Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#pernikahan bisnis#


__ADS_3

Steven tanpa ragu mengungkung Sandra di atas ranjang nya, beruntung Sandra, bisa membuat hati Steven,melunak hingga,hal yang tidak ia harapkan pun tidak terjadi Sandra, bisa terbebas dari perbuatan nekad yang hampir saja Steven, lakukan pada nya saat ini, dengan sebuah perjanjian yang Steven,buat bahwa Sandra, harus tetap bertahan bersama dengan nya sampai kapan pun.


Steven, melepaskan Sandra, dari Kungkungan nya saat ini, dan Sandra, pun langsung berdiri dan berjalan menuju sofa ,ia mengambil ponsel nya yang sedari tadi berbunyi beruntung Adryan, yang menelpon nya saat ini hingga, tidak ada alasan lagi untuk Steven, melarang Sandra,mengambil ponsel nya saat ini.


📱"sayang, kamu kenapa tidak memberitahu Daddy,kalau kamu mengalami kecelakaan??"ucap Adryan.


📱"Daddy, aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir, bagaimana kabar kalian semua saat ini??"ujar Sandra.


📱"kabar kami baik sayang, segera kembali, sandrina, akan segera menikah"ucap Adryan lagi.


📱"tiga hari lagi Daddy, aku bereskan dulu pekerjaan ku, saat ini"ucap Sandra.


📱"baiklah, sayang Daddy, tunggu kabarnya, semoga kamu juga segera menyusul adikmu menikah"ujar Adryan.


📱"dadd... aku tidak ingin bahas itu dulu"jawab Sandra,sambil membuang pandangannya ke arah lain, karena laki-laki yang ada di hadapannya saat ini menatap nya tanpa berkedip, dia laki-laki yang bisa membuat Sandra, merasa kan sakit yang teramat dari tatapan mata nya saat ini, betapa tidak tatapan penuh harapan dan juga luka karena cinta mereka tidak bisa terwujud, hanya berusaha untuk Sandra kubur dalam-dalam.


📱"ya sudah sayang, kabari Daddy, jika kamu akan segera kembali ke sini"ucap Adryan.


📱"baiklah Daddy, Miss you"ucap Sandra, yang langsung menutup telepon nya.


setelah telpon terputus Sandra, hendak menghubungi asisten nya,namun tiba-tiba, handphone nya di rampas dan di banting oleh Steven, saat itu juga dia begitu kecewa, Sandra, tidak pernah memberitahukan bahwa Sandra, akan kembali ke Indonesia.


"kenapa Steven,ada apa lagi dengan mu??"ucap Sandra, yang kini mengambil ponsel nya yang sudah retak seribu.


"tanyakan pada diri mu Sandra, kenapa, aku lakukan itu??"ujar Steven, dengan wajah merah padam dia begitu emosi saat ini .


"aku tidak merasa membuat kesalahan apa pun,maka dari itu aku bertanya"ucap Sandra, lirih.


"kamu,tega mau kembali ke Indonesia, tanpa memberitahu ku, sebelumnya bahkan kamu sengaja tidak ingin kembali lagi ke sini, kamu sengaja menjauhi ku, Sandra,ayo jawab apa aku tidak pernah berarti apa-apa bagi mu heuhhhhh, apa kurang nya aku Sandra, jawab"Steven, marah dia begitu berapi-api, Air mata nya terjatuh di pipinya, Sandra, sudah dua kali melihat Steven, sehancur ini, pertama saat mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka dan yang kedua saat ini.


"Steven, aku tidak bermaksud menjauh dari mu,ini sudah saatnya aku kembali,ke sisi orang tua ku, dan aku merasa tidak punya hak lagi untuk sekedar memberi tahu semua nya pada mu, kita hanya mantan tidak lebih, dan satu lagi aku tidak pernah menghindari, atau menjauhi mu, selama dua tahun ini aku selalu berada di tempat yang sama, tapi kamu sendiri juga,tau kita sudah tidak bisa bersama lagi, sudah ada yang lain yang hadir di tengah kita, jadi tolong jangan buat aku seakan tak pernah perduli lagi pada mu, tapi tolong pahami keadaan ku saat ini"ucap Sandra, lirih dia menundukkan wajahnya, dia tidak berani menatap Steven, saat ini karena cairan bening di matanya pun sudah tidak tertahankan lagi.


Steven, berjongkok di hadapan, Sandra, saat ini dia mengangkat bahu Sandra, dan berkata"menikah lah dengan ku, sekarang juga, aku mohon, jangan pernah pergi dari ku, aku tidak bisa bertahan hidup lagi tanpa kamu di sisi ku, please Sandra, aku mohon"ucap Steven,sambil menatap wajah Sandra, yang dibanjiri oleh air mata.


"Steven, please kasih aku waktu untuk berpikir, aku tidak bisa mengambil keputusan langsung saat ini"jawab Sandra.


"sampai kapan, Sandra, apa sampai aku sudah tidak bernyawa lagi ia begitu"ujar Steven.


"please, Steven, jangan pernah bicara buruk lagi, aku mohon, aku hanya minta waktu untuk berpikir"ucap Sandra memohon.


"baiklah, tiga hari lagi kita pulang ke Indonesia, aku akan segera melamar mu, pada keluarga mu"ucap Steven,tegas,sambil mengusap air mata di pipi Sandra.


"tapi Steven!!"ucap Sandra, terputus ketika Steven, langsung membungkam bibir nya dengan bibir Steven, ciuman memabukkan tersebut, menghanyutkan mereka berdua, sampai Sandra hampir kehabisan nafas baru Steven, melepaskan nya.


"dengan ku, atau tidak sama sekali"ucap Steven tegas, dan ia langsung beranjak dari tempat nya saat ini, Sandra menangis sesenggukan, dia pun berjalan menuju kamar mandi, Sandra menguyur tubuhnya di bawah guyuran shower, saat ini meski keadaan nya masih sangat lemah.


Steven, pergi tanpa pamit dari apartemen tersebut dia bahkan sudah dua hari tidak mengunjungi Sandra ,di sana dan hari ketiga, Sandra, mutuskan untuk kembali ke Mension nya.


setelah membereskan barang-barang nya Sandra, langsung bersiap untuk pergi ke bandara saat itu juga dia menggunakan jaket yang lumayan tebal karena cuaca nya saat ini sedang musim dingin, dan tak lupa kacamata hitam dan juga masker,di ikuti oleh asisten pribadi nya saat ini.

__ADS_1


setelah selesai melakukan bording pas, dia langsung bergegas menuju pesawat saat itu juga, dia tidak ingin menunda waktu lagi karena memang sudah waktunya ia untuk berangkat saat ini, dia menghirup nafas lega saat ini , dia berpikir sudah terbebas dari beban berat nya, saat ini tapi sebuah pesan masuk mengabarkan kondisi Steven, yang sedang keritis saat ini, yang membuat Sandra, turun dari pesawat dan membatalkan kepulangan nya saat itu juga.


"Steven, aku mohon bertahan lah jangan pernah tinggalkan aku"ucap Sandra, saat keluar dari pesawat, yang sebentar lagi akan terbang,namun tiba-tiba, tangan kekar menahan nya, dan tanpa sadar Sandra, sudah berada di dalam jet pribadi milik Steven, saat ini dia tidak tahu bahwa Steven, mengikuti nya sedari tadi lewat mata-mata nya itu.


"Steven, kamu"ucap Sandra , begitu terkejut.


"iya honey,ini aku"ucap Steven, yang kini duduk di samping Sandra, dengan tenang nya dengan balutan perban di kepala nya saat ini, Steven, mengalami kecelakaan,dua hari sebelum nya, saat kembali dari apartemen tersebut karena dia sedang sangat kalut saat itu dia sangat takut Sandra, akan pergi meninggalkan nya.


"kamu baik-baik saja??"ujar Sandra.


"memang nya kamu berharap aku bagaimana, Honey, aku tidak akan cepat mati, saat ini karena cinta ku belum bisa kudapatkan sepenuhnya, jika sudah kudapat kan aku akan ikhlas, untuk mati dalam kebahagiaan"ujar Steven,sambil tersenyum.


"stop, Steven, jangan pernah berkata buruk lagi, aku tidak akan pernah mau jadi milikmu, jika kamu harus mati meninggalkan aku secepat itu, lebih baik kita tidak pernah saling memiliki agar kau bisa hidup dengan baik"ujar Sandra, yang kini menangis di hadapan Steven, pria itu memeluk Sandra, saat itu juga.


"jika kamu, menjadi milikku, aku janji akan menolak kematian ku saat itu juga dan aku akan bertahan untuk mu honey, tapi kamu juga harus janji satu hal,tolong cintai aku seumur hidup mu"ujar Steven,sambil mencium puncak kepala Sandra, sedikit lebih lama.


🌹💖💖💖🌹


Indonesian, tepat nya di pulau milik Adryan dan Sania, saat ini mereka sedang mengadakan acara penyambutan, kepulangan Sandra, yang kini di dampingi oleh Steven, Adryan, menyambut mereka dengan suka cita walaupun Adryan,tau Steven, sudah menikah saat ini tapi dia tidak mengira Steven, memiliki hubungan dengan putri nya itu.


"selamat datang di rumah sayang"ucap Sania,sambil memeluk putri nya erat, dilanjutkan dengan Adryan, yang kini mengecup puncak kepala putri pertama nya itu.


"Daddy, aku sangat merindukan mu"ucap Sandra, yang masih memeluk erat tubuh ayahnya saat ini.


"Gibran, sayang kakak, tapi tidak boleh peluk Gibran, hanya punya Michael"ucap bocah SMP itu.


"ahhhhhh...kakak, jahat bagaimana kalau Michael, cemburu??"ucap Gibran, yang sontak membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.


"hahaha... dasar bocah posesif, siapa yang akan cemburu pada pria posesif, seperti dirimu"ujar sandrina, yang kini muncul bersamaan dengan calon suami, yang langsung memeluk kakak kembaran nya.


"ayo silahkan masuk tuan Steven,anggap ini rumah sendiri "ucap Adryan.


"terimakasih tuan"jawab Steven.


mereka pun masuk, dan tidak lama Sandra, dibantu oleh pelayan membawakan koper nya menuju kamar nya saat ini yang berada di lantai tiga mension tersebut, pandangan kamarnya mengarah ke pantai yang sangat indah itu.


sementara itu Steven, menempati kamar tamu yang tidak kalah mewah maklum rumah sultan semua serba wah.


makan malam pun tiba kini mereka semua sudah berada di meja makan untuk menyantap hidangan bersama keluarga dan kerabat semua begitu penuh suka cita, tapi Sandra, hanya mengaduk-aduk makanan tersebut, Air mata nya tiba-tiba jatuh, inilah salah satu alasan kenapa Sandra, enggan pulang ke Indonesia, dia terlalu merindukan kakek, dan nenek nya yang sudah membesarkan nya, sedari masih bayi, karena kesibukan mommy dan Daddy nya, saat itu.


"kenapa sayang,ada apa"ucap Sania heran.


"aku rindu Nini aki ,hiks hiks hiks hiks...aku tidak ingin pulang, karena mereka sudah tidak ada lagi hiks hiks hiks"ucap Sandra, yang langsung pergi menuju kamar nya di susul oleh Sania, yang kini juga berlinang air mata, betapa tidak, dia sendiri pun begitu merindukan ayah dan Bunda nya yang tidak ada dua nya di dunia ini.


sesampainya di kamar Sandra, langsung menjatuhkan tubuhnya dia menangis sejadinya di sana sambil memeluk guling wajah nya tertutup bantal saat ini, Sania, datang mengelus punggung putri nya itu, dia sendiri sebenarnya masih sangat rapuh saat ini, tapi mencoba untuk tetap tegar demi anak-anak mereka, apa lagi, ayah dan bunda nya meminta mereka untuk membawa putra sulung nya Gavin, saat mereka sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, tapi semua itu belum sempat terpenuhi karena ke egoisan Adryan dan juga Gavin sendiri.


"sayang mommy,tau kamu sangat terpukul, begitu juga dengan mommy, tapi percayalah jika kamu sedih nenek juga pasti sedih mereka berdua sangat menyayangi mu, jadi mereka tidak akan bisa melihat kamu bersedih, jika kamu sayang Kakek dan nenek, berdoa lah untuk mereka, saat ini"ucap Sania menguatkan putri nya.


"mommy, kapan kita kunjungi mereka??"ucap Sandra, yang kini bangkit dan memeluk ibunya itu.

__ADS_1


"setelah adik mu menikah setelah itu kita akan pergi ke tempat kakek, dan nenek saat itu juga"jawab Sania.


"aku sangat merindukan mereka mommy, andaikan Sandra, bisa Sandra ingin ikut bersama dengan mereka"ucap Sandra yang semakin terisak.


"tidak sayang, kamu tidak boleh bilang begitu mommy, tidak akan mengizinkan nya, kamu sayang mommy,kan ??"ujar Sania, yang tau jika putri nya ingin ikut mati bersama dengan kedua orang tua nya.


"sementara, semua orang masih sibuk dengan obrolan, hangat di saat ini, Sania,me Nina Bobo kan putri nya, yang sudah sangat lelah karena menangis, sementara itu Steven,kini masih berdiri di depan pintu kamar Sandra, setelah meminta izin pada Adryan, untuk menemani Sandra, yang sedang menangis.


"tuan Steven, masuk lah tapi aku harap kamu tidak membangunkan nya, saat ini dia baru saja tidur"ujar Sania, yang kini mempersilahkan Steven, masuk sementara itu Sania, turun untuk memberikan waktu kepada orang yang kini sedang menatap putri nya penuh cinta.


Steven, mendekat dia duduk di samping tepi ranjang, tepat samping Sandra, yang kini tertidur,pulas, tapi Air mata nya, masih tetap keluar dengan sendirinya.


"sayang aku tak tau apa yang terjadi pada mu saat ini, tapi aku mohon , bersabarlah dan jangan larut dalam kesedihan, aku tidak tega melihat mu seperti ini"ujar Steven,sambil mengecup bibir Sandra, yang kini masih terpejam dan berada di alam mimpi.


Steven, bahkan menemaninya tidur saat ini.


dua hari berlalu kini acara pernikahan Akbar pun di gelar di atas kapal pesiar milik Adryan, yang sangat mewah tersebut, meski setelah itu mereka kembali akan menggelar pesta di hotel berbintang milik Adryan


sementara itu di lantai teratas kapal tersebut setelah acara ijab Kabul di laksanakan, mempelai berbaur dengan para tamu undangan yang hadir di kapal tersebut, sementara itu Sandra,kini tengah menyendiri, Air mata nya masih selalu menetes menemani rasa sepi,di tengah keramaian saat ini, Sandra, tidak hanya merindukan kedua.orang yang sudah membesarkan nya, tapi juga kakak, laki-laki nya Gavin, yang tidak hadir di sana, sifat egois ayah dan kakak nya, saat ini membuat dia sedih,dihari yang seharusnya membuat semua orang berkumpul, tapi bahkan, Daddy, nya tidak pernah memberitahukan hal tersebut pada Gavin,tapi Gavin,tau itu dia bahkan hanya bisa menitikkan air mata bahagia, untuk adiknya, saat ini walau hati nya terasa miris .


Gavin, sudah tidak lagi di anggap anak oleh Adryan, saat ini karena dia telah memilih Emily, wanita yang kini menjadi ibu, dari kedua anaknya, bahkan anaknya pun tidak pernah di akui keberadaan nya oleh Adryan, tapi Gavin, harus bisa menerima semua itu,demi rasa cinta nya terhadap Emily, Gavin, selalu memberikan semangat kepada dirinya sendiri, bahwa suatu saat nanti, Daddy, nya akan datang dan meminta maaf,atas semua nya, tapi bahkan hingga kini Adryan, masih tetap tidak memaafkan nya.


Emily, yang saat ini tidak sengaja melihat suaminya, menitikkan air mata kesedihan nya, dia langsung menghampiri Gavin, dan menggenggam tangan nya"pulang lah, jangan pernah perduli dengan kami disini,kami akan baik-baik saja, semoga kamu bahagia bersama dengan mereka"ujar Emily, yang saat itu langsung, mendapatkan bentakan keras dari Gavin.


"stop,bicara yang tidak-tidak Emily, bahkan jika aku harus mati karena tidak di akui oleh mereka, aku tidak akan pernah menyesal, karena hanya kamu pilihan hidup ku saat ini dan selamanya"ucap Gavin tegas.


"Gavin, jangan egois, aku hanya pilihan yang tidak tepat, yang hanya akan terus membuat dirimu terluka, sadarlah,kami tidak berarti apa-apa, mereka adalah hidup mu"ucap Emily, tapi Gavin,malah menggenggam erat tangan Emily.


"Dan aku tidak akan pernah pergi, sampai kapan pun, aku akan tetap memilih mu"ujar Gavin, yang kini mencium bibir Emily, begitu kasar hingga Emily, menolak nya.


"kamu, akan sangat menyesal karena telah memilih ku"ucap Emily, yang kini mendorong keras tubuh Gavin, yang kekar itu, sehingga Gavin, hanya terdorong sedikit.


"aku rela menyesal hingga aku mati karena penyesalan ku, adalah dirimu, satu-satunya nafas dalam kehidupan ku"ujar Gavin, yang kini menyusul ke kamar mereka.


Emily, menjatuhkan bokong nya di sofa, dia sudah tidak tahu lagi harus berkata apa saat ini Gavin, benar-benar keras kepala, Emily, hanya tidak ingin melihat penyesalan dimata suaminya itu saat ini.


"sayang, maaf kan aku tapi semua yang aku lakukan adalah jalan terbaik untuk kita berempat"ucap Gavin.


"kamu bohong, Gavin, kamu sendiri pun tidak baik-baik saja saat ini aku tau itu"ucap Emily.


"Emily, boleh aku berkata jujur,kakak,mana yang tidak sedih saat adiknya menikah dan dia sendiri bahkan tidak bisa menghadiri nya, aku tau aku salah tapi aku mohon jangan seperti ini, aku lebih sedih lagi jika harus kehilangan kalian bertiga, please, jangan pernah memaksa aku untuk kembali"ujar Gavin,lirih.


"Gavin,kami akan baik-baik saja, pulang lah"ucap Emily.


"dan saat aku pulang , saat itu lah hari kematian ku tiba, apa itu yang kamu inginkan Emily, aku akan bunuh diri, jika rasa sakit karena kehilangan mu, tidak ada lagi yang bisa mengerti"ucap Gavin perlahan.


"itu tidak akan pernah terjadi Gavin, percayalah, kamu akan sangat bahagia bersama mereka, apa lagi di sana masih ada anak dan istri mu itu"ucap Emily.


"cukup Emily, cukup jika kamu sudah tidak ingin hidup bersama dengan ku, lagi baik'lah bubuh saja aku saat ini juga"ucap Gavin, yang kini memberikan pisau tajam yang ada di meja depan sofa pada Emily.

__ADS_1


__ADS_2