Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Bukan ingin ku#


__ADS_3

setelah satu bulan berlalu dari acara resepsi pernikahan tersebut, Sandra, langsung di bawa pulang ke Hongkong, oleh sang suami, dengan alasan pekerjaan nya yang menumpuk, dan Sandra,sadar semua itu hanya alasan Steven,agar kedua orang tua nya tidak curiga bahwa dia sudah memiliki istri sebelum menikah dengan nya.


Sandra, sendiri mutuskan untuk tinggal di apartemen milik nya, tanpa perduli dengan semua itu, dia kembali sibuk dengan urusan pekerjaan nya, sementara Steven,kini sedang berbahagia, karena istri pertama nya saat ini tengah mengandung anak mereka.


Sandra, bukan nya tidak tahu, tapi dia sengaja tidak ingin tahu, menurut nya semua bukan urusan nya, biarlah semua berjalan apa adanya, hingga Steven,sadar bahwa ini adalah sebuah kesalahan.


lima bulan berlalu, sampai saat ini , Steven hanya datang, sesekali mungkin bisa di hitung dengan jari, bukan dia tidak pernah merindukan Sandra, hanya saja kehamilan istri tua nya itu sangat merepotkan selain kesibukan nya saat bekerja.


Steven, sadar, semua teramat salah, bahkan dia tidak bisa adil dengan istrinya itu tapi Steven,heran kenapa Sandra, tidak pernah protes dengan sikap nya selama ini, bahkan dia terkesan cuek pada dirinya, dan satu lagi yang Steven, bingung, kenapa belum juga ada kabar baik dari Sandra, padahal dia tidak pernah pakai pengaman jika mereka berhubungan intim.


malam ini Steven, datang tepat di saat istri muda nya itu baru kembali dari kantor, Sandra, tidak menghiraukan Steven, yang kini duduk santai di sofa kamar nya, Sandra, langsung membersihkan diri, setelah itu dia turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam nya seperti biasa, Sandra, bahkan tidak menegur sapa , pada suaminya itu, dia tetap sibuk dengan pekerjaan nya di dapur, setelah selesai saat itu juga dia langsung menata nya di meja, tanpa perduli dengan keberadaan suaminya itu dia menyantap makanan tersebut.


Steven, yang merasa di acuh kan dia langsung bergegas menuju pintu keluar,lalu berkata," aku pamit pulang jika tidak di butuhkan lagi"ujar pria tampan tersebut.


"pulang lah, jangan jadikan alasan lain sebagai penutup semua kesalahan, aku, tidak pernah menuntut untuk semua hak ku, kamu bebas, dengan pilihan mu"ujar Sandra,sambil terus menyantap makanan tersebut hingga tandas,kini tinggal satu porsi, bagian Steven, yang tidak tersentuh,sama sekali, Sandra, langsung bergegas mencuci tangan nya, dan langsung pergi tanpa menghiraukan tatapan mata suaminya kini.


Steven, menarik nafas dalam-dalam, dia tau Sandra, adalah satu-satunya istrinya yang sangat keras kepala, saat ini.


Steven, kembali mengikuti Sandra,menuju kamar nya, dilihat nya istri nya kini tengah sibuk dengan laptop nya, Sandra, sengaja menyibukkan diri.


"apa?? kamu tidak punya waktu luang untuk ku, dan apa??uang yang aku berikan tidak bisa mencukupi kebutuhan mu??"pertanyaan itu terdengar sangat menggores batinnya.


"aku tidak punya waktu, untuk terus menyakiti diri sendiri, hingga saat ini, aku selalu berusaha untuk menyibukkan diri dengan pekerjaan,agar aku tidak sadar dengan kenyataan, bahwa aku disini, hanya cadangan"jawab Sandra, yang langsung membuat Steven, melempar laptop nya seketika itu.


"katakan sekali lagi, Sandra,ayo katakan sekarang juga, apa yang kamu ucapkan tadi!!"teriak Steven.


"kenapa apa aku salah, heuhhhhh, kamu sengaja membawa ku pergi jauh, semua hanya untuk menutupi kesalahan mu, benarkan, aku di sini hanya wanita cadangan, saat kau bosan dengan nya, saat itu kamu datang, dan saat kau benar-benar merindukan nya, bahkan berminggu-minggu, kamu tidak pernah datang untuk mengetahui kabar ku saat itu, sudah cukup selama ini aku diam , mulai besok kamu bisa kirim kan surat cerai,padaku agar semua nya selesai"ujar Sandra, berapi-api.


"itu hanya mimpi, sampai kapan pun aku tak akan pernah melepaskan mu"ujar Steven,"dan asal kamu tahu aku tidak datang setiap hari bukan karena aku tidak rindu, atau tidak pernah menginginkan mu, tapi aku terlalu sibuk selama lima bulan ini"ujar Steven, beralasan.


"ya,sibuk, dengan urusan istri tua dan bayi yang ada di dalam kandungan nya, aku sudah tau semua nya, tidak perlu kamu berikan penjelasan, semoga, semua kebahagiaan mu, tidak akan pernah pudar"ucap Sandra.


Deg....


jantung Steven, seakan berhenti berdetak, rasanya sangat sakit mendengar ucapan Sandra, saat ini dia tidak ingin mendengar itu, selama ini dia berusaha menutupi seluruh informasi, tentang kehamilan istri tua nya pada Sandra .


"dari mana?? kamu tahu semua itu??"ujar Steven.


"saat ini semua bisa di ketahui hanya dengan, internet, bahkan kau sendiri tidak sadar, bahwa istri mu seorang publik figur, dan semua orang bisa tau kabar kehamilan istri tercinta mu itu, aku bahkan sering melihat nya langsung, saat kau memanjakan nya dengan setiap hal yang dia minta padamu, jadi tidak perlu khawatir untuk menutupi semua dari ku, aku tidak pernah menuntut mu, untuk berbuat adil, sudah sering kali, aku membebaskan mu agar kau terlepas dari beban mu, dengan cara menceraikan ku, dan memilih nya, selama ini"ujar Sandra, dengan tatapan dingin, yang terasa sangat menusuk relung hati Steven, saat ini.


Steven, langsung mendarat ciuman,di bibir Sandra, saat itu juga, dia tidak ingin Sandra, semakin banyak bicara, dia tau Steven, sudah cukup melukai hati Sandra, selama ini, tapi, ciuman itu Sandra, hentikan, saat itu juga.


"pulang lah, istri mu, sedang menunggu mu"ujar Sandra, bukan tanpa alasan, Sandra, melihat notifikasi pesan masuk dari istri Steven.


"aku tidak perduli"ujar Steven, yang kini langsung membawa Sandra, keatas ranjang nya, Steven, tidak ingin kehilangan momen berharga, seperti saat ini, nafsu nya, sudah di ubun-ubun, dan dia tidak perduli dengan penolakan yang Sandra, berikan saat ini.


pergulatan panas pun terjadi,di tengah malam, dengan di iringi derai air hujan, dan Air mata, tanpa suara yang keluar dari bibir, Sandra, saat ini dia merasa tubuhnya benar-benar,remuk tak bertulang, bagaimana tidak, Steven, berulang kali, menjamah tubuh nya, saat ini, setelah Steven, membaringkan tubuhnya di samping Sandra, saat itu juga Sandra, bangkit dengan memungut baju piyama tidur nya yang berserakan di lantai.


Sandra, langsung masuk kedalam kamar mandi, saat itu juga dia, bahkan berdiri,di bawah guyuran shower, yang terasa dingin saat ini, dia sengaja mandi dengan air dingin.


setelah selesai membersihkan diri, Sandra, keluar dengan menggunakan bathroob dan lilitan handuk di kepala nya, Sandra, langsung bergegas menuju kamar ganti, dan tidak perlu waktu lama dia sudah memakai pakaian lengkap saat ini setelah mengeringkan rambut nya, Sandra, mengambil gelas yang berisi air, setelah itu dia membuka laci, Sandra, langsung meminum obat penunda kehamilan.


Steven, yang sedari tadi, memperhatikan gerak gerik nya, dia langsung merampas botol plastik tersebut, dan bertanya.


"obat apa yang kamu minum ini heuhhhhh, apa setiap kali kita berhubungan intim kamu selalu meminum obat ini??"ujar Steven, yang kini menatap lekat wajah Sandra.


"aku melakukan, sesuai dengan yang seharusnya, aku lakukan,biar bagaimanapun aku tidak ingin anak ku menderita jika dia benar-benar lahir, dan tau ibunya adalah seorang pelakkor"ujar Sandra, sambil berjalan menuju balkon.

__ADS_1


"Sandra, apa kamu sadar dengan semua yang kamu perbuat selama ini, aku berharap di antara kita, hadir buah cinta kita, tapi apa?? yang kamu lakukan, dan siapa yang bilang bahwa dirimu adalah"ucapan Steven terhenti begitu saja.


"bahwa aku seorang pelakkor, begitu maksud mu, aku lebih tau diri, sebelum orang mengatakan semua itu pada ku"ujar Sandra.


"masuk lah, diluar sangat dingin, tidak baik untuk kesehatan mu"ujar Steven, mengalihkan pembicaraan, namun Sandra, tetap tidak bergeming, saat ini bahkan Sandra, menengadah kan tangan nya, pada air hujan.


"sayang, masuk, cuaca saat ini tidak baik"pinta Steven, lagi, tapi Sandra, tetap memainkan air hujan di tangan nya saat ini,agar Steven, tidak tau dirinya saat ini sedang menangis.


🌹💖💖💖🌹


satu jam sudah Sandra, berdiri di balkon kamar nya, saat itu juga Steven, langsung menarik tangan nya, hingga Sandra, terjerembab ke dalam pelukan Steven.


"apa begitu sulit nya, untuk mu mendengar kan permintaan suamimu ini heuhhhhh, aku sudah berusaha, untuk tidak marah, kamu bisa tidak, sekali ini saja dengarkan aku,buang semua ego, dan keras kepala mu, dengarkan aku sayang, semua ini bukan ingin ku, andaikan saja kedua orang tua ku, tidak selalu mengancam ku, dengan keberadaan dirimu, aku tidak akan pernah, melakukan hal ini padamu, kamu hanya satu-satunya wanita yang sangat ku cinta di dunia ini"ujar Steven.


"dengan begitu, kamu bisa melepaskan aku sekarang juga, agar, kamu bebas dari ancaman"ujar Sandra.


"apa kamu ingin melihat aku mati, baiklah, lakukan apapun yang kamu inginkan, jika memang rasa cinta itu sudah tidak ada lagi di sini"ujar Steven, sambil menunjuk dada, Sandra.


"aku yakin tanpa ku, pun kamu masih bisa bertahan hidup, apa lagi sebetar lagi kebahagiaan kalian, akan segera bertambah"ujar Sandra,sambil melepaskan diri dari pelukan Steven.


"aku akan sangat bahagia jika kamu yang memberikan nya"ujar Steven.


"maaf, Steven, aku tidak bisa, terimalah takdir manis yang Tuhan, berikan pada mu saat ini"ujar Sandra.


Sandra, membaringkan tubuhnya di atas ranjang, saat ini dia sudah sangat lelah dan tidak punya tenaga untuk berdebat lagi.


Steven, duduk di sofa, dia menundukkan kepalanya, saat ini rasanya, semua terasa menghimpit dada, Sandra, tetap kekeuh ingin bercerai, sementara dia, sampai kapan pun tidak akan pernah melepaskan Sandra, wanita yang selama ini ia perjuangkan, tapi di sisi lain,ada kebahagiaan lain yang sedang ia tunggu, saat ini.


dua bulan berlalu, setelah perdebatan itu, Sandra, memutuskan untuk kembali ke Indonesia, dan di saat yang bersamaan istri pertama Steven, sedang berjuang untuk melahirkan putra pertamanya mereka.


Sandra, berjalan gontai,menuju jet pribadi milik Daddy nya saat ini, dia menggunakan mantel dan kacamata hitam, untuk menutupi matanya yang sembab, saat ini bahkan dia juga menggunakan masker dan topi berwarna senada, saat ini.


hingga lepas landas, pun Sandra, tidak membuka apa yang saat ini dia kenakan, perjalanan pulang terasa sangat berat, saat ini, dia tidak punya jawaban yang tepat jika Adryan, atau Sania, bertanya kepada nya, alasan kepulangan nya, tanpa pendamping hidup nya saat ini.


Sandra, saat ini masih berada dalam pesawat, sementara Steven, sedang menimang putra nya yang baru lahir tersebut, dia tersenyum tanpa henti, hingga ia lupa dengan kepergian istri tercinta nya saat ini.


"semoga, kamu segera melepaskan ku, Steven, aku sudah berusaha untuk yang terbaik, semoga bahagia mu abadi sampai nanti"ujar Sandra, yang kini melihat berita terbaru yang terpangpang nyata di layar televisi,di hadapan Sandra, seorang pengusaha sukses kini tengah berbahagia, karena kelahiran pewaris tahta kerajaan bisnis nya.


Sandra, menutup mata nya, walaupun itu sangat sulit, air mata nya berderai tanpa mampu ia hentikan saat ini.


"tuhan, jika,rasa sakit ini tidak bisa kau hentikan, aku hanya meminta satu hal padamu tolong, ambil nyawaku"ujar Sandra lirih.


hingga suara, seseorang yang ia kenal, saat ini membangun kan nya, dari tidur panjang nya, Sandra, mengalami kecelakaan saat di bandar, dia tertabrak mobil yang melaju kencang saat itu, hingga dia koma, berbulan-bulan lama nya.


"apa kamu akan terus, tidur, putri tidur, tidak kah kamu ingin melihat dunia yang indah ini"ujar Gilang, yang entah sejak kapan, dia berada di samping ranjang nya.


Sandrina, tersenyum, kearah nya, sambil menggendong, anak nya yang kini berusia satu tahun lebih, seluruh keluarga berkumpul di hadapan nya, hanya satu orang yang tidak mungkin bisa hadir, dia adalah Steven, mantan suaminya, saat ini.


bahkan Sandra, tidak tau mereka sudah berpisah dengan paksa, tepat nya Adryan, yang menggugat cerai, untuk putri nya itu, setelah semua bukti terkumpul jelas, putri kesayangannya selama ini begitu menderita.


"kalian, semua ada di sini??"tanya Sandra,heran.


"tentu,kami adalah keluarga mu"ujar Riko.


"terimakasih,satu lagi kejutan untuk mu"ujar Adryan, tiba-tiba kakak, yang selama ini ia rindukan ada di sana juga,ya Gavin, dan Emily, saat ini menghampiri nya, mereka saling memeluk erat, melepaskan rasa rindu yang teramat, selama bertahun-tahun,jauh dari nya.


"Kakak,di sini?? apa aku sudah mati, dan apa ini yang namanya surga"ujar Sandra, sambil menitikkan air mata.

__ADS_1


"kau ini, bicara apa, apa harus mati dulu untuk bertemu dengan ku, heuhhhhh, gadis nakal, bertahun-tahun, aku menunggu kau mengunjungi ku, tapi kau seakan tak pernah perduli pada Kakak,mu ini"ujar Gavin.


"dimana kakek tua sekarang??"ujar Sandra, yang mencari keberadaan sang kakek.semua orang menunduk,lalu Gavin, menjawab.


"dia sudah tenang di surga"ujar Gavin.


tiba-tiba Air mata Sandra, mengalir deras.


"apa dia tidak mencintai ku, hingga kematian nya pun tidak pernah menemui ku lagi"ujar Sandra.


"kau salah sayang, berbulan-bulan, kakek,mu menunggu mu sadar dari koma hingga keadaan nya memburuk, saat itu dia sempat berpesan, agar kelak, kamu jadi wanita tangguh, seperti keinginan nya"ujar Gavin.


"aku akan lakukan apapun agar keinginan nya terwujud"kata Sandra,sambil menghapus air mata nya.


sementara itu di Hongkong, seperti biasa, sepulang dari kantor, Steven, selalu menyempatkan diri untuk mampir ke apartemen, Sandra, seperti kebiasaan nya, kadang dia sampai tertidur sambil memeluk, foto mantan istri nya itu.


Ya, Steven tidak pernah bisa move on dari cinta pertama nya itu, bahkan dia rela berhari-hari tidak makan,demi untuk melihat foto mantan istri nya tersebut, karena, larangan Adryan, yang tidak mengizinkan nya untuk masuk ke dalam sana.


Steven, berkali-kali di rawat karena dia berkali-kali mencoba bunuh diri, hingga keluarga nya, sudah tidak bisa berbuat apa-apa, dan dengan cara itulah dia mereka masih dapat melihat putranya hidup hingga sekarang.


sepulang dari apartemen tersebut, dia langsung datang ke rumah orang tua nya, dimana di sana putra nya berada, saat ini karena sang istri sibuk dengan dunia model nya hingga saat ini.


"Hay, sayang Daddy, sedang apa kamu heumm"ujar Steven,pada putranya yang di beri nama, David, saat ini.


"dia, seperti biasa, bermain dengan Daddy,mu selama kamu tidak ada di sini, dia sepertinya sangat merindukan mu, dan mommy nya.


"apa dia tidak pernah kembali"ujar Steven, menanyakan istrinya, saat ini.


"jangan kan pulang, seperti nya, saat ini dia bahkan tidak pernah ingin melihat putra nya, walaupun lewat panggilan video"ujar sang mommy.


"itu jauh lebih baik, karena,suatu hari nanti, aku akan membawa dia pergi pada ibu yang seharusnya menjadi ibunya"ucap Steven, pria itu mengingat Sandra.


"Steven, mommy sudah lelah, untuk terus mengingat kan mu, lupakan dia, kalau pun kau ingin menikah lagi, mommy, tidak akan mempermasalahkan hal itu, tapi bukan dia wanita nya"ujar sang mommy.


"tidak ada wanita lain, selain dia, sampai aku mati sekalipun"ujar Steven.


Deg....


kata keramat itu kembali terucap,ibu Steven, langsung menutup mulutnya, saat itu juga.


"aku tidak ingin lagi yang lain"ujar Steven, sambil pergi membawa tas kerja nya.


sementara itu di Indonesia, saat ini Sandra, tengah melakukan terapi untuk otot-otot nya yang masih kaku, bagaimana tidak, setelah kecelakaan maut tersebut, Sandra, tidak pernah bergerak barang sedikit pun.


benturan di kepala nya, beruntung tidak membuat nya,hilang ingatan, hingga saat ini Sandra, masih mengingat semua nya dengan baik, bahkan termasuk kenangan nya, bersama seseorang yang pernah ada di hati nya.


mungkin masih di hati nya, tapi Sandra, berusaha menekan rasa itu.


beruntung saat ini seluruh keluarga, berada di samping nya, termasuk dua sepupunya yang selalu bisa menghibur nya,dikala sepi mengusik hati, seperti saat ini, Sandra, sedang duduk di kursi roda, menikmati suasana pagi yang cerah, tapi secerah, apa pun, cuaca nya saat ini tidak mampu menutupi rasa sepi nya.


"apa dia tidak pernah menjenguk ku??"ucap Sandra, lirih.


"lupakan lah semua telah usai,kau bisa menata hidup baru setelah ini"ujar Riko.


"heummm"hanya itu yang Sandra, katakan, dengan rasa kecewanya yang terlalu dalam.


"maaf kan aku, Steven, jika aku terlalu berharap lebih padamu, saat ini, semoga kamu bahagia bersama nya"gumam Sandra, dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2