Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Benci#


__ADS_3

"Baiklah-baik kamu boleh jadi pelayan tapi hanya sebagai pelayan pribadi ku"ujar Gibran, yang lagi-lagi hanya di respon dengan gelengan kepala.


"Baiklah, terserah"ujar Gibran, saat ini yang Gibran tidak ingin kehilangan Michael, tentang kedepan nya, Gibran akan melakukan apapun untuk mengembalikan Michael walaupun dengan cara apapun.


Michael, pun mengangguk dan langsung kembali berjalan, menuju kearah mansion milik Gibran,walau jauh Michael, menolak untuk ikut dengan Gibran,hal itu membuat Gibran, meneteskan air mata, saat melihat punggung Michael, yang memakai kaos putih tipis, Gibran, melihat keringat Michael, bercucuran saat ini.


"Apa, aku sejahat itu, sayang sampai kamu benar-benar berubah dan sangat membuat mu terluka"ujar Gibran lirih, dia menjalankan mobilnya pelan saat ini mengiringi langkah Michael, yang dipenuhi peluh butuh waktu satu jam untuk berjalan kaki, bahkan melewati hutan Pinus, tapi Michael, tidak mengeluh saat ini hanya ada rasa sakit nya saat ini.


Gibran, pergi lebih dulu saat ini, mendahului Michael, dia terlalu sakit melihat keadaan Michael, yang seperti saat ini.


Michael, hanya tetap berjalan tanpa ingin perduli, saat ini bahkan jalanan sudah mulai gelap, tapi Michael, hanya terus berjalan tanpa menoleh ke kanan dan kiri, dia tidak merasa takut sedikitpun, yang rasa sakit nya itu mengalahkan segalanya.


hingga, seseorang menggenggam tangan nya, saat ini"jangan menolak atau kamu akan menyesal karena bisa saja aku kalap, dan akan melakukan hal yang tidak terduga dan berakhir di pelaminan"ujar Gibran, mengancam.


"Tuan, lepas"ujar Michael lagi.


"Sayang, atau aku benar-benar melakukan hal itu"ucap Gibran lagi.


"Tuan, atau saya pergi"ujar Michael.


Tiba-tiba, Gibran, langsung bersujud di hadapan, Michael saat ini, dia berkata"Michael, please aku mohon jangan hukum aku seperti ini, aku tidak ingin ini, apa kamu tau hatiku sakit mendengar mu memanggil ku tuan, aku bukan tuan mu aku calon suami mu"ujar Gibran.


"Tuan, tidak malu mengatakan itu, pada seorang gembel yang di pungut oleh seorang pelayan"ujar Michael.


"stop Michael,stop aku mungkin tak termaafkan saat ini tapi aku mohon beri aku kesempatan"ujar Gibran.


"Tuan, aku bukan siapa-siapa, jadi untuk apa anda memohon??"ujar Michael.


"stop Michael!!!"""seru Gibran,lalu pergi berjalan dengan cepat dia marah benar-benar marah dengan dirinya sendiri, semua itu karena kebodohan nya.


"Baiklah Michael, jika itu yang kamu mau, aku ingin tahu seberapa kuat, kamu menjalani itu semua.


Dari, saat itu, Gibran menyuruh semua orang untuk menyulitkan Michael, termasuk dirinya yang tidak bisa di bantah, dan di saat para sahabat nya datang berkunjung pun, Michael,sama sekali tidak malu mengakui dirinya sebagai seorang pelayan.


hal itu, membuat Gibran, mengeratkan kepalan tangan nya saat ini dia langsung pergi dari tempat itu menuju rumah pelayan, dan dia masuk ke dalam kamar Michael, saat ini dia tidak melakukan apa-apa dia hanya sedang menunggu wanita yang ingin ia beri pelajaran.


saat ini Michael,baru selesai membantu ibunya di dapur setelah acara menjamu tamu telah usai, Michael, pun hendak masuk ke dalam kamar nya, untuk beristirahat sejenak, tapi dia kaget saat melihat pria yang tadi pergi dari acara kumpul bareng sahabat nya.


"Tuan, sedang apa anda di sini??"ujar Michael, gelagapan.


"kenapa, Michael, kamu kaget semua yang ada di sini adalah milik ku, jika kamu lupa itu, dan satu lagi aku juga berhak atas dirimu"ujar Gibran.


Gibran, menarik lengan Michael, saat wanita itu hendak pergi"mau kemana lagi heeuh,ujar Gibran yang langsung mengungkung tubuh yang terlihat kurus itu saat ini.


"Tuan,lepas saya mohon lepas"ujar Michael, memberontak hingga Gibran, mencium seluruh bagian wajah dan leher nya, menggila, tatapan tajam penuh kemarahan terlihat dari sorot mata nya saat ini.


"Diam, aku bilang diam...!!!"""teriak Gibran murka.


Michael, memejamkan mata nya, saat ini dia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya saat ini, Michael, menangis sesenggukan saat ini.


"Harus kah kamu merendahkan diri mu di hadapan teman-teman kita, kenapa Michael, kenapa"ujar Gibran.


"Aku tidak merendahkan diri,itu memang fakta, aku bukan nona muda keluarga ini, aku hanya seorang pelayan tidak lebih"ujar Michael.

__ADS_1


Gibran, semakin kalap saat ini dia hampir menodai kesucian Michael, saat ini tapi seketika dia sadar dia bangkit dan memukul dinding dengan tinjunya hingga tangan nya bercucuran darah, Michael, sempat ingin menghentikan nya, tapi tidak bisa Michael hanya bisa pasrah.


Gibran, pergi, tanpa menoleh saat ini dia bahkan tidak perduli dengan rasa perih di tangan nya itu.


Gibran, membereskan barang-barang nya di bantu oleh pelayan, saat ini dia hendak pergi ke Amerika, untuk melanjutkan studi nya di sana, tanpa Michael, Gibran, benar-benar kecewa dengan wanita itu saat ini, Gibran, menyadari kesalahannya tapi tidak seharusnya Michael, tetap menghukum nya seperti sekarang ini.


Gibran, berangkat saat itu juga, Michael, hanya memandang dari kejauhan saat ini tetesan air mata itu berjatuhan di pipinya.


"selamat tinggal Gibran"gumam nya lirih.


hari demi hari, Michael,lalui tanpa kehadiran Gibran di sisi nya, bahkan sudah satu tahun lebih Michael, menunggu Gibran, kembali tapi tidak ada sedikit pun,kabar yang dia dapatkan hingga Michael, memutuskan untuk pergi dari tempat nya selama ini.


sementara itu Gibran,sibuk dengan perkuliahan dan perusahaan nya saat ini dia tidak sempat untuk berpacaran atau pun sekedar mencari hiburan, baginya nama, seseorang yang sudah pergi dari rumah kedua orang tua nya, wanita itu tetap menjadi ratu di hatinya.


"Dimana kamu, sayang"gumam Gibran.


sementara itu wanita yang saat ini sedang ia rindukan tengah berjuang melawan kanker Michael, sakit parah dan itu bukan penyakit main-main, saat ini Michael, mengidap kanker payudara bahkan hasil bekerja nya selama ini habis dia gunakan untuk membeli obat penahan rasa sakit nya.


Berkali-kali, dokter menyarankan agar Michael memberitahu kan sanak keluarga nya tentang penyakit nya, namun Michael,sadar dia tidak punya siapa-siapa di dunia ini, dia hanya bisa pasrah jika malaikat maut datang menjemput, karena saat ini Michael, tidak punya siapa pun.


dua tahun kemudian, Gibran, kembali ke Mension Adryan, saat ini dia datang bersama dengan seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai model, dia adalah wanita yang dekat dengan nya, setelah Michael.


sementara Michael, sudah tiada, dan tidak ada siapapun yang tau kalau wanita cantik keturunan bule itu, saat ini sudah tidak, dia pergi membawa rasa rindu nya dan rasa sakit hatinya saat itu, Michael, sempat pulang,ke pulau as secara diam-diam, dan dia mendengar bahwa Gibran, sudah memiliki calon tunangan.


Michael, bukan meningal dunia karena penyakit nya, tapi dia meninggal karena mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun, saat sedang bekerja.


🌹💖💖💖🌹


Gibran, menangis sesenggukan di hadapan makam Michael, penyesalan terbesar nya adalah Gibran, tidak sempat mendapat maaf dari wanita yang sangat di cintai nya itu, dan saat ini hanya ada makam yang bertuliskan nama nya.


tinggal lah kini penyesalan.


sementara itu di dalam mobil nya saat ini ada calon istri nya yang bernama Sherry warga negara Taiwan, sahabat nya saat kuliah dulu, sebenarnya Gibran, tidak berniat bertunangan tapi kedua keluarga nya mendesak nya.


"Michael sayang, maafkan aku aku mohon tunggu aku di sana"ujar Gibran


sementara itu, seorang gadis tengah berdiri menunggu giliran, untuk berkunjung ke makam wanita yang telah mendonorkan jantungnya pada nya, gadis cantik yang memiliki wajah teduh itu sedang memandang ke arah makam yang saat ini tengah di kunjungi oleh seorang pria tampan dan gagah itu.


Jantung nya tiba-tiba berdebar kencang entah apa yang terjadi, tapi itu baru pertama kali ini dia rasakan setelah beberapa bulan lalu menerima jantung baru nya.


karena terlalu lama, menunggu akhirnya gadis bernama Mikha Angelo itu mendekat menghampiri makam tersebut, dia meletakkan bunga Lily, kuning, "maaf kan aku kak, aku baru bisa kembali mengunjungi mu, apa kakak,tau aku sempat merayakan hari kebahagiaan ku karena kebahagiaan yang kakak, berikan kepada ku, tapi aku minta maaf kalau aku belum bisa memberikan surat-surat itu belum aku antar pada ibu dan kekasih mu,oh maaf maksud ku pria yang sangat kau cinta hingga hembusan nafas terakhir mu, walaupun dia sudah melupakan mu"wanita itu tidak memperdulikan pria yang kini menatap nya heran.


sesaat kemudian, Mikha Angelo, mengedarkan pandangannya, dia langsung menatap pria yang saat ini entah kenapa, seperti pernah mengenal nya, pria yang menggunakan kemeja lengan panjang yang digulung hingga ke siku itu begitu tampan dan Mikha, merasakan ada yang aneh dengan degup jantung nya saat ini.


"Maaf tuan,kalau boleh tau anda siapa??.. nya kak, Michael"ujar Mikha bertanya.


"Aku yang seharusnya bertanya kau siapa datang ke makam istri ku"ujar Gibran, yang mengaku bahwa Michael adalah istri nya.


"Apa, anda tidak salah orang,kak, Michael, adalah wanita singgel yang hidup sebatang kara setelah pergi dari tempat tinggal nya bersama ibu angkat nya,ya walaupun dia pernah cerita dia mencintai pria yang sangat tampan, dan dia adalah majikan nya, dia tidak pernah bercerita bahwa dia pernah menikah"ujar Michael.


"Aku orang itu, tapi dia bukan pelayan dia adalah istri ku, sejak aku kecil hanya aku pria yang sangat mencintai nya dan hanya aku tidak ada yang lain nya"ujar Gibran.


"wah kau jangan membohongi ku, aku tau kamu itu sangat tampan, tapi wajah mu itu tidak ada tampang penghianat, aku tidak percaya kau bisa membuat kak, Michael terluka sedalam itu sampai akhir meregang nyawa"ujar Mikha, yang kini tengah menatap pria itu, seolah mereka sudah kenal lama, jantung nya berpacu semakin cepat Mikha, berdiri tanpa ingin terus menoleh ke arah pria yang kini memanggil nya Nona.

__ADS_1


"Hay, Nona, tunggu!!!""seru Gibran.


"Maaf tuan kita bicara lagi lain waktu jika bertemu aku ada urusan kak, aku pamit!!""seru Mikha.


"Gibran, langsung terbengong ketika mendengar wanita itu memanggil nya, tuan panggilan itu mirip persis dengan sebutan Michael pada nya,di akhir cerita cinta mereka, bukan berakhir tapi Michael, menjaga jarak dengan nya dengan membangun dinding yang sulit untuk di tembus, dengan cara apapun, dinding itu lah yang akhirnya membuat mereka saling berpisah ruang dan waktu.


"Michael"hiks hiks hiks,luluh lantak itulah gambaran hati Gibran saat ini, semakin kemari hati nya semakin terasa sangat sakit.


Gibran, pulang ke rumahnya di pulau as, dia bersama dengan Serry, saat ini, ketika hendak masuk perbatasan tepat di depan gerbang yang menjulang tinggi,para penjaga saat ini terlihat tengah berdebat dengan seseorang yang tidak terlihat karena orang tersebut berada di dalam mobil nya.


Gibran, semakin mendekat, dia langsung turun dan bertanya.


"Ada apa ini ribut-ribut aku mau lewat"ujar Gibran, penasaran.


"ini tuan muda,ada wanita yang tetap kekeuh ingin masuk walaupun sudah di beritahukan peraturan nya, tapi dia kekeuh berkata ada yang harus di sampaikan oleh nya pada ibunya Nona Michael"ujar seorang penjaga tersebut.


"Biarkan dia masuk"ujar Gibran, tanpa menoleh ke arah wanita yang kini mulai tancap gas memasuki kawasan hutan Pinus di pulau pribadi milik Adryan tersebut.


"Siapa, wanita itu Gibran"ujar Serry.


"Entah lah, yang pasti mungkin penting banget atau bisa lebih penting"ujar Gibran.


Gibran, pun melanjutkan perjalanan menuju mansion milik Daddy nya itu, dia masih tetap fokus, pada kemudian, hingga sampai di gerbang Mension, dia menghentikan mobilnya sebentar, karena tiba-tiba jantung nya berdetak kencang, saat melihat punggung wanita yang kini menggunakan T-shirt yang selalu di kenakan oleh Michael, T-shirt kapel dia membelikan baju yang sama dengan nya waktu liburan sekolah dulu di Hongkong.


"Michael"gumam nya lirih, dia tiba-tiba langsung turun dari mobil, dan berlari menghampiri wanita tersebut, dan langsung memeluk nya dari belakang, sambil berkata"Michael, sayang, aku tak merasa sudah gila saat mendengar kabar bahwa kamu telah tiada, kamu kenapa tega lakukan ini aku sangat mencintaimu maafkan aku"ujar Gibran, sambil berurai air mata, tapi tiba-tiba wanita itu berbalik setelah melepaskan pelukan Gibran.


"Tuan, anda apa?? yang sedang anda lakukan"ujar Mikha, yang saat ini begitu mirip dengan mendiang Michael, gadis berusia dua puluh empat tahun itu heran.


"Ma maafkan aku, aku kira kau adalah istri ku"ujar Gibran, gugup, terlihat kesedihan di mata Gibran saat ini, Mikha, yang melihat itu ikut terdiam jantung nya berdetak kencang.


Tiba-tiba, dari arah rumah khusus pelayan, seorang wanita paruh baya datang.


"Maaf, nona ibu Nona, Michael, sedang sakit jadi tidak bisa menemui anda langsung, kalau boleh tau apa keperluan anda ingin menemuinya, siapa tau saya bisa bantu"ujar wanita yang tidak lain adalah pelayan di rumah besar itu.


"Saya, ingin memberikan titipan dari kak, Michael, sebelum dia pergi"ujar Mikha, Gibran yang masih berdiri di sana dia langsung menyela pembicaraan mereka berdua.


"berikan pada ku, semua nya yang berhubungan dengan istri ku, harus aku yang terima"ujar Gibran.


"hey, tuan harus berapa kali aku katakan bahwa dia belum menikah"ujar Mikha, sedikit kesal.


"tanyakan saja pada mereka semua siapa Michael ayo tanyakan"tantang Gibran.


"benar nona, Nona muda adalah calon istri tuan muda"ujar wanita paruh baya tersebut.


"Oh... jadi betul Anda adalah pria itu, sungguh sangat di sayangkan pria seperti anda telah menyia-nyiakan wanita sebaik dan secantik kak , Michael, bahkan dia selama ini menderita penyakit yang sangat serius, dan harus berjuang keras untuk bertahan hidup, bahkan dia rela, tidak berobat dengan uang hasil kerja keras nya, selama ini hanya demi membayar hutang pada anda"ujar Mikha.


"Apa, maksud mu??"ujar Gibran kaget.


"Dia, bekerja keras, selama ini demi membayar hutang nya pada anda, bahkan dia tidak mempedulikan rasa sakit nya yang teramat itu, bahkan di saat hari terakhir dia hendak pergi ke rumah ibunya, saat itu, seharusnya dia menjalani perawatan, karena sudah tidak memungkinkan untuk pergi kemana pun,tapi dia memaksa kan diri, karena mendengar anda sudah kembali tepat di hari ulang tahun nya saat itu, dia kembali ke sini, tapi tidak lama dia kembali lagi ke tempat kos nya, dalam keadaan basah kuyup dan sangat lemah, saat itu dia hanya diam membisu, sambil menulis beberapa lembar surat, sebelum akhirnya dia tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit, hingga,ke esokan pagi nya dia sempat sadar, saat itu dia berpesan kepada ku, bahwa, aku harus memberikan surat yang ditulis nya, kepada ibu nya dan mantan pacar nya, untuk yang terakhir kali, dia meminta ku untuk menerima jantung nya, dan aku pun sempat menolak karena aku berharap dia akan kembali sembuh tapi tuhan berkata lain, tidak lama setelah mengatakan pesan terakhir nya dia menghembuskan nafas terakhir sambil mengatakan Gibran, aku sangat mencintaimu, maafkan aku,itu kata terakhir yang terucap dari bibir nya, aku kira saat itu dia pingsan tapi dokter mengatakan bahwa ia sudah tiada dan hari itu pula aku langsung menerima jantung kak, Michael, jantung wanita yang selama ini sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri"ujar Mikha, sambil menahan air mata nya.


"Michael, sayang maafkan aku"Gumam nya lirih Gibran, benar-benar membenci dirinya sendiri, saat ini, Mikha, memberikan beberapa lembar surat pada Gibran, dia langsung mengambil nya.


"ini, sebagian barang peninggalan nya, sebagian lagi masih ada di kos aku, mungkin itu tidak penting untuk mu"ujar Mikha, sambil memberikan sebuah kotak besar berisi barang peninggalan Michael, pada Gibran yang tadinya di tujukan untuk diberikan pada ibunya.

__ADS_1


"Aku, ucap kan terimakasih, untuk ini boleh aku minta nomer mu aku akan mengambil barang peninggalan istri ku sebagian lagi"ujar Gibran.


"tentu"ujar Mikha, yang langsung memberikan nomor nya itu.


__ADS_2