
Delapan jam sudah, operasi telah berhasil di lakukan, saat ini namun kondisi, Sania masih keritis, dan saat ini ia sedang di rawat di ruang ICU, rumah sakit tersebut, tangis penyesalan dari Adryan,dan seluruh keluarga,kini ikut menyalahkan nya.
ya Adryan,memang bersalah selama ini ia telah terbawa suasana, iya teringat kembali, wejangan sang mommy dahulu yang menyuruh nya untuk, membalas dendam terhadap keluarga Anderson, dengan cara menyakiti perasaan nya, padahal itu dulu, dia tidak pernah mau melakukan itu tapi setelah ia melihat sang ibu terbujur kaku karena di sebabkan,rasa kecewanya terhadap sang suami yaitu,Derry Anderson, iya kembali menanam kan dendam terhadap Sania istrinya hingga berlanjut perselingkuhan nya dengan, sekertaris nya yang kini bekerja di kantor nya itu.
Sania, kini terbaring lemah alat-alat yang menempel di tubuh nya, itu sebagai penopang hidup nya kini, Sania koma, hanya kesedihan kini yang menyelimuti keluarga besar Sania termasuk tiga saudara angkatnya, Rido Ari dan juga sandi mereka bergantian menjaga Sania dan sekaligus menjaga kedua putri kembarnya.
Danang kini bertindak tegas terhadap Adryan,ia sudah tidak bisa memberikan toleransi lagi, Adryan,di larang menemui Sania lagi sekalipun Sania hidup atau mati, bahkan Danang menantang Allan, yang kini berada di Italia untuk berduel dengan nya jika ia terus-terusan mendukung, putra semata wayangnya itu, yang telah tega mengkhianati, putri bungsu nya itu, iya tidak pernah berpikir bahwa Allan adalah orang yang di seggani oleh, semua kalangan, tapi yang ada di pikiran nya kini adalah rasa sakit hati yang, teramat dalam karena putri kesayangan nya harus berjuang melawan maut akibat, penghianatan Adryan.
tapi ada satu yang tidak pernah di beritahukan oleh Allan terhadap Danang ya itu, dia melepaskan dukungan untuk putra semata wayangnya itu, karena Allan adalah orang yang bijak,mungkin dia adalah kepala mafia tapi ada satu hal yang dia benci di dunia ini adalah penghianatan, dan semua itu pernah ia alami sendiri maka,ia juga memberikan sangsi terhadap sang anak, diam-diam Allan menghabisi, wanita yang telah berselingkuh dengan anak itu dengan cara menjadikan nya gelandang, benar-benar menyedihkan di jalan tak ada siapapun yang berani menolong nya atau mereka akan habis oleh Allan.
Dua Minggu sudah Sania koma, iya bahkan seperti menyerah dengan hidup nya kini, dokter yang menangani nya, menyarankan kalau Sania harus sering di ajak ngobrol, untuk membantu semangat hidup nya, yang mungkin saat ini, adalah nol besar, yang artinya dia sudah menyerah, walau nafasnya masih berjalan karena dorongan alat yang membantu nya bernafas saat ini bagaimana tidak Sania mengalami patah tulang rusuk bagian dadanya, dan Du tulang sekaligus mungkin karena tidak menggunakan sabuk pengaman atau entah karena kecelakaan itu terlalu parah ada pendarahan di otak hingga memerlukan waktu begitu lama untuk mengoperasi nya.
setelah, itu siapapun tidak akan mungkin bisa bertahan lama dan hanya Sania dan tuhan yang tahu,ini adalah sebuah keajaiban.
dibalik, peristiwa itu,ada seseorang yang selalu setia mengunjungi Sania setiap pagi dan memberikan nya bunga ucapan selamat pagi, iya bahkan selalu menyempatkan, mengobrol dengan tubuh yang terbaring lemah itu ya,,,dialah Bryan Adam, seorang, pria tampan dan berkarisma, mereka adalah partner bisnis yang kini tengah berjalan di bawah pengawasan Andara, wanita paruh baya itu masih sangat berkarisma dan masih lihai mengunakan jari-jari nya di atas keyboard, komputer nya saat ini dia juga mengambil alih posisi Sania sebagai CEO perusahaan tersebut, dan dia juga mengerjakan kewajiban nya sebagai seorang nenek yang harus menjaga kedua cucu perempuan nya saat ini,tak jarang apa yang di lakukan Sania dulu terhadap kedua putrinya, itu Andara membawa serta sandrina dan juga Sandra ke kantor dan dengan telaten iya mengurus kedua cucunya itu yang kini tengah belajar berbicara, dan beradaptasi.
setahun sudah,Sania,koma, dokter sempat menyarankan,agar, semua keluarga mengikhlaskan, Sania pergi karena seperti yang dokter katakan Sania hanya bisa bernafas karena bantuan dari alat tersebut, namun semua keluarga menolak, sampai kapan pun mereka tidak akan merelakan Sania pergi.
dan apa kabarnya Adryan, saat ini ya,,, saat ini Adryan, selalu menjalani hari-hari, nya dengan menyibukkan diri, dengan pekerjaan, tidak ada yang tau kalo Adryan, diam-diam selalu menyelinap,ke rumah sakit tepat nya ruangan ICU, Sania di rawat kini.setiap kali iya selalu menyapa memeluk dan mencium seluruh wajah dan tangan nya.
"Sayang, sampai kapan kau akan menghukum ku seperti ini aku tahu aku salah tapi apa kesalahan ku, tidak bisa mendapatkan maaf dari mu, aku sudah menghukum diri ku sendiri saat ini sayang, bahkan aku sudah hampir putus asa, bangun lah setelah kau bangun nanti kau boleh lakukan apa saja kepada ku, kamu boleh menyakiti ku sepuas hati mu, bahkan jika kamu ingin membunuh ku pun aku bersedia Sayang ku,hiks,,, hiks hiks,,, hiks,maaf kan kesalahan ku sayang kamu boleh membalas perbuatan ku tapi aku mohon,bangun lah aku tau kau wanita tangguh jadi kenapa harus menyerah hanya karena cewek jalang, yang tidak ada apa-apa nya, jika di bandingkan dengan mu sayang,ku"
tiba-tiba, Sania mengerakkan jari telunjuk nya.
"ayo sayang berjuang lah lebih keras kau tidak akan pernah kalah oleh siapapun termasuk, dengan wanita jalang itu, kamu wanita paling sempurna di hidup ku, mungkin aku hanya sedang tersesat, aku mohon bimbing aku untuk bisa kembali bersama dengan mu"
ucap Adryan lagi.
kini Sania membuka mata nya, perlahan, dan saat itu Sania melihat Adryan, yang sedang menangis.
"kau siapa, dan dimana aku, siapa aku Ahhhhhh...."
ucap Sania berteriak sontak mereka yang sedang tertidur pun,kini bangun karena teriakan dari Sania.
"Aku siapa, dan ini di mana,hiks,,, hiks,,, hiks,, kalian semua siapa aku tidak kenal dengan kalian sontak semua orang terkejut,dan saat ini, semua orang menegang .
__ADS_1
"kau adalah Sania wanita tangguh dan begitu cantik, dan tidak ada lagi yang bisa mengalahkan, semua talenta mu di dunia bisnis maupun sebagai ibu rumah tangga"
ucap Bryan,tegas
"Bryan, benarkah itu kau, owh aku merindukan mu,maaf waktu itu aku terburu-buru, pergi, dan saat itu aku tidak tahu, kamu adalah orang yang
menolong ku saat aku muntah-muntah di jalan,
dan ya aku ingat dimana putra ku saat ini"
tanya Sania kebingungan, karena tidak melihat Gavin, saat ini.
🌹💖💖💖🌹
seminggu berlalu dari saat itu keluarga Sania sepakat mengijinkan Bryan, tinggal di rumah Sania, dan Bryan dengan sabar membantu memulihkan ingatan Sania, sedikit demi sedikit.
sandi Rido dan Ari, mereka, kompak mbantu Bryan, yang setiap hari mengajak, Sania berjalan-jalan,membawa serta kedua putrinya yang sangat lucu dan cantik-cantik.
sementara Adryan, harus puas mengawasi istri dan anak nya dari kejauhan, Adryan,tau Bryan adalah laki-laki yang sangat baik, dia tidak pernah mencari keuntungan di balik ketidak berdayaan.
ucap Sandra.
"Nak kamu cape ya ayo biar mommy gendong, mungkin mommy, bukan ibu yang baik untuk kalian tapi mommy janji sedikit-demi sedikit mommy, akan berusaha mengingat kalian"
ucap Sania yang kini menyelipkan bunga di samping, telinga kedua anak nya"
yang Sania, ingat saat ini adalah, Gavin,dan Bryan Adam, yang lain dia tidak kenal sama sekali kecuali panggilan sayang dari sandi dan Danang.
"tuan putri, hari sudah hampir siang jika kau cape ayo kita pulang, saat ini juga"
ucap sandi.
"Ah kamu benar, tapi ko aku ngerasa tidak aneh ya mendengar panggilan itu barusan"
ucap Sania.
__ADS_1
"ya karena itu panggilan sayang aku dan almarhum ibu, juga ayah pada mu"
jawab sandi.
"sebentar, tadi kamu bilang ibu almarhum bukan nya, Bunda masih ada?"
tanya Sania bingung.
"begini Sania,dulu saat Bunda sibuk mengurus pekerjaan nya,di kantor dan harus bolak balik dari desa ke kota, ibu adalah orang yang senantiasa merawat mu dan menjagamu,sepenuh hati, kita selalu bersama sedari kecil makan tidur mandi hingga sekolah, dan ayah Danang lah yang lebih memperhatikan mu ketimbang Bunda tapi bukan nya Bunda tidak menyayangi mu, tapi karena. kesibukan itu tadi dia sering melewatkan pase-pase pertumbuhan mu, walau saat dia ada di rumah dia tidak ingin kau di sentuh oleh siapapun kecuali Bunda, sendiri untuk mengobati rasa rindu nya, terhadap mu dan satu kebiasaan mu setelah bangun tidur kau selalu merengek ingin ketemu Bunda dan minta di gendong oleh ayah,ke kamar Bunda, dan kamu selalu berdandan layaknya Bunda, saat akan pergi bekerja, dan Bunda selalu menyediakan mekup, sesuai usia mu walau ala-ala orang dewasa bahkan Bunda selalu menyiapkan setelan kerja yang,sama untuk mu seperti yang di pakai Bunda, saat itu pasti ada dua baju yang sama,kalau tidak kau bisa marah seharian.
Maka dari itu ayah selalu, menggendong mu setiap kau bangun tidur sampai kamu SMA, dan selalu masuk ke kamar Bunda walau berakhir di pangkuan almarhum ibu, setiap kali kamu menangis saat telat tidak melihat bunda, kamu selalu bisa di bujuk oleh ibu yang selalu menyiapkan mainan sebagai raja dan ratu, di rumah besar tersebut,kau adalah tuan putri nya dan aku pangeran nya, hingga usia kita SD selalu seperti itu,ibu membujuk mu,ibu sempat berpesan kepada ku sebelum meninggal kan kita saat ibu pergi ke Desa, pesan nya a adalah"
"Sandi, mungkin saat ini kalian sudah dewasa, dan akan mendapatkan jodoh kalian masing-masing, tapi Sania akan tetap menjadi tuan putri di hati kita semua, jagalah dia di mana pun kalian berada, jangan sampai kamu biarkan dia sendirian, dia sudah seperti putri bagiku dan juga adik bagimu jika dia sedang sedih hiburlah dia jika dia tersesat bimbinng lah, dia untuk kembali, dan satu hal lagi jangan biarkan dia menanggung beban sendiri an ingat lah dia adik mu yang akan selalu butuh perlindungan mu,kelak jika ibu sudah tiada hidup lah berdampingan dengan nya, buatlah istrimu menerima hal itu dan jika karena, dia istrimu tidak menerima nya, segera ceraikan istri mu, karena ibu tidak ingin kalian terpisah karena hal itu"
"itu pesan tertarik ibu untuk kita, maka dari itu aku sudah mewanti-wanti, Yeslin jika dia tidak keberatan dengan hubungan kita yang terlalu erat maka kita akan tatap bersama tapi jika tidak aku terpaksa akan melepaskan nya karena biar bagaimanapun, Sania adalah nomor satu di hati kami bertiga, dan itu bukan berarti Yeslin tidak aku cintai, tapi karena,rasa sayang ku padamu lebih besar dari apapun,rasa sayang sebagai saudara.kita tidak akan pernah terpisah, kamu adalah adikku dan Yeslin adalah istri ku, jadi aku berharap istriku ini mengerti, keadaan hubungan kita"
ucap Sandi, yang kini memeluk kedua nya.
Sania, menganggukkan kepalanya, dan Yeslin tersenyum,tulus. semuanya kini telah kembali ke dalam rumah, dan ada,satu hal yang kembali Sania tanyakan.
"Ayah boleh kah suamiku tinggal di sini bersama dengan ku, aku merasa kasihan sama dia walaupun aku tidak mengenal nya sama sekali, tapi ada rasa tidak tega, saat melihat nya bersedih" Deg,,, jantung Danang,serasa di timpa benda keras, iya sadar seberapa pun takdir memisahkan mereka mereka akan tetap memiliki ikatan batin, Danang hanya bisa mengangguk pasrah, dan saat ini dia menghubungi Adryan, dan meminta untuk datang.
setelah menerima telepon dari ayah mertua, Adryan,kini menemui Sania di rumah nya.
"Sayang, apa kabar mu hiks,,, hiks,, hiks,, maafkan semua kesalahanku, padamu selama ini aku memang bukan suami yang baik hingga kau mengalami kecelakaan itu tahun lalu, kamu boleh menghukum ku jika kamu ingin membunuhku pun aku siap tampi satu hal yang ku pinta dari mu jangan mendiamkan aku seperti ini, aku lebih baik mati"
ucap Adryan, yang sontak mendapat kan ciuman di bibir nya dari Sania, karena Sania tidak ingin suaminya berkata hal demikian.
ciuman itu menuntut lebih dan mereka terhanyut di dalam nya Sania, yang berada di dalam kamar kini, mereka menuntaskan hasrat, mereka yang sudah tiga tahun lebih tertahankan, Sania, tiba-tiba, mengingat, kilasan demi kilasan kejadian,di hadapan nya, dari mulai masa-masa bahagia sedih dan semua itu berhasil iya lewati kini ia mengingat semua nya.
"Mas Adryan, sayang, aku tau kamu bersalah atas semua kecelakaan yang menimpa ku,tapi semu itu juga, terjadi atas kelalaian ku, maaf jika selama ini aku tidak pernah bisa membahagiakan mu, dan aku, selalu tidak bisa mengerti keinginan mu, jika kamu ingin kembali seperti dulu memiliki istri,lebih dari satu aku ikhlas kau ceraikan aku saja"
kata-kata Sania sontak membuat Adryan, tercengang, dan menggeleng kan kepalanya, saat ini.
"tidak sayang, aku tak akan melakukan itu aku minta maaf, karena yang terjadi waktu itu murni bukan keinginan ku, aku mengikuti keinginan mommy, karena aku begitu terlarut dalam kesedihan, saat tahu mommy meninggal, karena serangan jantung, saat ingin menemui suaminya, yang sedang di pelukan istri tua nya, aku membayangkan betapa perihnya hati mommy saat itu, harus menahan kepedihan nya sendiri, aku benar-benar, tidak berdaya saat itu, dan aku terjebak di dalam nya.
__ADS_1