
setelah pesta ulang tahun, Gavin, semua orang sedang menikmati waktu, bersantai mereka di suguhi hidangan khas dari desa, ya itu nasi liwet jengkol spesial,ala sandi dan teman-teman nya kini, sambil duduk lesehan, di taman belakang rumah Sania, dengan menggunakan tikar, semua menikmati itu kecuali, Sonya yang kini sedang duduk sendiri di teras balkon sambil berurai air mata, pasalnya, Nanda, yang selama ini tidak pernah menghubungi nya,pagi ini menghubungi dia, Sonya, selalu merindukan suami nya yang selalu berbuat kasar pada nya, bahkan saat Sonya memutuskan untuk pergi dari nya ia bertindak bagaikan bintang tidak punya perasaan, melukai Sonya, karena kecewa Sonya memilih pergi dari nya, dan Nanda yang memperkosa Amara adalah orang yang sama dengan suami Sonya.
"Halo, sayang apa kabar mu, saat ini aku sangat merindukan mu, sudah ku katakan waktu itu, jika kau tidak menemui ku,di rumah lama kita maka aku akan menyentuh satu persatu, keluargamu, dengan lebih menyedihkan lagi, dari yang Amara rasakan"
ucap Nanda, di sebrang telpon.
"Nanda mau sampai kapan kau akan tetap begini,keras kepala mu membuat ku takut berada di samping mu, walau pun aku sampai saat ini masih mencintaimu, tapi kita terlalu banyak perbedaan sayang jika kamu benar-benar mencintai ku, maka datanglah ke rumah orang tua ku minta aku dengan baik-baik pada mereka, walau di awal pertemuan kita karena kesalahan, tapi mereka keluarga ku mereka, adalah hidup ku dan orang tua ku sangat baik dan pemaaf, aku mohon please hentikan, berbuat kejahatan, aku mencintaimu dan ingin hidup tenang dengan mu"
jawab Sonya,sambil menangis.
"tapi, aku benci dengan adik mu Sonya, dia sudah membawamu pergi dari ku, dan membuat adikku satu-satunya menderita, karena dia juga merebut Adryan, dari nya.
kau tahu itu!"
ucap Nanda lagi.
"Nanda, sayang adikku tidak seburuk itu, dia. bahkan selalu mengalah demi kebahagiaan adik mu selama ini, apa kau tahu begitu menderita nya dia selama ini, melepaskan kekasih nya, merelakan Adryan menikah dengan adik mu itu, dia sudah terlalu lama menderita, Nanda, tapi pengorbanan adikku sia-sia, adikmu mengkhianati Adryan, saat itu, dan Sania, tidak bersalah dalam hal ini"
jawab, Sonya.
" Tidak, jangan pernah salah kan adikku, aku tahu kau sudah tidak ingin hidup bersama dengan ku lagi bukan makanya kau berbicara seperti itu, baik lah Sonya baik jika itu adalah keinginan mu maka siap-siap saja kau kehilangan, anggota keluarga mu, nanti"
ucap Nanda, lagi dan belum sempat bicara, tiba-tiba, telpon terputus.
"sayang, dengarkan aku, hiks,, hiks,, hiks jangan apa-apa kan keluarga ku, aku mohon, jangan!!!""
teriak Sonya. sontak semua orang melihat ke arah balkon, di mana kini Sonya menangis.
"Sayang, kamu kenapa heuhhhhh,ko tiba-tiba menangis ada apa, bilang sama bunda?"
Sonya tidak menjawab sedikit pun, dan Andara membawa Sonya,ke kamar nya .
"cerita sama Bunda, sayang, kamu kenapa, dan apa yang bisa bantu"
ucap Andara lagi, dan akhirnya, Sonya langsung jujur.
"Bunda, suaminya Sonya, waktu itu sempat menghubungi Sonya untuk kembali kepada nya, namun Sonya, menolak nya, Sonya tidak mau jauh lagi dari kalian walau kehidupan yang Sonya jalani dengan kemewahan, tapi Sonya bagaikan di kurung di sangkar emas, laki-laki yang selama ini selalu menyembunyikan wajahnya di balik, wajah tua jiplakan sang ayah, dia selalu memanjakan Sonya, di hadapan Sonya dia selalu menjadi sosok nya, sendiri, tapi jika kami jalan keluar dia kembali menggunakan penyamaran di balik wajah tua nya itu, tapi, dia begitu posesif, dan tidak mau Sonya dekat dengan yang lain siapa pun itu makanya, saat Ade datang kerumah dia begitu cemburu berat', dan Sonya jadi bahan pelapisan dari emosi nya hingga saat Sonya ingin pulang ke pelukan Bunda, dia tega menyakiti Sonya, dan padahal saat itu juga dia menangisi kesalahan nya, hingga membiarkan, aku pergi walau pun saat itu keadaan Sonya, sangat mengenaskan, tapi sebenarnya dia sedang melukai diri nya sendiri, Bunda, yang melakukan kejahatan pada Amara, adalah suaminya Sonya,itu di lakukan sebagai peringatan, karena Sonya menolak untuk kembali kepada nya, dan tadi dia kembali mengancam, sebaiknya Sonya segera menemui nya Bun,,, dari pada terjadi hal yang tidak di inginkan lagi, Sonya tau dia Bun,, dia bersikap seperti itu karena ada yang menjerumuskan nya, Sonya tau dia orang baik yang terjebak di kegelapan, sebaiknya Sonya pamit sekarang saja ya bunda takut terlambat"
Sonya mencium kening Bunda nya dan tangan wanita paruh baya itu, dia bergegas mengambil koper dan barang nya lalu pergi keluar membawa itu semua sementara itu tidak satu pun ucapan mereka yang di gubris oleh Sonya termasuk sang ayah,Danang hanya berharap putri nya akan baik-baik saja.
sesampainya, Sonya di rumah lama itu dia langsung bergegas masuk ke dalam kamar, nya ternyata,Nanda, sedang bermesraan dengan seseorang, di kamar tersebut.
"Apa ini yang kamu bilang sayang sama aku heuhhhh, apa aku tidak cukup untuk memuaskan mu,Nanda tega sekali kau lakukan ini padaku"
Nanda langsung melepaskan pelukan, cewek bayaran itu dan langsung bergegas memeluk, Sonya, kamu kembali Sayang ku, maaf kan aku, aku tadi sempat kecewa terhadap mu aku terpengaruh pikiran ku sendiri, aku mohon maaf kan aku sayang, ku I Love you Hanny,muach"
Nanda seperti punya kepribadian ganda, di balik sikap ramah nya kini.
"Sayang, maaf kan aku, karena telah meninggal kan mu, aku janji mulai saat ini juga aku tidak akan pernah meninggalkan mu, tetap lah bersama dengan ku, dan aku mohon berubah lah demi aku sayang,ku"
ucap Sonya, yang tau Nanda sedikit marah pada nya.
"Baik lah sayang, mulai besok aku akan mengikuti saran mu untuk berobat, dengan Dokter yang sempat kau bilang itu, dan aku tidak akan pernah mengikuti bisikan hati jahat ini lagi, aku janji" ucap Nanda.
__ADS_1
"flashback on"
ya, Nanda, adalah seorang pria muda tampan, dan tegas, namun sedari kecil Nanda seorang anak yang tidak pernah mendapat perhatian, dari sosok ibu nya iya bahkan meninggalkan nya di tempat sang nenek dulu, sewaktu berusia, sembilan tahun karena sang ibu menikah lagi, dan suami baru nya tidak tahu kalau dia memiliki anak dari hasil pemerkosaan, Nanda, yang kala itu di kirim sang nenek, untuk meminta uang terhadap ibunya tersebut, iya tidak sengaja memanggil ibunya itu dengan sebutan mommy, padahal ibunya telah mewanti-wanti, agar dia tidak memanggil nya begitu, tapi karena Nanda begitu merindukan nya, dia memeluk erat sang ibu hingga suami baru nya itu tahu dan mengorek informasi dari orang yang ia sewa untuk menyelidiki, siapa Nanda sebenarnya.
setelah ayah tiri nya tau kalo Nanda adalah anak dari istrinya itu, dia menyuruh Nanda tinggal dengan nya Nanda sangat di Sayang, namun perlahan ibunya menjauh kan nya dari sang suami, karena rasa cemburunya, itu dan lagi-lagi Nanda, menyendiri, hingga timbul sifat, yang dia tujukan kini ayah sambung yang menyayangi nya kini telah meninggal dunia dia bahkan meninggalkan seorang adik perempuan, yang masih kecil yang harus dia jaga sebaik mungkin, dan karena Amelia, belum mengerti artinya mati itu apa Nanda kadang menyamar, menjadi sang ayah tiri, dengan begitu sempurna tapi yang. tidak iya sadari kebiasaan nya itu telah mendarah daging, dan dalam diri nya tumbuh kepribadian ganda sejak itu. lah orang-orang tahu kalau Sonya bersuamikan seorang pria tua dan ayah dari seorang, Amelia.
"flashback off"
๐น๐๐๐๐น
saat ini seluruh keluarga besar Sania tengah membicarakan tentang Sonya, dan suaminya itu, bahkan Rido sempat mengamuk namun Andara membujuk nya, Rido bisa sedikit menerima tapi iya juga menyayangkan, kenapa harus setelah terjadi ini Sonya, langsung menemui nya berarti sia-sia juga pertahanan Sonya selama ini setelah berkorban banyak hal,
Sania kini hanya berurai air mata karena saat ini ia teringat masa-masa sulit nya dulu saat harus berjuang, untuk mencari sang kakak dan merelakan orang yang ia cintai masuk ke dalam perangkap, cinta Amelia karena hanya dengan cara itu Adryan menolong nya saat itu yang sedang kesulitan, untuk menemukan Sonya sang kakak perempuan nya,
"Sayang, ingat kamu jangan terlalu banyak pikiran, Sonya pasti hidup dengan baik saat ini dengan suami pilihan nya itu dan ku harap, kamu bisa melupakan, segala hal yang telah lewat, ingat di sini ada calon buah hati kita, dan jika kamu banyak pikiran itu akan berbahaya untuk nya.
Sania yang mendengar itu hanya terdiam dengan mata melirik, ke arah Amara yang kini sedang menangis di pelukan Rido, tiba-tiba darah mengalir deras dari ************,Amara dan semua orang menjerit kaget .
"Darah" teriak Sania sontak semua orang menjerit, dan Adryan langsung berlari menolong Rido, yang kini kepayahan mengangkat, tubuh Amara.
"Bunda,mau ikut ke rumah sakit, Ayah tolong jaga, Sania,biar Yeslin dan Siti juga tinggal di rumah biar Bunda sama Ari dan sandi menyusul kerumah sakit"
ucap Andara, setengah berteriak.
Rido, yang kini menangis, sambil memeluk Amara, di pangkuan nya kini Adryan, yang sedang menyetir, selalu menguatkan Rido.
"bersabarlah do semua ini ujian, dan kamu harus kuat"
ujar Adryan yang dengan kencang nya menginjak gas untung jalan raya sepi, jadi bisa secepatnya sampai tapi sayang janin yang dikandungnya tidak dapat di selamat kan .
"saya,dok suaminya, bagaimana keadaan istriku Dokter?"
tanya Rido.
"istri anda mengalami syok berat jadi dia keguguran dan karena itu janin tidak dapat di selamat kan"
ucap Dokter Rido kini terduduk lemas dia menangis.
"Sabar na mungkin belum rejeki mu"
ucap Andara mengelus punggung Rido yang kini sedang terduduk di lantai"
"Bunda, kenapa cobaan selalu datang silih berganti, aku baru saja menikah dengan nya saat ini,hiks hiks hiks...
"sabarlah nak, semua itu agar kau bisa menjadi orang yang lebih baik lagi saat nanti, kamu dan Amara, bisa berhasil melewati ini semuanya, baru saat itu kau akan temukan kebahagiaan, yang hakiki"
ucap Andara lagi.
"Rido sebaiknya, kamu bersihkan tubuh mu dulu baru nanti kita temui istri mu"
ucap Adryan, dan sandi pun memberikan paper bag, berisi baju. Rido dan Adryan yang sengaja Andara siapkan termasuk segala kebutuhan Amara, nanti setelah siuman.
"Bunda, sebaiknya Bunda pulang dan istirahat biar Aku yang jaga Amara, lagian kami sudah berempat"
__ADS_1
ucap sandi.
"Tidak,nak biarkan, Bunda menemani Amara dia pasti membutuhkan seorang ibu, untuk membuat nya kuat saat ini"
kata Andara menolak, permintaan sandi, karena dia tau Amara butuh diri nya saat ini.
"Bunda, aku telpon Sania dulu mau tahu keadaan nya" ucap Adryan.
"baiklah nak, sekalian tanya kan apa Ayah mu Allan telah kembali dengan Gavin?"
ujar Andara.
"iya Bunda"
ucap Adryan,kini dan iya langsung bergegas menuju tempat duduk yang tak jauh dari situ.
"๐ฑHalo sayang, kamu sedang apa, sayang dan bagaimana keadaan mu, apa Gavin dan Daddy sudah pulang?
tanya Adryan yang kurang sabar.
"๐ฑSayang pelan-pelan,bicara nya aku bingung harus jawab yang mana dulu"
ucap Sania,
"๐ฑ maaf sayang ku aku terlalu rindu padamu,hmm baik-baik ya di sana semoga mimpi mu indah ingat jangan mikirin apa pun.semuanya akan baik-baik saja"
kata Adryan lagi.
"๐ฑ sayang, bagaimana keadaan Amara kini, apa dia baik-baik saja?"
tanya Sania.
"๐ฑhmmm, dia baik-baik saja, sebaiknya kamu cepat istirahat, Ok,biar bayi kita selalu sehat dan akan baik-baik saja"
kata Adryan.
telpon, berakhir dan saat ini Amara telah sadarkan diri, mereka pun bergegas masuk dan Rido , langsung memeluk Amara saat itu juga Rido menciumi puncak kepala Asmara dan juga kening nya.
"sayang, kamu harus kuat kita bisa memulai nya dari awal lagi"
ucap Rido.
"Aku tahu Sayang aku tidak apa-apa ko semua nya baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir, sebaiknya, kamu istirahat dulu sayang, kamu pasti lelah, dan aku juga mau tidur ko aku ngantuk terus ya sayang"
ucap Amara yang kini memeluk Rido.
"Sayang sebaiknya kamu makan dulu ok, nanti keburu,mag nya kambuh gimana?"
ucap Rido.
"baiklah, sayang ku, aku akan melakukan, apa pun yang kamu mau,demi kebaikan, kita"
ucapan,Amara sedari tadi tidak sedikit pun menyesali semua yang telah terjadi entah dia berpura-pura tegar atau memang dia itu benar-benar tegar, semua hanya dia yang tahu semua itu.
__ADS_1
sementara itu di rumah Sonya kini mereka sedang asik bercinta, saking lamanya mereka berpisah, tapi ada satu hal yang buat Sonya,kagum kebaikan dan rasa sayang Nanda, tidak ada yang berubah kecuali satu yaitu,kini dia lebih bersabar dan selalu mau mengerti tentang apa, saja yang Sonya katakan mungkin itulah bentuk cinta nya Nanda pada Sonya, yang memang setiap orang punya cara masing-masing, untuk menyampaikan nya.