Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
kecemburuan Adryan


__ADS_3

satu tahun berlalu kini Rido dan Amara, tengah mengasuh anak ketiga mereka, di sebuah Mall bersama dengan kedua putra kabar nya anak ketiga nya adalah seorang perempuan dengan wajah indo mereka semua nya tampak serasi, keluarga yang teramat bahagia.


sementara itu Sania yang kesepian kini tengah bermain di rumah kakaknya Sonya mengasuh keponakan nya yang kembar itu yang perempuan di beri nama Sierra, yang laki-laki Nero ya mereka sangat cantik dan tampan, keduanya sangat akrab dengan Sania dan dekat banget.


saat Siena pamit pulang tiba-tiba ia berpapasan dengan Nanda di pintu masuk yang baru kembali dari kantor,Nanda menyapa Sania duluan dan saat ini mereka kembali ke tempat nya masing-masing ya itu Nanda, masuk rumah dan menyapa anak dan juga istrinya sementara Sania pergi kesebuah salon kecantikan untuk mempercantik penampilan nya saat ini.


sepulang dari salon ia, berpapasan dengan seorang pria yang sudah lama tidak di temui nya dia adalah Bryan Adams, laki-laki tampan yang baik hati, dan tidak sombong.


"Sania,ini beneran kamu,Hay.. apa kabar" Bryan, memeluk Sania yang kini tengah mematung di pinggir jalan saat mau masuk mobil.


"Bryan, aku baik, Oya gimana kabar mu dengan tunangan mu itu?" ucap Sania,numun muka nya yang lesu membuat Sania tau ada yang tidak beres dengan Bryan.


"hiks,,,, hiks,,, hiks, dia meninggal Sania dia telah pergi untuk selamanya, dari ku di mana saat hari pernikahan kami berlangsung"jawab Bryan, yang kini masih menitikkan air mata.


"maaf Yan aku tidak bermaksud untuk membuat mu mengingat semua nya aku tidak tahu itu" ucap Sania yang kini memeluk Bryan lagi untuk menyalurkan, ketenangan pada nya.


mereka pun mencari sebuah Cafe, dan saat itu mereka tidak tahu kalau mereka di buntuti oleh seseorang, yang selalu mengabadikan foto mereka berdua.


"cerita kan padaku Yan apa yang sebenarnya terjadi, saat kau jauh dari kami, apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Sania.


"dulu, aku punya seorang kekasih, dia adalah keturunan Belanda Indonesia, tapi saat itu tiba-tiba dia pergi dan kabar yang aku dengar dia menikah dengan, seorang pria asal Indonesia, aku sudah berusaha untuk melupakan nya, namun tiga tahun yang lalu dia kembali ke Belanda mengikuti sang ayah dan dia mendekati aku lagi,


wanita itu bahkan jujur menikah dengan seseorang yang bernama sandi asal Indonesia dan ia adalah saudara angkatnya kamu, aku sempat menolak nya, karena aku tidak ingin cewek gila kaya dia, dia bahkan tega membunuh darah dagingnya sendiri, dan aku tidak mau bernasib sama dengan, mereka saat hari pernikahan ku di gelar dia datang menembak istri ku,di depan ku sendiri hiks...hiks..hiks.." ucap Bryan panjang lebar.


"sebentar maksud kamu Yeslin, yang selama ini menjadi kekasih mu dulu dan ya tuhan kenapa dia bisa sekejam itu?" ucap Sania tidak percaya.


"kau tahu, bahkan suamimu, sendiri pun tidak pernah memberitahukan masalahnya sampai detik ini bukan, sekarang wanita itu masih di rawat di rumah sakit jiwa" ucap Bryan.


"aku turut berdukacita untuk semua yang terjadi pada mu, dan saat itu aku bahkan tidak bisa hadir di pernikahan mu" ucap Sania.


"tidak apa-apa Sania aku bisa maklum terimakasih juga atas waktu yang kamu berikan, kepada ku untuk aku bercerita"


"jangan sungkan kau sudah seperti kakak bagi ku kau adalah orang baik jadi semoga secepatnya mendapatkan jodoh yang baik pula" ucap Sania tulus mendoakan.


tak terasa satu jam telah berlalu mereka mengobrol panjang lebar, saat ini Sania sudah akan pamit pada Bryan karena, dia harus segera berangkat,ke kantor suaminya saat ini.


"Yan, maaf ya lain kali kita ngobrol lagi saat ini aku lagi ada sedikit acara jadi aku buru-buru pergi" ucap Sania.


"iya tidak masalah silahkan hati-hati di jalan ya Sania ingat wanita tidak boleh menyetir sendiri harus ada yang temani kalau tidak bahaya ada di mana-mana " ucap Bryan, sambil memeluk Sania.


" iya, aku tau, tapi mudah-mudah tidak ada apa-apa" ucap Sania lagi.


Sania pun pergi kembali ke kantor suaminya itu,ia tidak tahu kalau Adryan sedang melihat foto-foto, Bryan dengan dirinya hmmmm


itu adalah alamat banteng mengamuk.

__ADS_1


"Hay sayang aku datang, ini aku bawakan makanan kesukaan mu" Sania memberikan.


"apa ini heuhhhhh bisa kamu jelaskan, begini ternyata kamu begitu ya kalau di luaran sana!" ucap Adryan .


"apa ini dan ini dan ini" ucap Sania yang"


"Alah jangan banyak alasan kamu tau sendiri bahwa, dia adalah seorang duda dan saat ini dia pasti merayu mu bukan, aku heran kenapa Yeslin tidak menembak nya juga saat itu" ucap Adryan seolah membenarkan bahwa perbuatan Yeslin adalah benar.


"kenapa kau juga mau menembak istrimu kalau aku membantu seseorang yang sedang membutuhkan tempat, saat ini silahkan Kalau kau mau membunuh'ku juga" tantang Sania .


"ahhhhhh, sialan, bajingan semua nya kacau gara-gara dia, adikku juga harus kehilangan, nyawa nya. saat itu "ucap Adryan


"Ada apa, hmmm, apa masih, kurang ayo bunuh aku saja"ucap Sania


"sayang jangan pernah menguji kesabaran ku" ucap Adryan melotot.


"aku tidak pernah seperti yang kau tuduhkan saat ini apa kau paham" ucap Sania sambil menaruh sesuatu di meja suaminya, dan kini dia meninggal kan suami nya itu.


"tunggu, jangan coba-coba kamu lari dari ku lagi" kata Adryan tapi, saat ini Sania tidak mau perduli pada nya Sania berjalan Adryan mengikuti dari belakang sambil mengucapkan kata, maaf nya.


"untuk apa kau meminta maaf apa detektif yang kamu sewa tidak memuaskan laporan nya hinggga kau mau mengorek langsung ke benaran nya dari aku iya heeuh" ucap Sania kasar banget.


"sayang, aku tidak menyewa mereka tapi mereka yang melaporkan nya cuma-cuma padaku" jawab Adryan.


"owh jadi kamu lebih percaya gosip murahan ketimbang aku istrimu,iya begitu hmmmm.?"


"tidak sayang maaf kan aku, aku begitu karena terlalu cemburu dan karena aku takut kau di ambil orang lain aku sangat mencintaimu Sayang ku" kata Adryan yang kini memeluk Sania di dalam lift saat ini.


Sania, sebenarnya tau apa yang menimpa suaminya itu hanya saja dia ingin memberikan nya pelajaran saat ini.


Sania terdiam saat ini lalu setelah lift terbuka dia bergegas pergi meninggalkan nya saat y juga.


"sayang, jangan pergi, aku sayang sekali sama kamu" ucap Adryan.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu hari ini di Hongkong sandi tengah, membantu istrinya mengurus si kecil yang baru berusia dua bulan, ya sandi dan Yena kini tengah menikmati masa-masa menjadi seorang ayah, yang baik dan perhatian.


sandi kini menggendong bayi yang di beri nama Yendra, anak yang penurut dia begitu mengerti saat, di mana ayah nya sibuk dari kegiatan nya.


saat ini atau saat ayah nya santai benar-benar tidak pernah merepotkan dia malah akan lebih anteng saat itu .


..."yang, aku bahagia deh, si kecil itu anak yang penurut, dia tau bagaimana keadaan aku yang kadang tidak sempat untuk memberikan nya perhatian."ucap sandi....


"iya, sayang Yendra adalah anugrah terindah yang pernah tuhan kasih kekita makanya aku juga sangat senang merawat nya Daddy" ucap Yena yang langsung memeluk suaminya itu dari belakang saat ini sambil menggendong buah hati mereka.

__ADS_1


"sayang,mau sampai kapan kita di sini aku kangen Indonesia, aku ingin hidup dan tinggal bersamaan dengan keluarga kita hmmm mungpung masih ada" ucap Yena terdengar lirih.


"Aku juga sayang tapi aku harus mengurus perusahaan bang Adryan ini untuk masa depan kita juga nanti nya yang sabar ya kapan-kapan saja, Ok, untuk saat ini " ucap sandi menenangkan.


sandi tau Yena kangen kampung nya saat ini iya langsung menelpon ponsel mertua nya itu Yena berbinar-binar, ketika melihat wajah sang ibu tercinta nya di ponsel nya.


"ibu apa kabar?...aku sangat mengerti ibu juga kangen dengan kami tapi ini belum saatnya kembali untuk saat ini maafkan Yena Bu Yena harap ibu baik-baik saja di sana" ucap Yena sambil sedikit mengusap pipinya kini.


"Yena sayang kabar ibu sangat baik apalagi ibu sekarang sudah memiliki cucu, saat ini, iya sangat buat ibu bahagia rasanya semua penyakit,ibu semua nya menghilang Yena,ibu akan menunggu kalian kembali" ucap sang ibu.


"iya Bu yang sabar ya syukurlah kalau ibu baik-baik saja, aku sayang ibu muachh dadah ibu" ucap Yena .


telpon pun terputus.lain Yena lain pula Siti mereka masih di rundung kesedihan pasalnya kandungan Siti memiliki masalah yang mengharuskan nya,membuang rahimnya itu.


entah apa yang terjadi, saat Siti memeriksa,kan kandungan nya secara mendadak dokter menyarankan untuk segera mengangkat, rahimnya, katanya ada kerusakan di bagian itu hingga di lakukan operasi saat itu juga.


"sayang maafkan aku tidak bisa menjadi istri yang sempurna bagi mu aku pasrah mulai saat ini silahkan kau mencari pengganti ku" ucap Siti yang kini terbaring lemah.


"hey... sayang dengar kan aku memang kita butuh seorang anak sebagai penyemangat hidup, tapi satu hal yang harus kamu tahu, sampai kapan pun aku tidak akan pernah menduakan mu aku mencintaimu apa adanya bukan karena ada apa nya,ingat itu, dan soal anak kita bisa mengadopsi mereka yang kurang beruntung di mana saja masih banyak yang membutuhkan kasih sayang kita,kita akan selalu bersama dalam suka maupun duka,i love you more"ucap Ari.


Siti yang mendengar kan jawaban dari suaminya itu kini menangis di pelukan Ari, betapa iya merasa beruntung, memiliki suami yang begitu pengertian dan sangat mencintai dirinya tidak salah memang Siti, memilih nya selama ini.


"terimakasih, sayang ku, aku adalah seorang wanita yang sangat beruntung mendapatkan suami berhati malaikat seperti dirimu, kamu adalah yang terindah yang Tuhan berikan untuk ku,I love you, Hanny hiks hiks hiks hiks..." ucap Siti.


"sayang cepat lah pulih, saat kau sehat nanti kita bisa mengadopsi anak seperti yang kau inginkan saat ini, semoga dia yang Tuhan titipkan pada kita menjadi anak yang sangat baik dan penurut, amiinn yrbl alamin" do'a Ari yang saat ini tengah menyemangati istrinya itu.


dua Minggu berlalu Siti, sudah di perbolehkan pulang oleh dokter karena tubuhnya sudah mulai membaik dan di nyatakan sehat.


Ari pun merangkul Siti saat ini dan langsung, membawanya pulang, sesampainya di rumah Siti di kejutkan, oleh suara tangis bayi, ya bayi itu adalah Yendra dan bayi laki-laki lain yang Ari adopsi dari panti asuhan seperti keinginan Siti ini adalah pesta kejutan, Siti sampai terharu di buatnya, sambil duduk perlahan Siti memangku sang buah hati yang selama ini ia impikan itu.


"anak ku sayang kamu adalah pelita harapan Bunda dan ayah terimakasih telah hadir untuk kami, Bunda, janji sampai kapan pun Bunda, akan selalu menjaga dan memberikan yang terbaik untuk mu, sayang ku muachhhh" Siti menitikkan air mata, sementara Ari yang kini berjongkok di hadapan Siti, iya mencium bibir Siti dengan penuh cinta hanya sekali tapi begitu menenangkan jiwa istrinya itu.


"ayo berikan nama untuk anak kita ini sayang" ucap Ari penuh kelembutan.


"namanya,Aris sayang kepanjangan dari Ari dan Siti, itu sangat sederhana tapi bisa menyatukan kita berdua" ucap Siti yakin.


"Aris, nama yang bagus Hanny, dan aku suka itu" ucap Ari yang kini memeluk keduanya.


"selamat ya saudara ku, kamu hebat bisa melewati ujian hidup yang berat ini dengan sabar, dan untuk mu Siti saudariku, tetap lah semangat karena kebahagiaan itu tidak harus terlahir dari kita tapi bisa di dapat dari mana saja tergantung kita menyikapi nya" ucap sandi.


"ya sandi kau memang sangat benar, buktinya tanpa harus, melahirkan pun aku masih bisa memiliki, seorang putra yang tampan dan sangat lucu,sumber kebahagiaan kami" ucap Siti yang kini memeluk erat suaminya itu.


"kak, Siti selamat ya, kita sekarang tidak perlu repot-repot, mencari kegiatan, saat ini kegiatan kita adalah mengurus anak dan suami kita di rumah, kita juga akan saling membantu merawat mereka berdua" ujar Yena yang langsung mendapat kan kecupan mesra dari sandi sang suami tercinta nya saat ini.


"iya Yena, aku tau, makasih ya untuk kalian berdua saudara ku tersayang" ucap Siti yang kini di pelukan Yena.

__ADS_1


kebahagiaan yang saat ini mereka rasakan pun,di rasakan oleh Sania, dia telah mendengar kabar itu dari orang kepercayaan Adryan, Sania senang saudara nya bisa saling menjaga walau hidup jauh di negri orang.


sementara itu, Yeslin yang kini terisolasi di tempat yang dingin dan gelap iya menyesal karena telah meninggalkan suami yang begitu menyayangi nya, bahkan dengan sadisnya, dia membunuh janin yang tidak berdosa, sungguh wanita seperti Yeslin ini tidak akan pernah puas dengan apa pun, karena ketamakan nya, saat ini.


__ADS_2