Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
hari yang baru


__ADS_3

setelah sore hari tiba Gavin pun terbangun dari tidurnya, Danang membawanya untuk mandi dan bersiap akan membawa cucunya itu jalan-jalan di Sore hari, setelah selesai memandikan Gavin yang masih duduk di kursi roda Danang kini, telah membantu cucunya itu berpakaian sementara Andara membantu nya menyisir rambut Gavin setelah itu ia menyemprotkan parfum,ke seluruh tubuh cucunya itu.


"cucuku,kini sudah lebih tampan dan wangi, sekarang Aki,,,buruan mandi nya, setelah itu kita jalan-jalan di tempat yang indah" ucap Andara.


"di mana itu Nini..." ucap, Gavin.


"di bukit, sayang " jawab Andara.


"bukan nya itu tempat mommy,main motor cross ya" kata Gavin lagi.


"bukan sayang ini di sebelah nya lagi itu tempat sudah di bangun sedemikian rupa, untuk para muda-mudi dan semua umur" jawab Andara.


"aku penasaran apa tempat nya sangat indah" ucap Gavin.


"lihat saja nanti sayang" ucap Andara.


"hmm,,, baik lah Ni.. sayang" jawab Gavin.


Gavin pun sudah bersiap kini kursi roda nya sudah di naikan ke dalam mobil Gavin sendiri di gendong oleh Danang, untuk bergegas masuk ke dalam mobil.


Sania yang melihat itu ia, pun bertanya.


"ayah kalian mau kemana" ucap Sania.


"ayah mau ajak pangeran tampan ini jalan-jalan di bukit" ucap Danang.


"baiklah Sayang hati-hati ya, mommy mau nganter Ade mu belajar mengaji" ucap Sania.


"Ok,momm... mommy tenang saja"jawab Gavin.


Sania pun menghampiri, Emily, dan Sandra juga sandrina.


iya memasang kan kerudung pada kepala Emily


dan setelah itu ia melihat Emily sedikit berputar


"hmmm,,, anak mommy sangat cantik,ayo kita berangkat" ucap Sania.


"aku belum Salim sama Daddy Maxim dan kakek"ucap ketiga nya kompak.


"Daddy Adryan, jangan di lewatkan"ucap Sania yang kini tengah menatap ke arah suaminya yang sibuk dengan laptop nya.


"baik,momm..." ucap ketiga nya.


Emily, pun mendekat pada Maxim dan Natalie ibu sambungnya,ia kemudian berpamitan untuk belajar mengaji.


"Daddy aku belajar mengaji dulu dengan mommy, do'a kan ya biar aku jadi anak yang Solehah biar bisa Do'a in kalian semua" ucap Emily dengan polos nya.


seketika Maxim memeluk dan mencium nya,ia begitu bahagia memiliki putri yang benar-benar baik berkat didikan Sania dan seluruh keluarga nya.


"tentu saja Sayang Daddy, selalu berdo'a yang terbaik untuk mu, dan kakak-kakak mu, kalian adalah permata Daddy, Maxim mencium ketiga nya.


"apa?? kalian tidak mau berfoto dulu dengan Daddy seperti nya penampilan kalian saat ini sangat lah cantik dengan menggunakan tutup kepala itu"kata Maxim sambil mengeluarkan ponsel nya.


"namanya kerudung Daddy" ucap Sandra.


"owh Daddy baru tau Sayang" ucap Maxim tersenyum sambil mengelus puncak kepala nya Sandra, mereka pun berfoto, bersama Natalie juga mencium ketiga nya, saat ini setelah berpamitan, pada para orang tua,kini Sania,pada suaminya.


"sayang aku mengantar mereka dulu ya!" ucap Sania, Adryan yang tercengang melihat kecantikan istrinya itu yang saat ini menggunakan kerudung, Adryan begitu terpesona,ia langsung mencium bibir istri itu.

__ADS_1


"hati-hati,hati di jalan Sayang ku muachhhh"ucap Adryan.


sementara itu, Allan kini tengah mengobrol dengan Andara sambil memakan pisang goreng dan,kopi yang di buatkan Andara, khusus untuk besan nya tersebut Maxim pun sama di buatkan, juga Adryan yang hanya minum susu.


mereka berbincang bersama di ruang di teras depan, dengan pemandangan sunset, yang indah di Sore hari.


perbincangan di mulai oleh Maxim yang mulai membahas tentang rencana nya yang ingin membangun sekolah di Desa tersebut, dengan dana triliunan, iya ingin,ada madrasah juga untuk belajar mengaji, dan sekolah dengan guru terbaik, dan Allan juga, Adryan setuju dengan usulan Maxim setidaknya mereka akan menggabungkan dana nya bertiga.


sementara itu, Sania sudah sampai mesjid,ia pun membantu anak-anak nya turun dari mobil dengan tas ransel berisi Qur'an.


ustadz yang mengajarkan mereka mengaji pun menyapa Sania sebagai pendiri mesjid yang begitu megah dan mewah itu, semua ibu-ibu yang hadir pun menyambut kedatangan Sania karena sebagian dari mereka tidak mengetahui wajah Sania, yang multi talenta itu maklum, saja Sania jarang ada di kampung, dan sekalinya ada pun hanya sebentar karena memiliki bisnis di kota.


Sania yang kini jadi rebutan ibu-ibu untuk berfoto bak selebriti dan pak ustadz juga ikutan di foto, katanya untuk kenang-kenangan karena jarang-jarang bisa melihat Sania.


Joe yang baru saja melaksanakan shalat di mesjid tersebut, tersenyum ke arah Sania, yang kini jadi rebutan ibu-ibu, Joe semakin kagum melihat Sania yang menggunakan gamis dan jilbab, yang menunjang penampilan nya,semakin mengeluarkan aura kecantikan nya, saat ini.


setelah Sania pamit kedalam mobilnya,Joe menyusul masuk.


"Hanny, kamu semakin cantik lagi kalau, seperti ini, semoga seterusnya ya, aku bahagia jika kamu bisa menjadi bidadari di dunia dan di surga, mulai saat ini, aku tidak akan sembarangan menyentuh mu lagi, melihat mu seperti ini rasanya hati ku sudah sangat bahagia" ucap Joe.


"terimakasih Joe,Oya kamu pindah ke Amerika sejak kapan" ucap Sania.


"semenjak, aku berusaha untuk mencari keberadaan mu, saat kamu menghilang dulu" ucap Joe jujur.


"hmm,,, maaf kan aku Joe aku selalu merepotkan mu"ucap Sania tidak enak hati.


"tidak apa-apa, semua itu sebagai bukti keseriusan cinta ku" jawab Joe.


"maaf kan aku Joe, aku tidak bisa membalas cinta mu hingga saat ini, kamu tau sendiri kan" ucap Sania.


"aku tau Sayang tidak perlu khawatir cukup dengan tidak melarang ku untuk mencintai mu itu sudah membuat ku bahagia apa lagi saat melihat kau tersenyum,itu sudah cukup, tolong maafkan aku yang selalu tidak bisa menahan diri saat bertemu dengan mu Hanny" ucap Joe lirih...


baik lah Joe mulai sekarang kita teman, dan di antara kita harus tetap saling berkomunikasi satu sama lain nya, tidak boleh ragu untuk meminta tolong di antara kita" ucap Sania sambil tersenyum tulus kearah Joe.


"hati-hati dijalan Joe semoga kamu semakin sukses dan segera memiliki istri lagi" ucap Sania.


"istri ku cukup lah satu Hanny yaitu kamu entah tuhan setuju atau tidak, aku masih sangat mencintaimu" jawab Joe.


🌹💖💖💖🌹


setelah kembali dari mesjid, Sania kini, merasa sedikit lega, soalnya Joe berjanji tidak akan sembarangan menyentuh Sania lagi jika dia sudah memakai jilbab nya seperti tadi, dan itu adalah solusi untuk Sania toh bunda nya sudah berhijab sedari dulu.


Sania, dan anak-anak kini telah kembali, dari mesjid ia pun melihat Gavin sedang mengobrol gembira dengan kakek nya dan para lelaki di sana kini sandi dan Ari pun bergabung, mereka semua selalu berkumpul, saat Sania pulang kampung, dan ada satu orang lagi yang kini baru datang yaitu Rido dan keluarga nya.


kebahagiaan,dihati Danang pun terasa sangat sempurna, Sonya pun saat itu, tengah sibuk mengurus anak kembar nya, dengan dua gelas susu di tangan nya yang sengaja dia seduh untuk putra dan putri kembarnya itu, sementara Nanda sedang sibuk mengobrol dengan semua nya.


Sania pun bergegas menuju kamar nya untuk berganti baju dengan piyama karena ini sudah malam, Sania sengaja membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk milik nya itu, dan ia pun terlelap, tanpa makan malam, Sania seperti nya sangat lelah hari ini, hingga pas malam tiba dia langsung tertidur.


Adryan yang baru saja makan malam di bawah kini ia membawakan makanan untuk Sania, yang masih terlelap tidur, Adryan berencana akan menyuapi istri nya itu jika Sania tidak mau makan.


"sayang, bangun ayo makan dulu, kamu baru makan satu kali loh... gak lapar apa sayang" ucap Adryan.


"aku ngantuk Daddy,besok pagi saja makan nya" ucap nya sambil tetap memejamkan mata nya.


"sayang ini makan lah dulu aku sudah bawakan kemari,sini aku suapin" bujuk, Adryan.


"tidak mau Daddy, ngantuk besok saja makan nya" ucap Sania.


"baiklah" ucap Adryan pasrah.

__ADS_1


iya pun ikut membaringkan tubuhnya, yang juga lelah setelah seharian mengerjakan pekerjaan nya di laptop,Sania tidak bekerja lagi, karena Adryan sudah menempatkan orang kepercayaan nya,di perusahaan tersebut, yang sangat handal, dia tinggal mengecek laporan saja setiap hari nya.


sementara itu berbeda dengan Sania Adryan yang mengurus begitu banyak perusahaan,kini dia tidak bisa berhenti begitu saja, Adryan di bantu oleh dua puluh orang kepercayaan nya dua orang di setiap perusahaan.


Sania dan Adryan pun kini terlelap dalam mimpi indah mereka, masing-masing, Sania yang sangat lelah ia tidur hingga pagi.


setelah semua nya bangun dan sarapan pagi, Danang mengajak mereka semua memancing ikan di Empang miliknya saat ini, dia bahkan membawa serta Gavin bersama nya, merek begitu terlarut dalam canda tawa dan keceriaan.


saat semua orang berkumpul, yang laki-laki memacing wanita nya sibuk bermain, lomba, menanam padi, yang kebetulan di sana sedang musim menanam padi,kini Andara yang menjadi pemimpin mereka, semua orang tertawa riang bagaimana tidak, Sania dan yang lain nya baru pertama kali berjalan dengan di dalam lumpur sawah yang subur membuat kaki mereka terendah lumpur.


mereka tertawa geli saat menginjak lumpur yang sedikit licin itu tak jarang salah satu dari mereka terduduk di lumpur,saking tidak memperhatikan pijakan, dan juga tidak menjaga keseimbangan tubuh mereka, termasuk Sonya yang sulit untuk berdiri padahal sudah di bantu Sania dan yang lain nya tapi malah kembali terjerembab semua nya.


mereka kelihatan seperti anak-anak yang baru merasakan permainan lumpur,ya memang itu adalah kali pertama nya, kecuali Andara yang kadang turun untuk membantu pegawai nya di sawah.


"mommy... kalian sedang apa,hmm seperti nya bahagia sekali,ayo bersihkan badan nya kita makan nasi liwet nya sudah jadi" ucap Adryan memanggil istrinya itu.


"Daddy, yang ganteng sini deh bantuin kita bangun" ucap Sania.


"mommy enggak mau itu kotor Daddy sudah cuci tangan" jawab Adryan.


"yah Daddy kita kan bisa mandi bersama ayolah" ucap Sania.


"tidak Daddy geli lihat mommy, seperti itu" ucap Adryan yang langsung kabur, setelah itu mereka semua pun bangkit sendiri-sendiri seperti bayi merangkak, hingga ke pematang sawah.


"sampai di samping Empang ada air pancuran itu adalah shower geratis dari alam, yang ada di sana mereka mandi bersama an saling membantu menggosok baju yang mereka kenakan setelah itu, membersihkan diri masing-masing di kamar mandi yang Danang sediakan khusus untuk mereka jika ke kampung.


setelah semua selesai berpakaian, semua orang berkumpul, dan makan bersama bersama, di sana dengan lahap nya setelah membantu mengacu kan proses penanaman padi, tadi.


"bagus ya kalian sudah bikin sawah ayah seperti kubangan" ucap Danang sambil tersenyum bahagia.


"iya ayah mereka seperti kerbau saja bermandikan lumpur Untung saja kerbau nya cantik" Adryan tertawa puas.


"Daddy, tega sekali aku di samain sama, kerbau awas saja tar di ceburin ke lumpur baru tahu rasa"ucap Sania yang di sambut tawa riang dari semua nya.


sementara Nanda, mengelus puncak kepala istrinya dengan sayang ia bahkan menyuapi Sonya, berkali-kali.


"sayang aku sudah kenyang, kamu saja yang makan ya" ucap Sonya.


"tanggung Hanny ini sedikit lagi,kata ayah juga pamali" ucap Nanda.


mereka pun seperti biasa, nya sedang mengabadikan momen kebersamaan mereka, pun bergegas menuju rumah mereka.


sesampainya di rumah mereka, Sania langsung bergegas menuju kamar mandi ia kembali mandi dengan Adryan, karena tidak nyaman terasa lengket.


"sayang, aku punya gambar apa coba lihat deh lucu bukan"ucap Adryan menujukan foto Sania yang sedang merangkak di kumbangan lumpur sawah.


"Daddy, kamu itu jahat banget sih istri sendiri disamakan dengan kerbau" ucap Sania mencabikan bibir nya.


sementara itu Adryan, hanya tersenyum lalu mencium bibir istri nya itu, dan mereka pun bercinta di dalam kamar mandi nya.


sementara itu Maxim,kini sedang membantu Natalie mengeringkan rambut.


Nanda dan istri yang sudah selesai mandi mereka juga sedang berganti pakaian.


begitu juga Rido dan Amara


sementara Danang mengurus, semua cucunya yang sedang mandi berjamaah, setelah Gavin selesai menggunakan baju di bantu oleh Andara dan Amara Danang langsung memandikan semua cucunya yang masih pada kecil,itu lah kebahagiaan, yang hakiki yang saat ini mereka tengah rasakan.


keluarga bahagia, adalah keluarga yang selalu kompak dan saling memberi kan support seperti mereka yang tidak memandang seberapa kaya mereka, yang mereka ukur adalah seberapa tulus nya mereka untuk bergabung dengan keluarga nya.

__ADS_1


tidak butuh kemewahan yang mereka butuhkan hanya lah kebersamaan.


sementara itu di dalam kamar, Sania yang baru selesai membersihkan diri,kini dia duduk santai bersama dengan suami nya itu.


__ADS_2