
sudah,dua hari Sania tanpa kabar, Adryan saat ini tengah di perjalanan menuju Desa, tempat Sania berada saat ini juga.
Adryan begitu emosi saat tau istrinya pergi tanpa pamit, padahal saat ini Adryan memiliki jadwal meeting yang sangat penting untuk mendapatkan tender yang sangat besar.
tapi demi Sania iya, tidak pernah menyayangkan hal itu, Adryan lebih takut kehilangan Sania dari pada uang milyaran itu.
setelah menempuh perjalanan jauh Akhirnya Adryan sampai pada saat malam hari dengan para bodyguard nya yang tidak pernah jauh dari sisinya kecuali sedang bekerja atau saat berada dengan keluarga nya.
saat ini semua orang terbangun karena mendengar suara kelakson mobil yang lumayan nyaring Tersebut, Adryan langsung turun dari mobilnya karena pelayan rumah besar tersebut, sudah membuka kan pintu rumah dan Adryan tidak pernah sadari kedua putrinya ada di sana.
"Sandra, Sandrina.kalian belum tidur sayang" ucap nya lembut sambil memeluk kedua nya.
"hmm... Daddy, aku bangun karena tau suara mobil Daddy dan aku kangen Daddy" kata Sandra.
"aku juga Daddy" ucap sandrina.
"sini Peluk Daddy sayang setelah itu tidur Ok.. Daddy mau temuin mommy dulu" ucap Adryan.
"mommy,di atas bobo sendiri " ucap Sandra.
"baiklah, mungkin dia menunggu mu datang sudah dua hari ini, anak itu tidak mau makan apa pun, dia mengurung diri di kamar" ucap Danang.
Andara hanya menatap sekilas pada menantu nya itu, karena dia tahu kalau Sania sedang bersedih hati gara-gara Adryan menantunya itu.
dangang membawa cucu mereka pergi ke kamar nya kembali untuk segera menyuruh mereka tidur sementara Adryan, saat ini sedang mematung di dalam kamar nya melihat istrinya yang terlihat sangat menyedihkan, tangan nya terpasang infus, karena dia menolak untuk makan.
Sania, tertidur, pulas karena pengaruh obat, Adryan kini mendekat dan memeluk nya dari samping, ia menangis, menyesali apa yang terjadi, saat ini.
"maaf kan aku sayang aku janji, aku akan berobat untuk kesembuhan ku demi kamu Dan cinta kita" ucap Adryan lirih.
Sania yang mendengar kan suara yang ia kenal saat ini, langsung membuka mata nya perlahan.
"kamu di sini yank... kapan sampai" kata Sania lirih.
"baru Lima belas menit yang lalu, Sania mau sampai kapan kita begini terus, aku merasa bukan takdir yang salah tapi kita yang tidak pernah berkomunikasi dengan baik, aku lelah kalau harus begini terus"ucap Adryan pelan.
"bercerai lah jika kamu lelah agar aku tidak menjadi beban bagi mu lagi"kata Sania.
"sudah aku bilang berapa kali Sania, aku tidak akan pernah menceraikan mu sampai kapan pun, jangan katakan itu lagi aku tidak ingin mendengar nya"Adryan berteriak sontak semua orang kaget di buat nya bahkan Danang bangun dan bergegas ke kamar putri nya itu.
__ADS_1
"hmmm, ada apa ini, kenapa berteriak hmm...ada apa dengan kalian nak"Danang bertanya dengan sangat lembut pada kedua nya.
"Sania yah.. dia selalu saja minta bercerai setiap kali kita ada masalah, apa dia pikir semua itu adalah mainan, ya aku akui aku sedang punya masalah yang menurut Sania suaminya ini gila' tapi aku sedang berusaha berobat sudah satu bulan ini ayah jika dia malu dengan kekurangan ku,baik lah aku akan pergi jauh dari nya, tapi aku tidak ingin bercerai dengan nya silahkan kalau Sania ingin menikah lagi, tapi. sampai kapan pun aku tak akan pernah menceraikan nya " kata Adryan tegas,ada kesedihan di dalam nya ia sadar mungkin Sania malu dengan gangguan mental yang di deritanya.
saat Adryan melangkah kan kakinya hendak pergi,Danang menahan nya
"tetap lah di sini,nak keputusan yang kamu ambil saat ini bukan lah yang terbaik, jika kau punya masalah maka selesailah dengan baik, karena tidak ada masalah yang tidak punya solusi, semua bisa di atasi dengan kepala yang dingin dan untuk kamu putri ku, ayah tidak ingin kau berkata demikian lagi, cukup itu yang terakhir, jangan ada lagi yang kesekian kalinya hidup berumah tangga itu pasti akan ada masalah tergantung kita menyikapi nya tapi. orang yang berhasil adalah orang yang selalu berpikir jernih, dan tidak menggunakan emosi agar bisa secepatnya menemukan jalan keluar untuk masalah tersebut" ucap Adryan, yang kini menasehati keduanya.
Sania hanya terdiam, dan meneteskan air mata nya, saat ini Adryan melihat itu sebenarnya tidak tega tapi harga diri nya sedang terluka saat ini karena Sania berulang kali, meminta cerai dari nya Adryan memang tidak menyalakan Sania tapi, setiap kali mendengar kan kata-kata itu Adryan merasakan sakit yang teramat, karena selama ini ia begitu memperjuangkan cinta nya untuk Sania walau di bawah tekanan sang ibu dan juga istri pertama nya Amelia.
Adryan begitu mencintai Sania sejak pertama kali bertemu di restoran miliknya itu, Gadis Desa yang lugu di balik semua talenta yang ia miliki, Adryan bahkan sangat ingin menikah dengan nya saat itu, karena tidak mau Sania di miliki oleh orang lain, namun niatnya terhalang oleh,restu dan karena dendam harus berlanjut,pada Sania yang merupakan keponakan Derry mantan dari sang mommy Tias tepat nya,Tias lah yang terobsesi oleh Derry, sedari dulu, pengaruh yang di tanamkan pada diri Adryan, sejak ia tamat kuliah dulu bersama dengan kehadiran Sonya yang juga ia kecewakan dengan cinta palsu nya itu.
Adryan,merasa tersiksa batin nya di satu sisi dia ingin memiliki di sisi lain ada dendam Sang mommy yang harus ia sampaikan kepada Sania, betapa sakit nya Sania kala itu saat dia di tinggal menikah pas lagi sayang-sayang nya namun ia harus sadar dirinya bukan lah apa-apa di bila di bandingkan dengan Adryan, bahkan Sania hanya gadis desa yang tidak berpendidikan tinggi.
Adryan, saat itu pergi begitu saja, tanpa menoleh ke belakang untuk berpikir kembali untuk untuk meminta Sania menikah dengan nya, saat itu.
hancur ya hati Sania hancur sehancur hancur nya karena Adryan sudah jadi milik orang lain, Adryan bahkan menyentuh Amelia sebagai mana mestinya seorang suami yang mencintai istrinya, Sania saat itu terasa seperti mati namun berkat dukungan dari beberapa orang di samping nya saat itu termasuk sandi yang kini tengah kini tengah berada jauh dari nya.
Sania, berjuang melawan rasa sakit nya itu hingga saat di Belanda Sania terkena serangan jantung...
Sania pergi ke Belanda bukan ingin mengikuti Adryan tapi dia ingin,meng hilang kan rasa yang selalu menyiksa batin nya.
🌹💖💖💖🌹
Sania,menawarkan menu yang ada di meja. kepada suami nya itu.
"Daddy kau mau ini coba deh itu buatan. ayah" Sania ber sikap normal seperti tidak terjadi apa-apa, saat ini.
"boleh Sayang, tapi jangan kebanyakan aku tidak akan bisa menghabiskan nya" ucap Adryan yang kini melihat kearah Sania, Adryan heran kenapa istrinya bisa semanis saat ini, biasanya kalau Sania marah selalu lama dan susah di bujuk.
"sayang apa boleh aku tinggal di sini untuk selamanya" tanya Sania.
"hmmm...lalu bagaimana dengan ku sayang, apa kau tega membiarkan aku sendiri di sana" jawab Adryan.
tapi Amelia sekarang sudah ada di Jakarta, dan dia ingin segera kembali ke padamu, jadi kamu tidak perlu takut kesepian lagi" ucap Sania sambil menatap kearah Adryan yang melotot kearah nya.
prang..prang...suara pecah kaca dan peralatan makan yang ada di hadapannya Sania .
Sania terlojak kaget ia langsung menangis seketika itu, Adryan membalikkan meja makan tersebut hingga semua barang berserakan di lantai bahkan meja itu pecah ya beraturan, Adryan murka mendengar ucapan Sania yang kini masih terngiang di hati dan otak nya itu.
__ADS_1
"Sania, kamu sangat keterlaluan, kamu bahkan tidak pernah memikirkan perasaan ku saat ini, apa yang kamu pikirkan hingga kamu bisa berkata seperti itu" kata Adryan yang kini masih menatap tajam ke arah Sania yang sedang menangis.
"aku hanya ingin mewujudkan mimpi mu, kamu ingin balas dendam kepada ku bukan,agar otak mu tidak terbebani dengan keinginan hati mu yang masih belum tercapai" Sania bangkit dari duduknya, dan ia hendak pergi namun Adryan menarik tangan nya dan membawanya ke atas Adryan,sangat muka saat ini dia membawa Sania masuk dalam kamar mandi Adryan menyalahkan shower, dan kini dia mengguyur tubuhnya Sania dari atas kepala sampai kaki bawah pakai Sania tidak ada yang terlihat kering.
"Yan aku hanya ingin kau sembuh jika kau bersamanya kau pasti sembuh, dan jiwa mu akan tenang, karena Amelia adalah menantu kesayangan mommy mu Yan" teriak, Sania pada Adryan saat ini.
"dengar kan aku Sania aku akan mewujudkan impian mu aku akan menikah lagi dengan nya secara resmi dan saat itu terjadi kau akan menyesal, karena aku tidak akan pernah melihat mu lagi, walau hanya sekedar menatap mu saja aku tidak akan Sudi" ucap Adryan yang terdengar sangat kejam.
"tenang saja, Yan karena saat itu terjadi aku akan pergi untuk selamanya dari dunia ini agar kalian bahagia tanpa adanya diri ku dan kau juga tidak akan melihat wajah ku di ketiga anak ku, karena aku akan menyuruh ayah dan ibu menjaganya dengan ketat agar tidak menggangu kehidupan baru mu lagi" kata Sania
plakkkkk..........kkkkk
tamparan keras mendarat di pipi Sania hingga sudut bibirnya berdarah dan pecah...
Adryan kini menggunakan tangan nya saking tak tahan juga tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyadarkan nya saat ini.
Sania turun dalam keadaan basah kuyup iya pergi menggunakan motor trail nya saat ini Adryan yang menyusul nya dengan mobil tidak, bisa. langsung mengikuti nya karena Sania berkelok-kelok mengikuti jalan gang yang ada di kampung tersebut Sania pergi ke tebing itu dengan motor nya, tidak perlu waktu lama Sania sampai di sana pengurus dan penjaga pondok pun tau sang pemilik kini telah kembali, Sania langsung bergegas menuju pondok itu dan mengganti baju nya dengan kaos kebesaran milik sandi celana miliknya yang sengaja di simpan di sana Sania kini menggunakan selimut tebal dan sebuah kasus lipat sebagai alas untuk dia tidur.
Sania tertidur dalam tangis nya saat ini,Danang yang pulang dari Empang bersama kedua cucunya itu,kini melotot melihat semu pelayan sedang membersihkan pecah meja makan dan peralatan makan, nya.
"ada apa ini" tanya Danang.
"den Adryan mengamuk pak dan neng Sania pergi dengan motor nya dalam keadaan basah kuyup,di susul oleh den Adryan dengan mobilnya.itu orang nya datang ucap pelayan rumah itu.
"maaf Ayah aku sudah memesan yang baru, mungkin sebentar lagi akan di antar kemari aku mau minta bekal buat buat kami di tempat kemah,malam ini seperti nya kami tidak akan pulang" kata Adryan yang langsung menaiki tangga dan memasuki kamar nya saat ini, dan ia langsung mengganti baju untuk diri nya, dan membawa baju ganti untuk Sania dan dirinya besok tak lupa dia juga membawa salep untuk luka lecet nya itu.
seorang pelayan memberikan begitu banyak perbekalan makanan atas perintah Danang ia ingin mereka bisa saling memaafkan saat berkemah nanti.
Adryan pun mencium pipi kedua anak nya, dan pamit pada mereka.
"sayang Daddy pergi dulu ya do'akan supaya mommy dan Daddy baik-baik saja, karena hanya kalian kebahagiaan Daddy, sebagai obat untuk Daddy saat ini" kata Adryan yang kini memeluk kedua anak nya itu.
Danang meneteskan air mata.
"pergilah Nak...ayah harap kalian akan kembali bahagia seperti yang telah lalu, kalau pun Sania sulit untuk di ajak bicara maka bersabarlah ingat yang ayah katakan hadapi dia dengan kelembutan" kata Danang, lembut.
Adryan pun pergi dengan membawa ransel berisi perbekalan ia menitipkan keluarga nya pada para bodyguard nya.
Adryan berangkat menuju tebing tersebut dan saat melihat jalur tanjakan yang panjang dia menarik nafas panjang, dan melewati itu dengan motor nya seperti yang biasa Sania lakukan hanya butuh waktu sepuluh menit Adryan sudah sampai di tempat tujuan nya saat ini, Adryan menaruh ransel nya perlahan dan ia masuk ke dalam pondok yang kokoh dan terawat itu sangat lah nyaman, dengan biaya yang selalu Sania berikan kepada pengurus nya tempat itu sangat lah nyaman seperti rumah kayu dengan beberapa ukiran di dalam nya, pondok itu di bangun dengan tinggi tangga dua meter rumah pondok ini di bangun tinggi ago tidak ada bintang yang masuk kesana karena setiap malam tangga itu akan di naikkan ke atas jadi tidak perlu tak ada yang naik saat kita tidur.
__ADS_1
Adryan kini telah naik dan melihat istrinya kini tengah berbaring, dengan menggulung tubuh nya dengan selimut.
"sayang, kamu tidur,aku sengaja menyusul mu kesini "