
Sementara itu di Indonesia Gibran, tengah tertidur lelap, setelah pulang dari kantor Gibran, yang gila kerja karena sudah frustasi, karena selama empat tahun ini Gibran, tidak menemukan wanita yang sangat di cintai nya itu.
selama ini rumah tangga nya bersama Serry, tidak se harmonis dulu, setelah Serry, ketahuan berselingkuh, saat itu, dan di ketahui bahwa anak kedua nya yang tak sempat dilahirkan itu adalah hasil perselingkuhan nya, dan hanya Gio ,lah anak nya hingga saat ini.
Sania, semakin sedih melihat putranya saat ini, dia bahkan sudah tidak pernah tersenyum lagi, hanya ada sifat dingin yang tersisa, dari putra kesayangannya saat ini.
Sania, mengelus puncak kepala putra bungsu nya yang dulu begitu posesif, pada nya dan pada Michael, putri angkat nya, tapi sayang ke egois an sang suami, padahal Sania, tidak pernah mempermasalahkan kaya atau tidak nya, jodoh Gibran, karena harta yang mereka miliki tidak akan habis walaupun tidak bekerja sepuluh tahun pun, karena kekayaan Sania digabungkan dengan Adryan, kekayaan mereka tidak terhitung.
"Maaf kan mommy, sayang mommy tidak pernah bisa membantu mu, semoga kamu menemukan kebahagiaan mu,kelak"ujar Sania.
Tanpa Sania, sadari, Gibran, saat ini tengah meneteskan air mata, dia begitu sedih saat mendengar perkataan Sania, walaupun suara itu begitu pelan dan lembut.
"Mom... kenapa rasanya sesakit ini, aku tidak sanggup lagi bertahan hidup, jika dia tidak kunjung di temukan"ujar Gibran.
"Sayang, mommy mohon jangan pernah bicara seperti itu, mommy pun tidak ingin hidup lagi jika kamu menyerah karena bagi mommy, Gibran, adalah nyawa mommy"ujar Sania, yang kini memeluk erat putra nya itu.
"Tapi momm... dia juga nyawa Gibran, dan Gibran yakin dia sudah menjadi ibu saat ini, karena Gibran, dan Michael, sudah melakukan itu, Gibran, sengaja ingin menghamili Michael,agar tidak pernah pergi lagi, tapi nyata nya, karena kepergian ku, dia begitu terluka dengan kepergian ku saat itu, karena dia tahu bahwa aku kembali untuk Serry, mommy aku tidak ingin kehilangan anak ku juga "ujar Gibran, sambil mengusap air mata nya.
"Mommy,tau itu menyakitkan, tapi mommy mohon jangan pernah putus asa, jika dia berjodoh dengan mu dia akan kembali pada mu"ujar Sania.
setelah Gibran, tenang dan kembali tertidur, Sania, pun tidur kembali, tapi, tidur nya begitu gelisah saat ini, Gibran, melihat seorang gadis kecil yang begitu cantik, berlumuran darah, sambil menangis sesenggukan di pinggir jalan, wajah nya seperti bayangan dirinya, gadis, kecil itu menoleh ke arah nya dan memanggil Daddy, meminta pertolongan, karena seorang wanita dewasa tengah terbaring berlumuran darah.
"Daddy, tolong mommy, Daddy tolong mommy tolong Daddy"ujar gadis kecil nya itu, Gibran, berjalan mengikuti gadis kecil tersebut, yang kini mendekat ke arah wanita dewasa itu, betapa terkejutnya Gibran, saat melihat Michael berlumuran darah, dan di samping nya adalah Piter, yang sudah tidak bernyawa, Gibran,kini langsung memangku kepala wanita yang sangat di cintai nya itu, Air mata deras mengalir dari mata elang nya itu, dia memanggil nama Michael, saat Michael menghembuskan nafas terakhir nya setelah menitipkan putri kecilnya itu,"Michael tidak... Michael aku mohon jangan pergi jangan"ujar nya,sambil membuka mata dia bangkit saat itu juga, keringat bercucuran, dari seluruh tubuh nya, Gibran, sudah hampir berkali-kali, Gibran bermimpi seperti itu, apa Michael dalam bahaya, atau bahagia, Gibran,syok tiap kali bermimpi tentang semua itu.
Gibran, bangkit dan mengambil air minum nya setelah itu dia langsung bergegas menuju balkon, Gibran, tidak bisa tidur lagi, saat ini dia menyalakan rokok, nya lalu menyesap nya, dan meniup kan kepulan asap rokok tersebut ke udara, tatapan nya kosong.
hati nya bergemuruh, saat ini dia tidak pernah bisa tenang,maka dari itu dia menghabiskan waktu untuk bekerja, Gibran, bisa gila, jika terus seperti saat ini.
sementara itu di kediaman Michael, saat ini dia tengah memasak untuk menyiapkan makan malam bagi anak dan suaminya, Michael, begitu menyayangi Piter, yang sangat mencintai meski Michael, tidak mencintai nya, tapi keduanya tidak melewatkan kewajiban mereka sebagai suami istri, Piter, bahkan memperlakukan Michael,bak permaisuri raja, apa pun yang Michael, ingin kan Piter, selalu berusaha mewujudkan nya, bahkan Piter, memperlakukan hal yang sama untuk putri sambung nya itu, dia rela bertaruh nyawa,demi ketiga orang yang selama ini selalu ada di sisinya.
"honey, kamu sedang masak apa, heumm, harumnya sampai tercium ke lantai atas"ujar Piter, yang kini memeluk istrinya itu dari belakang.
"heumm, sayang aku sedang masak, bisa tidak jangan seperti ini dulu"ujar Michael lembut sambil membalas kecupan singkat di pipi suaminya itu.
"Sayang, aku sangat mencintaimu"ujar Piter.
"Aku tau itu, sayang aku juga mencintaimu"ujar Michael, meski itu tidak nyata, tapi kata itu tulus untuk membuat suaminya bahagia, karena berbohong demi kebaikan itu di boleh kan.
"Aku tunggu di meja Honey"ujar Piter.
"itu lebih baik, sayang"ujar Michael.
__ADS_1
"mommy"ujar kedua putrinya itu bersamaan.
"Owh,ya ampun bagaimana aku bisa masak jika gangguan itu selalu datang"ujar Michael, sambil tersenyum manis pada kedua putrinya yang kini baru kembali dari sekolah.
mereka bersekolah di kota, dengan menggunakan helikopter, setiap dua Minggu sekali, untuk bersosialisasi dengan teman nya, sementara itu setiap hari guru yang mengajar mereka datang bergantian, mereka memang tidak punya musuh hanya saja, mereka harus menghindari Gibran dan anak buahnya saat ini.
hari,demi hari Michael, lewati dengan bahagia, sedikit banyak, dia telah bisa mencintai Piter, pria tampan dan gagah, yang lebih tua lima tahun dari nya, sementara Gibran,dua tahun di bawah nya, tapi pria itu lebih dewasa dari Michael, tampan dan gagah itu sudah pasti karena mewarisi gen ayah nya Adryan.
sementara Piter, yang selama ini ia kenal, dia bahkan sudah tidak punya sanak saudara, saat ini semenjak ia beranjak remaja kedua orang tua beserta Kaka dan adiknya, tewas di bunuh oleh mafia, saat itu hanya karena ayah Piter, menolak untuk bekerja sama, dengan mereka mereka begitu murka,di saat Piter,baru kembali dari sekolah, dia mendapati seluruh keluarga nya, tewas bersimbah darah, hingga datang Ayah dari Jason , yang langsung menyembunyikan Piter,di kediaman nya saat itu juga, bahkan Piter, harus merelakan jasad ke empat orang yang di cintai nya itu hangus terbakar oleh perbuatan mereka.
ya, saat malam tiba, mereka kembali menghampiri rumah tersebut untuk menangkap Piter, tapi sayang dia tidak ditemukan, hingga mereka membakar rumah tersebut.
🌹💖💖💖🌹
sedang di Kanada, saat ini Gavin, tersenyum bahagia karena dia sudah mendapatkan hasil atas, pencarian nya, selama empat tahun ini, dia bahagia, karena istrinya tidak akan pernah merajuk lagi, setiap kali, mengetahui pencarian nya gagal tapi tidak untuk kali ini, dia belum memberitahu pada mommy nya, yang menyuruh nya, untuk mencari keberadaan Michael, tapi dia ingin istrinya itu yang pertama tahu, sekaligus ingin, meminta solusi, karena seperti yang ia tahu, saat ini Michael, sudah menikah dengan pria lain.hanya anak mereka harapan mereka satu-satunya, Merry.
ya Gavin,tau bahwa Merry, adalah putri dari Gibran, karena Michael, sudah melahirkan saat mereka menikah, dan tepat usia kehamilan lima bulan, Piter,baru tersadar dari koma .
"Honey, kemari lah aku punya kabar baik"ujar Gavin, pada Emily, pria berusia 35 tahun itu saat ini tengah berjalan menghampiri istrinya yang sedang memasak makanan untuk mereka.
"Kabar apa,kak, katakan saja aku sedang sibuk"ujar Emily.
"Biarkan pelayan yang melanjutkan kegiatan mu,ayo ikut aku jawaban nya ada di ruang kerja ku"ujar Gibran.
mereka berjalan, Gavin, merangkul pinggang istri nya itu, dan lalu pergi menuju ruang kerja nya.
sesampainya di sana, Gavin, menyalakan laptop nya, dan langsung memperlihatkan hasil pencarian nya, sebuah video, yang menunjukkan lokasi keberadaan Michael, dan kegiatan mereka sehari-hari,tak lupa gadis kecil yang begitu mirip perpaduan Gibran dan Michael, saat ini tengah tersenyum bahagia, sambil memegang boneka kesayangan nya, setelah itu seorang pria yang merangkul pinggang Michael dan mengecup bibir nya entah siapa, Emily, menatap suaminya minta penjelasan.
"Dia,suami Michael, nama nya Piter, dan mereka saat ini tinggal di negara bagian Amerika tepat di sebuah pulau buatan milik, ketua mafia, black dragon"ujar Gavin.
"Apa mereka kejam"tanya Emily, sangat, tapi setelah pergantian ketua baru, Jason Smith, mereka tidak terlalu banyak pergerakan hanya membereskan hal kecil saja, seperti nya, mereka sudah berubah haluan, atau memang sedang mengatur strategi berperang"ujar Gavin, yang sama-sama, sebagai ketua mafia, tidak berbeda dengan Jason, Gavin, pun terpaksa harus menerima warisan tahta, tersebut, bedanya Gavin, lebih besar wilayah kekuasaan nya, hampir di berbagai negara, siapa yang tak mengenal diri nya,selain sebagai seorang Milioner, dia juga ketua mafia yang sangat di seggani oleh mafia lain nya,sama seperti kakek nya,Allan, Stevano Anderson.
"Tapi, aku berubah pikiran, saat ini, karena sebagai wanita aku tidak ingin mengganggu ketenangan rumah tangga, orang lain, jadi aku putuskan untuk merahasiakan semua nya dari Gibran,atau ada opsi kedua, biarkan Gibran, pergi mencari keberadaan Michael, tapi jangan pernah mengusik kehidupan rumah tangga nya, intinya, kamu harus buat perjanjian tertulis saat ini, dengan Gibran, sebelum ia pergi mencari Michael dan putri nya itu"ujar Emily.
"Gavin, mengangguk, tapi hati nurani nya, berperang saat ini, bagaimana mungkin Gavin, akan bisa melawan hawa nafsu nya, saat Gibran,tau Michael di ambil oleh orang lain"gumam nya lirih dalam hati.
setelah mereka berbicara, Gavin, menghubungi Gibran, meminta adiknya itu datang ke Kanada saat itu juga, untuk membicarakan tentang semua hal yang selama ini menyakiti adiknya itu.
Gibran, yang saat ini tengah meeting, dia langsung menyerahkan semua itu pada asisten nya, dia langsung bergegas menuju Kanada saat itu juga bersama dengan anak buah nya, Gibran, memang tidak memimpin kelompok mafia, seperti sang kakak, tapi dia bisa bersikap lebih buas, dari sang kakak, sikap positif nya, terlalu besar, hingga siapapun tidak ada yang berani membantah keinginan nya, kecuali Michael, wanita yang sangat di cintai nya, tapi demi berbakti pada kedua orang tua nya, Gibran, pun menikah dengan Serry, hingga dia harus rela kehilangan wanita yang sangat di cintai nya sampai saat ini.
Gibran, berangkat langsung dari kantor, saat itu, tanpa membawa baju, karena semua sudah tersedia di jet pribadi nya, semua kebutuhan saat akan bepergian, sudah ada di sana.
__ADS_1
entah apa yang akan kakak, nya sampai kan saat ini, dia berharap akan ada kabar baik, Gibran, bahkan berdoa,sambil memejamkan mata nya, saat ini , hingga ia terlelap di dalam ruangan pribadi nya.
sedangkan Jason, yang mengetahui kebocoran informasi tentang Michael, saat ini dia langsung, meminta Michael dan Piter, untuk untuk bersiap, untuk pergi dari tempat tersebut, tapi sayang, anak buah Gavin, sudah memblokir jalan mereka, saat ini.
Michael, hanya bisa pasrah, bahkan ia mewanti-wanti, Piter,agar tidak melawan bila mereka datang, yang Michael maksud adalah Gibran, karena dia tau Gibran tidak akan melepaskan nya.
"Piter, sayang jika mereka melakukan sesuatu, aku mohon jangan melawan, aku tidak ingin kamu kenapa-napa, tetap lah di samping ku, tapi jika keadaan genting, aku mohon pergilah bersama Jordan, ingat lah bahwa aku sangat mencintaimu"ujar Michael, yang sedang panik dia menghawatirkan suaminya itu, karena Gibran tidak mungkin menyakiti nya.
"Hey, honey... aku yang seharusnya melindungi mu, jangan kamu pikir karena aku lemah aku tidak akan bisa mempertahankan mu, bahkan hingga mati pun aku akan tetap mempertahankan diri mu, karena kamu hanya milikku, hanya milikku, ingat itu sayang"ujar Piter, yang kini mencium kening dan puncak kepala Michael, sambil mendekap erat tubuh wanita cantik itu.
"Tapi, sayang Gibran, tidak bisa di sepele kan, dia bahkan membunuh orang yang hanya menggenggam tangan ku, saat kami kuliah dulu, hingga,kami "ucapan Michael terhenti, karena orang yang mereka bicarakan saat ini, terlihat turun speed boat, Michael menggenggam erat tangan Piter, yang kini berada di samping nya, sambil mengangkat Merry, dan memeluk nya erat.
"Wow.... pasangan yang sangat serasi, benar-benar hebat , aku merasa terhormat, dengan pertunjukan saat ini"ujar Gibran, sambil tersenyum, entah apa maksud dari senyuman tersebut.
"Apa,mau mu tuan Gibran,ini pulau pribadi bukan tempat wisata"ujar Michael.
"Owh, begitu rupa nya, tapi aku datang untuk mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian yang berbahagia ini"ujar Gibran.
"Terimakasih"ujar Piter, yang kini menggendong Merry, dan gadis itu menatap ke arah Gibran,hati kecil Gibran, yang sudah mengetahui bahwa Merry, adalah putri nya, saat ini dia ingin merebut nya, dari Piter, tapi Gibran, takut Merry,kaget dan tidak bisa menerima nya.
"Sayang, coba lihat Daddy,bawa apa??"ujar Gibran.
"uncle, siapa, aku tidak kenal uncle, dan jangan bilang Daddy, Merry, Merry, hanya punya dua Deddy, Daddy Piter dan Daddy, Jason"ujar gadis kecil itu berceloteh.
Deg...
bagai di tusuk ribuan jarum, sakit yang teramat yang Gibran rasakan saat ini, Michael, benar-benar tega tidak memberitahu Merry, bahwa dia adalah Daddy nya.
"honey, bisa jelaskan ini"ujar Gibran, yang kini mendekat ke arah Michael, hendak menyentuh pipinya, tapi Piter, menghentikan tangan Gibran, saat itu juga.
"Jangan pernah menyentuh istri ku"ujar Piter.
"Apa,kau bilang dia istri mu, hahahaha, sungguh luar biasa, apa kau tidak salah mengklaim nya tuan, jelas-jelas Michael adalah istri ku, sejak kecil kami sudah menikah benarkan sayang"ujar Gibran.
Michael, tidak merespon perkataan Gibran, dia langsung merangkul lengan Piter, dan mengajak nya pergi dari tempat itu juga, tiba-tiba saja suara tembakan itu berbunyi nyaring.
tapi yang terluka bukan Piter, melainkan Michael, yang kini melindungi Piter, Michael, melirik ke arah Gibran, sambil tersenyum, dan perlahan, tubuh wanita itu roboh ke lantai yang kini ia pijak "honey"ujar Piter, sambil memeluk erat tubuh Michael, Merry, yang melihat mommy nya terkapar bersimbah darah, dia langsung memeluk tubuh itu, sambil menjerit-jerit memanggil ibunya.
"mommy, bangun momm... mommy jangan mati Merry,sama Daddy, takut momm... Piter bangun hendak menembak Gibran, tapi anak buah Gibran, memberondong tembakan ke arah Piter, Gibran, sudah berusaha memberi kode agar mereka tidak melakukan itu, tapi semua terlambat, Piter, terkapar bersimbah darah tetap di samping Michael, saat sedang meregang nyawa dia mendekat dan mencium kening Michael, setelah itu dia pun menghembuskan nafas terakhir nya.
Michael, meneteskan air mata, sambil menahan sakit di dada nya, saat ini, dia menggenggam tangan Piter, sambil berkata, maaf-- kan--aku--piter---semu--a---karena--a--ku ujar Michael, yang kini tak sadarkan diri, sementara itu Merry, langsung di ambil alih oleh Jason, yang baru datang, dan Gibran,di amankan oleh Gavin, yang datang beberapa menit sebelum Piter, menghembuskan nafas terakhir nya.
__ADS_1
"Gibran, kamu lihat,kan kamu lihat, karena kebodohan mu,itu kau sudah menghabisi nyawa orang yang tidak bersalah, bahkan dia sudah berjasa merawat putri mu selama empat tahun ini, apa yang kamu lakukan, kamu bahkan tidak hanya menyakiti dia tapi anak dan Michael,ujar Gavin, yang kini menghajar sang adik, yang hanya diam mematung, bukan karena takut tapi dia melihat mimpinya yang menjadi kenyataan, tepat di hadapan mata nya, dan bukan orang lain, yang membuat Michael, terluka melainkan diri nya sendiri.
Gibran, mengutuk dirinya sendiri, saat ini bahkan dia pasrah saat sang kakak, menghajar nya, tapi ada satu hal yang mereka tidak tau sebagian besar dari anak buah mereka yang ikut dalam misi itu adalah anak buah sang Daddy, yang tengah menyamar dan , bukan peluru Gibran, yang mengenai Michael, melainkan peluru orang kepercayaan, Adryan, dan Piter, yang tau itu bukan ingin menghabisi Gibran, tapi orang di belakang Gibran, tapi semua terlambat kawanan yang lain nya, memberondong tembakan pada Piter,salah satu nya adalah orang yang pernah ikut andil menghabisi keluarga Piter, sebelum dia bergabung di kelompok yang bergabung dengan Allan.