Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Cinta Gavin untuk Emily


__ADS_3

mereka pun berjalan menyusuri bibir pantai yang begitu indah dengan pasir putih dan beberapa bintang laut yang kecil mengemaskan berada di sana, mulai dari kepiting, yang berlari cepat dan menggali lubang dan juga ikan-ikan kecil yang terlihat berenang di air yang tenang saat ini pulau pilihan Daddy nya itu memang tidak salah.


"kakak, aku ingin tangkap kepiting kecil itu"ucap Emily.


"boleh ayo kita lomba siapa dapat dia akan menjadi ratu atau raja sehari, dan mendapatkan pelayanan yang istimewa dari yang kalah ucap Gavin percaya diri.


"ayo siapa takut"ucap Emily dan dia pun segera berlari dan mengejar kepiting kecil yang berlari sangat cepat di daratan pasir pantai tersebut entah apa namanya yang pasti yang mereka tau itu adalah kepiting.


Gavin dan Emily, fokus mengajar kepiting itu hingga segala cara di lakukan nya, hingga Emily memiliki ide, dia menggali lubang di bawah pasir putih tersebut dengan serius hingga dia tidak sadar tangan nya masuk begitu dalam dan sesuatu menggigit jari telunjuk nya.


"Ahhhhhh... sakit-sakit mommy tolong aku sakit sekali, Emily, menangis sementara tangan nya di angkat dan di sana ada kepiting kecil dengan capit nya yang masih mencekam jari telunjuk Emily, Gavin pun langsung mengambil kepiting tersebut dan menggenggam mahluk kecil tersebut di tangan nya semetara sebelahnya lagi dia memegang tangan Emily dan meniup-niup nya dengan penuh semangat.


"sudah ya jangan menangis lagi, kepiting nya sudah di lepaskan sini"ucap Gavin langsung memeluk Emily,sambil tersenyum manis dia begitu jahil.


"kak... aku takut aku tidak mau menangkap nya lagi, dia menggigit jari ku sakit"ucap Emily sambil terisak.


"Emily, kamu boleh menyerah karena kakak yang dapat kepiting nya itu artinya kakak pemenang nya, dan kamu akan melayani kakak seharian ini"ucap Gavin tersenyum jahil.


"Ahhhhhh...kakak curang banget sih, itu aku yang tangkap kenapa kakak yang dapat, curang aku bilang sama Daddy"ucap Emily yang berjalan hendak kembali ke Mension, Namun tangan nya di tarik Gavin.


"sayang, jangan kembali, baik'lah-baiklah Kakak, salah, please jangan dulu kembali kakak, hanya ingin berdua dengan kamu saat ini, please kakak mohon"ucap Gavin sambil memeluk erat tubuh Emily, dia mengecup bibir nya sekilas.


"kak..."ucap Emily kaget.


"aku sayang kamu Emily"ucap Gavin sambil mencium puncak kepala Emily.


"tapi,kak.. aku adikmu"ucap Emily.


"aku tidak perduli aku mencintaimu"ucap Gavin yang makin menambah rasa aneh yang timbul di hati Emily.


"gimana kalau Daddy dan mommy tau kak"ucap Emily.


"jangan beritahu mereka, untuk saat ini hingga waktu tiba, untuk kita bicara"ucap Gavin.


Emily pun mengangguk dan kini mereka saring merangkul dari samping menikmati suasana pantai, dan Gavin pun sesekali mencium puncak kepala Emily.


hari semakin siang suasana pantai semakin terik dengan matahari yang sudah hampir di atas mereka pun pergi menuju Mension di atas sana dengan berjalan kaki,sambil berpegangan tangan, sesampainya di sana suasana sepi mungkin mereka tengah tidur siang pikir Gavin dan yang terjadi sebenarnya adalah kedua orang tua nya sedang menghabiskan waktu di kamar mereka berdua mungpung Gibran tidur siang dengan teman mainnya itu.


mereka pun pergi,menuju tempat santai di taman samping yang sejuk sambil menikmati segelas jus yang menyegarkan tenggorokan mereka, saat ini Gavin, tersenyum kearah Emily yang diam-diam menatap nya.


"sayang jangan curi-curi pandang begitu jika kamu ingin melihat wajah kakak, kenapa tidak bilang saja biar kamu bisa tenang memandangi kakak"ucap Gavin sambil mengecup tangan Emily.


sementara itu Adryan dan Sania yang kini tengah mandi bersama setelah aktivitas ranjang nya, mereka pun memutuskan untuk mandi bersama setelah itu mereka berencana untuk,makan siang bersama dengan putra dan putri nya itu.


benar saja setelah satu jam mereka pun turun untuk makan siang bersama saat ini, mereka turun dengan wajah segar mereka berdua saling merangkul sambil berjalan menuju meja makan hidangan pun tersedia di atas meja dari mulai sifood kesukaan mereka juga beberapa menu lain nya, pelayan Mension pun memanggil Gavin dan Emily yang kini sedang saling tatap.


"tuan muda, dan Nona muda di tunggu di ruang makan,sama tuan dan nyonya"ucap pelayan tersebut sambil undur diri setelah nya.


"terimakasih"ucap keduanya langsung berdiri dan berjalan menuju kedalam mereka pergi menuju, meja makan.


"sayang, kemari lah ucap Sania langsung membawa Emily pergi ke kursi samping nya dan Gavin dengan Adryan.


"waw... mommy aku ingin makan sifood, boleh kan"ucap Emily yang sangat tidak sabar.


"sayang, kamu tidak alergi dengan itu kan"ucap Sania.


"aku tidak tau momm.. tapi aku ingin sekali memakan nya"ucap Emily.


"makan lah"ucap Adryan sambil tersenyum, dia begitu menyayangi putri bungsu nya itu dan saat ini dia tau dia adalah putri sepupunya Joe.

__ADS_1


"iya Daddy"ucap Emily.


sementara itu Gavin sangat khawatir dengan Emily yang baru pertama kali makan sifood secara langsung, saat ini biasanya gadis itu hanya makan ikan bakar buatan kakek nya itu pun ikan dari Empang dia belum pernah melihat Emily makan ikan laut secara langsung.


Emily begitu bersemangat dan hampir menghasilkan satu, piring sifood mulai dari kerang,udang dan juga cumi dan yang lain nya.


acara makan pun berakhir Emily masih tampak baik-baik saja, hingga sampai Sore tiba, wajah Emily, memerah seperti menahan rasa sakit dia pun mengeluh sakit kepala dan muntah, saat itu juga Sania begitu panik begitupun Gavin, yang tidak jauh dari Emily.


"Daddy.... Emily keracunan atau alergi aku gak tahu"ucap Sania sambil menangis khawatir dengan putri bungsu nya itu.


"mommy... sakit"ucap nya .


"mana yang sakit sayang?"ucap Gavin sambil memeluk dan mengelus Emily.


"kepala dan perut aku sakit!!!"""teriak Emily yang langsung berlari ke kamar mandi dia muntah-muntah di sana, Gavin menyusul dengan Sania.


"sayang sabar ya Daddy lagi panggil Dokter sebentar lagi akan datang Gavin tolong mommy buatkan susu hangat untuk Emily segera"ucap Sania sambil menarik tangan Gavin agar segera ke luar dari kamar mandi.


"baiklah momm"ucap Gavin yang langsung berlari menuju lift dia turun ke lantai bawah meminta pelayan membuatkan susu panas buat Emily, saat itu juga pelayan langsung membuat nya.


Gavin pun dengan terburu-buru membawa susu itu ke lantai atas, dia takut Emily kenapa-napa.


sesampainya di sana Emily tengah terbaring lemas saat ini, dan Gavin pun langsung membantu Emily meminum susu yang hangat itu, hingga habis.


🌹💖💖💖🌹


setengah jam, berlalu Dokter pun datang ke pulau tersebut, dan langsung memeriksa Emily saat itu juga dan benar saja Emily mengalami alergi, yang berlebihan terhadap sifood, saat ini dokter pun memberikan suntikan kedalam cairan infus nya dan tidak lama Emily pun tertidur dengan tenang nya saat ini di temani oleh Gavin dan Sania Sementara Adryan mengantar Dokter ke halaman Dokter pun kembali dengan helikopter nya saat itu juga.


"sayang istirahat lah biar mommy yang menjaga adik mu"ucap Sania.


"biar Gavin istirahat di sini sekalian menemani Emily"ucap Gavin yang masih menggenggam tangan Emily, yang sudah terlelap sedari tadi.


setelah Gibran bangun maka tidak ada yang boleh mendekat ke Sania atau pun sahabat kecilnya itu hingga Adryan pun memutuskan untuk bekerja,di kantor nya saat ini.


Sania membantu putra bungsu nya itu makan Gibran memang tidak punya alergi pada makanan apapun, saat ini dia begitu lahap dengan makan sifood, yang sangat iya sukai dia antara nya lobster dan juga cumi-cumi.


"sayang, boleh tidak setelah ini mommy menemani kakak Emily dia sedang sakit"ucap Sania, lembut tapi jangan harap dia bisa pergi jika Gibran bangun dia tidak di izinkan sama sekali Gibran berkata biarkan Emily istirahat dengan kak Gavin.


Sania, hanya bisa tersenyum begitu posesif nya putra bungsu nya ini pada dirinya, dia tidak mau siapa pun mendekati mommy nya itu, bahkan Daddy nya sendiri harus jaga jarak dan tidak boleh menyentuh mommy nya itu sedikit pun.


itulah kenapa Adryan selalu curi-curi kesempatan, dengan anak nya itu yang semakin posesif, berbeda jika Kakek nya yang memeluk atau mengelus mommy nya itu Gavin akan cuek saja, kadang Adryan geram di buat nya dia suka menggoda anaknya itu hingga nangis.


setelah selesai makan Mikael, dan Gibran kini tengah asik menonton di temani Sania tiba-tiba, Adryan datang dan merangkul istrinya itu dari belakang dan Gibran yang melihat itu langsung melempar Daddy nya dengan remote TV yang di pegang nya saat itu.


"Daddy, jangan peluk mommy aku"ucap Gibran, Sania hanya tertawa terbahak-bahak karena lemparan Gibran tepat sasaran di kepala Adryan, yang mengandung kesakitan.


"sayang bukan nya di obatin malah di ketawain sih sakit nih Gibran,masa kamu jahat Daddy di lempar sih"ucap Adryan yang kini pura-pura menangis, Gibran pun langsung ikut menangis dia tidak tega jika melihat ada yang menangis.


"owh sayang mommy, jangan menangis Daddy nangis nya bohongan ko"ujar Sania.


"sayang bohongan gimana lihat ini merah tau"ucap Adryan,mengeluh


"sini aku sun dulu"ucap Sania.


"jangan mommy, jangan sun Daddy"ucap Gibran.


"iya iya, mommy gak akan sun Daddy tapi Gibran duduk manis dulu ya mommy mau ambil minum dulu, Sania pun memberikan kode pada Adryan agar dia pergi ke arah dapur.


Adryan pun pergi lebih dulu, dia duduk depan mini bar yang dekat ruang santai.

__ADS_1


"sayang coba aku lihat, mana yang sakit"ucap Sania sambil membelai wajah suaminya itu, dia pun langsung mengecup kening Adryan yang begitu merah ternyata Gibran,itu sangat kencang melempar Adryan.


"sakit, sayang"ucap Adryan manja.


"sini biar aku cium Ok"ucap Sania yang mencium itu kembali, tapi Adryan malah mencium bibir Sania mereka pun bercumbu hingga sedikit lama, Adryan begitu menikmati itu hingga, turun ke leher jenjang milik Sania.


"mommy,,, dimana lama banget sih"ucap Gibran yang langsung, menyusul mommy nya itu dengan cepat Sania mengambil gelas yang sebelumnya di isi air oleh Adryan, hingga dia punya alasan.


"ini sayang mommy baru selesai minum kamu mau juga"ucap Sania sambil melihat ke arah Gibran yang melotot kearah Daddy nya itu.


"mommy, tidak sun Daddy kan"ucap Gibran curiga.


"tidak sayang lihat saja kita jauh han mana bisa sun Daddy"ucap Sania.


"sini Hanny sun Daddy saja gak usah temani Gibran yang kasar itu ucap Adryan menggoda putra nya itu.


"mommy, jangan....hiks hiks hiks"ucap Gibran sambil memeluk, erat Sania.


"tidak sayang Daddy hanya menggodamu ayo kita nonton lagi"ucap Sania.


mereka pun kembali ke ruang tv Adryan ikut duduk walaupun jaga jarak sesekali Adryan memberikan kecupan dari jauh.


di lantai atas tanpa sepengetahuan mereka Gavin dan Emily yang baru saja bangun kini tengah berciuman begitu mesranya saat ini hingga hampir kebablasan, Gavin mungkin sudah mulai dewasa tapi Emily baru enam belas tahun, saat ini.


"sayang, kamu begitu cantik dan aku sangat mencintaimu boleh kan kita melakukan itu, sebentar saja"ucap Gavin yang tidak sadar di mabuk asmara.


"kak, aku takut.. jangan ya nanti saja kalau aku sudah seumuran kakak"ucap Emily, yang mengerti karena Gavin memberitahu kan itu sebelumnya.


"heumm.. baik'lah aku hanya melakukan ini"ucap Gavin sambil kembali ******* bibir Emily mereka sama-sama bernafsu hingga akhirnya ketukan pintu terdengar nyaring seorang pelayan yang hendak mengantarkan air untuk minum obat Emily, Gavin pun langsung bangun dan mengambil nya tanpa membiarkan pelayan itu masuk kedalam kamar karena Emily sedikit berantakan saat ini setelah cumbuan Gavin.


Gavin pun langsung membetulkan baju Emily bagian atas dan juga rambut nya yang sedikit berantakan maklum mereka sedang di mabuk cinta.


setelah itu Gavin pun memberikan obat pada Emily saat itu juga, setelah nya mereka pun rebahan sambil berpelukan, saat itu tidak perduli ada yang masuk ke dalam kamar tersebut, mereka tidak akan di curigai oleh siapapun dengan tidur berpelukan,toh mereka adalah saudara angkatnya, dan juga sepupu jauh.


hingga makan malam tiba mereka makan berdua di kamar nya, tidak mau turun dengan alasan Emily masih butuh istirahat.


Sania pun maklum akan hal itu, bahkan saat ini dia sendiri yang mengantar makanan untuk keduanya sekalian Sania, ingin mengecek keadaan Emily.


"sayang, makan dulu, kalian pasti sudah lapar bukan, Sania melihat Gavin baru habis mandi dan masih menggunakan kimono mandi nya dengan rambut kelimis saat ini ternyata Gavin sudah menuntaskan hasrat nya dengan mandi air dingin.


Gavin tidak ingin itu terjadi sebelum waktunya apa lagi,belum tentu juga Adryan dan Joe akan membiarkan mereka menikah.


Gavin pun mengeringkan rambut nya terlebih dahulu, sebelum ikut gabung dengan Emily dan mommy nya yang kini sedang menyuapi Emily.


"mommy, apa Gibran tidak mencari mommy?"ucap Gavin yang tau begitu posesif nya adiknya itu.


"dia sedang bermain dengan Mikael,sambil nonton film paforit nya.


"heumm tumben"ucap Gavin.


"makanya mommy buru-buru kesini"jawab Sania tiba-tiba Gibran sudah di depan pintu.


"mommy,,,,, jangan suapin kak Emily.....!!!!"""teriak nya hingga hampir saja piring nya jatuh,saking kagetnya.


"tidak kok sayang mommy hanya ingin menyimpan ini di atas nakas sania langsung menyimpan nya dan dia buru-buru menghampiri putra bungsu nya itu.


Gavin pun tertawa cekikikan, saking lucunya melihat tingkah mommy dan adiknya itu.


"sayang biar aku yang suapin"ucap Gavin langsung mengambil alih piring di atas nakas.

__ADS_1


__ADS_2