Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
kemping berdua


__ADS_3

Adryan yang saat ini berada dalam pondok tersebut langsung membetulkan posisi tidur istrinya saat ini mereka tidur berdua, Adryan kini tengah memeluk Sania ia rindu istrinya saat ini ia mencium bibir Sania perlahan tapi pasti Sania pun membalas nya.


Adryan seperti mendapatkan angin segar saat ini karena Sania membalas semua perlakuan Adryan padanya Sania melenguh ketika Adryan


mulai memasukkan tangannya ke dalam bajunya, dan meremas gunung kembar milik nya itu Sania hanya pasrah menerima semua perbuatan Adryan padanya kini hingga percintaan pun dimulai kini Adryan sangat bahagia setelah pertengkaran panjang dan di saat ia rindukan istrinya itu kini ia mendapat kan balasan yang sangat memuaskan, mereka bercinta berulang kali hingga tidak sadar jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Adryan pun tertidur di samping istrinya yang kini menatap nya, dengan serius.


Sania bertanya-tanya dalam hati nya benarkah Adryan suami yang sangat di cintai nya kini telah kembali,kesisinya.


"sayang tidur lah,ini sudah malam kamu pasti lelah, rasanya aku sangat nyaman bisa berdua seperti ini sayang, aku ingin kita seperti ini untuk selamanya"kata Adryan.


"apa kamu nyaman tinggal di pondok kami ini sayang"tanya Sania.


"nyaman sayang selama aku selalu bersama dengan mu" Jawab Adryan.


"berusaha lah untuk sembuh sayang lupakan semua masalalu mu lupakan semua nya yang tidak ingin kau ingat, kembali lah karena hanya aku yang saat ini berada dalam hidup mu hanya aku dan anak-anak kita" ucap Sania lembut, Adryan yang mendengar kan kata-kata sayang dari Sania saat ini dia langsung menangis sesenggukan dia menyesal karena saat ini ia sadar telah melukai hati wanita yang sangat di cintai nya saat ini.


"maafkan aku yank..maaf aku belum bisa membuat mu bahagia selama ini aku hanya bisa membuat mu kecewa, dan sering membuat mu menangis, aku bahkan telah melukai mu ampuni aku sayang aku mohon maaf kan aku, aku tidak pernah ingin melukai mu maka dari itu setiap kali aku sedang murka aku mohon menjauhlah aku tidak ingin menyakiti mu lagi sayang"ucap Adryan yang kini mengecup bekas luka di bibir Sania karena ulah nya, Adryan pun mengoleskan salep untuk itu.setelah itu mereka tertidur.


di Australia, saat ini sandi tengah berada di kamar bersama dengan istri dan anak nya terlelap tidur, karena sudah jam dua dini hari, tiba-tiba, Ari menghubungi nya dari Hongkong saat ini.


"πŸ“±Halo,ini dengan siapa"


"πŸ“±ya ampun dasar saudara tidak punya ahlak.. berani nya kamu pergi tanpa dirimu saat ini"


"πŸ“± Ari,maaf aku beberapa hari ini sangat sibuk kalo kamu mau ikut lah kemari bersama ku tapi ingat hati-hati jangan, sampai Yeslin tau.


"πŸ“± Yeslin sudah kembali ke Belanda saat ini jadi kau tidak perlu khawatir"


"πŸ“± baik lah, segera lah kemari dan jangan lupa bawa semua dokumen penting milik ku juga barang-barang ku saat ini aku butuh itu semua bilang pada asisten ku titipkan perusahaan sampai aku kembali nanti.


"πŸ“± baik lah"


telpon pun terputus, saat ini sandi langsung memeluk istrinya itu ia mengelus-elus perut istrinya itu, dengan sedikit gelitikan halus agar Yena terbangun tapi Yena malah pura-pura terlelap saat ini,namun sandi sedang ingin bercinta dengan Yena.


"sayang bangun dong kita pindah kamar yu aku sangat ingin kan kamu saat ini,,, ayolah,sayang apa kamu tidak kangen dengan adik kecil ku ini, aku ingin membuat Yena junior saat ini"ucap sandi.


"hmm..... Daddy aku sangat mengantuk saat ini.bisa tidak di undur saja pagi-pagi"ucap Yena.


"sayang ayolah, aku tau kamu juga rindu aku iya kan sayang"kata sandi lagi


"Baik lah, Daddy"ucap Yena, mengalah.


mereka pun melakukan hal itu, dengan sangat bergairah saat ini sandi tidak mau membuat istrinya kecapean maka dari itu dia lah yang bekerja keras hingga selesai benih-benih cinta itu sandi keluar kan kedalam rahim istri nya itu, sandi berharap kelak di sana tumbuh Yena junior...


saat, ini Sania tengah menikmati sarapan yang di masak oleh Adryan mengunakan tungku kayu bakar yang di bantu oleh penjaga pondok tersebut, mereka membuat ikan panggang, dan nasi liwet, yang biasa di makan saat siang hari tiba tapi karena Sania belum sempat makan dari kemaren, dia minta di masakin nasi liwet kepada penjaga pondok, dan Adryan ikut membantu, Sania jadi sangat senang karena Adryan membuat nya dengan penuh cinta.


dua hari kemudian Adryan dan Sania pun langsung bergegas untuk turun dari tebing Sania merasa seperti tengah berbulan madu di desa terpencil, saat ini Adryan membiarkan istrinya pergi lebih dulu saat ini agar Adryan bisa memastikan istrinya itu turun dengan selamat.


sesampainya mereka di rumah besar Andara sedikit marah pada menantu nya itu karena Adryan mengganti seluruh perabotan di rumah itu, saat Adryan pergi.


"hmm...ini dia orang nya yang sudah seenak hati mengganti seluruh perabotan di rumah ini, apa kamu bisa jelaskan Adryan menantu Bunda yang tersayang"ucap Andara yang sedikit kesal.

__ADS_1


"maaf Bunda karena tuan putri dan aku sementara akan menumpang hidup di disini jadi aku memberikan semua yang di butuhkan nya bukan begitu my queen"Adryan meminta pembelaan.


"mana ku tahu" ucap Sania cuek sambil meninggalkan, Adryan yang geregetan pada dirinya.


"Adryan, Bunda tidak marah kau mau selama nya pun tinggal di sini tapi Bunda tidak mau kehidupan glamor mu di bawa kemari Bunda lebih suka hidup sederhana sedari dulu bukan Bunda tidak mampu untuk membeli nya tapi Bunda tidak ingin pamer dengan segala yang Bunda punya saat ini bahkan sedari dulu"ucap Andara, menasehati.


"maaf Bunda kalo Bunda tidak suka sebaiknya di buang saja " kata Adryan sambil berjalan menyusuri anak tangga untuk menuju kamar istrinya.


" Bunda, Bunda jangan keterlaluan deh, setidaknya hargai lah pemberian menantu mu itu, dia hanya ingin istrinya tidak merasa kekurangan, kamu tau sendiri kan Adryan sangat memanjakan istri nya itu" ucap Danang mencoba memberikan pengertian.


"kalau begitu suruh dia membangun istana nya di sini, Bunda tidak ingin kehidupan yang seperti orang kaku Bunda mau kita hidup sederhana seperti dulu kita membesarkan kedua putri kita, dan sekarang ada cucu kita, aku ingin tetap sama seperti itu" ucap Andara.


"hmm baik lah Bunda sayang ayah tapi untuk saat ini biarkan barang mewah ini mengisi rumah kita, nanti setelah mereka membuat rumah baru nya kita kirim kerumah mereka" ucap Danang.


πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ


sore ini.. Adryan, sedang bersantai di samping kolam renang yg baru setahun lalu di buat oleh orang, kepercayaan Adryan dengan desain yang cukup nyaman, saat ini ia tengah menikmati minuman nya setelah berenang bersama dengan Sania Andara bukan tidak suka dengan sikap menantu nya yang sangat perhatian itu .


Andara hanya tidak mau kesederhanaan nya di campur aduk kan dengan hidup menantu nya yang glamor..


Sania kini tengah bersandar di dada bidang suaminya itu sambil selonjoran di kasur terapung di atas kolam renang tersebut.


kedua putrinya saat ini sedang belajar mengaji di mesjid yang tak jauh dari rumah nya mesjid yang di dirikan oleh eyang Andara semasa hidupnya dulu.


Adryan mengajak Sania ketepi kolam agar mereka segera mandi dan bersiap sore ini Adryan mengajak anak buahnya ke pasar tradisional yang akan tutup sebentar lagi ia ingin membeli beberapa sayuran dan daging untuk nanti malam kumpulan bareng Rido dan Amara beserta ke empat anak nya,ia ingin barbeque an bersama dengan seluruh keluarga nya.


Danang yang tau anak dan menantunya akan datang iya juga pergi ke Empang untuk mengambil ikan,Danang tau Amara dan ke empat cucunya suka ikan bakar, yang segar dari Empang kata Amara rasanya pasti sangat manis.


"nak,, apa kabar mu saat ini sayang Bunda rindu kalian semua apa lagi cucu Nini.. sudah pada besar hemmm bikin gemas" Andara memeluk dan mencium mereka satu persatu dan terakhir Rido.


"Anak Bunda apa kau tidak merindukan ibu mu ini hmm.. kamu bahkan jarang sekali memberikan kabar pada kami, kamu tau Bunda sangat rindu padamu dan keluarga kecilmu ini anakku" Andara, memeluk Rido sambil berurai air mata, dia sangat tau perjuangan anak-anak laki-laki nya yang tiga itu mereka tidak pernah berpisah tapi kini mereka terpisah oleh keadaan.


"Rido, sangat rindu ayah dan bunda tapi Rido terlalu sibuk dengan pekerjaan makanya Rido menyempatkan untuk datang kemari, saat ini"


jawab Rido sambil memeluk wanita yang sangat menyayangi nya saat ini.


"Bunda, juga rindu pada sandi dan Ari tapi Bunda bahkan tidak pernah tahu kabar mereka semua apa sandi baik-baik saja, saat ini apa Yena juga dan cucu Bunda baik-baik saja.begitu juga dengan Ari dan Siti" saat Adryan mendengar nama mereka di tangisi oleh ibu mertua nya, tiba-tiba saja kantong belanjaan itu terjatuh dan Adryan seperti di sambar petir ia teringat sandi yang menderita karena ulah adiknya itu.


"Adryan, kamu kenapa nak?"tanya Andara


"ah.. tidak Bu, Adryan hanya kaget melihat Rido yang sudah menyusul Adryan, anak nya sudah empat" jawab Adryan alasan yang tidak masuk akal pasalnya Adryan sudah tau tentang itu.


"kau itu syirik aja,bang kalo mau buat banyak juga tidak ada yang melarang yang penting mereka tetap terpenuhi segala kebutuhan nya dan,diasuh dengan baik, jadi tidak perlu mengeluh" ucap Rido yang tidak sadar secara langsung ia sudah menyadarkan Adryan yang tidak pernah mengasuh ketiga anaknya tersebut.


"kau sangat benar bahkan aku pun kalah oleh mu" ucap Adryan.


Sania turun dari lantai dua dia hendak menyambut Adryan yang baru pulang dari pasar saat ini dia ingin tahu kalau Adryan berbelanja apa saja.


"sayang kamu sudah datang,beli apa saja hmmm.. Sania langsung bergelayut manja di lengan suaminya dan Adryan tersenyum sedikit lalu menjawab.


"lihat saja oleh mu sayang mereka sudah membawanya pergi ke dapur" ucap Adryan.

__ADS_1


tiba-tiba saja Danang datang membawa ikan yang sangat besar-besar untuk ukuran ikan mas dan gurame, dia langsung memamerkan ikan tangkapan nya saat ini.


"wah ikan nya sangat besar aki aku ingin ikan bakar mommy" ucap anak pertama Rido yang di susul oleh teriakan ketiga anaknya itu suasana menjadi sangat ramai saat ini.


"ayo ikut aki kita bakar ikan nya sekarang juga kalian pasti sudah tidak sabar lagi bukan" ucap Danang sambil mengajak ketiganya pergi ke belakang tempat halaman samping mereka duduk di kursi yang tersedia di sana sementara Danang sibuk membuat ikan bakar di bantu oleh bodyguard nya Adryan, saat ini sedang Sania dan Amara kini tengah berada di ruang keluarga mereka sedang berbincang.


"bagaimana kabar sandi bang" tanya Rido.


"dia sedang berada di Australia saat ini" jawab Adryan.


"kamu tau Hanny"ucap Sania kaget.


"aku tau semuanya sayang itu adalah hal mudah"jawab Adryan.


"aku ingin kita berkumpul lagi seperti dulu, sayang semua kakak ku berkumpul saat ini juga, semua pasti bahagia"kata Sania.


"aku akan menyuruh nya kembali saat ini juga sayang seperti yang kau mau" jawab Adryan


Adryan pun langsung menelpon sandi dan kebetulan saat sandi mengangkat telepon Ari juga ada di situ.


"πŸ“±Halo bang.."


"πŸ“± sandi pulang lah ke kampung bunda dan seluruh keluarga merindukan mu, dan Ari,bawa serta keluarga kalian ini permintaan adik bungsu kalian tuan putri Sania"


"πŸ“± baiklah bang kami akan bicarakan dulu dengan semua nya besok aku telpon lagi"


"πŸ“± baiklah tapi jangan sampai tidak pulang kalo sampai adik mu marah maka akan ada orang ku menyeret kalian pulang"


"πŸ“± baik bang"


telpon pun terputus.adryan kini tengah mendekap istri nya itu.


"Daddy mommy asalamualaikum,kami pulang aku Nini" teriak kedua nya.


"oh.. sayang mommy sini peluk bagaimana bisa belajar mengaji nya sayang ku putri cantik mommy pasti pinter kan " Sania memeluk dan mencium bibir keduanya kini giliran Adryan.


"Daddy bangga pada kalian putri Daddy yang cantik ini dua-duanya calon bidadari surga.


"ih Daddy aku belum mau mati" teriak Sandra.


sontak semua orang tertawa.


"sayang bidadari surga itu jika kita nanti telah kembali kepada sang pencipta bukan berarti meninggal sekarang" ucap Adryan yang memberikan nasihat kepada Sandra.


"owh gitu y Daddy.." ucap sandrina tersenyrum manis.


"sini peluk Daddy, dan jangan lupa Salim sama aunty dan uncle" ucap Adryan.


Danang pun telah kembali dengan dua nampan berisi penuh ikan bakar nya saat itu.


di ikuti oleh ke empat anak Rido.

__ADS_1


kalian juga di sini wah seru nya kita kumpul lagi apa lagi kalo ada Kaka Gavin dan KA Yendra juga anak uncle Ari aku bisa berenang bareng mereka, semua dengan kalian iya kan mommy" kata Sandra yang kini duduk di pangkuan ibu nya.sementara sandrina di pangkuan Danang Adryan hanya terdiam melihat kedua putrinya tidak ada yang dekat dengan nya benar kata Sania, hidup nya hampa tanpa mereka Adryan janji mulai saat ini dia akan selalu ada untuk mereka.


__ADS_2