buktinya, tiba-tiba layar televisi besar itu memunculkan. adegan panas nya bersama Natan bahkan berkali-kali, sontak para pelayan dan Yeslin, sendiri baru pulang kuliah sontak di buat kaget Natan hanya diam saat putri nya.
"mommy,itu Vidio palsu itu bohong.ucap Amelia, lagi membela diri.
"baik lah jika itu kurang aku masih punya yang lain nya, tiba-tiba seseorang muncul memberikan bukti yang bahkan lebih kuat dari yang tadi.sekarang mereka berdua tidak bisa berkutik.
🌹💖💖💖🌹
seminggu sudah Tias berada di tanah air tepatnya di ibu kota.
dia telah menjual aset-aset milik nya yang tersebar di berbagai negara.sekarang iya memindahkan nya jadi satu yaitu di gabung dengan, milik Adryan, yang dari ayah kandung nya itu suami pertamanya dulu sebelum bercerai, dia dan Yeslin kini berada di ibukota, dan memutuskan akan tinggal selama nya di sini, Adryan yang mengetahui hal itu, iya merasa senang sekaligus tentang karena kini benalu dalam hidup nya telah di singkirkan.keluarga nya kembali utuh, rencana nya Adryan ingin mengundang sang ibu kerumah Sania yang kini di tempati oleh dia dan keluarganya kini. dua hari setelah itu Adryan mengajak mommy nya menemui sang cucu, yang begitu tampan persis seperti dirinya, waktu kecil, sesampainya di tempat Sania kebetulan saat ini hari libur Sania Bekerja, dia sudah di beritahu oleh Adryan iya akan membawa ibu mertuanya kerumah Sania.
"BI apa semua nya sudah siap aku akan keatas, untuk merapikan diri dulu!"
ucap Sania kepada pelayan rumah itu.
"sudah Nyonya, semua telah siap!"
jawab pelayan itu yang di balas anggukan oleh Sania.
Sania pun bergegas naik ke atas untuk merapikan penampilan nya, tidak sampai satu jam, Adryan, sudah sampai bersama Tias dan Yeslin, di depan rumah Sania.
"Kaka. ini beneran rumah KA Sania, rumahnya besar sekali dan begitu nyaman" ucap Yeslin,
"iya,ini adalah rumah yang ia dapatkan saat bekerja di Thailand,dulu saat dia pergi dariku saat dia hamil dan setelah melahirkan , kemampuan kerja nya begitu memuaskan,saat ini saja baru satu tahun iya menjadi CEO perusahaan,milik ibunya perusahaan itu sudah jauh melejit sukses nya. dengan kerja keras nya itu,
"Sayang, kamu di mana mommy sudah ada di sini?"
kata Adryan memanggil Sania.
"aku di sini Sayang"
ucap Sania yang sedang menggendong Gavin.
ucap Yeslin yang langsung memeluk nya
"Yeslin, apa kabar lama tidak bertemu"
ucap Sania, Yeslin langsung cemberut.
"Bagaimana aku bisa bertemu kamu kalo kamu nya ngilang begitu.
"sudah-sudah, Sayang ini mommy ku!,,,dan mommy ini istri yang paling ku cinta seumur hidup ku!"
ucap Adryan, Sania langsung tersenyum ke arah sang ibu mertua yang juga membalas senyuman yang ramah.
"Apa kabar momm,,maaf kalo aku baru bisa berjumpa dengan mu!"
ucap Sania.
"tidak Apa-apa, sayang, mommy lah yang seharusnya minta maaf karena sempat menolak mu!"
kata Tias.
"Oya mommy, pasti kenal ini siapa"
ucap Yeslin,
"Adryan, saat kecil,ih gantengnya sini sayang ikut Oma,hmm kamu anak baik ya Oma, sangat sayang pada mu walau pun kita baru bertemu saat ini , memang benar darah lebih kental dari pada air!"
ucap Tias
mereka pun bercengkrama bersama di ruang keluarga sementara Yeslin bergabung dengan kekasih nya yang lama tidak berjumpa dengan nya ya itu sandi, iya langsung bergelayut manja pada sandi yang sama-sama merindukan nya sandi langsung memeluk,nya erat membawanya dalam dekapan,di depan semua sahabat nya itu hingga menimbulkan canda tawa.
"duh Siti kalo melihat mereka bermesraan seperti itu dunia serasa milik berdua,ya kita cuman ngontrak ha-ha-ha!"
ujar Ari,
"jelas lah ngontrak lihat saja, tidak ada satu pun yang memiliki rumah selain dia di sini"
ucap Siti.
__ADS_1
"rumah ku udah jelas kamu tapi yang nih dia yang ngontrak, hahahaha !"
Ari mengejek Rido, yang sejak tadi sibuk dengan laptop nya, ya Rido selalu fokus dengan benda itu yang selalu menemani nya.
"hmm, baru begitu saja sudah bangga lihat saja nanti aku akan lebih mengesankan dari kalian!"
ujar Rido lagi sambil menyeruput kopi milik nya.
"mengesankan apa an pasangan aja belum ada
hmm parah Lo!"
Ejek sandi,
"ampun deh, gue bukan tipikal cowok yang suka pamer kemesraan, yang ada gue langsung ke pelaminan baru hebat!"
ucap Rido membela diri.
"Iya,,, iya deh yang langsung ke pelaminan
awas aja, nanti yang jadi pengantin nya Tante-tante hahahaha!"
ucap Yeslin,
"ya gak apa-apa, yang penting setia setelah, kita bersama!"
ucap Rido lagi.
"kalian lagi ribut-ribut ngomongin apaan,sih!"
tanya Sania.
"ehh ada bos kepo haha!"
kata Ari lagi .
"owh gituh ya baik lah tidak ada bonus bulan ini mau"
kata Sania.
"Oh tidak, jangan tuan putri ampuni hamba yang sudah khilaf ini,,, pangeran kodok bantuin gue ngomong kenapa,gue kan lagi butuh,buat ngelamar Siti, yang kita gagal lamaran deh Hiks hiks hiks,,,!"
ucap Ari yang langsung di sambut gelak tawa dari semua nya.
"hahaha,Lo sih so so an mengejek tuan putri gue kualat kan Lo !"
ucap sandi
"raja ku ayo ikut gabung aku mau ngenalin kalian semua,pada yang. mulia ibu suri"
ucap Sania di barengi senyuman menggoda.
"Ahhhhhh,,,Kaka jahat deh dia kan sudah jadi kekasih ku harus nya Kaka ikhlas kan saja dia bersama ku!"
Yeslin ngambek,
"aku ikhlas ko Yeslin, hanya saja dia tetap raja di hati ku takkan terganti!"
jawab Sania.
Adryan hanya senyum melihat tingkah laku mereka,ya Sania benar sandi tetap lah pangeran kecil di hati nya, orang yang selalu ada untuk nya.
"sudah, sudah ayo sandi ikut aku mommy mau bertemu dengan mu!"
ucap Adryan,
"hmmm kaya nya sebentar lagi ada yang bakalan di kawinkan nih hahaha!"
Ejek Rido,pada sandi.
"Rido mau gabung atau mau tambah pekerjaan nih!"
ucap Sania serius.
"gabung lah tuan putri masa dari tadi aku kerja sendiri,kan gak adil!"
ucap sandi sambil bergerak cepat meninggalkan Sania,dan mereka semua sambil pegang laptop nya.semua orang menatap nya sambil menahan tawa.
"sayang, ancaman mu itu loh anak buah mu pada ngacir"
ucap Adryan, yang langsung merangkul pinggang sang istri.
"biar mereka disiplin, mereka juga tau aku hanya bercanda sedikit serius"
__ADS_1
kata Sania lagi.
mereka semua pun bergabung duduk di meja makan, Yeslin tidak melepaskan genggaman tangan nya pada sandi karena Yeslin tahu sandi sangat grogi.