Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Lagi-lagi ngambek


__ADS_3

sepulang nya dari jalan-jalan sore, Adryan meminta Sania, membuat kan susu untuk nya.


"sayang, aku boleh minta tolong gak ?,,,"


kata Adryan, yang sedikit berteriak karena Adryan, sedang di kamar sebelahnya lagi.


"Iya sayang, jangan teriak begitu, aku gak budek kali"


Sania membalas teriakan,sang kekasih sambil bergegas, kebawah, untuk membuat kan susu yang di minta oleh Adryan.


"sayang ko lama sih aku haus nih,"


"iya,ini juga lagi jalan kenapa sih, harus teriak-teriak aku kan gak budek "


Sania mendelik kearah Adryan, yang saat itu sedang berdiri sambil bersandar di tembok,


"sayang,ko kamu marah sih, aku kan cuma minta susu, gak minta yang macem-macem kan"


"ini susu yang kau mau tuan,kalo masih ada lagi, silahkan panggil saya lagi, saya selalu ada di samping kamar anda"


kata Adryan, yang sedang memegang,gelas berisi susu dan langsung menyeruput susu hangat itu.


"sayang, aku minta malam ini aku di temani kamu sampai aku tidur"


"hahhh apa tak kebalik apa,masa aku yang menemani mu"


"ya enggak lah Aku kan baru di sini, jadi Aku takut kalo harus tidur sendiri lagian, tadi aku melihat seorang wanita yang garang, seperti nya hanya aku yang melihat nya"


"dimana kau melihat nya, tadi"


tanya Sania .


"di hadapan ku tadi, dia suka ngambek gak jelas gitu"


jawab, Adryan serius, seperti tidak ada kebohongan di dalam nya.


"kalo gitu aku dong,kan di sini gak ada lagi, cewek lain"


"iya emang,dan kamu satu-satunya wanita yang suka marah gak jelas"


"ihhh,,, kamu tuh jahat deh,kamu bilang aku cewek garang tapi kenapa kau mau menjadikan aku kekasih mu, sebel deh"


"cup,,,cup,,, sayang ku aku hanya bercanda, gak serius ih ko kamu ngambek sih"


"terserah,,,,,,"


Sania,kini pergi masuk langsung ke kamar nya sambil menutup pintu kamar nya, dengan kasar.


"sayang,ko ngambek sih nanti, cepat keriput loh"


"bodoh,,,"


jawab Sania, cepat.


"sayang,kalo kamu ngambek, gimana aku bisa tidur nanti"


"terserah kamu saja, kenapa harus, aku pikirkan terserah kamu mau tidur atau enggak, bukan urusan ku juga"


Sania masih marah .


"sayang, aku mau bicara sesuatu, pada mu dengan serius"


"mau bicara apa , bicara saja"


"sayang, besok aku harus segera, pulang, mommy, sudah kembali dari luar, dan dia meminta aku segera, menemui nya untuk menjelaskan, tentang pertunangan ku,dengan Amelia,"


"pulang lah, jika memang kau harus pulang, aku masih kangen, dengan kampung halaman ku"


Jawab, Sania tanpa beban.


"owh gitu ya,,,,"


Adryan,malah pergi meninggalkan Sania yang sedikit merasa bingung, dengan kata-kata Adryan tadi.


tiba-tiba, Adryan, membawa koper nya lewat depan kamarnya, Sania yang lagi mikir sambil menatap kearah pintu nya , saat dia melihat Adryan, melewati nya tanpa bicara.


"Yan,,,,,, kamu mau kemana,ko bawa koper dan kamu juga sudah pakai jaket juga ada apa"


"Sania, aku mau pulang tadi kan sudah aku bilang sama kamu, dan kamu sudah mengijinkan aku untuk pergi bahkan tidak pernah perduli"


jawab Adryan.


"Yan tadi kan kamu bilang nya besok, gak malam ini juga"


"ya emang, aku bilang nya besok tapi, untuk apa aku menunggu besok,kalo kamu bahkan sudah tidak perduli lagi pada ku, kau hanya memikirkan, urusan mu di sini tanpa memikirkan, akan bagaimana, hubungan kita kedepannya, setelah hari esok"


jawab Adryan.

__ADS_1


"maksud mu apa Yan,,,? apa yang kau maksud, dengan hubungan nya hari esok"


"Sania Paramitha,,,, hubungan kita sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja kamu ngerti enggak sih"


Adryan, menjawab nya dengan penuh penekanan.


"Apa, itu artinya, kamu tetap akan menikah dengan Amelia, terus besok adalah hari ha nya iya"


"aku tidak mau mendengar kata itu Sania,"


"lalu apa yang ingin kamu dengar itu memang kenyataannya"


"stop Sania, jika kau tidak pernah perduli dengan hal itu, jangan bicara lagi ,,, aku pamit pulang"


"Yan, aku bukan tidak perduli, tapi aku bisa buat apa?,,,, aku bahkan tidak berdaya"


"bukan tidak berdaya tapi kamu tidak mau berjuang, untuk cinta kita Sania, kamu hanya memikirkan,ego mu sendiri"


"yang, aku bisa apa?,,,aku tidak bisa menentang keluarga mu, aku ini bukan siapa-siapa juga, jadi aku pasrah kan juga pada keputusan mu"


"Sania,,,,,! kalau kamu mau berjuang untuk cinta kita,kamu tinggal, ikut dengan ku pulang, dan temui kedua orang tua ku, tapi sepertinya kau tidak perduli juga"


kata Adryan, dengan jengkel nya karena melihat raut muka, Sania yang tidak ada sedih-sedih nya.


"sayang, aku minta maaf tapi aku tidak bermaksud, bersikap begitu Yan"


"stop, Sania aku tidak mau mendengar apapun lagi"


"Yan,,,, please, Maaf kan aku aku mohon kasih aku waktu untuk berpikir, setidaknya, sampai, besok pagi otakku, tidak bisa berpikir jernih"


"ok,,,ok,,, kalo itu mau mu aku,beri kamu waktu, sampai besok pagi"


"baik lah, aku akan berpikir,tapi aku mohon, jangan pergi sekarang, kemari kan koper mu itu,biar aku yang simpan"


"tidak usah biar ku simpan di mobil saja"


"kenapa harus, selalu berdebat, aku hanya minta hal kecil, dan kamu begitu sulit untuk memberikan nya"


tapi Adryan,kekeh membawa koper nya, pergi dan,menaruh nya di mobilnya, Sania hanya menghela nafas berat.


"Tuhan berikan aku petunjuk, aku harus apa"


Sania, bergumam pelan, tapi tidak Sania sadari Adryan, sudah ada di belakang nya,dan mendengarkan kerisauan sang kekasih.


tiba-tiba, saja ponsel Adryan, berbunyi nyaring, dia langsung mengangkat nya, sambil pergi ke luar dekat tangga.


"ya momm,,,,ada apa lagi, aku kan sudah bilang besok aku pulang, karena malam ini tidak mungkin untuk pergi, perjalanan nya sangat jauh tidak ada bandara di sini"


terdengar percakapan, Adryan dengan ibu nya, Sania, langsung menunduk kepalanya, karna mendengar ucapan,ibu dari kekasihnya itu, yang mengatakan pernikahan nya di adakan besok setelah kepulangan nya.


"pulang,lah jika tidak ada yang harus di perjuangkan lagi, semoga, kamu bahagia, dengan nya,,,,!"


"apa yang kamu katakan sayang, kamu tau sendiri kan, aku ini sangat mencintai, kamu sayang, dan semua nya sudah, terpatri di hati ku"


"Aku tau tapi tidak bisa buat apa-apa juga bukan,kamu tidak akan bisa membantah kepada orang tua mu aku sadar, semua sudah terlambat, untuk ku maafkan aku kalau selama ini,aku hanya bisa, membuat mu jengkel"


"semoga, semua itu buat kamu bahagia"


"stop, Sania, kenapa kamu bisa bicara begitu, tanpa beban sama sekali"


potong Adryan, sambil memalingkan wajahnya, dia, langsung beranjak pergi, meninggalkan Sania, berjalan memasuki mobilnya.


"Yan,,, kamu mau kemana, sayang ,ada apa sebenarnya,,,,,! Adryan,kamu dengar aku tidak sih"


Sania, menggedor gedor, pintu mobil nya, Adryan.


"Sudah lah Sania percuma bicara sama orang yang tidak perduli"


Terlihat Adryan, sangat sedih dari matanya yang sembab,


"sayang, aku sangat perduli" apa kamu pikir aku tidak sakit mendengar, semua itu tapi aku bisa apa Yan,,,"


"sudah, tidak mungkin juga aku memaksa mu berjuang bersama"


"Yan,,, sayang aku minta maaf kalo memang, kamu tidak bisa, memperjuangkan aku,aku tidak mau membuat beban,mu bertambah aku ikhlas, menikah lah dengan nya"


"tidak, Sania jangan katakan itu aku sangat mencintaimu,tapi aku hanya bisa memohon, tolong, tunggu aku kembali, untuk menjemput mu kembali, percayalah pada ku aku begitu mencintaimu, sayang"


Adryan berkata itu sambil, memeluk,sang kekasih, dia menangis, memeluk erat Sania, dan Sania hanya terdiam air mata nya lolos tanpa izin, mereka mengucapkan janji satu sama lain bahwa akan menunggu.


🌹💖💖💖🌹


ke esokan, pagi nya Adryan melangsungkan pernikahan, bersama Amelia, dan yang bikin sakit nya lagi semua media memberitakan nya


hari itu Sania, hanya mengurug diri di kamar nya sambil menangisi nasib percintaan nya yang sangat singkat,tapi menyakitkan, Sania mengurung diri, sudah hampir satu Minggu, di dalam kamar, bahkan tanpa makan makanan setiap,kali di antar makanan nya ke kamar.


"Sania,,,,,Mitha.... Sania, mau sampai kapan, kamu begini, kamu merusak diri mu sendiri"

__ADS_1


"Aku, tidak tahu,,, Sandy kenapa ini terjadi pada ku, apa salahnya aku hingga aku tidak berhak menikah dengan Nya"


"sudah,,,, sudah,, apa kau tahu di sini ada, perlombaan,seru antar desa dan gak hanya orang desa tapi dari kota lain juga ada ini Event cross, terbesar, kalau kau mau ikut berpartisipasi, dengan grup kita ini akan jadi sesuatu yang sangat seru,,,,,dan bukan hanya itu setidaknya, kamu bisa kembali, tersenyum bahagia, kalau jadi juara"


"Baik lah,sady aku ikut,,"


saat itu Sania, langsung bangkit, dan langsung, membersihkan diri, iya memutuskan untuk melupakan, semua nya walau pun sulit.


"Bunda, kasihan Sania, di desa sendiri an menghadapi kesedihan nya, sebaiknya kita pulang juga, untuk tinggal bersama di sana,"


ucap Sonya, yang sudah pulih,saat ini


"Bunda juga sebenarnya, ingin cepat memeluk,tuan putri ku yang manja itu tidak tega rasanya kalau harus melihat dia terpuruk sendiri an"


"Sania, bidadari ku sayang, kenapa kau harus mengalami nasib yang sama dengan,sang Eyang, walau beda nya dia belum memiliki anak, tapi tetap saja ada kesakitan yang harus di lalui dengan begitu berat"


semua orang di sana terharu, dan saat ini mereka merencanakan untuk pulang ke desa termasuk,sang paman yang begitu sangat mencintai dan menyayangi nya.


"Sania,kau sudah siap, untuk ini"


tanya sandi.


"sudah, sandi dari tadi apa kau tidak lihat semua yang menempel, di badan ku ini,ayo cabut"


"Asiaappp,,,,, ingat ya jangan terpencar jauh dari Time karna sirkuit nya banyak jalur curam juga"


"baik lah, baik Aku tahu ko, nanti aku ikut kamu dari belakang, Ok"


"iya, baik lah,,,,yu berangkat tempat nya ada di desa sebelah, tepat belakang bukit itu bukan "


"ko tau sih emang siapa yang memberi tahu mu"


"hmmm ada deh potong" Sania langsung.


sandi pun tersenyum , iya sudah tidak khawatir lagi Sania, sudah bisa kembali tersenyum.


sesampainya di desa tersebut, Sania langsung, bergegas, mengikuti antrian motor memasuki lapangan, yang di sediakan di desa tersebut, sandi yang sedang merekam video keseruan nya iya memperlihatkan, wajah Sania yang sudah berdiri duduk di atas motor nya dengan kepala yang tertutup helmet nya itu,namun sandi bersikukuh meminta Sania melepaskan helmet nya saat itu juga Sania pun mengalah, iya langsung membuka nya .


"Hay,,,bro,,,and sis yang gemar berpetualang, dengan motor cross, kalian pasti sudah tahu dong siapa, wanita baja ini hehehe...baja ya iya in aja lah emang dia wanita tangguh ko, ya mau di sebut apa lagi, kalian pasti tahu Sania Paramitha,,,, yang cantik nya kebangetan, dan n bakat nya yang luar biasa itu."


"bacot Lo,,,, bikin gue pusing,bro"


kata Sania udah ah gue mau nyoba,jalur nya duluan, sebelum acara nya di mulai"


"ehh,,, jangan donk lo kan udah janji mau ikut aturan gue,,,"


"gue udah gak sabar cuy,,, pengen terbang ke angkasa,"


"hus,,,kalo ngomong tuh jangan, kebablasan tar di catat malaikat baru tahu"


"hmmm seneng nih lihat aku, melayang iya kan"


"hus,,, tau aja hahaha,,,,, aku senang,jika kau sedang beratraksi di udara, tapi ini petualangan, langsung di lanjut kita ending nya di sini"


"iya jawab Sania"


tapi saat itu Sania mencoba beratraksi, di tempat, yang seharusnya jadi tempat terakhir perlombaan sesungguhnya, saat itu Sania bagaikan orang kesurupan, melakukan gerakan berputar-putar, di atas perbukitan, yang sudah di atur menjadi jalur atraksi motor nya tersebut


"Mitha.... hati-hati ah itu anak seperti orang kesurupan saja" tidak sadar kalo sandi sedang melakukan panggilan,lebih tepatnya menerima telepon dari Adryan, yang menitipkan, Sania padanya sebelum dia pergi, waktu itu.


"halo sandi apa yang kamu katakan cepat alihkan ke Vidio call ,"


kata Adryan,di sebrang telpon,


"iya,,, iya maaf bang aku lupa tuh Abang lihat sendiri kan bagaimana liar nya dia kalo sudah pegang motor"


"ya ampun Sania sayang, jangan nekat , aku sayang kamu benar,benar sangat sayang, "


tiba-tiba, saja motor Sania melayang di udara gerakan salto sedang di lakukan nya dan Sania pun berhasil, melakukan nya,


"sayang, kenapa, kamu begitu nekat ngelakuin hal itu,,,,andai kau tahu aku sedang melihat mu apa yang ingin kamu ucapkan"


gumam, Adryan, dari sebrang telpon ,


Sania, yang saat itu tiba-tiba membawa motor nya ke arah sandi, iya seperti gerakan orang mau jungkir balik tapi nggak dia langsung rem motor nya,


"Sandi gue balik aja ya gak seru ah Mending gue pergi manjat tebing saja di tebing dekat bukit kita, gue balik ya dah,,,,!"


tangan Sania, menyenggol ponsel sandi dengan sengaja hingga terjatuh ke tanah hampir terlindas ban motor belakang ,milik Sania.


"Mitha,,,, kurang ajar lu ponsel gue kalo rusak gimana"


"ya di ganti lah biar sekalian ganti sama no, nya biar gak ada yang ganggu Lo lo hanya satu satunya raja' di hati gue sampai kapan pun ingat itu"


Sania pergi, pamit mau berpetualang ke tebing samping perbukitan yang ada di desa nya


"Mitha ingat pesan ayah mu kalo mau kesana jangan pergi sendiri ,,, tunggu aku manggil teman-teman dulu"

__ADS_1


"tidak perlu gue sendiri juga bisa "


Sania berlalu, pergi begitu saja Adryan, yang masih tersambung di telpon nya melihat begitu terpuruk nya Sania, terbukti dengan tingkah lakunya nya itu.


__ADS_2