
"Daddy, aku nginap di sini saja Ok" ucap Sania
"tidak, sayang aku tidak mengizinkan"jawab Adryan.
mereka pun akhirnya, kembali ke Mension mereka saat ini tengah beristirahat di kamar mereka dan usaha nya untuk membawa Sang buah hati pulang kini gagal karena sang ayah tidak mengizinkan nya, untuk membawa anak nya itu.
entah kenapa Sania tidak pernah beruntung, dengan cita-citanya untuk bisa mengurus keluarga nya termasuk anak-anak nya, mungkin Sania hanya di takdir kan untuk menjadi ibu tapi tidak untuk mengurus anak-anak nya.
"Hanny, kamu belum tidur heumm" ucap Adryan
"aku belum ngantuk Daddy, rasanya takdir ku tak seberuntung wanita lain,di luaran sana" ucap Sania.
"kenapa kau mengeluh Hanny, aku lebih suka kamu, tetap sendiri seperti biasa hanya fokus mengurus ku"ucap Adryan, yang menenangkan hati istrinya itu.
"heumm baik lah"ucap Sania.
mereka pun tertidur bersama dan akhirnya pagi pun tiba, saat mereka terbangun dari mimpi indah mereka berdua, saat pun mandi bersama, karena keinginan Adryan saat itu Sania hanya ingin mengalahkan tidak ingin berdebat Sania hanya ingin jadi istri yang baik.
Sania pun turun bersama dengan suami nya saat ini setelah berpakaian rapi, Sania dan Adryan duduk untuk sarapan bersama semua menu sarapan pagi sudah tersedia di sana karena pelayan Mension mereka adalah koki terbaik yang di pekerjakan oleh Adryan untuk mengurus makanan untuk keluarga nya.
"Daddy, kamu mau sarapan pakai apa?"ucap Sania,sambil mengambil piring untuk Adryan.
"aku, nasigoreng daging saja Sayang karena hari ini, aku akan langsung meeting saat sampai di kantor dan mungkin akan selesai pas makan siang atau bahkan lewat karena akan membahas proyek yang sebentar lagi akan berjalan" jawab Adryan.
mereka pun selesai sarapan dan pergi dengan mobilnya masing-masing, karena berbeda tempat Sania akan meninjau lokasi proyek pembangunan hotel yang baru di bangun.
Sania,sibuk mengurus proyek, saat ini karena dia tidak ingin bekerja setengah-setengah setelah selesai, dari tempat tersebut, Sania langsung kembali ke kantor, saat itu juga dia mengadakan rapat dadakan, saat ini.
untuk pembahasan proyek selanjutnya, saat ini.
Sania langsung keruangan meeting saat ini juga, dan di ikuti oleh asisten nya, tiba-tiba Joe sudah berada di sana, Sania hanya pura-pura tidak melihat nya, saat ini karena ia tidak mau merusak kebahagiaan nya lagi Sania bersikap dingin, proses kerja sama yang terlanjur di tandatangani oleh mereka berdua saat itu tidak bisa di batalkan begitu saja.
Sania langsung membahas masalah proyek pembangunan hotel yang saat ini sedang berjalan dengan begitu terperinci semua orang tidak ada yang berkomentar karena semua nya begitu mendetail, Sania begitu mahir dalam proses pembahasan tersebut.
Joe hanya tersenyum melihat pujaan hati nya, yang begitu tegas dan sangat cerdas dalam memimpin rapat kali ini, Sifat manja nya,di rumah seakan sirna saat melihat wajah serius nya saat ini.
rapat pun berakhir dengan sangat lancar semua nya sangat setuju dengan rencana tambahan yang di ajukan oleh Sania saat ini termasuk semua pemegang saham begitu puas dan sangat percaya pada Sania.
setelah semua orang keluar dari ruangan rapat kini Sania keluar belakang, saat Sania akan keluar, dari ruangan tiba-tiba Joe kembali masuk saat ini, dan mengunci pintu ruangan tersebut.
"tuan Joe apa yang kamu lakukan apa ada yang ketinggalan ataukah masih ada kurang puas heuhhhh"ucap Sania dingin.
"aku ingin bicara dengan mu ini sangat penting Hanny"ujar Joe.
"maaf tuan siapa yang kau panggil di sini tidak ada istri anda" kata Sania sambil berdiri dan berjalan kearah pintu.
"Hanny, aku sangat merindukan mu" ucap Joe yang saat ini menghentikan langkah Sania.
"maaf tuan aku pamit dulu, jika kamu sudah tidak ada perlu apa-apa lagi" ucap Sania.
"sayang please jangan lakukan ini pada ku"ucap Joe sambil membalikkan tubuhnya Sania, mendorong nya ke tembok.
Joe, menatap mata Sania lekat penuh cinta.
"sayang aku sangat merindukan mu, aku mohon jangan seperti ini, aku mohon padamu please jangan pernah bersikap dingin pada ku" ucap Joe yang langsung ******* bibir Sania.
"eummm Joe,lepas apa-apa an kamu ini keterlaluan sekali,eummm...eumm Joe" Sania marah dan mendorong Joe dengan kasar nya hingga Joe mundur sedikit kebelakang.
"Sania jika kau melakukan itu pada ku aku ingin kau bunuh saja aku sekarang juga aku tau apa yang aku lakukan ini salah tapi aku sangat mencintaimu dan rasa itu tumbuh dari dalam hati apa aku tidak punya hak untuk mencintai mu, dan apa aku tidak berhak bahagia jika itu memang alasan nya kau boleh membunuh ku saat ini juga"ucap Joe,sambil menangis ia memeluk Sania, begitu erat.
"Joe, aku mohon menjauh lah aku sudah punya suami, dan keluarga saat ini, perasaan muemang tidak salah tapi aku bukan orang yang tepat untuk mu dan kamu berhak bahagia dengan istri mu, dan dialah masa depan mu" ucap Sania lembut.
"aku hanya ingin kamu, Hanny aku tidak apa-apa tidak bisa memiliki mu, saat ini, tapi baku mohon kau jangan bersikap dingin padaku, aku mohon, jangan seperti tadi" ucap Joe lembut dengan tatapan nya yang menahan air mata nya.
__ADS_1
Joe, sangat menderita dengan perasaan nya saat ini, seberapa kuat pun,ia mencoba melupakan Sania tapi tidak pernah bisa .
Sania hanya berurai air mata dia juga sebenarnya tidak tega jika harus menyakiti hati Joe yang sebenarnya Sania tau kalau Joe sangat menderita dengan perasaan nya sendiri tapi Sania juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Joe, aku tidak ingin kau seperti ini, aku mungkin tidak bisa membalas perasaan mu tapi aku juga tidak ingin hidup kita berdua hancur, berulang kali aku selamat dari, kematian, karena masalah seperti ini" ucap Sania.
"aku tidak ingin itu terjadi lagi Hanny aku mohon jangan lakukan itu lagi, kamu harus tetap sehat aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi atau aku juga akan mengakhiri hidup ku" ucap Joe Sambil mengecup bibir Sania sekilas, Joe pun pergi ke luar setelah membuka kunci pintu ruangan meeting Tersebut.
sementara itu Sania menitikkan air mata.
"maaf kan aku Joe, aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu" ucap Sania lirih.
Sania tidak sadar Joe masih bisa mendengar kan kata-kata nya, karena Joe masih berdiri di balik pintu saat ini.
Joe pun menitikkan air mata, karena cinta nya itu.
🌹💖💖💖🌹
dua tahun berlalu, kini Sania tengah berlibur di Italia,sambil mengantar kan Gavin, untuk melanjutkan kuliahnya di sana karena Allan, meminta cucunya kembali ke negara tersebut kini Gibran, pun sudah bisa berjalan den berbicara, tapi tetap saja dia tinggal dengan ayah nya Danang Sania hanya pergi bertiga dengan Gavin dan Adryan saat ini, Adryan begitu menikmati waktu nya bersama dengan Sania.
"Hanny, bagaimana kalo kita tinggal di sini saja , bareng Daddy" ucap Adryan.
"aku tidak mau aku ingin Daddy yang akan tinggal bersama dengan Kita agar dia tidak kesepian saat ini" Jawab Sania.
"itu satu hal yang tidak mungkin" ucap Adryan.
mereka pun berdebat dengan suami nya saat dan Allan hanya tersenyum saat ini, juga karena tingkah menantunya yang saat ini langsung naik ke atas perutnya Adryan
Sania sengaja ingin mengerjai Adryan saat ini Adryan di kelikitikin oleh Sania hingga dia meminta ampun saat ini.
"Hanny ampun, aku tidak akan berdebat lagi aku mohon berhenti lah" ucap Adryan.
"janji dulu, kita harus pulang besok" ucap Sania.
"jangan, pernah lakukan itu kalau tidak aku tidak akan pernah mau berikan jatah mu" ucap Sania.
"gampang saja Hanny, aku tinggal perkosa kamu" ucap Adryan.
"coba, saja kalo bisa" ucap Sania.
"siapa takut" ucap Adryan.
"Daddy, tolong aku Adryan,nakal" teriak Sania.
Allan, hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil,
"kamu kunci saja pintu nya Sayang kamar nya tidak akan bisa di buka ko" ucap Allan.
"Daddy, gimana sih bukan nya bantuin anak nya ini malah tega sih memang nya Daddy tidak ingin memiliki cucu lagi" ucap Adryan.
"Sania adalah putri Daddy, dan cucu Daddy sudah cukup, Daddy sudah sangat bahagia saat ini,ada Gavin dan Gibran, dan juga sandrina dan Sandra semua nya akan mewarisi perusahaan ku" ucap Allan.
"good Daddy" ucap Sania mengangkat jempol nya.
mereka pun langsung pergi ke meja makan untuk makan siang setelah itu Sania berencana untuk berenang bersama dengan Adryan.
tapi rasanya Sania mendadak tidak enak badan saat ini dan Sania langsung pergi ke kamar nya.
Adryan saat ini mengikuti Sania dia langsung memberikan obat saat ini Sania langsung meringkuk di dalam selimut.
"Hanny, apa aku panggil dokter saja saat ini karena kelihatan nya kamu sangat parah" ujar Adryan.
"Daddy,perut ku sakit sekali, saat ini kepala ku juga pusing saat ini.
__ADS_1
"kita kerumah sakit saja Sayang,ayo aku gendong"ucap Adryan yang langsung memangku istri ala bridal style menuju ke luar untuk segera ke mobil tapi Allan menghentikan langkahnya saat ini.
"tidak usah kerumah sakit Daddy sudah panggil Dokter, sebentar lagi.
"baiklah Daddy" tidak menunggu sampai lima menit, Dokter pun datang saat ini langsung memeriksa kondisi Sania saat ini ternyata Sania mengalami gangguan pencernaan.
sementara, itu Adryan langsung bergegas mengambil minuman dan memberikan obat yang dokter berikan, untuk di minum langsung.
"sayang ayo minum dulu obat nya, setelah itu kamu istirahat ok" ucap Adryan lembut.
"buruan Daddy aku sudah tidak tahan" ujar Sania sambil meringis kesakitan.
Adryan pun langsung meminumkan obat nya saat itu juga.
rencana Sania ingin pulang ke esokan hari nya, mereka membatalkan nya karena Sania masih lemah, saat ini.
"Hanny, cepat lah sembuh sayang aku tidak tega melihat mu terbaring lemah begini, apa kita harus kerumah sakit saja hmmm" ucap Adryan.
"tidak usah Daddy, aku sudah baikan ko.. tinggal lemesnya doang" jawab Sania.
Adryan pun tidak bisa jauh dari Sania saat ini dia memeluk dan mencium istrinya sesekali
Sania pun meringkuk di dekapan Adryan.
"sayang, apa sudah enakan,kalo belum aku panggil dokter lagi ya?" ucap Adryan.
"udah enakan ko, Daddy" ucap Sania.
mereka pun tidur dengan posisi saling berpelukan saat ini karena memang sudah larut malam sementara itu Gavin dan Allan, pergi untuk mengadakan pertemuan bisnis saat ini juga.
ke esokan pagi nya Sania sudah mulai membaik, dan seluruh keluarga kini tengah sarapan pagi.
Adryan sengaja menyuruh koki, menyiapkan makanan khusus untuk Sania.
Adryan pun menyuapi Sania dengan sangat sabar dan begitu telaten dan sabar karena Sania menolak untuk makan karena mulutnya terasa pahit.
"Hanny ayolah, makan dulu Sayang"ucap Adryan
"tidak Daddy, rasanya pahit aku tidak ingin makan" ucap Sania.
"sedikit saja Sayang" ucap Adryan.
Allan pun memberikan ramuan untuk menghilangkan rasa, pahit yang Sania rasakan.
"sayang minum lah, Daddy sudah buat ramuan agar mulut mu tidak pahit" ucap Allan.
"baiklah Daddy" ucap Sania.
Sania pun langsung minum obat yang di berikan oleh Allan, saat itu juga dan tidak lama setelah itu dia pun langsung mau makan karena kasiat obat yang di berikan Allan memang reaksi nya sangat cepat.
Allan begitu menyayangi, Sania seperti putri nya sendiri walaupun Allan tau apa yang terjadi dengan Joe dan Sania Allan juga tidak meragukan kesetiaan Sania saat ini.
Allan tau kalo Sania hanya mencoba untuk menghindar perlahan dari Joe, namun Joe yang begitu berat untuk melakukan itu untuk menjauh dari Sania.
ada satu hal yang tidak pernah mereka ketahui bahwa Joe adalah anak dari almarhum adiknya Allan.
Allan, kehilangan adik nya Allandra saat insiden baku tembak di Jepang, Allan dan Allandra di kepung oleh musuh nya saat itu Allandra terluka, dan dia di selamatkan oleh seorang wanita yang bekerja sebagai TKW asal Indonesia, tanpa sepengetahuan Allan, dan Allan pun mengira Allandra tewas di tangan musuh nya.
Allandra, pun menikah dengan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya saat itu, namanya adalah Zoya, dan mereka pun tinggal di Indonesia, saat itu saat istrinya Allandra mengandung saat itu, Allandra koma hingga bertahun-tahun lamanya setelah berondong peluru oleh musuhnya yang mengetahui kalo, orang tersebut adalah Allandra,adik dari Allan yang saat itu lolos dari kejaran nya.
Zoya, yang melihat itu hanya menahan tangisnya karena hingga Allandra tumbang ia memberikan isyarat, pada Zoya agar tetap sembunyi di tempat nya saat itu.
setelah musuh pergi saat itu, dia langsung berlari dengan perut membuncit iya memangku kepala Allandra saat itu ia menjerit menangis karena suaminya meregang nyawa.
__ADS_1
"zo.. Zoya sa.say..ang tol long hu Bu ngi KA Kak ku,agar di a me Lin di ngi mu" ucap Allandra, dan saat itu juga Allandra datang dia pun membawa serta adik dan adik ipar nya.