Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Karena hati


__ADS_3

Joe, bergumam dalam hati.


"andai saja aku datang lebih awal mungkin Sania saat ini adalah istri ku satu-satunya, tidak akan ada yang kesatu kedua dan ketiga" gumam Joe.


"ya Joe, sudah tiga kali menikah, yang pertama dengan Eren, yang menghasilkan buah hati nya yaitu,anak angkat Sania yang kini tinggal dengan Maxim.


istri Joe, yang kedua adalah, warga negara Australia hanya saja lama menetap di Kanada tempat mereka bertemu pertama kali saat Joe memiliki pekerjaan penting di sana,namun hanya bertahan dua tahun saat itu Joe bahkan hampir saja mengalami kebangkrutan gara-gara istri yang semena-mena dan tukang selingkuh, beruntung Joe cepat menyadari nya, bahwa dia di curangi istrinya sendiri.


dan istri Joe yang sekarang adalah Kasandra.


Joe diam-diam pergi ke kamar Sania di lantai dua dia langsung mengunci pintu, dan Yena yang melihat itu mengerti dia langsung mengajak Kasandra ke butik nya saat itu juga tanpa menjawab pertanyaan Kasandra yang menanyakan suami nya yang tiba-tiba menghilang.


setelah masuk Joe mengambil pas foto Sania dia memeluk dan mencium nya, saat itu juga dan ia berkata.


"Hanny, aku sangat merindukan mu aku harap kamu tidak membenci ku saat ini semua sudah ku coba, tapi semakin aku melupakan mu semakin sakit terasa betapa perihnya mencintai tanpa memiliki mu aku berharap kamu akan tetap mengingat semua kenangan terindah di antara kita, itulah kenapa aku mengirim kan dokumentasi kegiatan yang kita lakukan" ucap Joe sambil menitikkan air mata.


sementara itu Sania yang merasa ada yang memanggil nama nya tiba-tiba jantung nya berdebat tak karuan dia berusaha menetralkan perasaan nya, saat ini sambil memangku bayi gembul yang semakin terlihat tampan itu sangat menggemaskan.


tiba-tiba Adryan datang memeluk leher istrinya dan mencium pipi Sania dari belakang Adryan pulang cepat hari ini dari kantor karena dia sangat merindukan istrinya itu.


Adryan, pun akhirnya duduk di samping istrinya itu, dia langsung memeluk dan mencium putra bungsu nya itu saat itu dan dia langsung mencium pipi Gembul bayi yang sangat gembul tersebut biarpun anak itu terlahir secara prematur tapi pertumbuhan nya sangat lah cepat.


"Hanny, Gibran makin hari makin tampan saja seperti aku ya" ujar Adryan.


"ya iyalah Daddy,kan kamu ayah nya masa mirip tukang becak, kamu itu ada-ada saja" ucap Sania kesal.


"siapa tau saja mirip dengan yang lain" ucap Adryan terputus.


"apa maksudnya kamu Daddy" ucap Sania sedikit lantang,ia kesal sama Adryan.


"iya maksud aku mirip, yang lain mirip ayah atau Daddy atau siapa saja keluarga kita kan banyak" ucap Adryan.


"kamu itu ngaco, ya bapak nya itu kan kamu Daddy, kalau gak mirip kamu masa mirip laki-laki lain di luaran sana" ucap Sania meninggi karena merasa tersinggung.


"Hanny, kamu kok...sewot begitu aku hanya bahas tentang Gibran apa aku salah kok ... kamu jadi sensitif gitu" ujar Adryan.


"siapa juga yang sensitif aku hanya tidak suka kamu mengatakan hal itu" ucap Sania.


"iya maaf kan aku" ucap Adryan yang kini masih menggendong bayi tersebut dan langsung memberikan Gibran pada Nanny nya.


sementara itu Adryan langsung menarik Sania membawanya ke lantai dua menaiki lift, dia tidak mau ada yang menggangu mereka berdua, karena Sania saat ini sedang tidak baik-baik saja.


"Daddy, tumben kamu pulang cepat ada apa tidak biasa nya" ucap Adryan.


"pertama karena aku sangat merindukan mu dan yang kedua aku hanya ingin bicara dengan mu ini tentang Joe" ucap Adryan yang langsung terhenti saat melihat wajah Sania begitu pucat.


"ada apa kamu tiba-tiba bahas tentang dia" ucap Sania.


"batalkan kerjasama mu dengan dia saat ini juga, aku tidak suka dia begitu seenaknya, mengalihkan tiga puluh persen saham nya atas nama kamu, apa dia kira aku semakin itu hingga akan dengan mudah nya menerima pemberian nya" ucap Adryan yang sangat kesal.


"kapan itu terjadi Daddy" tanya Sania yang memang tidak tahu.


"satu Minggu yang lalu, sebenarnya apa hubungan diantara kalian" ucap Adryan penuh tanda tanya.


"apa maksudmu Daddy, aku tidak mengerti" ucap Sania.


"Hanny, aku tidak sebodoh itu, aku sangat tau dia menginginkan kamu tapi kamu tidak seharusnya memberikan dia kesempatan" ucap Adryan.


"hah.. kesempatan apa maksud kamu Daddy, aku tidak pernah memberikan nya kesempatan" ucap Sania.


"lalu apa semua ini" ucap Adryan yang memberikan semua bukti foto-foto saat mereka bercumbu.


"apa-apaan ini Daddy, aku tidak pernah melakukan itu, dan ini kamu dapat dari mana?" ucap Sania.


"itu mudah sekali Hanny aku tau semua nya, jujurlah " ucap Adryan.

__ADS_1


"itu tidak benar Daddy aku tidak pernah melakukan hal itu"ucap Sania mengelak karena dia tidak ingin suaminya terluka dan hal itu pun terjadi bukan karena keinginan nya.


"Sania... aku tidak akan pernah marah jika kamu mau jujur,bagiku itu tidak ada apa-apa nya di bandingkan perbuatan ku,dulu bahkan aku hampir kehilangan kamu saat itu" ucap Adryan.


"tapi Daddy itu bukan mau ku" ucap Sania.


"aku tau tapi Sania aku mau tanya tolong jawab aku jujur" ujar Adryan.


Sania begitu tersayat hati nya saat ini karena berkali-kali Adryan menyebut nama nya tanpa embel-embel sayang seperti tadi Sania tau Adryan saat ini sedang sangat marah tapi dia menahan diri.


"tanyakan saja apa yang kamu ingin tau" ucap Sania.


"apa hubungan kalian selama ini" ucap Adryan.


"aku tidak punya hubungan apa pun" ucap Sania.


"lalu ini Apa?? heeuh" Adryan menunjuk Vidio yang masuk kelayar ponselnya saat Joe memeluk Sania dari belakang di atas tebing saat senja tiba.


"ini semua bukan ingin ku" ucap Sania.


"tapi kenapa kau biarkan dia menyentuh mu heuhh, ucap Adryan.


"karena aku tidak ingin dia berbuat nekad saat itu juga" ucap Sania.


"aku akan menghabisi nya" ucap Adryan.


"tidak Daddy aku mohon jangan lakukan itu" ucap Sania.


"kau memiliki perasaan untuk nya betul begitu" ucap Adryan.


"tidak Daddy, aku hanya mencintai mu itu lah kenapa aku tidak pernah tergoda oleh nya saat dia tawar kan apa pun.


"aku tidak perduli" ucap Adryan.


"beri, dia pelajaran" ucap Adryan.


"Daddy jangan" ucap Sania, lantang sambil memeluk erat Adryan.


"Sania, aku tidak terima semua ini" ucap Adryan tak kalah nyaring.


"baiklah kalau itu mau mu ceraikan saja aku, karena semua ini kesalahan ku" ucap Sania.


"tidak akan, pernah" ucap Adryan,sambil mencengkram kuat rahang Sania.


"bunuh saja aku sekarang juga,biar kamu puas" ucap Sania.


"Diam...." bentak Adryan.


🌹💖💖💖🌹


pertengkaran itu berlangsung sangat lama bahkan Adryan yang di desak oleh istrinya sendiri yang minta di ceraikan saat ini dia malah murka dan menggauli istri nya sangat kasar, Adryan bahkan tidak menghiraukan Sania menangis saat itu.


"kenapa, aku tidak mati saja saat itu, jika itu bisa membuat mu tenang" ucap Sania lirih.


"bicara apa kamu, jangan sembarangan" ucap Adryan menekan dagu Sania hingga memerah.


"aku ingin mati saja Adryan jika kau meragukan cinta ku"jawab Sania.


"kau,itu"..


plakkkkk...satu tamparan keras mendarat di pipi Sania, Adryan kalap bahkan dia tidak ingat dengan ucapan mertua nya dulu.


"bunuh, aku ayo Adryan jika itu membuat mu puas" ucap Sania.


"kau itu bicara dengan siapa Sania, aku itu suamimu dimana sopan santun mu" ucap Adryan yang kini masih duduk di hadapan Sania.

__ADS_1


"aku tidak tahu lagi kalau kau adalah suami ku atau bukan, aku tak mengenal mu" ucap Sania.


"ya ... kamu memang sudah tidak ingin mengenal ku karena pria berengsek itu yang kini ada di hati mu"ucap Adryan menuduh.


"aku tidak tau lagi harus bagaimana menjelaskan semua ini pada mu, sekarang terserah kamu mau menganggap ku bagaimana asal kau tahu saat nanti semua yang kau tuduh kan itu jadi kenyataan jangan pernah salah kan aku" ucap Sania.


"owh, jadi benar selama ini kau selingkuh bahkan kau berani memberikan bibir mu untuk dia sentuh" ucap Adryan.


"aku tidak pernah selingkuh, Adryan aku tidak pernah lakukan itu, harus bagaimana lagi aku menjelaskan nya, terserah kamu mau apa " ucap Sania yang berusaha untuk bangkit namun Adryan mendorong nya dengan kasar hingga Sania kembali terlentang di ranjang nya Adryan mengikat kedeua tangan Sania saat ini dan lagi-lagi Adryan menyentuh istri nya itu, hingga dua jam lamanya, bahkan Sania sudah berteriak minta ampun, karena sudah tidak tahan lagi,ia merasa bagian inti tubuh nya sangat lah perih.


"aku tidak akan pernah berhenti sampai kau benar-benar kapok dan tidak akan lagi mencari kehangatan pada laki-laki lain" ucap Adryan yang kalap, Sania pun akhirnya pingsan saking lelahnya hati dan raganya.


Adryan,kini melepaskan penyatuan nya, dan memakai kan Sania baju setelah itu dia memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Sania.


"bagaimana keadaannya dokter" tanya Adryan. dia, seperti nya sangat kelelahan" ucap sang dokter.


"lakukan yang terbaik untuk nya" Adryan meninggal Sania di kamar nya saat ini, sedang di berikan infus dan suntikan vitamin pada cairan infus.


saat Adryan kembali ke dalam kamar nya, Dokter baru selesai merapikan peralatan nya kedalam tas nya dia meminta Adryan menebus resep untuk Sania saat itu juga.


"ini resepnya tolong segera di tebus itu adalah resep untuk memulihkan stamina nya selain obat pereda nyeri " ucap dokter


"baiklah, dokter terimakasih" ucap Adryan.


setelah dokter pergi Adryan, memberikan secarik kertas pada asisten nya untuk menebus obat tersebut.


"Hanny, apa kau tidak ingin bangun dan membela diri lagi" ucap Adryan.


sementara itu di tempat lain Joe kaget, semua kerja sama dan saham nya di batalkan saham kembali ke atas nama nya, Sementara kerja sama dengan Sania di batalkan secara sepihak.


Joe mulai mengerti ternyata Adryan sudah tau perbuatan nya terhadap Sania istrinya.


Joe pun kembali ke Australia untuk mengurus perusahaan milik nya, saat ini dia meninggalkan Kasandra di Indonesia, dengan keluarga nya.


Kasandra tidak keberatan justru dia merasa senang karena bisa kembali berkumpul dengan keluarga nya.


Adryan mendiamkan Sania saat ini sudah hampir satu Minggu Sania pun tidak mau, bertegur sapa dengan semua yang amat di cintai nya itu karena Adryan akan bicara sesuka hati, karena kemarahan nya belum juga reda.


Sania bahkan tidur terpisah dari Adryan dia hanya tidak ingin mengganggu pria yang kini tengah mendiamkan diri nya, Sania tidak tahu kalau Adryan semakin tampak lebih marah saat Sania membalas perlakuan nya pada Adryan.


dua Minggu sudah mereka saling diam hingga Adryan memutuskan pergi ke Hongkong untuk mengurus bisnis nya di sana sekaligus menghindari dari Sania karena biar bagaimanapun, kemarahan itu sulit untuk di hilangkan, Adryan lebih memilih menyibukkan diri tanpa dia tahu Sania kini tengah mengurus gugatan cerai terhadap nya.


hingga Adryan menerima kenyataan pahit saat ia tengah berada di kantor nya dia menerima kiriman paket dari Sania yang berisi surat gugatan cerai dari pengadilan agama di Indonesia.


Adryan murka dan merobek surat tersebut ia meminta asisten nya untuk menyiapkan jet pribadi milik nya untuk kembali ke, Indonesia.


setelah menempuh perjalanan jauh Adryan sampai di Mension nya saat ini namun tidak menemukan istrinya, Adryan semakin marah dan dia pun menelpon rumah kediaman Andara saat ini untuk menanyakan keberadaan Sania dan Gibran anak bungsu nya itu.


"📱 Bunda, apa Sania ada di sana?"ucap Adryan.


"📱 tidak na hanya saja Gibran di titipkan di sini dengan ibu oleh istri mu memangnya Sania Kemana?" tanya Andara balik.


"📱 dia tidak ada di Mension saat ini, aku baru kembali dari Hongkong" jawab Adryan jujur.


"📱 mungkin dia sedang kekantor atau kerumah lama nya" ucap Andara.


"📱baik bunda"jawab Adryan mencoba berkata lembut.


Adryan pun tidak memikirkan rasa lelahnya kini dia duduk di dalam mobilnya dan melajukan mobilnya saat itu juga hingga sampai di rumah lama Sania, Adryan langsung bergegas masuk kedalam rumah tersebut tapi nampak sepi.


Adryan tidak mau menyerah dia mencari kesetiap sudut ruangan, saat ini, Adryan tidak menemukan nya sama sekali tapi saat dia akan pergi tiba-tiba Adryan mendengar suara tangis di belakang tempat nya samping kolam renang Adryan kaget saat melihat istrinya kini tergeletak bersimbah darah, Sania mencoba mengakhiri hidup nya dengan cara, menyayat tangan nya, dengan tangisan kesedihan nya, Sania putus asa dan juga menyerah dengan takdir yang selalu memberikan rasa sakit di sela bahagia nya.


"Sania......." teriak Adryan, saat ini dia langsung memeluk dan mengangkat tubuh lemah itu, dan pergi ke rumah sakit dengan mobilnya, saat ini.


Adryan sangat menyesal merutuki kebodohan nya selama ini, dia bahkan tidak pernah sadar sikap diam nya selama ini membuat istrinya putus asa dan ingin mengakhiri hidup nya, Adryan kini sedang menunggu di depan ruang operasi.

__ADS_1


__ADS_2