
saat ini Sonya,tengah menemani Nanda, yang sedang berobat, di sebuah kelinik terbesar di Inggris, iya sengaja membawa, suaminya itu atas rekomendasi dari dokter yang berada di ibukota, karena penyakit, kepribadian ganda yang membelenggu diri nya, saat ini, yang perlahan mulai bisa menghilang karena hipnoterapi, yang ia jalani selama satu bulan ini, dan kabar baik nya lagi ia sudah di nyatakan sembuh dan hari ini juga, Nanda dan Sonya, tengah berada di hotel mereka sewa.
"sayang, bagaimana keadaan mu apa sudah merasa lebih baik, dan apa rencana mu saat setelah kita kembali ke tanah air, nanti?"
tanya Sonya.
"Aku ingin kita memiliki anak kembar dan sangat lucu sayang dan kita bisa hidup lebih bahagia lagi, untuk menjalani rumah tangga kita, dan aku akan memulai nya sedari awal,dan setelah kita kembali nanti, aku akan meminta restu kepada keluarga mu nanti"
ucap Nanda dengan antusias.
Sonya saat itu sedang berada di dalam kamar mandi, iya sempat membeli tes kehamilan untuk mengetahui kenapa ia tidak juga datang bulan selama satu bulan ini.
dan ternyata, dua garis yang ia dapatkan dan iya jingkrak-jingkrak saat melihat itu,
"aku bahagia banget alhamdulilah, semua yang di inginkan oleh suamiku, sudah terwujud, dan aku sangat bahagia "
ucap Sonya, yang kini keluar dari kamar mandi, iya langsung, memperlihatkan tes pack itu kepada suami nya,Nanda heran istrinya senyum-senyun dan memberikan alat tersebut.
"apa ini dan kenapa kamu tersenyum sendiri, seperti ini sayang?"
tanya Nanda.
"Daddy, buka mata lebar-lebar, dan kamu bisa baca ini aku hamil Sayang "
ucap Sonya, yang kini duduk di pangkuan Nanda dan mencium setiap inci wajah Nanda, suaminya tersebut.
"hmm begitu ya sayang ku ternyata keinginan ku terkabul,oh... sayang aku sangat bahagia, untuk ini, semua dan aku akan segera menikahimu dengan resmi, dan meminta restu"
kata Nanda kepada Sonya.
mereka pun langsung tertidur, saat itu juga.
sementara itu di ibukota, tepat nya di sebuah apartemen Rido yang baru kembali dari kampung setelah membawa Amara berlibur di sana, mereka tidak henti hentinya bermesraan, Rido yang selalu memanjakan Amara, sangat telaten mengurus, Amara yang kelelahan setelah perjalanan jauh.
"sayang kamu pasti cape ya saat ini, sini aku bantu membersihkan diri, sekalian kita mandi bareng,kan jarang-jarang kita bisa mandi, bersama"
ucap Rido menawarkan diri kepada Amara.
"hmmm baiklah Daddy, aku mau tapi dengan satu syarat, tolong jangan berharap lebih karena aku akan sangat kelelahan, kasih, calon anak kita nanti"
Jawab Amara dengan nada lesu pula.
"tenang saja Sayang aku gak mungkin meminta itu untuk saat ini, karena aku juga sangat menginginkan nya, cepat lahir dan bisa memanggil ku Daddy, segera anak kita kalau laki-laki, aku ingin dia sekuat ibu nya dan kalo perempuan aku ingin dia mirip dengan ku, biar adil muachh"
Rido,kini mengelus dan mencium perut rata milik Amara yang kini sedang mengandung buah hati mereka, yang baru berusia dua minggu.itu ya semenjak Amara, keguguran, dia ingin memiliki anak agar, Amara tidak merasa kesepian, saat dia tinggal bekerja, ya kini Rido, menggantikan Amara sebagai CEO di perusahaan tersebut, dan berhenti menjadi asisten Sania, itu juga di lakukan atas permintaan Sania, yang saat ini posisi nya sama dengan Amara, Sania juga menyerahkan perusahaan nya kepada Adryan, dan saat ini dia lah yang menjalankan bisnis keluarga Sania sementara, perusahaan milik nya, di urus oleh orang kepercayaan nya dia hanya mengecek sesekali, laporan Detil nya selalu ia terima lewat, email yang masuk setiap hari nya.
"sayang, bagaimana rasanya bekerja menggantikan posisi ku di perusahaan apa kamu tidak kesulitan dan apa kamu tidak keberatan kalau Daddy memberikan semua aset miliknya pada kita nanti, dan kamu akan lebih sibuk lagi gimana?"
__ADS_1
tanya Amara, pada Rido.
"keberatan sih pasti tapi mau gimana lagi demi, istriku yang cantik ini, apapun akan aku hadapi sekali pun harus melawan takdir"
jawab Rido, yang kini memeluk Amara, setelah selesai membersihkan diri mereka, kini mereka pun bergegas menuju ke bawah karena sang asisten, sudah memanggil nya sedari tadi.
mereka pun kini sedang menikmati makan berdua sambil sesekali mengobrol.
"sayang, aku sudah membeli rumah, untuk kita tinggal di sana tapi maaf sayang, rumah nya hanya rumah sederhana, yang bisa ku berikan untuk mu dengan hasil jerih payah ku selama ini, apa kamu mau tinggal di sana mulai besok, dan seterusnya, karena tidak mungkin jika kita tinggal terus di apartemen, sementara kita sebentar lagi akan memiliki anak"
ucap Rido menjelaskan.
"Aku ikut kemana pun kamu pergi, dan untuk selamanya, aku akan terus mendampingi mu seumur hidup ku" jawab Amara .tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam mereka sudah tertidur di kamar nya saat ini.
sementara itu di kediaman Sania, iya dan Adryan sedang melakukan ritual, olahraga malam yang sangat menggairahkan, Sania membuat Adryan,, begitu puas menginginkan lagi dan lagi dan saat ini Sania sangat aktif memberikan sentuhan kasih sayang yang memabukkan, Adryan,sangat menikmati itu dan kini ia tengah bergegas memasuki ini tubuh Sania, yang kini sudah pasrah karena cape berjuang untuk memenuhi kewajiban nya, sebagai seorang istri.di kediaman nya kini hanya tinggal dia dan Adryan semtara Ari dan sandi yang memutuskan menikah di Maldives tanpa kehadiran mereka berdua, rumah itu sangat sepi hanya terdengar desahan demi desahan panas yang mereka keluarkan itu pun hanya terdengar oleh mereka berdua, karena kamar Sania kedap suara,Sania kini tengah berada, di dalam selimut, setelah pukul dua dini hari mereka baru selesai membersihkan diri dan langsung tertidur pulas,Sania juga sudah lama tidak berjumpa, dengan Gavin anak sulung nya saat ini karena dia sudah kembali ke Italia, bersama dengan Allan sang kakek, yang sangat menyayangi nya.
sementara itu di Belanda, Tias tengah bermanja-manja dengan Derry yang sudah berada bulan lalu mereka meresmikan hubungan nya di mata Agama .
"sayang, kamu mau gak ikut aku ke Amerika, untuk mengurus bisnis ku yang sudah lama tidak aku kontrol, selama kita menikah"
ucap Derry yang kini tengah membelai wajah wanita yang dia pilih untuk menjadi istri kedua nya tanpa sepengetahuan, yang istri tua nya karena Allan juga membantu menyebunyikan semua nya rapat-rapat.
"biarkan aku di sini saja jika kau ingin pulang ke istri mu, aku tidak akan bisa kuat melihat kalian berdua, nanti"
ucap Tias yang selalu mengatakan itu setiap kali Derry pamit untuk menemui istrinya.
tujuh bulan berlalu, Sania kini tengah berada di rumah sakit untuk menjalani proses melahirkan bayi kembar yang selama ini tidak di ketahui oleh mereka, bahwa anaknya kembar karena Sania selalu menolak untuk mengecek kehamilan nya itu lewat USG,,,, dan saat ini Dokter tengah membawa Sania masuk kedalam ruangan bersalin, Adryan dan seluruh keluarga mendalanginya, saat ini, mereka tengah berjuang melahirkan anak kembar nya dengan instruksi dari Dokter yang menangani Sania, yang kini sedang berpegang pada tangan Adryan, yang merasa kesakitan akibat cengkraman tangan Sania dan kukunya yang panjang membuat kulit Adryan lecet dan sedikit berdarah tapi semua itu terbayar dengan kehadiran bayi perempuan yang sangat cantik, keduanya, sama-sama berjenis kelamin perempuan, mirip perpaduan antara ayah dan ibu nya yang pertama lahir di beri nama sandrina Stevano Anderson, dan Sandra Stevano Anderson.
kedua bayi cantik itu sengaja di beri nama berawalan huruf S, untuk nama yang dekat dengan nama ibunya nya yang kini, tengah di bersih kan untuk di bawa keruangan VVIP rawat inap.
"sayang, terimakasih untuk semua nya, aku sangat bahagia kini keluarga kita semakin lengkap, dan juga semakin bertambah kebahagiaan karena kehadiran, sandrina dan Sandra di keluarga kita"
ucap Adryan, dan semua orang banyak juga yang mengucapkan selamat terutama para karyawan yang datang sili berganti di sela kesibukan mereka,kini tapi Adryan membebaskan nya, untuk kelahiran putri nya, Adryan juga menaikkan gajih para karyawan, sebagai ungkapan rasa syukur nya karena telah di berikan anugrah terindah dari Allah untuk keluarga nya, saat ini.
"Bunda,sangat sayang pada mu anak ku putri kecil ku, terimakasih di saat Bunda sudah menginjak usia,tua bunda masih bisa mendapatkan kebahagiaan, dengan kehadiran cucu Bunda, yang sangat cantik-cantik ini "
ucap Andara.
mereka berkumpul di ruangan, rawat Sania,penuh dengan kebahagiaan, terus menyelimuti, mereka yang ada di sana.
sekembalinya dari rumah sakit, Sania dan seluruh keluarga nya kini tengah merayakan kepulangan Sania dan bayi kembar nya.
sandrina dan Sandra yang kini sedang tertidur, mereka seperti nya tahu itu adalah rumah nya.
mereka pun kini sedang beristirahat, dan Sania bersama dengan Adryan tidur sambil berpelukan karena Andara yang menjaga bayi mereka dengan Danang sangat antusias, menjaga mereka, dan sangat menyayangi kedua cucunya saat ini dia juga teringat dengan Gavin yang kini sedang dalam perjalanan menuju ke Indonesia untuk bisa melihat sang adik kesayangan, yang ternyata dia mendapatkan adik kembar, yang sangat menggemaskan dan Gavin sudah tidak tahan ingin segera mendarat di Indonesia,
sesampainya di sana Gavin langsung menuju ke dalam rumah, dan berteriak memanggil ibunya, yang kini sedang terlelap, di kamar nya bersama sang ayah, Gavin berjalan sangat cepat di ikuti Allan dan Debora, Juga beberapa pengawal pribadi.
__ADS_1
"mommy aku datang mommy, Daddy kalian di mana dan Ade ku aku datang, tiba-tiba Sania membuka mata, dan ia langsung bergegas bangun dari tidur nya di susul oleh Adryan, yang kini tengah mengikuti nya dari belakang, sekarang ini.
"sayang kamu sudah datang owh anak kesayangan ku, mommy sangat merindukan mu, muachh,,,"
Sania langsung memeluk anaknya kini dan sangat bahagia bisa memeluk nya kini, dengan penuh kasih sayang, yang selama ini tidak bisa ia berikan karena harus tinggal bersama dengan Allan dan harus tinggal selama nya di sana bersama sang kakek.
"sayang, kapan kamu datang, Daddy, tidak di kabari dulu,kan Daddy bisa jemput kamu nanti di sana" ucap Adryan,
"hmmm Daddy terlalu sibuk sih hingga lupa dengan Gavin, dan green father "
ucap Gavin lagi, dan kata-kata itu mampu mengingat kan Adryan dengan kelalaian nya terhadap Gavin, anak pertama nya itu.
"maaf kan Daddy sayang kamu benar Daddy terlalu sibuk dan kini Daddy janji mulai saat ini Kita, akan selalu bersama di sini.sekaligus dengan kakek mu"
ucap Adryan, yang langsung mendapat kan tatapan mata tajam dari Allan tanda tak setuju.
"Daddy please, untuk kali ini saja setidaknya sampai Gavin dewasa nanti, biarkan dia tumbuh dengan kita semua di sini dan jangan biarkan, kita terpisah lagi mulai saat ini"pinta Adryan terhadap sang ayah.
"Daddy, sebaiknya Daddy istirahat dulu,ok jangan sampai Daddy sakit"
ucapan Sania langsung di ikuti oleh Allan yang begitu menyayangi menantu nya saat ini, Sania sangat tau dengan cara itu dia bisa mengalihkan kemarahan ayah mertuanya itu.
"Sayang, jangan, memaksa keinginan mu terhadap Daddy mu,nanti kalo dia merah sama kita bagai mana"
ucap Siena yang kini, mengingat kan Adryan.
"Mommy, aku mau lihat ade-ade ku saat ini"
pinta Gavin.
"Baiklah ayo Daddy gendong menuju kamar ade-ade mu, sayang"
Adryan pun mengangkat tubuh Gavin, anak yang kini berusia 5 tahun, ya tidak terasa Gavin saat ini sudah tumbuh besar rasanya baru kemarin dia menangis, minta adik pada diri nya, saat usia dia tiga tahun.
banyak hal yang mereka lewatkan selama Gavin, hidup bersama dengan sang kakek.
saat ini Gavin sedang menciumi pipi Gembul dari kedua adiknya, bergantian, dan saat itu juga kedua bayi itu tersenyum damai dalam tidurnya, mungkin dia tahu kalau sang kakak datang menengok nya saat itu juga.
"Sandrina, Sandra kakak sangat sayang dengan kalian berdua jaga mommy dan Daddy ya karena kakak harus,menemani kakek, sampai nanti,kakak hanya bisa, menengok kalian sesekali.
Gavin berbicara seperti orang dewasa, dan semua itu membuat, Sania, Adryan Andara dan Danang menitikkan air mata.
kini mereka memeluk Gavin bersamaan,
"Gavin, sayang, mommy sangat menyayangi mu tapi kakek juga sangat membutuhkan mu di sisi nya mommy berharap Gavin bisa mengerti keadaan nya, mommy tidak ingin berpisah dengan mu atau dengan anak-anak mommy semua nya tapi keadaan nya tidak memungkinkan, mommy janji saat Ade mu kuat di bawah pergi jauh mommy akan sering mengunjungi mu di sana Ok, sayang ku anak mommy, yang paling baik, ingat Daddy, mommy,aki dan nenek sangat menyayangi mu, di sini akan selalu menyayangi mu anakku raja di hati mommy"
"Gavin tau momm jangan khawatir Gavin akan selalu menyayangi kalian semua, termasuk Om sandi Om Rido dan Om Ari, mereka juga orang-orang yang Gavin sayangi semuanya juga menyayangi Gavin bukan?"
__ADS_1
ucap Gavin, yang kini tengah memeluk Sania.