
ke esokan pagi nya, Alice, sudah bersiap untuk pergi ke sekolah setelah menyelesaikan sarapan pagi nya terlebih dahulu, tapi tiba-tiba langkah nya di hentikan oleh Gibran.
"Alice, tunggu "ujar Gibran.
"Ada apa ??...Daddy"kata Alice.
"Alice, Daddy hanya ingin bertanya kenapa akhir-akhir ini kamu sering mengeluarkan uang untuk membayar denda ke sekolah, apa??..kamu sering membuat kesalahan"ucap Gibran.
"Aku hanya malas mengikuti kegiatan yang tidak penting itu Daddy"ujar Alice.
"Alice, tapi seharusnya kamu patuhi, aturan sekolah mu itu penting, untuk masadepan mu, Daddy, tidak ingin kamu menjadi pembangkang mulai saat ini, Daddy, tidak mau dengar lagi, kamu bayar denda"ucap Gibran,tegas.
"Aku bayar denda dengan uang ku sendiri Daddy , jadi kenapa??... Daddy, pusing"ucap Alice, keceplosan hal itu sontak membuat semua orang menoleh ke arah nya, termasuk Gilang dan Riko.
"Alice, jaga bicaramu mommy tidak pernah mengajarkan mu untuk berkata tidak sopan pada orang tua"ucap Michael.
"maaf,momm..."ucap Alice.
"Sayang, sudah lah, aku hanya merasa tidak enak dengan Jason, jika Alice, tidak bersikap patuh maka, aku yang akan merasa gagal menjadi seorang ayah"ujar Gibran.
"Maaf, Daddy, Alice, tidak sengaja"ucap Alice, sambil menatap sendu setelah melihat tatapan tajam dari Michael, Alice, langsung pergi begitu saja tanpa mengajak Merry, pergi bareng ada tetesan air mata di pipi nya saat ini, dia sudah terlalu banyak mengalami tekanan, akhir-akhir ini terutama di sekolah.
Gilang hanya mengelus punggung Michael, yang kini masih duduk di sebelah kursi nya, sementara itu Gibran, pergi menuju ruang kerja nya.
"Apa salah ku tuhan, sehingga mereka semua membenci ku, aku tidak sengaja aku tidak membunuh nya, dan tidak berniat melakukan itu, tapi hukuman ini terlalu berat bagiku, aku tidak ingin terus menerus melihat guratan kekecewaan itu, setiap kali menatap ku"gumam Gibran lirih.
Gibran, merasa di benci oleh semua nya karena kematian Piter, hingga saat ini padahal kejadian itu sudah hampir dua tahun berlalu.
sementara itu Michael, yang kini berdiri di ambang pintu, dia menatap sendu pada punggung pria yang saat ini tengah membelakangi nya.
"Tuhan apa aku tidak keterlaluan pada nya, aku tau semua bukan salah nya, tapi kenapa??.... rasanya aku tidak pernah bisa menerima hal itu dan masih selalu merasa kecewa dengan nya, jujur rasa cinta ku yang dulu begitu besar untuk nya,kini terasa hambar, tapi aku juga tidak ingin semua ini terjadi tuhan"gumam Michael dalam hati.
Michael, memberanikan diri untuk masuk dan langsung memeluk pria itu dari belakang, saat ini , dan Gibran, begitu kaget saat mendapat perlakuan istimewa itu, dia langsung mengelus bahu pipi Michael masih dengan posisi nya saat ini.
Lalu Gibran pun berbalik dan memeluk erat juga menghujani kecupan di seluruh wajah Michael, dan terakhir di bibir mereka kini saling menautkan bibir mereka, hingga beberapa detik kemudian.
"Honey, Maaf aku, semua itu terjadi diluar kendali ku, aku tidak bermaksud untuk merampas kebahagiaan mu dengan nya, bahkan jika kini dia masih hidup, aku akan membiarkan kamu tetap bahagia bersama dengan nya, walaupun sebenarnya aku tidak mampu aku sakit hati"ucap Gibran, lirih sambil meneteskan air mata, dia mengeluarkan rasa sedih di hati nya saat ini.
"Aku tau itu, sayang, tapi semua takkan pernah bisa di ulang kembali, aku sudah menerima takdir ku, mungkin ini adalah jalan yang harus kita lewati, anggap saja ujian untuk rasa cinta kita yang mungkin terlalu kuat, dan satu lagi, benarkah kamu merelakan aku untuk bersama dengan orang lain??...."ucapan nya terjeda Sambil menatap lekat wajah tampan itu "tega sekali kau"ujarnya kemudian,sambil mengerucutkan bibirnya.
"tidak seperti itu, sayang aku hanya tidak ingin memaksa mu untuk kembali mencintai ku, dan jika itu terjadi pun, aku akan tetap mengejar cinta mu kembali dengan cara baik-baik"ujar Gibran,sambil memegang pipi sebelah kiri Michael,lalu mendarat kan kecupan,penuh cinta.
"Mana ada benarnya,mengejar cinta wanita bersuami"ujar Michael, serius tapi di sambut tawa kecil dari Gibran.
"Sayang, seperti nya kamu sudah memaafkan ku??..."ujar Gibran.
"Memang nya,kapan??.... aku marah pada mu"ucap Michael bertanya.
"Aku, melihat kebencian di mata kalian, selama ini, jujur aku tak kuat sayang, aku sangat sedih tapi aku anggap itu sebagai hukuman karena bagaimanapun juga kamu kehilangan dia gara-gara aku"ucap Gibran jujur.
"Sayang, stop, aku mohon jangan pernah katakan itu lagi, aku tidak pernah berniat menghukum mu, Maaf kan aku jika selama ini aku telah menyakiti hati mu, aku tidak pernah menyadari hal itu"ucap Michael.
"Sudah lah sayang, lupakan yang terpenting sekarang semua nya sudah, baik-baik saja, sekarang kita mulai lembaran baru, bersama ke empat anak kita"ucap Gibran, sambil tersenyum bahagia.
"empat,lalu Gio, anak mu bersama dengan nya tidak kamu akui??...." ucap Michael, yang langsung membuat raut wajah Gibran berubah.
"Ya, kamu benar dia juga putra ku, tapi dia tidak tinggal bersama dengan kita, dia bersama dengan mommy nya dan mommy Sania" ucap Gibran
"memang nya kamu tidak berniat untuk membawa Gio, tinggal bersama dengan kita??..."tanya Michael.
"kamu, tidak akan tahan dengan sikap positif nya"jawab Gibran.
"persis dirimu, memang ia buah cinta tidak akan pernah jauh dari pohonnya"ucap Michael, yang kini memalingkan pandangannya,ada rasa sakit yang tidak bisa ia ungkapkan saat ini.
"Honey "ucap Gibran lembut.
__ADS_1
"Apa, Daddy"ucap Michael.
"Jangan pernah menyakiti diri mu sendiri, dengan membahas tentang nya"ucap Gibran.
"Tidak, usah khawatir, aku sudah merasa itu, sedari dulu walaupun tanpa pembahasan"ujar Michael, yang kini berjalan menuju pintu keluar.
"Honey, please"ucap Gibran, meminta Michael, untuk mengerti.
"Tenang saja, aku tidak apa-apa, bukti nya, aku masih hidup sampai saat ini, meski terbelenggu rasa sakit yang selalu hadir di setiap saat"Michael berlalu pergi, setelah senyum yang di paksakan.
Gibran, hanya bisa diam sesaat mencerna kata-kata Michael, bukan dia tidak mengerti tapi dia tidak ingin memperparah keadaan.
Michael, berangkat mengantar kan Merry, sekolah meski sudah terlambat, dia diam-diam membawa pergi mobil, tanpa sepengetahuan siapapun, karena Michael baru bisa berjalan.
Gibran, yang baru sadar dengan sikap Michael, dia langsung mencari keberadaan istrinya saat ini tapi Michael, tidak ada di rumah bahkan Gilang dan Riko pun tidak tahu, Michael pergi membawa Merry, ke mall saat ini karena ternyata sekolah Merry, mendadak di liburkan selama satu Minggu.
🌹💖💖💖🌹
pukul sebelas siang, saat ini Michael, tengah berjalan menuju bioskop, yang ada di mall tersebut, iya hendak menonton film kesukaan Merry, sedari dulu saat masih ada Piter Merry, selalu di temani Piter setiap kali nonton film tersebut .
setelah masuk ke dalam bioskop, Michael duduk bersebelahan dengan putri nya itu, setelah memastikan Merry Duduk dengan nyaman, akhirnya Michael fokus kedepan.
Michael, sedang menatap kedepan layar besar itu tapi tatapan nya kosong, Michael merasakan kehadiran seseorang di sebelah nya tapi seperti hembusan udara.
sesaat kemudian, Michael tersadar, saat Merry, berkata" momm....itu Daddy"ujar Merry, yang kini menunjuk ke arah lain.
"Merry, sayang Daddy, sudah tidak ada disini"ucap Michael, tanpa sadar dia telah mengatakan yang sebenarnya pada putrinya itu.
"Tapi momm... tadi itu benar-benar Daddy, aku melihat Daddy,di sebelah mommy"ucap Merry kekeuh.
Deg...
jantung Michael,bak di hantam batu besar dadanya serasa sesak , saat ini ternyata yang ia rasakan dan ia lihat tadi memang benar bukan halusinasi, Merry, juga melihat nya.
"Piter sayang, kamu disini, aku mohon maaf kan aku, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menyalurkan rasa rindu kami padamu, sudah beberapa bulan aku tidak bisa mengunjungi mu, maafkan aku Daddy"ucap Michael lirih.
"flashback on"
saat itu Piter, dinyatakan meninggal, saat di periksa di hadapan Jason, karena memang tidak bernafas lagi, tapi Gavin,tau kondisi itu saat Jason,sibuk menolong Michael, dia sempat pergi meninggalkan Piter di ruang UGD rumah sakit tersebut, Gavin langsung menyuruh anak buahnya bertindak, saat Jason sedang menunggu operasi Michael,di tengah kekalutan Jason, saat itu dia lengah jasad Piter, dibawa ke Amerika langsung saat itu juga sementara jasad yang di pastikan adalah jasad Piter saat itu sudah di masukkan ke dalam peti walaupun menggunakan topeng karet seperti silikon membentuk wajah Piter, begitu sama persis.
Piter langsung di tangani dokter, saat itu juga dan di nyatakan koma, tapi harapan nya mungkin tipis, saat itu yang Gavin, ingin kan adalah Piter, bisa di selamatkan meski itu mustahil tapi setidaknya itu akan mengurangi rasa bersalah nya pada Michael dan Piter.
tapi hingga saat ini Piter seperti enggan untuk membuka mata dia seperti sedang tertidur pulas hingga saat ini.
seperti cerita di film-film saat ini itu terjadi pada Piter,koma hampir dua tahun lamanya bahkan lebih, tapi itu tidak membuat nya, menyerah, Gavin, tetap optimis bahwa suatu saat Piter akan kembali, hidup, tidak tanggung-tanggung Gavin membiayai perawatan Piter, dokter spesialis pun ia pekerjaan di markas nya itu.
"flashback off"
sementara itu di sebuah rumah megah,dua insan tengah ribut adu mulut,ya siapa lagi kalau bukan Alice, dan Rio , pria tampan itu, memaksa Alice, untuk ikut ke rumah nya, setelah pulang sekolah, saat ini semua pelayan masih berdiri menyambut kedatangan keduanya, Alice, yang kekeuh menolak dan ingin pulang, terus di paksa oleh Rio, untuk masuk ke rumah nya.
"Ayolah, honey, masuk dulu aku jamin kamu tidak akan pernah menyesal"ucap Rio.
"Kak, aku sibuk terlalu banyak pekerjaan rumah yang harus aku selesaikan saat ini"ucap Alice, beralasan.
"Aku akan membantu mu, mengerjakan tugas sekolah mu, tapi please,temui mommy ku dulu, tolong yakinkan dia untuk tidak mengirim ku keluar negeri"ujar Rio.
"Kak, aku bukan siapa-siapa kamu, kenapa harus maksa sih"ucap Alice, kesal.
"please, honey, kamu sudah sepakat ini adalah kencan pertama kita,tentu saja kita sudah sepakat menjadi pacar, kamu harus bantu aku yakinkan kedua orang tua ku"ucap Rio, sedikit memohon.
Alice,di tarik masuk kedalam oleh Rio, awal nya Alice, berontak tapi sesaat kemudian, dia langsung berubah seratus delapan puluh derajat, saat melihat seseorang yang kini menatap ke arah nya, wanita yang begitu cantik body nya sangat perfek, Alice, langsung menerima saat Rio, merangkul pinggang nya posesif.
"Wanita mana lagi yang kamu bawa, untuk meyakinkan mommy, Rio, sebaiknya kamu tidak usah main-main, karena, mommy tidak akan pernah memberikan tolerir lagi "ujar mommy Aruna.
"Mom ...kali ini Rio, tidak main-main, Rio membawa pacar Rio, yang sebenarnya dan Rio ingin segera bertunangan, jika perlu menikah pun tidak masalah"ucap Rio, tanpa Jedah.
__ADS_1
"What...!!! .are you sure"Ucap Michael, yang kaget,namun seketika Rio membungkam bibir Alice"no....,you crazy know"pekik Alice,tak terima dengan pernyataan Rio.
"honey help me please "ucap Rio memohon.
"Rio, mommy tau kamu berbohong saat ini, wanita mana yang mau dengan pria pengangguran, seperti kamu mau dikasih makan apa heuhhhhh, pokonya mommy, tidak ingin tahu kamu harus lanjut sekolah di luar negeri, setelah kamu lulus baru kamu urus perusahaan milik Daddy mu, dan setelah itu kamu bisa menikah, keputusan mommy, sudah bulat tidak bisa lagi di ganggu gugat.
"mommy... please beri aku waktu untuk membuktikan bahwa aku bisa memiliki calon istri sebelum mommy, mengirim ku kesana kalau dalam satu bulan aku tidak menemukan wanita itu, aku akan menyerah ucap Rio, yang ketahuan berbohong.
"Sadar, Rio, dia sudah tidak ada lagi di dunia ini, bukan kah kamu sudah lihat berita kematian nya"ucap Aruna.
yang Rio, maksud adalah wanita masa lalu nya, yang kini dinyatakan hilang terbawa arus, saat kecelakaan pesawat itu terjadi, pesawat itu hancur jatuh ke laut.
Alice, yang kini tidak tahu dengan apa yang mereka bicarakan, dia pun pergi, begitu saja tanpa Rio, sadari.
Alice, pergi dari kediaman Rio, dengan mobil nya saat itu juga, beruntung tadi Rio,mau mengalah saat Alice,kekeuh ingin pergi membawa mobil nya.
"Dasar aneh, apa yang dia katakan, calon istri, aku bahkan tidak mengerti, hubungan antara laki-laki dan wanita dewasa itu bagaimana"ujar Alice yang merasa di buat pusing oleh tingkah Rio.
dua hari berlalu, saat Alice, hendak masuk sekolah, Rio, menghadangnya di jalan, pria itu meminta Alice, untuk turun, saat itu juga, tapi Alice, beralasan sedang terburu-buru takut kesiangan soalnya di sekolah ada perlombaan.
tapi Rio, kekeuh memaksa, saat ini agar Alice,mau mengikuti nya ke sebuah tempat, Rio berjanji bahwa dia tidak akan membayar denda, jika pihak sekolah meminta itu pada Alice, Rio seperti nya sedang sangat kalut saat ini.
"Please, Honey, ikut aku aku janji tepat jam pulang sekolah, aku akan mengantarmu pulang Ok"ucap Rio.
"kak, Rio, aku benar-benar tidak bisa, Daddy ku bisa murka, apa lagi kalau ketahuan aku jalan dengan pria"ucap Alice, memberikan alasan.
"ini untuk yang terakhir kali nya, Alice, aku janji, aku tidak akan memaksa mu lagi"ucap Rio.
"Janji"ucap Alice, pada Rio.
"ya aku janji"ujar Rio.
akhirnya Alice, mengikuti keinginan Rio, setelah janji ini yang terakhir kali nya Rio datang mengganggu nya.
di sini lah Rio dan Alice, saat ini di sebuah villa tepi pantai, dengan deburan ombak yang datang silih berganti angin sepoi-sepoi meniup seluruh tubuh nya , Alice merentangkan tangannya dia begitu larut dalam suasana pantai tersebut.
Alice, kembali teringat saat dia tinggal di pulau pribadi milik Daddy nya itu, setiap hari dia main bersama dengan Merry,di tepian pantai.
"Kamu, suka pantai"ucap Rio, membuka obrolan setelah sekian lama membisu sambil menatap kearah wanita yang saat ini ada di samping nya.
"sangat,ada kenangan terindah, saat dulu waktu Daddy, masih hidup"ucap Alice pelan ketika mengatakan tentang Piter.
"Apa maksud mu, bukan kah, Daddy mu masih hidup, dan waktu itu dia yang menemui mu"ucap Rio, sedikit penasaran.
"heumm, kamu tidak tau kehidupan ku, dan aku tidak perlu memberi tahu mu tentang itu"ucap Alice.
"Ok, tidak masalah,oh, iya aku lupa memberitahu mu maksud aku mengajak mu kesini"ucap Rio, saat ini begitu serius, Sambil menatap lekat wajah cantik Alice.
"Apa??...yang tadi ingin kakak, sampai kan" tanya Alice.
"Besok aku berangkat ke London, untuk kuliah di sana"ucap Rio,ada kesedihan yang terlihat di raut wajah nya.
"Bagus,donk dengan begitu kamu bisa belajar di kampus bergengsi di sana"ucap Alice.
"Tidak sesimpel yang kamu bayangkan Alice"gumam Rio, lirih sambil menundukkan wajahnya, saat ini ada tetesan air mata yang jatuh dan langsung di hapus oleh Rio saat itu juga.
"Kak, Rio,ada apa??..."ujar Alice, yang tak tega melihat Rio sedih.
"Aku tidak berguna Alice, meski hidup bergelimang harta, meski aku memiliki otak cerdas, tapi aku tidak bisa melindungi dua orang yang aku cintai, aku kalah Alice, aku kalah"ucap nya sendu.
"apa maksudnya, siapa?? saja dua orang yang Kaka, kakak maksud"tanya Alice.
"ibuku, Alice, dan dia yang entah dimana keberadaan nya"ucap Rio,sedih Sambil menatap kearah deburan ombak.
"Apa maksudnya tidak bisa melindungi ibunya kakak, bukan kah mommy Aruna baik-baik saja dan siapa yang Kaka maksud dengan dia"ucap Alice, lagi.
__ADS_1
"Kamu salah Alice, dia bukan ibu ku, ibu kandung ku, sedang di rawat di rumah sakit, saat ini dia sedang koma, dan dia yang ku maksud, adalah, wanita yang sangat ku cinta wanita kedua yang bisa membuat ku merasakan kebahagiaan, setelah ibu dinyatakan koma berkali-kali, apa kamu tau alasan aku untuk tetap bertahan di sini"ucap Rio bertanya.