
Yeslin, menangis di ranjang pesakitan nya kini ia bahkan menutupi wajahnya, karena semua bayangan kejadian di masa lalu nya,kini terulang kembali di memori nya seperti film yang terus di putar berulang ulang.
Yeslin, menangis tersedu-sedu,ia bahkan sadar semua yang ia lakukan terhadap sandi dan anak nya, terasa begitu kejam seperti seseorang yang, sedang kehilangan haluan dengan kejam nya iya memutuskan untuk mengaborsi bayi yang berada dalam kandungan nya saat itu, dan iya juga menyakiti sandi tanpa sebab hingga sandi kehilangan separuh jiwa nya dan mengakibatkan keterpurukan yang begitu parah dan jangka waktu yang sangat lama.
Adryan, saat ini selalu memantau adiknya itu, dari ponsel nya saat ini, Adryan tau Yeslin sudah sadar dengan kesalahan nya, tapi Adryan harus lebih memastikan, bahwa Yeslin benar-benar membaik beban nya yang dulu ia alami saat mommy nya mengalami depresi berat, seperti Yeslin saat ini.
Adryan berencana,membawa sandi menengok Yeslin,agar adiknya bisa berubah, Yeslin harus berdamai dengan masalalu nya, nanti agar hidup nya bisa kembali tentang.
dua, tahun berlalu kini, dari saat itu semua orang kini tengah berbahagia dengan keluarga nya masing-masing, saat ini ketiga anaknya Sania, telah semakin besar anak laki-laki nya berusia,10 tahu dan si kembar berusia 7 tahun
sementara Rido, yang kini memiliki tiga anak juga yang yang kembar berusia lima tahun dan yang kecil berusia, empat tahun, mereka tetap kompak saat ini mengurus ketiga anaknya.
lain Rido dan juga Sonya, Sonya kini memiliki empat orang anak yang kembar pertama berusia,3 tahun dan yang kembar kedua saat ini berusia lima bulan.
sementara sandi kini bertahan dengan satu anak begitu pula dengan Ari saat ini anak angkat nya berusia dua tahun tiga bulan dan sandi anaknya berusia dua tahun tujuh bulanan.
saat ini mereka sedang berada di desa tempat kelahiran mereka, Adryan sandi Rido dan Ari juga Danang kini tengah menjaga anak dan cucunya,di rumah besar itu sementara para istri sedang sibuk di dapur memasak nasi liwet, sementara Nanda yang baru bergabung kini duduk bersama dengan mereka.
saat semua orang tengah menikmati nasi liwet nya, dengan berbagai lalapan dan lauk pauk lain nya tiba-tiba, saja Yeslin muncul dari arah pintu masuk, dan saat ini mereka tengah menatap kearah nya terutama sandi yang menatap nya penuh ridu tiba-tiba saja ia menitikkan air mata nya, begitu pula dengan Yeslin saat ini.
Yena mengerti semua nya, dia tidak berkomentar apapun, hanya diam tanpa kata lalu pergi mencuci tangan nya dan bergegas mengambil anak nya yang kini di pegang sandi sambil menikmati hidangan nya tadi. sandi menoleh kearah Yena ia memegang tangan istrinya agar tetap berada di sisi nya namun Sania mengerti ia langsung mengajak Yena pergi ke taman belakang rumah besar tersebut.
Yena mengikuti Sania dan Adryan membawa Yeslin ke ruang tamu agar tidak menggangu yang sedang menikmati makan nya seperti Danang yang bersifat cuek pada Yeslin, karena Danang juga merasa terluka dengan, perbuatan Yeslin terhadap kedua anak nya sandi.
"sandi lanjut kan makan mu dosa nanti kalo kamu menyia-nyiakan makanan" ucap Danang tegas, dan sandi pun menurut.
"baik lah ayah" ucap sandi yang patuh.
sementara di taman belakang Yena sedang memeluk anak semata wayangnya,kini ia merasa ragu akan keputusan yang akan di ambil oleh sandi Yena sudah sangat mencintai suami nya itu, dan saat ini dia juga sudah memiliki buah hati, tapi Yena akan berusaha untuk mengalah pergi jika sandi memilih kembali dengan Yeslin.
"Kak, Sania aku ke kamar dulu ya, aku mau menidurkan Yendra dulu" ucap Yena.
"baik lah, ingat apapun yang terjadi jangan berkecil hati, karena aku percaya sandi bukan lah pria yang plin-plan" kata Sania menenangkan Yena.
"aku tidak mamikirkan itu saat ini kak, apa pun keputusan nya aku akan terima karena aku adalah orang yang baru masuk dalam kehidupan mereka" ucap Yena sambil berlalu pergi menggendong anak nya,menuju tangga lantai dua.
sementara, itu mata Yeslin menatap punggung Yena yang kini sedang membawa anak nya menuju kamar sandi yang dulu di tempati oleh Yeslin dan sandi.
ada rasa sesak di dada Yeslin tapi ia berusaha menahan diri, dan Adryan menggenggam tangan adiknya itu.
"Yeslin, kamu sayang mommy kan kalau kamu sayang, ingat jangan sampai kamu bernasib sama dengan nya, masih ada kakak di sini yang masih membutuhkan mu saat ini nanti dan selamanya.
__ADS_1
"Yelin tidak tahu ka, kenapa harus seperti ini, Yeslin keji Yeslin sudah melukai banyak orang bahkan Yeslin telah membunuh istrinya Bryan Adams, Yeslin membunuh anak Yeslin sendiri yang setiap Yeslin memejamkan mata dia selalu memanggil Yeslin mommy dia minta pengampunan Yeslin tapi semua terlambat ka, Yeslin sekarang sudah bukan Yeslin yang dulu lagi Kak ada jiwa iblis yang merasuk kedalam, diri Yeslin, hiks hiks hiks..." Yeslin menangis tersedu-sedu, saat ini.
sementara, semua orang yang kini tengah makan, melirik ke arah suara Isak tangis nya Yeslin, sandi seperti sedang menelan banyak duri dari rasa bersalah nya, karena saat tersulit yang Yeslin lewati sandi malah tengah asik bersama dengan Yena, sandi gagal menepati janji nya saat itu, dan sandi tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi, kepada Yeslin sandi hanya tau Yeslin pergi tanpa alasan dan dugaan sandi. salah tentang kepergian Yeslin saat itu.
sandi menyudahi makan nya dan segera mencuci tangan ya saat ini lalu dia menemui Yeslin, yang kini langsung berhambur memeluk nya erat sambil menangis, semua orang tidak ada yang menyadari nya,bahwa Yena tengah menatap mereka yang tengah berpelukan erat.
Yena melangkah kaki nya menuju kamar kembali, dan tanpa izin dari nya airmata itu lolos begitu saja, Yena merasa menjadi orang asing di kehidupan sandi dan di tengah-tengah mereka kini, dia mengemasi barang-barang milik nya dan anak semata wayangnya, Yena mengganti baju nya dan setelah selesai ia menggendong anaknya,kini ia berjalan menuruni tangga sambil menyeret koper nya dan ransel kecil di punggung nya.
Yena pergi tanpa kata melewati beberapa orang yang kini menghadang nya.
sandi tersentak kaget saat melihat, istrinya tengah berlalu pergi tanpa kata Adryan sudah berusaha menahan nya dan meminta maaf namun Yena tetap pergi menjauh dari rumah tersebut, Yena berjalan melewati jalan gang menuju jalan utama sambil menyeret koper.
"sayang, aku mohon berhenti semua tidak seperti yang kau pikirkan, saat ini"ucap sandi sambil berusaha meraih tangan Yena sang istri
"kembali lah pada nya aku tau kamu masih mencintai nya sampai saat ini, aku akan pergi dengan anak kita dan kamu tidak usah khawatir aku tidak akan mengganggu ketenangan kalian,maaf karena aku telah hadir di tengah kalian" ucap Yena sambil terus berjalan.
🌹💖💖💖🌹
rumah sandi saat ini, tepat nya rumah peninggalan sang ibu, Yeslin juga tahu rumah ini ia sepat menepati nya bersama dengan sandi dan sialnya lagi sandi tidak membuang atau menyimpan rapat-rapat foto pernikahan nya yang terindah di Maldives, bersama Yeslin.
"kak, jangan mengingat kan aku,bahwa tidak ada tempat yang cocok untuk ku dan juga kedua anak ku" ucap Yena yang kini keluar dari rumah tersebut dan seperti saat ia pergi ke luar rumah bersama dengan putra yang tidak lepas dari gendongan nya, tiba-tiba Sania datang ia membawa masuk Yena kedalam mobil dan mengantarkan nya ke halteu bis, yang kini tengah,menaiki bis tersebut dan langsung menuju, kota kelahirannya Yena, perjalanan jauh yang di lewati saat ini Yena hanya bisa memeluk erat, anak nya yang masih anteng tertidur di pangkuan nya.
"Yendra, mommy,tau kamu pasti kecewa juga dengan keputusan yang mommy ambil mommy tidak mau hidup kamu lebih menyedihkan nanti nya sayang, mommy akan berjuang untuk kamu supaya hidup mu bahagia walau tanpa kehadiran Daddy mu nanti" ucap Yena lirih sambil mengusap bulir air mata nya yang lolos keluar saat ini juga.
dua bulan berlalu,di sebuah pulau Dewata Bali, seorang anak laki-laki,kini tengah berlari mengejar sang ibu yang sengaja bermain dengan nya di sebuah taman bermain.
Yendra, hati-hati sayang nanti kamu nabrak orang Lo,baru tahu rasa" ucap Yena yang kini
tengah berjongkok mengarah ke arah sang putra semata wayangnya.
"mommy... aku cape" ucap Yendra yang sudah pandai berbicara,
"Owh,sini sayang mommy peluk, ucap Yena sambil mengangkat tubuh mungil itu tinggi-tinggi.
"mommy.. aku mau balon, boleh tidak" ucap Yendra yang kini menunjuk-nunjuk ke arah penjual balon.
Yena mendekat ke penjual balon, dan meminta sang anak untuk memilih, beruntung Yena masih ada tabungan tanpa harus mengemis pada siapa pun, belum lagi kini ia membuka butik kecil-kecilan, jadi dia bisa mengasuh anak
sandi sudah kembali ke Hongkong saat ini dia tengah meratapi kepergian Yena dari hidup nya, sementara Yeslin jangan di tanya dia ikut kemana pun sandi pergi.
" mommy,ada tamu, ucap Yendra yang sedang berlari kesana-kemari, karena anak itu lebih aktif dari yang lain nya.
__ADS_1
"siapa sayang,,,hmm eh kamu Joe", ucap Yena terhadap teman SMA. ya
Yena dan Joe pun keluar sambil mengikuti ke mana pun mereka melangkah, saat ini
Yendra memang anak yang sangat cerdas dan periang, dia juga cepat akrab dengan siapapun termasuk dengan Joe saat ini.
"Yena, mau sampai kapan kamu akan begini terus seperti ini, apa kamu tidak kasihan dengan sama anak mu yang sangat periang itu tidak mengetahui Daddy nya " tanya Joe saat ini.
" aku sudah memberi tahu kan dia bahwa Daddy nya memiliki istri lain nya saat ini" ucap Yena.
"serius, Yena kamu bilang begitu" tanya Jo sambil melongo tidak percaya.
setelah Yena tengah asik mengobrol dengan Joe, tiba-tiba seseorang memotret mereka yang kini tengah bercanda, dengan Joe dan Yendra.
saat itu tiba-tiba ada seseorang yang Yena kenal saat dia di tanya bahwa mereka saling mengenal, saat bertegur sapa, orang terus berlari pergi.
tanpa Yena sadari foto-foto tentang nya dan berpindah ke tangan orang yang selama ini merindukan nya.
"sayang, kenapa harus seperti ini, secepat itu kah kau menemukan pengganti ku, dan apa dia lebih baik dari diriku" sandi kini tengah duduk di sofa singgel miliknya yang ada di kamar nya, sementara Yeslin, tengah tertidur di ranjang apartemen nya yang dulu pernah di tempati oleh Yena,miris memang tapi sandi tidak bisa menolak nya, sampai Yeslin benar-benar di nyatakan sembuh, dia akan tetap berada di sisi nya.
sementara Yena hanya pasrah kemanapun takdir membawanya saat ini,ia tidak ingin mengeluh hanya dengan melihat buah hati nya tersenyum saja sudah membuat nya puas, dan bisa sedikit melupakan,rasa sakit yang di torehkan oleh mereka berdua.
saat ini Yendra sedang terlelap dalam mimpi indah nya, tidak terasa bulir air mata nya kini membasahi, pipinya.
bayangan kejadian yang terjadi karena ia tidak pernah berpikir suatu saat semua akan kembali pada awal nya, dan berakhir di situ.
Yena, memutuskan akan meninggalkan pulau Bali bersama dengan Joe dan Yendra untuk pergi ke negara Australia, iya akan menemani Joe membuka cabang perusahaan baru di sana.
"Dua hari lagi ya kita berdua akan pergi dengan uncle Joe dari sini sayang dan semoga kamu betah, dan selalu sehat dan kuat seperti sekarang ini, mommy ingin kamu jadi anak yang kuat yang bisa menguatkan hati mommy,
nanti nya" ucap Yena lirih.
ke esokan pagi nya, semua pelanggan butik tersebut telah mengantri mungkin ini lah rejeki yang Tuhan berikan di pagi hari, Yena tersenyum menyambut kedatangan mereka keadaan butik sangatlah ramai.
di sebuah sofa singgel telah duduk seorang pangeran kecil yang tengah duduk di singgasana, nya saat ini.
"Yendra sayang tolong habis kan sarapan nya, mommy saat ini masih terlalu sibuk sayang" ucap Yena.
"baik lah momm... aku akan menghabiskan sarapan, nya" ucap Yendra.
dua hari pun berlalu kini Joe, Yena dan Yendra tengah menunggu keberangkatan nya ke Australia, tepat pukul sepuluh pagi, mereka tengah berada di bandara Ngurah Rai Bali.mereka kini tengah melakukan boarding pass, dan langsung bergegas menuju pesawat saat ini.
__ADS_1
sementara itu di Hongkong sandi tengah uring-uringan karena ia kehilangan sosok yang di cintai nya saat ini.
"Yena sayang pergi, kemana lagi kalian saat ini kenapa kalian tega ninggalin Daddy, kenapa ?sayang kenapa?"""sandi berteriak dan melemparkan semua barang yang ada di meja tersebut dan berserakan di lantai