Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Rujuk#


__ADS_3

pagi hari, Sandra, pergi untuk joging melewati pesawahan, juga rumah dan pertokoan yang masih tergolong baru di bangun dia begitu riang ditemani oleh Gilang dan Riko, tidak lupa juga seorang pria tampan, pendatang baru, di desa tersebut, dan dia berasal dari Jogja.


Riyan, adalah teman baru mereka saat ini Sandra juga merasa nyaman saat bersama dengan pria itu, karena Riyan, tipikal orang yang ceria, juga saat ini bahkan dia tidak merasa risih meskipun baru ketemu beberapa hari, sementara itu Steven malah seperti obat nyamuk di antara mereka.


saat ini Steven, hanya duduk di sofa depan kolam renang, Steven, sibuk dengan pekerjaan nya,meski saat ini dia tengah merasa cemburu,tapi Steven mencoba untuk bersikap tenang.


hingga sampai, Sandra datang, bersama kedua saudara nya itu, Sandra, langsung masuk kedalam rumah besar itu, sambil tertawa terbahak bahak, saat ini dia dan Gilang sedang membahas hal lucu, yang terjadi saat mereka berempat joging bareng, saat itu, Riyan, sedang menggoda cewek cantik yang lewat hingga tak sadar ada kubangan air di pinggir jalan dan Riyan, langsung terjatuh di air kotor tersebut, sontak membuat mereka tertawa.


saat mereka tengah tertawa berjamaah, Steven datang menghampiri mereka, sambil membawa laptop nya, dia bahkan tidak menyapa ketiga nya, hanya lewat gitu aja,sontak,tawa Sandra, berhenti dia bingung harus bagaimana.


tapi sedetik kemudian dia pergi mengikuti langkah Steven, hingga masuk kedalam kamar nya.


"Mandi,dulu dan bersiap lah kita pulang sekarang"ujar Steven, tanpa menoleh.


"Tapi, Steven aku belum mau pulang"ujar Sandra.


"Ya, dia kan alasan nya, baik'lah kalau kamu memang sudah"ucapan Steven, terhenti saat Sandra, langsung menyela.


"Steven, please jangan jadi kan orang lain sebagai kambing hitam, dan satu lagi bukan itu alasan ku, aku hanya masih betah di sini,ini juga rumah ku"ujar Sandra.


"Baiklah, jika itu pilihan mu,maaf ... jika selama ini aku menjadi penghalang untuk kebahagiaan mu"ujar Steven, sambil mengambil koper nya dan memasukkan barang nya saat itu juga, tapi tangan nya di hentikan oleh Sandra, saat ini, Sandra memeluk Steven, dari belakang.


"Steven, aku hanya ingin tetap di sini untuk selamanya, bersama mu, tidak ada yang lain yang akan merusak hubungan kita, jika kamu tidak keberatan tapi jika kamu tidak bisa, berarti pilihan nya hanya satu, kita akan menjalani kehidupan masing-masing"ujar Sandra, sambil terus mengeratkan pelukannya.


"San, aku punya banyak pekerjaan di sana dan lagi aku tidak bisa meninggalkan semua nya begitu saja, kecuali jika ada yang mampu menggantikan posisi ku"ujar Steven.


"Baiklah jika itu pilihan mu"ujar Sandra, sambil melepaskan pelukannya saat ini, Steven, yang hendak berbalik untuk mengejar Sandra.


"Sayang , mau sampai kapan?? kita begini, please jangan egois, aku hanya ingin hidup bahagia bersama mu aku ingin kita selalu bersama dan tidak terpisahkan, dan satu lagi aku tidak ingin ada perselisihan apa pun lagi, please, ikut aku kembali, aku ingin kita memulai nya kehidupan baru"ujar Steven.


"Beri aku waktu, setidaknya sampai aku siap untuk memulai kembali"ujar Sandra.


"mau sampai kapan, kamu bisa minta waktu hingga, aku tak ada lagi "ujar Steven, menatap sendu.


"Steven,...."ujar Sandra.


"Apa,...."jawab Steven, yang kini masih menatap lekat wajah Sandra.


"Steven"ucap Sandra, lagi.


"Apa, Sandra"ujar Steven.


"Steven"ujar Sandra, lagi.


"Kamu, mau apa?? sayang"ucap Steven, sambil mendekat.


"Bisakah, hanya aku yang ada dalam hidup mu, bisakah hanya aku dan tidak akan ada yang pertama ketiga dan yang lain nya, bukan apa-apa, Steven, Jujur, aku tidak sanggup untuk berbagai lagi, lebih baik selama nya, kita tidak pernah bersama, kita jalani hidup masing"ucapan Sandra, langsung terhenti saat itu juga, bibir Steven, mendarat mencium bibir nya dengan rakusnya, Steven, tidak ingin mendengar kata-kata itu dari bibir Sandra, wanita yang sangat di cintai nya.


"eumm ......"suara Sandra, yang kini berontak dari ciuman Steven.


"Sayang, aku tak akan pernah melakukan itu lagi, sampai mati pun hanya kamu tak ada yang lain nya,tak akan pernah.


mereka pun akhirnya berpelukan.


"Mandilah, aku mencium bau keringat"ujar Steven.


"iya,bentar lagi, aku mau kamu janji dulu, bahwa, kamu hanya akan mencintai ku"ujar Sandra, lagi.


"Tentu saja Sayang, aku hanya mencintai mu,dulu sekarang nanti dan selamanya"ujar Steven, sambil memeluk erat tubuh Sandra erat.

__ADS_1


"Terimakasih"ujar Sandra, dia langsung pergi menuju ke kamar nya untuk membersihkan diri.


"Mandi yang bersih sayang, aku tunggu kamu di bawah"ujar Steven, sambil tersenyum manis ada rasa lega dihatinya.


setelah selesai membersihkan diri, Sandra, turun dan menghampiri pria yang sangat tampan tersebut, yang kini tengah duduk menunggu, nya sambil tersenyum kearah nya.


"Bang aku baru sadar, ternyata kamu itu begitu tampan"gumam Sandra dalam hati.


"sudah siap, sayang yu"ujar Steven, yang kini langsung merangkul pinggang Sandra.


"Ya, sayang"ujar Sandra.


mereka berdua pergi menuju sebuah tempat yang sangat indah, saat ini mereka bahkan mengabadikan momen tersebut, hingga sore hari, Sandra, dan Steven, seolah sedang priwed.


setelah,satu Minggu, berlalu semenjak mereka memutuskan untuk rujuk, dan Steven, mewujudkan keinginan Sandra, untuk memberikan dia waktu, untuk berlibur seperti keinginan Sandra, saat itu,kini Sandra, tengah mengantar suaminya itu, kedepan Steven, saat ini akan kembali ke ibukota.


"Sayang, hati-hati dijalan,maaf, aku tidak langsung kembali"ujar Sandra.


"Tidak, apa-apa sayang yang penting kamu tetap baik-baik saja dan satu lagi jangan lupa bahagia, muachh"ujar Steven, yang di akhiri kecupan mesra dan pelukan hangat, membuat Gilang, memalingkan pandangannya, karena malu.


akhirnya, Steven, pun kembali sendiri menuju rumah mereka di ibukota, saat ini, tapi Steven, merasa bahagia karena saat ini mereka sudah kembali rujuk.


setelah beberapa bulan kemudian, seperti biasa, Sandra, selalu bangun pagi hari dan menunaikan kewajiban nya, mulai dari solat subuh, terus masak untuk sarapan, meski ada banyak pelayan di rumah besar tersebut, tapi Sandra, tidak ingin suami nya,di layani oleh mereka, Sandra, menyiapkan segala kebutuhan suaminya itu hingga baju untuk kekantor setelah itu dia juga membantu memasangkan dasi pada Steven,itu kegiatan nya di pagi hari.


"sayang, aku tidak mau kamu kelelahan, apa lagi ada si kecil di sini, ingat ya aku tidak ingin kamu kenapa-napa"ujar Steven, sambil mengelus puncak kepala istrinya dan memberikan beberapa kali kecupan di bibir ranum istrinya itu.


"sayang, aku tak akan merasa lelah, justru, dengan begini, aku bisa berolahraga secara tidak langsung, aku bosan seharian, terus diam di rumah, hanya nungguin kamu pulang"ujar Sandra, sambil membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu setelah selesai memasang dasi nya.


"Sayang, kamu bisa ajak asisten mu jalan-jalan atau gabung dengan para sosialita lain seperti istri teman bisnis ku "ujar Steven,memberi saran, tapi di tanggapi gelengan kepala oleh Sandra.


"Tidak, sayang kamu tau sendiri aku bukan wanita yang suka melakukan itu, sejak dulu, aku lebih suka, menjelajah hutan dengan motor ku, dari pada harus pamer sanah-sini udah gitu ngabisin uang untuk yang tidak penting, aku lebih suka hidup sederhana seperlunya seperti nenek dulu"ujar Sandra.


"Tidak,perlu sayang aku , bisa atasi kebosanan ku, sebentar lagi juga dia lahir"ujar Sandra, sambil tersenyum.


"Baiklah,ayo, sarapan "ujar Steven, sambil langsung merangkul pinggang istri nya itu dengan hati-hati, Steven, memapah istrinya.


🌹💖💖💖🌹


Steven, saat ini merasa sangat bahagia, karena sebentar lagi, dia akan memiliki anak, pertama nya dari, wanita yang sangat di cintai nya, sementara putra nya dari istri pertama nya dulu, saat ini masih tinggal bersama orang tua nya, dia bukan tidak mengakui bahwa dia punya putra lain dari wanita lain, tapi dia hanya ingin menjalani kehidupan baru dengan istri nya kini Steven, tidak menelantarkan putra nya, bahkan dia mewariskan seluruh perusahaan nya pada anak nya itu, perusahaan yang seharusnya menjadi milik nya dulu ia tinggalkan demi Sandra, dan perusahaan nya saat ini adalah perusahaan yang ia bangun sendiri demi masa depan nya dengan Sandra.


hari-hari di lalui Sandra seperti seorang istri pada umumnya, yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk suami dan calon anak nya kini.


Usia, kehamilan Sandra, saat ini sudah menginjak delapan bulan, Steven, memutuskan untuk bekerja di rumah, dia tidak ingin pergi jauh,di saat, melihat istrinya kesulitan untuk bergerak, karena kehamilan nya itu, Steven, selalu membantu Sandra, berjalan dan hal apapun itu, dia tidak rela melihat istrinya itu kesulitan.


seperti sekarang ini, Sandra, berusaha untuk bangkit, dari ranjang ia hendak melakukan aktivitas nya, seperti biasa, namun tidak di izinkan oleh Steven, Sandra, sempat cemberut, dia merasa seperti, orang cacat, jika Steven, selalu melarang nya untuk melakukan kebiasaan nya, tapi sesaat kemudian Sandra, kembali tersenyum, setelah Steven, bilang dia akan membawa jalan-jalan di taman di pagi hari itu.


"Ayo, sayang aku bantu kamu mandi setelah itu kita akan pergi ke taman untuk berjalan-jalan pagi, untuk berolahraga"ujar Steven sambil tersenyum.


"Baiklah aku mau"ujar Sandra.


mereka pun langsung bergegas menuju kamar mandi, saling merangkul.


setelah selesai mandi, mereka langsung bergegas menuju taman, yang tidak jauh dari kompleks tepat tinggal nya, saat ini.


Steven, tidak pernah jauh dari istrinya itu, dia terus menggenggam tangan Sandra, mereka berjalan bergandengan tangan,pelan menyesuaikan langkah bumil yang sudah kesulitan berjalan cepat.


sementara itu di tempat lain, Sandrina, saat ini tengah bersitegang dengan Riyan, suaminya itu, Sandrina, marah bukan tanpa alasan, dia tengah kecewa dengan Riyan, yang kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasih nya itu, sandrina merasa kecewa di saat mereka sudah memiliki anak saat ini Riyan, kembali tergoda dengan mantan kekasih nya.


"Yan... kenapa,baru sekarang kamu sadar , kenapa setelah putra kita hadir kamu memulainya lagi, kemana janji mu dulu, aku sadar Yan, aku sadar aku tidak sesempurna dia, aku tidak akan pernah bisa gantikan dia di sini"ujar sandrina, sambil menunjuk dada Riyan.

__ADS_1


"Sandrina, stop jangan pernah ungkit itu, aku tidak pernah berhubungan dengan nya, dan semua bukti ini hanya sekedar silaturahmi, bukan maksud aku untuk kembali pada nya"ujar Riyan.


"Owh, begitu,lalu ini dan ini apa??? apa Yan,ayo jelaskan"ujar Sandrina, yang langsung menunjukkan bukti chatting Riyan , bersama dengan mantan nya itu.


"Jadi, selama ini kamu memata-matai aku Sand ??"ujar Riyan.


"Aku tidak melakukan itu, tapi seseorang mengirim pesan itu pada ku, dan mungkin karena Tuhan sayang padaku dari pada aku harus terus di bohongi lebih baik, kita jalani hidup kita, masing-masing Yan, aku sudah tidak kuat lagi, hanya dijadikan pelarian"ujar sandrina.


"Sandrina, ngomong apa kamu, aku tidak ingin kehilangan mu sampai kapan pun"ujar Riyan.


"Kenapa Yan, kalau alasannya karena perusahaan, aku bisa mengalihkan semua padamu, dan aku juga tidak akan membebani kalian dengan anak kita"ujar Sandrina.


perusahaan itu mereka bangun berdua walaupun mereka memiliki perusahaan masing-masing selain itu, tapi semua atas nama Sandrina,itu atas keputusan bersama.


"Tidak, Sayang, bukan karena perusahaan,tapi karena aku sayang kamu dan anak kita"ujar Riyan, mencoba mendekat.


namun tangan Riyan, ditepis oleh Sandrina saat itu juga, Sandrina, pergi meninggalkan Riyan, yang kini terus menerus memanggil nya, hingga saat ini tapi Sandrina, tidak menggubris nya dia pergi menuju kamar putra nya Rayendra .


sesampainya di sana, dia langsung membawa putranya yang kini tengah tertidur pulas di atas ranjang nya, Sandrina, meminta susternya untuk membereskan barang-barang putra nya dan keperluan nya saat itu juga, setelah nya dia kembali ke dalam kamar nya,di sana Riyan, sedang menelpon seseorang.


"Segera bereskan aku tidak ingin tahu"ujar nya, pada lawan bicaranya di seberang telpon.


Sandrina, tidak mau memperdulikan nya, dia hanya ingin mengambil beberapa barang dan memasukkan barang tersebut pada tas nya setelah itu dia langsung bergegas menuju ke luar dari kamar nya, Sandrina, masih menggendong anak nya.


saat Sandrina, hendak melangkah, Riyan langsung menghadang langkah nya itu"Sayang, kamu mau kemana,hey... kamu hanya salah paham, dengerin aku dulu Sayang"ujar Riyan, yang terus menahan Sandrina, yang hendak pergi.


"Salah paham, heeuh, kamu bilang itu salah paham, sudah lah Yan, tidak perlu lagi berpura-pura, aku cape Yan, aku tau aku tidak mungkin bisa menjadi dia yang teramat sempurna untuk mu, aku jauh dari kata sempurna, tapi bukan berarti kamu bisa terus-terusan membohongi aku dan hatimu sendiri, jika kamu berat melepaskan ku hanya karena perusahaan, aku sudah katakan semua bisa kamu ambil semua nya, tapi tolong bicarakan itu baik-baik, aku tidak akan pernah melarang mu,itu hak mu, tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku tidak akan pernah membiarkan putra ku, memiliki ibu tiri, setelah kita bercerai aku mau kamu memutuskan hubungan mu dengan Rayendra"ujar Sandrina,pelan.


"Sandrina, aku tidak butuh harta apa pun, aku hanya ingin kalian berdua tetap bersama ku,itu sudah lebih dari cukup, please dengarkan penjelasan ku dulu, sayang aku mohon"ujar Riyan.


"Setelah semua penghianatan itu, maksud ku setelah semua itu, aku tau itu tidak bisa di katakan penghianatan karena kesalahanku yang hadir di antara kalian, jadi semoga kalian bahagia setelah kembali"ujar Sandrina, yang kini melangkah pergi.


"Sandrina, Aku hanya mencintai mu, kamu dengar itu kan aku hanya mencintai mu, dan dia adalah masalalu ku, dan kamu adalah masadepan ku kamu harus tau itu!!!""ujar Riyan, yang kini melempar apa saja yang ada di hadapannya.


sementara itu saat ini sandrina tetap pergi dengan mobilnya, membawa Rayendra, bersama dengan dirinya.


Sandrina, tidak pulang ke rumah Adryan, dia pergi menuju ke Hongkong,di sana Sandrina, berniat membuka lembaran baru bersama dengan putra nya itu.


sesampainya di bandara, Sandrina, langsung bergegas menuju pesawat pribadi nya, yang sudah siap untuk berangkat setelah sebelumnya Sandrina, menelpon seseorang yang selalu membantu nya selama ini.


menyesal, mungkin itu yang terjadi pada Riyan, saat ini dia yang sudah diam-diam bermain api dengan mantan kekasih nya itu,pada akhirnya terbakar dengan sendirinya, saat menyadari bahwa selama ini ia telah menyia-nyiakan wanita yang sangat baik yang sudah mendampingi nya selama tujuh tahun, Riyan langsung meminta seseorang untuk mencari keberadaan Sandrina, saat ini namun hingga satu Minggu berlalu belum juga membuahkan hasil.


di sini lah Sandrina, saat ini di negara yang dulu sering ia singgahi bersama kakak, kembar nya Sandra, bahkan mereka mengurus perusahaan milik Daddy nya, bersama.


"Ray .... bangun sayang mommy mau ngajak kamu jalan-jalan sekarang"ujar Sandrina.


"Daddy,... gendong"ujar Ray, sambil merem,itu adalah kebiasaan Ray, setiap kali, dia bangun tidur, selama ini dia selalu di gendong oleh ayahnya itu, tapi saat ini Sandrina yang menggantikan posisi ayah sekaligus ibu untuk Ray.


"Baiklah ayo"ujar Sandrina, Rayendra, menolak itu dia hanya ingin Riyan, tapi dengan sebuah kebohongan Ray, akhirnya mengalah jika Sandrina, bilang Daddy, nya sedang sibuk bekerja.


setelah selesai memandikan putra nya itu, akhirnya Sandrina, membawa Rayendra, bocah berusia empat tahun itu ke, sebuah pusat perbelanjaan di sana Sandrina, membiarkan Ray,main sepuasnya dengan penjagaan ketat dari nya, dia tidak ingin anak nya meras kesepian walaupun saat ini mereka hanya hidup berdua saja.


sementara itu, Riyan, yang sudah putus asa, meminta bantuan Adryan, saat ini walaupun Adryan, sempat menolak nya, karena dia tau Riyan, sudah menyakiti putri bungsu nya itu saat ini.


Adryan, tidak mengiyakan keinginan Riyan, tapi dia tetap mencari keberadaan putri dan cucunya itu, karena khawatir.


tidak butuh waktu lama, setelah menelpon seseorang, Adryan mengetahui dimana putri nya kini berada , Adryan, yang seorang putra seorang ketua mafia,kelas kakap, tidak pernah kesulitan untuk mencari keberadaan putri dan cucunya.


setelah tau dimana keberadaan Sandrina, Adryan , memutuskan untuk pergi menjenguk putri nya itu.

__ADS_1


__ADS_2