
Sania sibuk membereskan barang-barang,milik putra bungsu nya bahkan kado-kado yang di berikan oleh rekan bisnis nya pun masih terbungkus rapi hari ini Sania ingin membuka semua nya dan saat ini ia di bantu oleh asisten rumah tangga nya Sementara Andara dan Danang sibuk bermain dengan Gibran Stevano Anderson.
"BI,minta tolong tolong bawakan kado-kado yang belum di buka aku ingin membereskan semua nya di lemari baru yang sebentar lagi akan datang" ucap Sania.
"baiklah nyonya" ucap asisten Tersebu dan langsung bergegas mengambil beberapa kado yang ringan saat itu juga Sania unbookshing ia tersenyum saat melihat barang-barang bayi yang sangat lucu saat ini mulai dari mainan serta baju dan aksesoris juga sepatu.
kado yang hampir berjumlah ratusan itu kini sudah di buka,satu persatu di bantu oleh sang ayah, Danang yang selalu setia mendampingi putri bungsu nya itu.
Ayah,ini lucu banget ini adalah kado terakhir aku penasaran ingin lihat isi nya ucap Sania,Sania pun membuka kado yang di berikan oleh Joe, tanpa sepengetahuan nya itu adalah kopian kebersamaan nya saat di kampung dan di perjalanan kembali ke Jakarta.
semua foto dan Vidio tentang dia dan Joe beruntung Sania langsung pergi ke kamar nya saat membaca pesan dari Joe, setelah membuka kotak tersebut Sania langsung memasukkan itu ke dalam tas gendong milik, nya dan pergi membawa kunci mobilnya.
"Bunda aku titip Gibran sebentar aku akan pergi dulu" ucap Sania.
"tentu saja Sayang, tanpa kamu minta pun, hati-hati di jalan" ucap Andara.
sementara itu Danang, yang melihat keanehan pada putri nya itu, dia langsung menemui Andara untuk bertanya.
"Bunda,mau kemana putri kita?"ucap Danang.
"mungkin mau membeli sesuatu yah dia tadi menitipkan, anak nya pada Bunda" ucap Andara.
"hmm,gitu ya" ucap Danang yang langsung mengajak cucunya cilukba seperti kebiasaan nya saat ini, Gibran pun tersenyum kearah kakek nya bayi yang berusia beberapa Minggu itu sudah mengerti, saat di ajak bercanda.
sementara itu Sania pergi menuju rumah lama nya, dia sampai di rumah sang eyang dia menempelkan telapak tangan nya ke arah tembok pagar kokoh yang selalu terawat tersebut, dan gerbang pun terbuka Sania langsung masuk, dengan mobilnya saat ini dan menutup nya kembali rumah yang besar dan halaman yang luas itu masih berdiri kokoh dan sangat terawat Sania langsung di sambut oleh beberapa pelayan rumah nya saat itu juga.
"selamat datang Nona muda lama tidak bertemu" ucap para pelayan kompak.
"aku akan masuk ke kamar eyang sebentar jika Derry tanya aku hanya kangen eyang" ucap Sania titip pesan.
"baiklah Nona muda" ucap Sania para pelayan itu, jarang keluar kawasan rumah semua,serba ada jadi tidak perlu keluar rumah hanya ada satu perwakilan yang biasanya membeli keperluan untuk merawat rumah,ya itu asisten Derry saat ini.
setelah menempel kan tangan kesamping kiri tembok pintu itu pun terbuka saat ini, dan tampak lah kamar yang bersih terawat dan tidak ada satu pun orang yang bisa masuk ke sana kecuali anggota keluarga,di ruangan itu ada robot pembersih yang di rancang khusus oleh ahli nya Derry hanya memberi perintah saat ingin membersihkan seluruh kamar tersebut, dan Derry selal pulang tiga bulan sekali untuk mengecek keadaan rumah, yang memiliki fitur canggih tersebut.
setelah Sania masuk dia langsung membuka berangkas milik sang eyang saat ini ia begitu terkejut di dalam berangkas Tersebut terdapat banyak berlian dan susunan uang juga beberapa tabungan milik eyang nya dan itu di kelola oleh Derry hingga saat ini, bahkan Andara sendiri pun tidak pernah membuka itu, dia sangat sedih melihat ruangan ibunya itu, makanya Andara jarang berkunjung ke rumah nya sendiri.
Sania tidak mau mengganggu barang milik eyang nya saat ini dia pun menutup kembali pintu berangkas Tersebut dan dengan telapak tangan nya dia langsung mengunci pintu berangkas Tersebut.
dia beralih pada lemari tua yang masih terawat milik sang eyang dia pun menyimpan semua itu di sana setelah itu dia mengambil syal rajut yang selalu eyang nya gunakan dia mengunakan nya di leher nya saat ini, Sania hanya mengingatkan itu untuk Bunda nya.
tidak lama Sania pun mengelus robot tersebut, Tolong jaga semua harta berharga milik eyang ku, jangan biarkan siapa pun masuk kecuali Bunda ku dan paman ku, tanpa Sania sadari robot itu mengangguk-angguk kan kepalanya, karena tangan Sania mendarat di kepala robot itu, sensors nya langsung hidup.
"sekarang kamu istirahat dan aku akan pulang dulu lain kali aku akan kembali" ucap Sania robot tersebut pun kembali ke tempat ia berdiri.
Sania pun keluar kamar dan tidak lupa menutup nya lagi.
dia dadah ke kamera yang ada di depan nya.
"Om, aku bawa syal Oma untuk Bunda" ucap Sania.
dia pun langsung pergi ke luar rumah dan mengemudikan mobil nya dan melambaikan tangan nya ke tembok gerbang pun kembali terbuka Sania langsung bergegas pergi meninggalkan kediaman Eyang nya tersebut, yang seharusnya di tempati oleh Andara, karena itu amanat terakhir nyonya Paramitha.
Sania langsung menjemput kedua putrinya saat ini dan setelah itu dia langsung pulang, Adryan yang sedari tadi mengikuti istri nya, karena takut kenapa-napa, jadi ia langsung berbelok ke arah kantor nya kembali untuk bekerja.
Sania pun sampai di Mension Adryan saat ini dia langsung menemui Bunda nya di meja makan karena ini adalah jam makan siang Andara kaget saat melihat syal yang menggantung di leher putri bungsu nya itu.
"sayang, itu kan syal milik eyang mu, kapan kamu mengambil nya" ucap Andara.
"tadi Bunda saat aku teringat eyang aku langsung pergi ke rumah nya dan aku ambil ini " jawab Sania.
"sayang, bagaimana keadaan rumah eyang" ucap Andara yang bertanya karena langsung teringat dengan mommy nya itu.
__ADS_1
"rumah eyang masih sangat terawat Bunda, boleh Sania minta sesuatu Bun?" ucap Sania.
"apa, sayang katakan lah" ucap Andara.
"aku ingin Bunda mewujudkan keinginan eyang yang terakhir bahwa Bunda harus menempati rumah yang seharusnya untuk Bunda aku sangat sedih jika Bunda tidak mewujudkan keinginan, eyang" ucap Sania.
"Bunda sudah nyaman di kampung sayang dengan ayah mu bukan Bunda tidak ingin mewujudkan keinginan eyang mu Bunda tidak mau ayah kehilangan dunia nya" ucap Andara.
"Bunda, ayah tidak apa-apa,memang sudah saatnya kamu kembali ke sana itu juga rumah mu,rumah peninggalan mommy" ucap Danang.
🌹💖💖💖🌹
setelah obrolan tersebut, Andara pun bersedia kembali dan Derry bisa tenang sekarang rumah yang selalu di jaga nya dengan segenap jiwa untuk sang adik tercinta pemberian sang ibu, Derry bisa melepas nya kini.
Andara memutuskan untuk kembali tinggal di ibukota menjalani hari nya sebagai pebisnis restoran yang sukses sedari dulu sementara perusahaan tetap Adryan yang pegang karena dia sudah terlalu tua iya hanya. tidak ingin kehilangan aset berharga milik mommy nya itu.
dan soal rumah di kampung nya ada sandi yang mengurus nya juga mengurus semua aset berharga milik ayah dan Bunda angkat nya tersebut.
rumah itu jadi rumah tempat mereka beristirahat setiap kali,jenuh dengan suasana kota.
Adryan pun mendukung apa yang di inginkan oleh istrinya itu bahkan saat ini, Gavin pun dan kedua putri kembarnya,ikut tinggal di rumah eyang nya itu.
Sania, tidak melarang karena tempat nya masih bisa di jangkau dari Mension tersebut hanya butuh waktu tiga puluh menit itu pun saat macet.
"Hanny, rumah ini kembali sepi" ucap Adryan.
"tidak masalah Daddy, masih ada aku" ucap Sania menirukan suara anak kecil.
Adryan pun tersenyum dan mencium pipi. gembul Gibran putra bungsu nya tersebut.
setelah itu, Adryan pun melanjutkan makan malam nya dengan sang istri yang kini tengah repot memangku Gibran,di pangkuan nya, saat ini.
"Hanny, aku suapin ya, kamu kenapa tidak berikan Gibran pada Nanny nya dulu agar bisa makan dengan tenang" ucap Adryan.
"Hanny jangan macam-macam deh sudah berikan dulu Gibran nya pada Nanny nya atau aku tidak makan nih"ancam Adryan yang merasa terganggu selera makan nya karena melihat Sania yang sibuk dengan urusan Gibran.
"iya Daddy tunggu sebentar, Gibran sayang Daddy sedang tidak mau di ganggu sebaiknya Gibran sama Nanny dulu Ok...!" ucap sania yang langsung di sambut senyum oleh Gibran.
setelah Gibran di bawa kekamar nya untuk di susui oleh suster yang mengurus nya Sania pun kembali duduk dan melanjutkan makan nya saat ini.
Adryan tidak banyak bicara, dia hanya menikmati makan malam nya dengan istrinya itu.
setelah selesai Adryan pun mengajak Sania ke atas untuk beristirahat, dan Sania selu menurut keinginan Adryan Sania tau Adryan begitu lelah setelah seharian penuh bekerja mengurus beberapa perusahaan, nya dan milik Sania.
"sayang,dua hari yang lalu kamu pergi ke mana hemmm?" tanya Adryan.
"aku tidak kemana-mana hanya kerumah eyang rasa nya tiba-tiba saja aku kangen dengan eyang" jawab Sania jujur.
"owh, kamu tidak sadar kalau suamimu,ini mengikuti mu" ucap Adryan.
"tidak Daddy lalu kenapa kamu mengikuti ku " ucap Sania bertanya.
"aku hanya khawatir kamu kenapa-napa itu saja" ucap Adryan.
"thank you Hanny, kamu memang suami yang paling baik sedunia" ucap Sania.
"sayang sekarang sudah boleh kan, Gibran juga sudah dua bulan usia nya"ucap Adryan sambil mendekat ke arah Sania mencium tengkuk leher nya, Sania yang langsung mbuat Sania merinding.
"tentu saja Hanny tapi aku minta hati-hati sekali ok" ucap Sania.
"tentu saja Sayang" ucap Adryan mereka pun bercinta dengan penuh gairah, dan cinta di setiap sentuhan nya.
__ADS_1
sementara itu Joe, yang kini berkunjung ke rumah Yena di kampung bersama dengan sang istri merasa sedikit sedih pasalnya Sania tidak ada di sana dan mungkin dengan waktu yang tidak bisa di tentukan Sania entah kapan kembali ke kampung.
"kak, kamu kenapa hemm?" ucap Yena.
"aku sedih tak bisa menghabiskan waktu ku dengan nya lagi" jawab Joe jujur.
"kau sudah punya istri cantik masih ingin yang itu kata Yena.
"semua tentang nya tak dapat aku lupakan" kata Joe lagi.
"hmmm, sampai segitu nya" ucap sandi yang memang tau tentang Joe yang menginginkan Sania.
"kau tahu" ucap Joe.
"tentu saja aku tau Joe Sania adalah adikku, jadi untuk kebaikan nya menjauhlah kasihan dia jika Adryan tau semua nya" ucap sandi mewanti-wanti.
"aku tidak bisa melakukan hal itu" ucap Joe jujur.
"aku tidak mau adikku terluka gara-gara obsesi mu" ucap sandi.
"kau tenang saja aku tau itu" ucap Joe.
sementara itu setelah obrolan ringan mereka Joe pun mengajak semua makan malam ala kampung dengan bakar ikan dan nasi liwet seperti saat Sania ada di sisinya.
"Bunda, sudah tinggal di rumah eyang, saat ini jadi rumah ini sangat sepi mungkin beberapa bulan sekali mereka baru akan kembali ke mari, aku di berikan amanat oleh Ayah dan Bunda untuk mengelola semua yang ada di sini bersama dengan Ari" ucap sandi.
"heumm seperti nya,kau makin tambah sibuk, tadi nya aku akan mengajak mu menemuinya aku sudah rindu berat, saat ini" ucap Joe.
"rindu berat pada siapa Sayang?"ucap Kasandra.
"itu,pada Bunda"ucap sandi.
"Bunda, bukan nya suamiku tidak punya ibu lagi" ucap Kasandra sedikit penasaran.
"itu Bunda ku dia memang yang terbaik" ucap sandi lagi.
"owh, terus Bunda di mana" ucap Kasandra bertanya, lagi.
"di ibukota, dengan Sania adik ku" ucap sandi.
"Sania siapa lagi itu Sania" tanya Kasandra.
"kakak ipar tidak lihat di atas sana ada foto, keluarga terpampang nyata" ucap Yena yang malas mendengar pertanyaan Kasandra yang super ingin tau inti nya posesif.
"wah ternyata pemilik rumah ini , adalah keluarga besar terus Sania yang mana dan siapa wanita ini dan ini juga" ucap Kasandra.
"ini Sonya,kakak kami dan ini Sania adik kami paling bontot" ucap sandi menjelaskan.
"kok,kakak nya tidak mirip sama sekali dengan Sania, ucap Kasandra.
"masa sih kedua nya mirip ayah kok..." ucap sandi.
"iya-ya, tapi antara Sonya dan Bunda nya"ucap Kasandra menggantung.
"sayang,itu tidak penting tapi jika kau bertemu mereka kau akan tau seberapa hebatnya mereka para perempuan multi talenta" ujar Joe yang sebenarnya memuji Sania.
"seperti nya, aku kenal, dengan wanita yang memakai motor cross ini" ucap Kasandra.
"kamu kenal karena itu adalah Sania" ucap Joe.
"waw...kerennn... ternyata dia jago motor cross" ucap Kasandra kagum.
__ADS_1
"bukan hanya itu dia juga adalah CEO perusahaan, dari Anderson group" jawab Joe Kasandra pun melongo pasalnya perusahaan itu adalah salah satu pemilik saham terbesar di kampus nya dulu.